Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label 2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2015. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Januari 2018

5 Kategori Penyumbang PDRB Kabupaten Brebes Tahun 2015

Berikut ini adalah 5 Kategori dari 17 Kategori Penyumbang PDRB Kabupaten Brebes Tahun 2015
1) A    Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan  sebesar  40,97 persen;
2) G    Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar   16,01 persen;
3) C    Industri Pengolahan sebesar   14,58 persen;
4) F    Konstruksi sebesar   4,37 persen; dan
5) P    Jasa Pendidikan  sebesar  4,27 persen.

Posting by Mohammad Nurdin

Jumat, 19 Januari 2018

Analisis PDRB Produksi Kab. Brebes 2010-2016 : Rata-rata Pertumbuhan


Dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi per sektor, terlihat bahwa pertumbuhan Sektor Sekunder dan Sektor Tersier di atas rata-rata (pertumbuhan ekonomi) Kabupaten Brebes. Sedangkan Sektor Primer tumbuh di bawah rata-rata.
Berikut ini adalah rata-rata pertumbuhan ekonomi menurut sektor selama periode 2011-2016 :
1. Rata-rata pertumbuhan PDRB adalah sebesar 5,55 persen per tahun;
2. Rata-rata pertumbuhan Sektor Primer adalah sebesar 3,43 persen per tahun;
3. Rata-rata pertumbuhan Sektor Sekunder adalah sebesar 8,79 persen per tahun; dan
4. Rata-rata pertumbuhan Sektor Tersier adalah sebesar 6,44 per tahun.

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 18 Januari 2018

Analisis PDRB Produksi Kab. Brebes 2010-2016 : Pengelompokan Sektor

PDRB Kabupaten Brebes Menurut Lapangan Usaha (PDRB Produksi) terbagi atas :
17 Kategori yaitu :
  1) A    Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan;   
  2) B    Pertambangan dan Penggalian;    
  3) C    Industri Pengolahan;   
  4) D    Pengadaan Listrik dan Gas;  
  5) E    Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;    
  6) F    Konstruksi;   
  7) G    Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor;   
  8) H    Transportasi dan Pergudangan;    
  9) I     Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum;   
10) J     Informasi dan Komunikasi;   
11) K    Jasa Keuangan dan Asuransi;   
12) L    Real Estate;   
13) M,N    Jasa Perusahaan;  
14) O    Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;   
15) P    Jasa Pendidikan;   
16) Q    Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan   
17) R,S,T,U    Jasa lainnya   
54 Sub Kategori yaitu :
A    Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan   
    1    Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian
1)        a. Tanaman Pangan;
2)       b. Tanaman Hortikultura Semusim;
3)        c. Perkebunan Semusim;
4)        d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya;
5)       e. Perkebunan Tahunan;
6)        f. Peternakan;
7)        g. Jasa Pertanian dan Perburuan; 
8)    2    Kehutanan dan Penebangan Kayu;
9)    3    Perikanan;
B    Pertambangan dan Penggalian    
10)    1    Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi;
11)    2    Pertambangan Batubara dan Lignit;
12)    3    Pertambangan Bijih Logam;
13)    4    Pertambangan dan Penggalian Lainnya;
C    Industri Pengolahan   
14)    1    Industri Batubara dan Pengilangan Migas;
15)    2    Industri Makanan dan Minuman;
16)    3    Pengolahan Tembakau;
17)    4    Industri Tekstil dan Pakaian Jadi;
18)    5    Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki;
19)    6    Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya;
20)    7    Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman;
21)    8    Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional;
22)    9    Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik;
23)    10    Industri Barang Galian bukan Logam;
24)    11    Industri Logam Dasar;
25)    12    Industri Barang dari Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik dan Peralatan Listrik;
26)    13    Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL;
27)    14    Industri Alat Angkutan;
28)    15    Industri Furnitur;
29)    16    Industri pengolahan lainnya, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan;
D    Pengadaan Listrik dan Gas   
30)    1    Ketenagalistrikan;
31)    2     Pengadaan Gas dan Produksi Es;
32) E    Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;   
33) F    Konstruksi;   
G    Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor   
34)   1    Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya;
35)     2    Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor;
H    Transportasi dan Pergudangan    
36)    1    Angkutan Rel;
37)   2    Angkutan Darat;
38)   3    Angkutan Laut;
39)   4    Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan;
40)   5    Angkutan Udara;
41)   6    Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos dan Kurir;
I    Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum   
42)    1    Penyediaan Akomodasi;
43)    2    Penyediaan Makan Minum;
44) J    Informasi dan Komunikasi;   
K    Jasa Keuangan dan Asuransi   
45)    1    Jasa Perantara Keuangan;
46)    2    Asuransi dan Dana Pensiun;
47)    3    Jasa Keuangan Lainnya;
48)    4    Jasa Penunjang Keuangan;
49) L    Real Estate;  
50) M,N    Jasa Perusahaan;   
51) O    Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;   
52) P    Jasa Pendidikan;   
53) Q    Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan
54) R,S,T,U    Jasa lainnya   
2 Jenis yaitu :
1) Sektor Barang (A, B, C, D, E dan F); dan
2) Sektor Jasa (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)
3 Jenis yaitu :
1) Sektor Primer (A dan  B);
2) Sektor Sekunder (C, D, E dan F); dan
2) Sektor Tersier (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)

Posting by Mohammad Nurdin

Selasa, 10 Oktober 2017

Upah Minimum Regional Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016

Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Tengah 2016 resmi ditetapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (20/11/2015) malam. Keputusan penetuan besaran UMK yang diteken Gubernur itu diterbitkan pada 20 November dengan nomor surat keputusan nomor 560/66/2015.
"Keputusan ini resmi berlaku pada 1 Januari 2016 mendatang," kata Ganjar.
Hanya saja, permintaan penangguhan harus diajukan maksimal 10 hari sebelum UMK diberlakukan.

Berikut UMK 2016 untuk Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah:

1. Kota Semarang Rp 1.909.000,
2. Kabupaten Demak Rp 1.745.000,
3. Kabupaten Kendal Rp 1.639.600,
4. Kabupaten Semarang Rp 1.610.000,
5. Kota Salatiga Rp1.450.953,
6. Kabupaten Grobogan Rp 1.305.000,
7. Kabupaten Blora Rp 1.328.500,
8. Kabupaten Kudus Rp 1.608.200,
9. Kabupaten Jepara Rp 1.350.000,
10. Kabupaten Pati Rp 1.310.000.
11. Kabupaten Rembang Rp 1.300.000,
12. Kabupaten Boyolali Rp 1.403.500,
13. Kota Surakarta Rp 1.418.000,
14. Kabupaten Sukoharjo Rp 1.396.000,
15. Kabupaten Sragen Rp 1.300.000,
16. Kabupaten Karanganyar Rp 1.420.000,
17. Kabupaten Wonogiri Rp 1.293.000,
18. Kabupaten Klaten Rp 1.400.000,
19. Kota Magelang Rp 1.341.000,
20. Kabupaten Magelang Rp 1.410.000,
21. Kabupaten Purworejo Rp 1.300.000,
22. Kabupaten Wonosobo Rp 1.326.000,
23. Kabupaten Kebumen Rp1.324.600.
24. Kabupaten Banyumas Rp 1.350.000
25. a. Kabupaten Cilacap Wilayah Kota Rp 1.608.000,
      b. Kabupaten Cilacap Wilayah Timur Rp 1.490.000,
      c. Kabupaten Cilacap Wilayah Barat Rp 1.483.000,
26. Kabupaten Temanggung Rp 1.313.000
27. Kabupaten Banjarnegara Rp1.265.00,
28. Kabupaten Purbalingga Rp1.377.500,
29. Kabupaten Batang Rp1.467.500,
30. Kota Pekalogan Rp1.500.000,
31. Kabupaten Pekalongan Rp1.463.000,
32. Kabupaten Pemalang Rp 1.325.000,
33. Kota Tegal Rp1.385.000,
34. Kabupaten Tegal Rp 1.373.000,
35. Kabupaten Brebes Rp1.310.000.

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2015/11/21/08451621/UMK.Jateng.2016.Ditetapkan.Semarang.Tertinggi.Rp.1.9.Juta

Diakses pada : Rabu, 11 Oktober 2017



Posting by Mohammad Nurdin

Upah Minimum Regional Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015

Besaran upah minimum kota kabupaten di Jawa Tengah yang telah diusulkan kepala daerah kepada Gubernur Jateng akhirnya resmi ditetapkan. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo secara resmi menetapkan UMK Jateng 2015, sesuai jadwal yaitu Kamis 20 November 2014.
Angka ini efektif berlaku 1 Januari 2015.

DAFTAR UMK DI JAWA TENGAH 2015

Kota Semarang: 1.685.000 (tertinggi)
Kabupaten Demak 1.535.000
Kabupaten Kendal 1.383.450
Kabupaten Semarang 1.419.000
Kota Salatiga 1.287.000
Kabupaten Grobogan 1.160.000
Kabupaten Blora 1.180.000
Kabupaten Kudus 1.380.000
Kabupaten Jepara 1.150.000
Kabupaten Pati 1.176.500
Kabupaten Rembang 1.120.000
Kabupaten Boyolali 1.197.800
Kota Surakarta 1.222.400
Kabupaten Sukoharjo 1.223.000
Kabupaten Sragen 1.105.000
Kabupaten Karanganyar 1.226.000
Kabupaten Wonogiri 1.101.000
Kabupaten Klaten 1.170.000
Kota Magelang 1.211.000
Kabupaten Purworejo 1.165.000
Kabupaten Temanggung 1.178.000
Kabupaten Wonosobo 1.166.000
Kabupaten Kebumen 1.157.500
Kabupaten Banyumas 1.100.000 (terendah)
Kabupaten Cilacap
    Cilacap Kota 1.287.000
    Cilacap Timur 1.200.000
    Cilacap Barat 1.100.000
Kabupaten Banjarnegara 1.112.500
Kabupaten Purbalingga 1.101.600
Kabupaten Batang 1.270.000
Kota Pekalongan1.291.000
Kabupaten Pekalongan 1.271.000
Kabupaten Pemalang 1.193.400
Kota Tegal 1.206.000
Kabupaten Tegal 1.155.000
Kabupaten Brebes 1.166.550
Kabupaten Magelang 1.255.000

Sumber : http://jateng.tribunnews.com/2014/11/20/ini-daftar-umk-kabupaten-kota-di-jateng-2015
Diakses pada : Rabu, 11 Oktober 2017



Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 26 Februari 2017

Apa Komoditas Pertanian Unggulan Di Kabupaten Brebes?

Kabupaten Brebes adalah kabupaten dengan kontribusi kategori/sektor pertanian yang cukup besar dan bahkan terbesar dibandingkan yang lainnya yatu sebesar 40,92 persen. Lalu pertanyaannya adalah bila kategori pertanian adalah merupakan unggulan maka komoditas pertanian apa yang menjadi unggulan di kabupaten Brebes. Sebagaimana kita ketahui pada artikel sebelumnya bahwa Nilai Tambah Bruto (NTB) pertanian adalah sebesar 10,01 Trilyun Rupiah.
Berdasarkan data BPS Kabupaten Brebes diperoleh 20 komoditas unggulan di Kabupaten Brebes pada tahun 2015. Data NTB yang digunakan menggunakan atas dasar harga konstan (adhk) 2010. Berikut komoditasnya yaitu :
1. Bawang Merah dengan NTB sebesar 1,64 Trilyun Rupiah(16,42 persen); 2. Padi sebesar 1,30 Trilyun Rupiah (13,00 persen); 3. Mangga sebesar 295,33 Milyar Rupiah (2,95 persen); 4. Jagung sebesar 196,11 Milyar Rupiah (1,96 persen); 5. Telur Ayam Ras sebesar 160,68 Milyar Rupiah (1,60 persen); 6. Kentang sebesar 157.70 Milyar Rupiah (1,57 persen); 7. Cabe Rawit sebesar 139,42 Milyar Rupiah (1,39 persen); 8. Ayam Buras sebesar 129,16 Milyar Rupiah (1,29 persen); 9. Cabe Besar sebesar 127,41 Milyar Rupiah (1,27 persen); 10. Ayam Ras Pedaging sebesar 101,40 Milyar Rupiah (1,01 persen); 11. Pisang sebesar 91,79 Milyar Rupiah (0,92 persen); 12. Durian sebesar 78,25 Milyar Rupiah (0,78 persen); 13. Tebu sebesar 71,05 Milyar Rupiah (0,71 persen); 14. Telur Itik sebesar 64,61 Milyar Rupiah (0,65 persen); 15. Telur Ayam Buras sebesar 53,99 Milyar Rupiah (0,54 persen); 16. Kubis/Kol sebesar 52,00 Milyar Rupiah (0,52 persen); 17. Wortel sebesar 29,75 Milyar Rupiah (0,30 persen); 18. Ubi Kayu sebesar 26,07 Milyar Rupiah (0,26 persen); 19. Petai sebesar 21,48 Milyar Rupiah (0,21 persen); 20. Domba sebesar 21,26 Milyar Rupiah (0,21 persen); dan sisanya adalah komoditas lainnya sebesar 5,25 Trilyun Rupiah (52,42 persen).
Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 21 November 2016

Indikator Makro Kabupaten Brebes 2016 : Penduduk Jawa Tengah 2015


Jumlah penduduk di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015 berjumlah 33.774.141 jiwa. Lima kabupaten/kota dengan jumlah penduduk terbanyak adalah sebagai berikut : Kabupaten Brebes sebanyak 1.781.379 jiwa, disusul Kota Semarang    sebanyak 1.701.114 jiwa, Kabupaten Cilacap sebanyak 1.694.726, Kabupaten Banyumas sebanyak 1.635.909 jiwa, dan Kabupaten Tegal    sebanyak 1.424.891 jiwa.
Sedangkan jumlah penduduk paling sedikit terdapat di Kota Magelang sebanyak 120.792 jiwa, disusul Kota Salatiga    sebanyak 183.815 jiwa, Kota Tegal sebanyak 246.119, Kota Pekalongansebanyak 296.404 jiwa , dan Kota Surakarta    sebanyak 512.226 jiwa.



Posting by Mohammad Nurdin

Indikator Makro Kabupaten Brebes 2016 : Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Brebes pada tahun 2010 berjumlah 1.736.782 jiwa, tahun 2016 berjumlah 1.788.880 jiwa, dan diperkirakan pada tahun 2020 menjadi 1.815.086 jiwa.

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 19 September 2016

Kamis, 04 Februari 2016

Berita Statistik : Indeks Tendensi Konsumen Jawa Tengah Triwulan IV 2015

Nilai ITK di Jawa Tengah pada Triwulan IV-2015 sebesar 99,87, artinya kondisi ekonomi rumah tangga sedikit menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Penurunan kondisi ekonomi rumah tangga terutama disebabkan oleh menurunnya volume konsumsi barang dan jasa yang nilai indeksnya 97,41 dan menurunnya indeks pendapatan rumah tangga (99,94). Sementara itu untuk Indeks pengaruh inflasi terhadap  tingkat konsumsi (101,67) sedikit mendorong meningkatnya kondisi ekonomi rumah tangga. Tingkat optimisme  rumah tangga lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 109,81).

Sumber : http://jateng.bps.go.id/website/brs_ind/brsInd-20160205090140.pdf

Posting by Mohammad Nurdin

Berita Statistik : Ekonomi Jawa Tengah tahun 2015 tumbuh 5,4 persen

Perekonomian Jawa Tengah tahun 2015 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 1.014.074,2 miliar.
Ekonomi Jawa Tengah tahun 2015 tumbuh 5,4 persen meningkat dibanding tahun 2014 (5,3 persen). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Perusahaan (9,7 persen). Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (5,2 persen).


Posting by Mohammad Nurdin

Berita Statistik : Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Indonesia 2015 Triwulan IV Meningkat

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) adalah indikator perkembangan ekonomi usaha terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Bank Indonesia. ITB merupakan indeks yang menggambarkan kondisi bisnis dan perekonomian pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang. STB dilakukan setiap triwulan di beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah sampel STB triwulan IV-2015 sebesar 4.514 perusahaan besar dan sedang, dengan responden pimpinan perusahaan.

Berita Statistik : Ekonomi Indonesia Triwulan IV 2015 tumbuh 5,04 persen tertinggi selama tahun 2015

Perekonomian Indonesia tahun 2015 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp11.540,8 triliun dan PDB perkapita mencapai Rp45,2 juta atau US$3,377.1.
Ekonomi Indonesia tahun 2015 tumbuh 4,79 persen melambat bila dibanding tahun 2014 sebesar 5,02 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 10,06 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 5,38 persen.

Selasa, 24 November 2015

Perekonomian Jawa Tengah 2015 : Tujuh Kabupaten di Jawa Tengah Darurat Kekeringan

Oleh         : Utami & Damar Sinuko
Sumber       : CNN Indonesia
Hari/Tanggal : Selasa, 04/08/2015 13:15 WIB

Semarang, CNN Indonesia -- Sebanyak tujuh kabupaten di provinsi Jawa Tengah telah menyatakan status darurat kekeringan. Status darurat ini disampaikan oleh Bupati masing-masing wilayah setelah adanya dua kecamatan di kabupaten tersebut yang terdampak kekeringan.

Rabu, 18 November 2015

Publikasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Brebes Tahun 2015 : Statistik Daerah Kabupaten Brebes 2015

Nomor Katalog : 1101002.3329
Nomor Publikasi : 33265.1521
ISSN : 1858-0955
Tanggal Rilis : 2015-11-05

Abstraksi

Kabupaten Brebes memiliki slogan “Brebes Berhias” yang merupakan singkatanbersih, hijau, indah, aman, dan sehat, dimanasecara geografis terletak diantara garis 6045’–7021’ LS dan 108041’-109011’ Bujur Timur.
Sedangkan secara administratif Kabupaten Brebes merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terletak di sebelah barat dan

Publikasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Brebes 2015 : Kabupaten Brebes Dalam Angka 2015

Berikut ini adalah Publikasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Brebes 2015 yaitu Kabupaten Brebes Dalam Angka 2015. Publikasi telah dirilis tanggal 5 Nopember 2015 pada situs resmi BPS Kabupaten Brebes yaitu :
http://brebeskab.bps.go.id/

Publikasi tersebut bisa diunduh pada link di bawah ini :
Klik Di Sini !

2015-11-05

Posting by Mohammad Nurdin

Perkembangan Ekonomi Kabupaten Brebes : Pemkab Rencanakan Belanja 5,7 M untuk Kendaraan Dinas Kades/Lurah

Pemkab Rencanakan Belanja 5,7 M untuk Kendaraan Dinas Kades/Lurah
Sumber : BrebesNews.Co
Tanggal Rilis : 21 September 2015

BREBESNEWS.CO -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, berencana membeli motor dinas untuk Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Brebes. Belanja motor dinas Kades dan Lurah sebanyak 297 ini dianggarkan sebesar Rp 5,7 miliar, dan bersumber dari APBD Brebes tahun anggaran 2015. Kepala Bagian (Kabag) Aset dan Perlengakapan Setda Brebes, Cecep Aji Suganda, kepada BREBESNEWS.CO, Senin (21/9/2015) mengatakan, dari […]


Posting by Mohammad Nurdin

Selasa, 10 November 2015

Berikut ini adalah publikasi BPS Kabupaten Brebes tahun 2015 yaitu PDRB Kabupaten Brebes Menurut Lapangan Usaha 2014 dengan :

Nomor Katalog : 9302001.3329
Nomor Publikasi : 33295.1502
Tanggal Rilis : 2015-10-30

Buku Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Brebes Tahun 2014 ini merupakan kelanjutan dari penerbitan tahun-tahun sebelumnya yang disusun oleh BPS Kabupaten Brebes. Publikasi ini menyajikan tinjauan perkembangan perekonomian Kabupaten Brebes secara deskriptif. Dalam buku ini juga ditampilkan tabel-tabel PDRB tahun 2010 – 2014 atas dasar harga berlaku dan harga konstan 2010 dalam bentuk nilai nominal dan persentase.

Publikasi ini bisa di-download pada alamat link di bawah ini :

Klik Di Sini !

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 27 Juli 2015

Arsip Berita : Jalan Tol Pejagan-Pemalang Mulai Dibangun

Sumber Berita : http://bisnis.tempo.co
Hari       : RABU
Tanggal : 23 JULI 2014
Jam        : 11:56 WIB

Ruas jalan tol Pejagan-Pemalang di Jawa Tengah mulai dibangun hari ini. Jalan tol sepanjang 57,5 kilometer ini merupakan bagian dari jaringan jalan tol trans-Jawa.

"Pencanangan pembangunan jalan tol ini semakin mendekatkan pada terwujudnya jaringan jalan tol trans-Jawa sebagai jalur logistik yang akan menunjang pertumbuhan ekonomi nasional," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat meresmikan pembangunan jalan tol ini, Rabu, 23 Juli 2014. (Baca: Pemerintah Siapkan 2 Opsi Pengerjaan Tol Mangkrak)


Rabu, 22 April 2015

Catatan Perekonomian Kab. Brebes 2015 : Industri Pengolahan

Industri pengolahan di sub kategoritekstil mengalami penurunan terutama industri per"Tambang"an. Yang dimaksud adalah industri tali tambang di Kecamatan Ketanggungan di tahun 2015 yang mengalami penurunan produksi karena menurunnya permintaan. Penurunan permintaan ini (demand) sebagai dampak kebijakan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan berkaitan dengan aturan main penangkapan ikan di laut.

Posting by Mohammad Nurdin