Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label konstruksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konstruksi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Desember 2023

Laporan Akhir 2020_2904.006.301. LAPORAN SURVEI KONSTRUKSI TA 2020

Dalam kegiatan pengumpulan data konstruksi, BPS diberikan kewenangan untuk
melaksanakan kegiatan sensus dan survei. Kegiatan pengumpulan data sektor konstruksi di BPS
selama tahun 2020 terdiri atas 4 (empat) kegiatan, masing-masing kegiatan tersebut memiliki
tujuan, cakupan, jenis dokumen, jadwal kegiatan, dan metodologi yang berbeda.
Keempat kegiatan tersebut antara lain:
a. Pengutipan dan Updating Direktori Perusahaan Konstruksi (UDP);
b. Survei Perusahaan Konstruksi Tahunan (SKTH);
c. Survei Perusahaan Konstruksi Triwulanan (SKTR). Khusus survei ini, pada tahun 2020
tidak ada di Kabupaten Brebes; dan
d. Survei Usaha Konstruksi Perorangan (SKP).

Laporan lengkap bisa dilihat pada link di bawah ini :

Klik Di Sini !
 

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 19 September 2016

Minggu, 22 Januari 2012

Sektor Konstruksi Di Kabupaten Brebes Tahun 2010

NTB per tenaga kerja sektor konstruksi naik menggembirakan
NTB yang dihasilkan per tenaga kerja pada sektor konstruksi di Kabupaten Brebes selama tiga tahun terakhir mengalami kenaikan cukup tinggi
Perkembangan jumlah usaha konstruksi di Kabupaten Brebes cukup berfluktuasi selama periode 2008-2010. Pada tahun 2010 jumlah perusahaan konstruksi di Kabupaten Brebes ini tercatat sebanyak 315 unit, dua tahun sebelumnya berturut-turut yaitu tahun 2007 dan 2008 masing-masing sebanyak 490 dan 404 unit. Sementara itu jumlah tenaga kerja yang terserap pada sektor ini selama tiga tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Tahun 2009 jumlah tenaga kerja di sektor konstruksi tercatat sebanyak 49.320. Sedangkan angka dua tahun sebelumnya tercatat 53.232 pada tahun 2007 dan 50.448 pada tahun 2008.
Nilai Tambah Bruto (NTB) yang dihasilkan sektor konstruksi selama tiga tahun terakhir mengalami kenaikan yang cukup menggembirakan. Pada tahun 2009 NTB sektor ini sebesar 308,54 milyar rupiah naik sebesar 25 persen dari NTB tahun sebelumnya yaitu 245,26 milyar rupiah pada tahun 2008. Dan tahun 2007 NTB sektor ini mencapai 196,79 milyar rupiah. 
Jumlah rumah penduduk bertambah seiring  dengan pertambahan jumlah penduduk dan jumlah rumah tangga. Pada tahun 2009, total jumlah rumah penduduk di Kabupaten Brebes tercatat sebanyak 404.334. Terbagi dalam kategori Rumah Permanen sebanyak 245.509 atau sekitar 60,72 persen, kategori Rumah Semi Permanen sebanyak 84.527 atau sekitar 20,90 persen dan termasuk kategori Rumah Sederhana sebanyak 74.298 atau sekitar 18,38 persen. Perkembangan jumlah rumah penduduk pada tahun 2009 cukup signifikan, yaitu bertambah sekitar 4,6 persen sementara itu pada tahun 2008 pertambahan jumlah rumah hanya 1,5 persen.

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 06 September 2010

Indeks Kemahalan Konstruksi Jawa Tengah 2009

Indeks Kemahalan Konstruksi di Provinsi Jawa Tengah (dihitung atas dasar kabupaten/kota se Indonesia sebanyak 477) pada tahun 2009 adalah sebesar 201,30,
Indeks Kemahalan Kontruksi tertinggi adalah Kabupaten Blora yaitu sebesar 206,11 dan Indeks Kemahalan Konstruksi terendah adalah Kota Semarang sebesar 192,90. Data lengkap bisa Anda lihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1. Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Seluruh Kabupaten/Kota Se Jawa Tengah Tahun 2009


No.

Kabupaten/Kota

Tahun 2009

(1)

(2)

(3)

1

Kab. Blora

206,11

2

Kab. Grobogan

203,53

3

Kab. Kendal

203,41

4

Kab. Rembang

203,15

5

Kab. Kudus

202,03

6

Kab. Batang

201,26

7

Kab. Pemalang

201,16

8

Kab. Wonogiri

200,89

9

Kab. Pati

200,81

10

Kab. Jepara

200,77

11

Kab. Brebes

200,14

12

Kab. Temanggung

200,11

13

Kota Tegal

200,05

14

Kota Salatiga

199,44

15

Kota Magelang

198,73

16

Kab. Tegal

198,46

17

Kab. Klaten

198,33

18

Kab. Demak

198,04

19

Kab. Semarang

198,02

20

Kab. Magelang

197,88

21

Kab. Kebumen

197,78

22

Kota Pekalongan

197,18

23

Kab. Pekalongan

197,05

24

Kab. Wonosobo

196,48

25

Kota Surakarta

195,96

26

Kab. Karanganyar

195,49

27

Kab. Boyolali

195,23

28

Kab. Banyumas

194,97

29

Kab. Sukoharjo

194,88

30

Kab. Banjarnegara

194,84

31

Kab. Cilacap

194,45

32

Kab. Purworejo

194,43

33

Kab. Purbalingga

193,92

34

Kab. Sragen

193,44

35

Kota Semarang

192,90

Provinsi Jawa Tengah

201,30

Sumber Data : BPS, Kegiatan Percepatan Penyediaan Data Statistik Dalam Rangka Kebijakan Dana Perimbangan Tahun 2010, Jakarta, 2009


Posting by Mohammad Nurdin

Jumat, 30 Juli 2010

Indeks Kemahalan Konstruksi 2010

Deskripsi :

Judul Buku : Kegiatan Percepatan Penyediaan Data Statistik Dalam Rangka Kebijakan Dana Perimbangan Tahun 2010

ISSN : 2086-2369

No. Publikasi : 07320.0901

Katalog BPS : 4102002

Ukuran Buku : 16,3 cm x 23,3 cm

Jumlah Halaman : xii + 124 Halaman

Penerbit : Badan Pusat Statistik, Jakarta, Indonesia, Desember 2009


Konsep dan Definisi Indeks Kemahalan Konstruksi

Tingkat Kemahalan Konstruksi (TKK) merupakan cerminan dari suatu nilai bangunan/konstruksi, yaitu biaya yang dibutuhkan untuk membangun 1 (satu) unit bangunan persatuan ukuran luas di suatu kabupaten/kota atau provinsi. TKK diperoleh melalui pendekatan terhadap harga sejumlah bahan bangunan/konstruksi clan harga sewa alas berat yang mempunyai nilai atau andil cukup besar dalam bangunan tersebut.

Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) adalah angka indeks yang menggambarkan perbandingan TKK suatu kabupaten/kota atau provinsi terhadap TKK kabupaten/kota atau provinsi lain. Sesuai dengan pengertiannya, IKK dapat dikategorikan sebagai indeks spacial, yaitu indeks yang menggambarkan perbandingan harga untuk wilayah yang berbeda pada periode waktu tertentu. Berbeda dengan pengertian indeks periodikal atau temporal yang selama ini sudah kita kenal, seperti Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) atau Indeks Harga Konsumen (IHK), kedua indeks harga tersebut menggambarkan perkembangan harga di suatu wilayah pada periode waktu tertentu terhadap harga periode tahun dasar.

Sejak Tahun 2005, IKK disajikan dengan memperhitungkan pula perkernbangan harga periode tertentu terhadap harga periode dasar (Februari 2004, harga yang digunakan dalam penghitungan IKK 2004).

Tujuan Penghitungan Indeks Kemahalan Konstruksi

Tujuan utama penghitungan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) tahun 2009 adalah menyediakan data dasar dalam rangka kebijakan dana perimbangan 2010 dan utamanya digunakan sebagai salah satu variabel kehutuhin fiskal dalam penghitungan Dana Alokasi Umum.

Anda berminat terhadap informasi Indeks Kemahalan Konstruksi di Kabupaten/Kota/Provinsi maka silakan hubungi kantor BPS terdekat.

Ingin tahun lebih lengkap tentang Indeks Kemahalan Konstruksi bisa didownload pada alamat di bawah ini :

http://riau.bps.go.id/inhu/book/ikk07_II.pdf

Posting by Mohammad Nurdin