Berikut ini adalah 5 Kategori dari 17 Kategori Penyumbang PDRB Kabupaten Brebes Tahun 2013 :
1) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 41,98 persen;
2) G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 17,29 persen;
3) C Industri Pengolahan sebesar 13,06 persen;
4) P Jasa Pendidikan sebesar 4,15 persen; dan
5) F Konstruksi sebesar 3,98 persen;
Posting by Mohammad Nurdin
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2013. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Januari 2018
Analisis PDRB Produksi Kab. Brebes 2010-2016 : Rata-rata Pertumbuhan
Dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi per sektor, terlihat bahwa pertumbuhan Sektor Sekunder dan Sektor Tersier di atas rata-rata (pertumbuhan ekonomi) Kabupaten Brebes. Sedangkan Sektor Primer tumbuh di bawah rata-rata.
Berikut ini adalah rata-rata pertumbuhan ekonomi menurut sektor selama periode 2011-2016 :
1. Rata-rata pertumbuhan PDRB adalah sebesar 5,55 persen per tahun;
2. Rata-rata pertumbuhan Sektor Primer adalah sebesar 3,43 persen per tahun;
3. Rata-rata pertumbuhan Sektor Sekunder adalah sebesar 8,79 persen per tahun; dan
4. Rata-rata pertumbuhan Sektor Tersier adalah sebesar 6,44 per tahun.
Posting by Mohammad Nurdin
Kamis, 18 Januari 2018
Analisis PDRB Produksi Kab. Brebes 2010-2016 : Pengelompokan Sektor
PDRB Kabupaten Brebes Menurut Lapangan Usaha (PDRB Produksi) terbagi atas :
17 Kategori yaitu :
1) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan;
2) B Pertambangan dan Penggalian;
3) C Industri Pengolahan;
4) D Pengadaan Listrik dan Gas;
5) E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;
6) F Konstruksi;
7) G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor;
8) H Transportasi dan Pergudangan;
9) I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum;
10) J Informasi dan Komunikasi;
11) K Jasa Keuangan dan Asuransi;
12) L Real Estate;
13) M,N Jasa Perusahaan;
14) O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;
15) P Jasa Pendidikan;
16) Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan
17) R,S,T,U Jasa lainnya
54 Sub Kategori yaitu :
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
1 Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian
1) a. Tanaman Pangan;
2) b. Tanaman Hortikultura Semusim;
3) c. Perkebunan Semusim;
4) d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya;
5) e. Perkebunan Tahunan;
6) f. Peternakan;
7) g. Jasa Pertanian dan Perburuan;
8) 2 Kehutanan dan Penebangan Kayu;
9) 3 Perikanan;
B Pertambangan dan Penggalian
10) 1 Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi;
11) 2 Pertambangan Batubara dan Lignit;
12) 3 Pertambangan Bijih Logam;
13) 4 Pertambangan dan Penggalian Lainnya;
C Industri Pengolahan
14) 1 Industri Batubara dan Pengilangan Migas;
15) 2 Industri Makanan dan Minuman;
16) 3 Pengolahan Tembakau;
17) 4 Industri Tekstil dan Pakaian Jadi;
18) 5 Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki;
19) 6 Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya;
20) 7 Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman;
21) 8 Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional;
22) 9 Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik;
23) 10 Industri Barang Galian bukan Logam;
24) 11 Industri Logam Dasar;
25) 12 Industri Barang dari Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik dan Peralatan Listrik;
26) 13 Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL;
27) 14 Industri Alat Angkutan;
28) 15 Industri Furnitur;
29) 16 Industri pengolahan lainnya, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan;
D Pengadaan Listrik dan Gas
30) 1 Ketenagalistrikan;
31) 2 Pengadaan Gas dan Produksi Es;
32) E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;
33) F Konstruksi;
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
34) 1 Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya;
35) 2 Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor;
H Transportasi dan Pergudangan
36) 1 Angkutan Rel;
37) 2 Angkutan Darat;
38) 3 Angkutan Laut;
39) 4 Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan;
40) 5 Angkutan Udara;
41) 6 Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos dan Kurir;
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
42) 1 Penyediaan Akomodasi;
43) 2 Penyediaan Makan Minum;
44) J Informasi dan Komunikasi;
K Jasa Keuangan dan Asuransi
45) 1 Jasa Perantara Keuangan;
46) 2 Asuransi dan Dana Pensiun;
47) 3 Jasa Keuangan Lainnya;
48) 4 Jasa Penunjang Keuangan;
49) L Real Estate;
50) M,N Jasa Perusahaan;
51) O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;
52) P Jasa Pendidikan;
53) Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan
54) R,S,T,U Jasa lainnya
2 Jenis yaitu :
1) Sektor Barang (A, B, C, D, E dan F); dan
2) Sektor Jasa (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)
3 Jenis yaitu :
1) Sektor Primer (A dan B);
2) Sektor Sekunder (C, D, E dan F); dan
2) Sektor Tersier (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)
Posting by Mohammad Nurdin
17 Kategori yaitu :
1) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan;
2) B Pertambangan dan Penggalian;
3) C Industri Pengolahan;
4) D Pengadaan Listrik dan Gas;
5) E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;
6) F Konstruksi;
7) G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor;
8) H Transportasi dan Pergudangan;
9) I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum;
10) J Informasi dan Komunikasi;
11) K Jasa Keuangan dan Asuransi;
12) L Real Estate;
13) M,N Jasa Perusahaan;
14) O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;
15) P Jasa Pendidikan;
16) Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan
17) R,S,T,U Jasa lainnya
54 Sub Kategori yaitu :
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
1 Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian
1) a. Tanaman Pangan;
2) b. Tanaman Hortikultura Semusim;
3) c. Perkebunan Semusim;
4) d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya;
5) e. Perkebunan Tahunan;
6) f. Peternakan;
7) g. Jasa Pertanian dan Perburuan;
8) 2 Kehutanan dan Penebangan Kayu;
9) 3 Perikanan;
B Pertambangan dan Penggalian
10) 1 Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi;
11) 2 Pertambangan Batubara dan Lignit;
12) 3 Pertambangan Bijih Logam;
13) 4 Pertambangan dan Penggalian Lainnya;
C Industri Pengolahan
14) 1 Industri Batubara dan Pengilangan Migas;
15) 2 Industri Makanan dan Minuman;
16) 3 Pengolahan Tembakau;
17) 4 Industri Tekstil dan Pakaian Jadi;
18) 5 Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki;
19) 6 Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya;
20) 7 Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman;
21) 8 Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional;
22) 9 Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik;
23) 10 Industri Barang Galian bukan Logam;
24) 11 Industri Logam Dasar;
25) 12 Industri Barang dari Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik dan Peralatan Listrik;
26) 13 Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL;
27) 14 Industri Alat Angkutan;
28) 15 Industri Furnitur;
29) 16 Industri pengolahan lainnya, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan;
D Pengadaan Listrik dan Gas
30) 1 Ketenagalistrikan;
31) 2 Pengadaan Gas dan Produksi Es;
32) E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;
33) F Konstruksi;
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
34) 1 Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya;
35) 2 Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor;
H Transportasi dan Pergudangan
36) 1 Angkutan Rel;
37) 2 Angkutan Darat;
38) 3 Angkutan Laut;
39) 4 Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan;
40) 5 Angkutan Udara;
41) 6 Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos dan Kurir;
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
42) 1 Penyediaan Akomodasi;
43) 2 Penyediaan Makan Minum;
44) J Informasi dan Komunikasi;
K Jasa Keuangan dan Asuransi
45) 1 Jasa Perantara Keuangan;
46) 2 Asuransi dan Dana Pensiun;
47) 3 Jasa Keuangan Lainnya;
48) 4 Jasa Penunjang Keuangan;
49) L Real Estate;
50) M,N Jasa Perusahaan;
51) O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;
52) P Jasa Pendidikan;
53) Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan
54) R,S,T,U Jasa lainnya
2 Jenis yaitu :
1) Sektor Barang (A, B, C, D, E dan F); dan
2) Sektor Jasa (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)
3 Jenis yaitu :
1) Sektor Primer (A dan B);
2) Sektor Sekunder (C, D, E dan F); dan
2) Sektor Tersier (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)
Posting by Mohammad Nurdin
Selasa, 10 Oktober 2017
Upah Minimum Regional Provinsi Jawa Tengah 2013
Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, Senin (12/11) sore, menandatangani Surat Keputusan (SK) Gubernur Jateng Nomor : 561.4/58 Tahun 2012 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2013.
Berikut Tabel Besaran UMK Provinsi Jawa Tengah 2013 :
1. Kota Semarang : Rp 1.209.100
2. Kabupaten Demak : Rp 995.000
3. Kabupaten Kendal : Rp 953.100
4. Kabupaten Semarang : Rp 1.051.000
5. Kota Salatiga : Rp 974.000
6. Kabupaten Grobogan : Rp 842.000
7. Kabupaten Blora : Rp 932.000
8. Kabupaten Kudus : Rp 990.000
9. Kabupaten Jepara : Rp 875.000
10. Kabupaten Pati : Rp 927.600
11. Kabupaten Rembang : Rp 896.000
12. Kabupaten Boyolali : Rp 895.000
13. Kota Surakarta : Rp 915.900
14. Kabupaten Sukoharjo : Rp 902.000
15. Kabupaten Sragen : Rp 864.000
16. Kabupaten Karanganyar : Rp 896.500
17. Kabupaten Wonogiri : Rp 830.000
18. Kabupaten Klaten : Rp 871.500
19. Kota Magelang : Rp 901.500
20. Kabupaten Magelang: Rp 942.000
21. Kabupaten Purworejo: Rp 849.000
22. Kabupaten Temanggung : Rp 940.000
23. Kabupaten Wonosobo : Rp 880.000
24. Kabupaten Kebumen : rp 835.000
25. Kabupaten Banyumas : Rp 877.500
26. Kabupaten Cilacap :
Cilacap Kota: Rp 986.000
Cilacap Timur : Rp Rp 861.000
Cilacap Barat : Rp 816.000
27. Kabupaten Banjarnegara : Rp 835.000
28. Kabupaten Purbalingga : Rp 896.500
29. Kabupaten Batang : Rp 970.000
30. Kota Pekalongan : Rp 980.000
31. Kabupaten Pekalongan : Rp 962.000
32. Kabupaten Pemalang : Rp 908.000
33. Kota Tegal : Rp 860.000
34. Kabupaten Tegal : Rp 850.000
35. Kabupaten Brebes : Rp 859.000
Sumber : http://www.solopos.com/2012/11/13/gubernur-jateng-tetapkan-umk-2013-347201
Diakses pada : Rabu, 11 Oktober 2017
Posting by Mohammad Nurdin
Berikut Tabel Besaran UMK Provinsi Jawa Tengah 2013 :
1. Kota Semarang : Rp 1.209.100
2. Kabupaten Demak : Rp 995.000
3. Kabupaten Kendal : Rp 953.100
4. Kabupaten Semarang : Rp 1.051.000
5. Kota Salatiga : Rp 974.000
6. Kabupaten Grobogan : Rp 842.000
7. Kabupaten Blora : Rp 932.000
8. Kabupaten Kudus : Rp 990.000
9. Kabupaten Jepara : Rp 875.000
10. Kabupaten Pati : Rp 927.600
11. Kabupaten Rembang : Rp 896.000
12. Kabupaten Boyolali : Rp 895.000
13. Kota Surakarta : Rp 915.900
14. Kabupaten Sukoharjo : Rp 902.000
15. Kabupaten Sragen : Rp 864.000
16. Kabupaten Karanganyar : Rp 896.500
17. Kabupaten Wonogiri : Rp 830.000
18. Kabupaten Klaten : Rp 871.500
19. Kota Magelang : Rp 901.500
20. Kabupaten Magelang: Rp 942.000
21. Kabupaten Purworejo: Rp 849.000
22. Kabupaten Temanggung : Rp 940.000
23. Kabupaten Wonosobo : Rp 880.000
24. Kabupaten Kebumen : rp 835.000
25. Kabupaten Banyumas : Rp 877.500
26. Kabupaten Cilacap :
Cilacap Kota: Rp 986.000
Cilacap Timur : Rp Rp 861.000
Cilacap Barat : Rp 816.000
27. Kabupaten Banjarnegara : Rp 835.000
28. Kabupaten Purbalingga : Rp 896.500
29. Kabupaten Batang : Rp 970.000
30. Kota Pekalongan : Rp 980.000
31. Kabupaten Pekalongan : Rp 962.000
32. Kabupaten Pemalang : Rp 908.000
33. Kota Tegal : Rp 860.000
34. Kabupaten Tegal : Rp 850.000
35. Kabupaten Brebes : Rp 859.000
Sumber : http://www.solopos.com/2012/11/13/gubernur-jateng-tetapkan-umk-2013-347201
Diakses pada : Rabu, 11 Oktober 2017
Posting by Mohammad Nurdin
Senin, 19 September 2016
Publikasi BPS 2016 : Statistik Pertanian Hortikultura Jawa Tengah 2012-2014
Statistik Pertanian Hortikultura Jawa Tengah 2012–2014 merupakan publikasi hasil pengumpulan data di lapangan yang dilakukan petugas Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan pengolahan oleh BPS Kabupaten/Kota se Provinsi Jawa Tengah. Data yang disajikan dalam publikasi ini merupakan Angka Tetap (ATAP) Hortikultura tahun 2012–2014 yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik, meliputi data luas panen/jumlah tanaman yang menghasilkan dan produksi untuk tanaman sayuran buah-buahan semusim, tanaman buah-buahan sayuran tahunan, tanaman biofarmaka dan tanaman hias.
Posting by Mohammad Nurdin
Rabu, 04 November 2015
Publikasi Indeks Pembangunan Manusia 2013
Anda berminat atau membutuhkan publikasi Indeks Pembangunan Manusia atau disingkat IPM tahun 2013? Bila benar maka Anda dapat men-download atau mengunduhnya secara gratis pada lamat resmi tentang ipm yaitu pada alamat :
http://ipm.bps.go.id/
atau dapat juga Anda unduh pada link di bawah ini :
Klik Di sini !
Posting by Mohammad Nurdin
http://ipm.bps.go.id/
atau dapat juga Anda unduh pada link di bawah ini :
Klik Di sini !
Posting by Mohammad Nurdin
Kamis, 22 Januari 2015
Informasi Statistik Bulan April 2015 : Rumah Tangga Pertanian Menurut Subsektor (Hasil ST2013)
Jumlah Rumah Tangga Pertanian Menurut Subsektor (Hasil ST2013)
- Jumlah Rumah Tangga Tanaman Pangan : 17,73 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Hortikultura : 10,60 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Perkebunan : 12,77 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Peternakan : 12,97 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Perikanan : 1,97 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Kehutanan : 6,78 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Jasa Pertanian : 1,08 Juta
Jumlah rumah tangga usaha pertanian hasil ST2013, sebanyak 26,14 juta rumah tangga. Subsektor tanaman pangan mendominasi rumah tangga usaha pertanian (17,73 juta rumha tangga).
Rumah Tangga Usaha Pertanian adalah rumah tangga yang salah satu atau lebih anggota rumah tangganya mengelola usaha pertanian dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual, baik usaha pertanian milik sendiri, secara bagi hasil, atau milik orang lain dengan menerima upah, dalam hal ini termasuk jasa pertanian.
Sumber : BPS
Posting by Mohammad Nurdin
- Jumlah Rumah Tangga Tanaman Pangan : 17,73 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Hortikultura : 10,60 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Perkebunan : 12,77 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Peternakan : 12,97 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Perikanan : 1,97 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Kehutanan : 6,78 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Jasa Pertanian : 1,08 Juta
Jumlah rumah tangga usaha pertanian hasil ST2013, sebanyak 26,14 juta rumah tangga. Subsektor tanaman pangan mendominasi rumah tangga usaha pertanian (17,73 juta rumha tangga).
Rumah Tangga Usaha Pertanian adalah rumah tangga yang salah satu atau lebih anggota rumah tangganya mengelola usaha pertanian dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual, baik usaha pertanian milik sendiri, secara bagi hasil, atau milik orang lain dengan menerima upah, dalam hal ini termasuk jasa pertanian.
Sumber : BPS
Posting by Mohammad Nurdin
Label:
2013,
hortikultura,
jasa,
kehutanan,
pangan,
perikanan,
perkebunan,
pertanian,
peternakan,
rumah,
Sensus,
st2013,
subsektor,
tanaman,
tangga
Kamis, 01 Januari 2015
Informasi Statistik Bulan April 2015 : Lebih Dari Separuh Petani Berusia Di Atas 45 Tahun
Petani utama adalah petani yang mempunyai penghasilan terbesar dari seluruh petani yang ada di rumah tangga usaha pertanian.
Distribusi petani menurut jenis kelamin adalah sebagai berikut :
- Petani Laki-laki sebesar 77 persen
- Petani perempuan sebesar 23 persen
Distribusi petani menurut kelompok umur adalah sebagai berikut :
- Petani kelompok umur 15 - 24 tahun sebesar 1 persen,
- Petani kelompok umur 25 - 34 tahun sebesar 12 persen,
- Petani kelompok umur 35 - 44 tahun sebesar 26 persen,
- Petani kelompok umur 45 - 54 tahun sebesar 28 persen,
- Petani kelompok umur 55 - 64 tahun sebesar 20 persen,
- Petani kelompok umur 65 tahun ke atas sebesar 13 persen,
Sumber : BPS
Posting by Mohammad Nurdin
Distribusi petani menurut jenis kelamin adalah sebagai berikut :
- Petani Laki-laki sebesar 77 persen
- Petani perempuan sebesar 23 persen
Distribusi petani menurut kelompok umur adalah sebagai berikut :
- Petani kelompok umur 15 - 24 tahun sebesar 1 persen,
- Petani kelompok umur 25 - 34 tahun sebesar 12 persen,
- Petani kelompok umur 35 - 44 tahun sebesar 26 persen,
- Petani kelompok umur 45 - 54 tahun sebesar 28 persen,
- Petani kelompok umur 55 - 64 tahun sebesar 20 persen,
- Petani kelompok umur 65 tahun ke atas sebesar 13 persen,
Sumber : BPS
Posting by Mohammad Nurdin
Informasi Statistik Bulan Maret 2015 : Distribusi Rumah Tangga Pertanian Menurut Sumber Pendapatan/Penerimaan
Rata-rata pendapatan rumah tangga pertanian sebesar Rp. 26,56 juta per tahun yang berasal dari sektor pertanian Rp. 12,41 juta.
Distribusi rumah tangga menurut sumber pendapatan/penerimaan berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2013 (ST2013) adalah sebagai berikut :
1. Usaha di sektor pertanian sebesar 47 persen,
2. Usaha di luar sektor pertanian sebesar 21 persen,
3. Pendapatan/penerimaan lain dan transfer sebesar 13 persen,
4. Buruh pertanian sebesar 12 persen, dan
5. Buruh di luar pertanian sebesar 7 persen
Sumber : BPS
Posting by Mohammad Nurdin
Distribusi rumah tangga menurut sumber pendapatan/penerimaan berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2013 (ST2013) adalah sebagai berikut :
1. Usaha di sektor pertanian sebesar 47 persen,
2. Usaha di luar sektor pertanian sebesar 21 persen,
3. Pendapatan/penerimaan lain dan transfer sebesar 13 persen,
4. Buruh pertanian sebesar 12 persen, dan
5. Buruh di luar pertanian sebesar 7 persen
Sumber : BPS
Posting by Mohammad Nurdin
Senin, 22 Desember 2014
Data Strategis BPS Kabupaten Brebes : Pertumbuhan Ekonomi 2013
Pertumbuhan ekonomi menunjukkan pertumbuhan produksi barang dan jasa di suatu wilayah perekonomian dan dalam selang waktu tertentu. Produksi tersebut diukur dalam nilai tambah (value added) yang diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi di wilayah bersangkutan yang secara total dikenal sebagai Produk Domestik Bruto (PDB) untuk wilayah nasional atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk wilayah regional (provinsi/kabupaten/kota). Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi adalah sama dengan pertumbuhan PDB/PDRB. Apabila “diibaratkan” kue, PDB/PDRB adalah besarnya kue tersebut. Pertumbuhan ekonomi sama dengan membesarnya “kue” tersebut yang pengukurannya merupakan persentase pertambahan PDB/PDRB pada tahun tertentu terhadap PDB/PDRB tahun sebelumnya .
Keadaan Geografi dan Iklim Kecamatan Songgom Tahun 2013
Batas-batas wilayah Kecamatan Songgom meliputi, sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Jatibarang, sebelah selatan Kabupaten Tegal, sebelah barat Kecamatan Larangan dan sebelah timur Kabupaten Tegal.
Luas wilayah Kecamatan Songgom seluruhnya sebesar 4.903 ha yang terdiri atas luas lahan sawah sebesar 3.669,26 ha dan luas lahan bukan sawah sebesar 1.233,74 ha. Dengan luas wilayah 8.096,19 hektar, terbagi menjadi lahan sawah sebesar 3.540,40 hektar (43,73 persen) dan lahan bukan sawah sebesar 4.555,79 hektar (56,27 persen). Lahan sawah merupakan sawah berpengairan 87,01 persen dan sisanya 12,99 persen merupakan lahan sawah tadah hujan.
Keadaan Geografi dan Iklim Kecamatan Ketanggungan Tahun 2013
Dilihat dari keberadaanya Kecamatan Ketanggungan yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Salem dan Kecamatan Bantarkawung di Sebelah Selatan. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Larangan,sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Banjarharjo dan Kecamatan Kersana. Sementara Letak Kecamatan Ketanggungan berada antara 6 49’ – 6 53’ Lintang Selatan dan antara 108 53’ – 109 0’ Bujur Timur.
Dengan luas wilayah 6.703 hektar, terbagi menjadi lahan sawah sebesar 1.743 hektar (26 persen) dan lahan bukan sawah sebesar 4.960 hektar (74 persen). Lahan sawah merupakan sawah berpengairan 61,97 persen dan sisanya 38,03 persen merupakan lahan sawah tadah hujan.
Jumlah curah hujan di Kecamatan Ketanggungan tahun 2013 cukup tinggi dibandingkan kecamatan lainnya, yaitu 2.280 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 103 hari. Curah hujan tertinggi tercatat 554 mm dengan jumlah hari hujan selama 20 hari yang terjadi pada bulan Januari 2013. Sedang bulan Agustus dan September 2013 sama sekali tidak terjadi hujan.
Posting by Mohammad Nurdin
Dengan luas wilayah 6.703 hektar, terbagi menjadi lahan sawah sebesar 1.743 hektar (26 persen) dan lahan bukan sawah sebesar 4.960 hektar (74 persen). Lahan sawah merupakan sawah berpengairan 61,97 persen dan sisanya 38,03 persen merupakan lahan sawah tadah hujan.
Jumlah curah hujan di Kecamatan Ketanggungan tahun 2013 cukup tinggi dibandingkan kecamatan lainnya, yaitu 2.280 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 103 hari. Curah hujan tertinggi tercatat 554 mm dengan jumlah hari hujan selama 20 hari yang terjadi pada bulan Januari 2013. Sedang bulan Agustus dan September 2013 sama sekali tidak terjadi hujan.
Keadaan Geografi dan Iklim Kecamatan Sirampog Tahun 2013
Kecamatan Sirampog berada di wilayah kaki pegunungan Gunung Slamet yang memanjang ke selatan berbatasan dengan wilayah Kecamatan Paguyangan, di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Tegal, di sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Banyumas, dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Bumiayu serta Tonjong. Kecamatan Sirampog terletak antara 6 44’ – 7 21’ LS dan 108 41’ – 109 11’ BT.
Keadaan Geografi dan Iklim Kecamatan Bumiayu Tahun 2013
Bumiayu merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan dengan berbatasan bagian utara dengan wilayah Kecamatan Tonjong, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Paguyangan, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Paguyangan dan Sirampog, serta sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Bantarkawung dan Kecamatan Ketanggungan. Letaknya antara 6 49’ – 6 53’ Lintang Selatan dan antara 108 53’ – 109 0’ Bujur Timur.
Dengan luas wilayah 7.369 hektar, terbagi menjadi lahan sawah sebesar 2.814 hektar (38,19 persen) dan lahan bukan sawah sebesar 4.555 hektar (61,81 persen). Lahan sawah merupakan sawah berpengairan 80,07 persen, dan sisanya 19,92 persen merupakan lahan sawah tadah hujan.
Dengan luas wilayah 7.369 hektar, terbagi menjadi lahan sawah sebesar 2.814 hektar (38,19 persen) dan lahan bukan sawah sebesar 4.555 hektar (61,81 persen). Lahan sawah merupakan sawah berpengairan 80,07 persen, dan sisanya 19,92 persen merupakan lahan sawah tadah hujan.
Minggu, 21 Desember 2014
Keadaan Geografi dan Iklim Kecamatan Salem Tahun 2013
Kecamatan Salem secara geografis merupakan wilayah pegunungan yang terletak di sebelah barat daya ibukota Kabupaten Brebes dan berbatasan dengan Kecamatan Ketanggungan dan Banjarharjo di sebelah utara, Kabupaten Cilacap disebelah selatan, Kecamatan Bantarkawung di sebelah timur danPropinsi Jawa Barat di sebelah barat. Meskipun keadaan tanahnya labil, masyarakat di Kecamatan Salem lebih memilih untuk melalui Pegunungan Lio ketika hendak menuju ke ibukota kabupaten karena lebih cepat dan dekat dari pada melalui Kecamatan Bumiayu. Selisih waktu perjalanannya pun sekitar 1,30 jam.
Selasa, 17 Desember 2013
Perjalanan Dinas Ke-4
Pada hari Selasa hingga Jum'at tanggal 24 - 27 September 2013 di Hotel Grand Candi Semarang , kami di BPS Provinsi Jawa Tengah dan Kasi Statistik Produksi dan IPDS Kabupaten/Kota se Jawa Tengah melaksanakan Workshop Evaluasi Akhir Hasil Pengolahan Pencacahan Lengkap ST2013. Tujuannya adalah membahas hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2013 yang baru lalu sehingga menghasilkan data yang berkualitas, karena itu termasuk visi BPS yaitu untuk menjadi "pelopor data statistik terpercaya untuk semua (the agent of trustworthy statistical data for all).
Berikut ini informasi hotel Grand Candi Semarang
Alamat : Jl. Sisingamangaraja No. 16 Semarang 50232
Website : http://www.grandcandihotel.com
Posting by Mohammad Nurdin
Berikut ini informasi hotel Grand Candi Semarang
Alamat : Jl. Sisingamangaraja No. 16 Semarang 50232
Website : http://www.grandcandihotel.com
Posting by Mohammad Nurdin
Senin, 09 Desember 2013
Rapat Evaluasi Teknis dan Administrasi Sensus Pertanian 2013
Pada tanggal 26 - 29 November 2013, BPS Provinsi Jawa Tengah Mengadakan Evaluasi Teknis dan Administrasi Sensus Pertanian 2013. Peserta adalah pejabat struktural eselon IV/III/II atau yang mewakilinya se Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan secara fullboard di Solo Paragon Hotel & Residence, Jl. Dr. Sutomo, Surakarta 57125, Telp. O271-
7655888 ext.754
Website : http://soloparagonhotel.com/
Beberapa ketentuan :
Peserta check in tanggal 26 November 2O13 dimulai pukul 13.00 WIB (tidak disediakan makan siang)
dan check out hari Jumat tanggal 29 November 2013 sebelum jam 12.00 WlB.
Acara pembukaan dilaksanakan pada tanggal 26 November 2013 pukul 19.00 WlB.
Pakaian :
- Acara pembukaan (25 November 2013, pria mengenakan batik lengan panjang lengkap, wanita menyesuaikan.
- Sidang hari Rabu (27 November 2013) pakaian PDH abu-abu lengkap,
- Sidang hari Kamis-Jum'at dan penutupan (28-29 November 2013) pakaian lengkap, wanita menyesuaikan.
Posting by Mohammad Nurdin
7655888 ext.754
Website : http://soloparagonhotel.com/
Beberapa ketentuan :
Peserta check in tanggal 26 November 2O13 dimulai pukul 13.00 WIB (tidak disediakan makan siang)
dan check out hari Jumat tanggal 29 November 2013 sebelum jam 12.00 WlB.
Acara pembukaan dilaksanakan pada tanggal 26 November 2013 pukul 19.00 WlB.
Pakaian :
- Acara pembukaan (25 November 2013, pria mengenakan batik lengan panjang lengkap, wanita menyesuaikan.
- Sidang hari Rabu (27 November 2013) pakaian PDH abu-abu lengkap,
- Sidang hari Kamis-Jum'at dan penutupan (28-29 November 2013) pakaian lengkap, wanita menyesuaikan.
Posting by Mohammad Nurdin
Langganan:
Postingan (Atom)






