Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label pdf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pdf. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Desember 2025

Buku Paket Bimbingan Manasik Haji dan Umroh 2025

Buku Elektronik atau Ebook dapat diunduh pada link berikut:
Klik Di Sini!


 

 

 

 

 

 

 

 

Buku Elektronik atau Ebook dapat diunduh pada link berikut:
Klik Di Sini!
 

 

 

Posting by Mohammad Nurdin

Haji dan Umroh Prespektif Tasawuf

Judul:

Haji dan Umroh Prespektif Tasawuf

Penulis : 

KH. A. Wazir Ali


Ibadah haji dan umrah ,termasuk ibadah yg agung,mulia,yg jika kita perhatikan dg seksama ayat yg mewajibkannya ( walillahi ala annasi hijjul baiti ),punya dampak esoterik,yg tentunya ( seharusnya ) ,bisa mereformasi aspek hati kita,mengapa ?
Karena haji dan umroh itu bisa menginternalisasi diri kedalam hati kita,berupa perasaan tauhidullah ( mengesakan Allah ),hati kita harus hadir betapa kebesaran beliau,yg pada endingnya kita akan mencintainya ( mahabbah ),merindukannya ,di sisi lain kita berharap harap cemas atas ,atas ridho dan murkanya,sehingga dalam kehidupan kita sehari hari ,tentunya harus tunduk,pasrah,penuh kesabaran serta tawakkal dalam perjalanan akhirat kita ( suluk ),kesemuanya itu telah di simbolisasi kan dalam ritual haji.

Buku Elektronik atau Ebook dapat diunduh pada link berikut:
Klik Di Sini! 

Posting by Mohammad Nurdin

Panduan Praktis Tetap Sehat Saat Berhaji Dengan Akupresur Mandiri

 

Judul : 
Panduan Praktis Tetap Sehat Saat Berhaji Dengan Akupresur Mandiri
Penerbit:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Tahun Terbit : 2016
Tempat Terbit : Jakarta

 Akupresur adalah pemeliharaan kesehatan dengan melakukan pemijatan tubuh yang dapat dimanfaatkan oleh para jemaah haji. Pemijatan dapat dilakukan sendiri oleh jemaah haji dengan mudah dan aman untuk menjaga kesehatan dan mengatasi keluhan-keluhan penyakit ringan seperti pegal linu, sakit kepala, sulit tidur, dan lain-lain.
Agar para jemaah haji dapat melakukan sendiri akupresur, Kementerian Kesehatan menerbitkan buku saku yang berjudul Tetap Sehat Saat Berhaji Dengan Akupresur Mandiri. Buku saku ini disusun secara praktis, agar mudah digunakan dan dipraktikkan.

Buku Elektronik atau Ebook dapat diunduh pada link berikut:
Klik Di Sini!
 

Posting by Mohammad Nurdin

Doa dan Zikir Manasik Haji dan UmrahFiqih Haji Komprehensif

 

Judul : 
Doa dan Zikir Manasik Haji dan UmrahFiqih Haji Komprehensif
Penerbit:
Direktorat Jendral Penyelenggara Haji dan Umroh
Kementerian Agama Republik Indonesia
Tahun Terbit : 2021
Tempat Terbit : Jakarta

Buku paket bimbingan manasik haji ini terdiri atas 3 (tiga) buku yaitu Tuntunan Manasik haji dan umrah,Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah, dan Ringkasn Doa Manasik Haji dan Umrah. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi dan dapat digunakan oleh Jemaah haji sesuai dengan kebutuhannya.
Buku ini diharapkan dapat membantu setiap Jemaah haji meningkatkan pengetahuan dan pemahamannnya tentang ibadah haji serta menjadi tuntunan bagi setiap Jemaah haji Ketika akan berangkat ke tanah suci, tiba di bandara kedatangan Arab Saudi, di Makkah, Masyair dan Madinah serta Ketika akan pulang Kembali menuju tanah air.
Buku Elektronik atau Ebook dapat diunduh pada link berikut:
Klik Di Sini!

Buku Elektronik atau Ebook dapat diunduh pada link berikut:

Klik Di Sini!
 

 

 

Sedangkan untuk 

 

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 22 Desember 2025

Buku Seri Konsultasi Manasik Haji

 

Judul : Seri Konsultasi Manasik Haji

Penyusun : Imam Khoiri 

Buku ini bermula dari arahan Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji saat Rakor Konsultan Ibadah di Daker Mekkah tahun 2019. Untuk memudahkan komunikasi dalam rangka bimbingan jamaah haji, Bapak Arsyad Hidayat Lc MA, selaku kasubdit, meminta agar dibuat group medsos yang melibatkan semua konsultan, pembimbing ibadah dan TPIHI. Group akhirnya penulis buat dengan nama group “MANASIK HAJI INDONESIA”.
Melalui group itu, produk-produk kajian masalah fikih haji, penulis posting secara bertahap dalam bentuk seri konsultasi manasik. Sajiannya diupayakan ringkas, mudah dipahami, dengan tetap mencantumkan sumber rujukan. Melalui group itu pula, berbagai permasalahan manasik yang muncul di kloter, diunggah oleh TPIHI dan kemudian dicari solusi hukumnya.

Buku Elektronik atau Ebook dapat diunduh pada link berikut:
Klik Di Sini !

Posting by Mohammad Nurdin

Fiqih Haji Komprehensif

 

Judul : 
Fiqih Haji Komprehensif
Penerbit:
Direktorat Jendral Penyelenggara Haji dan Umroh
Kementerian Agama Republik Indonesia
Tahun Terbit : 2015
Tempat Terbit : Jakarta

Bagaimanapun penguasaaan ilmu manasik dan perjalanan haji merupakan kunci untuk mewujudkan Jemaah haji yang makbul. Hanya dengan Jemaah haji yang makbul, akan diperoleh predikat haji yang mabrur. Selanjutnya, diperlukan metode yang tepat dalam memberikan bimbingan manasik haji. Kegitan manasik yang dilakukan pembimbing yang terstandar dengan penguasaan fiqih yang detail, diharapkan akan mampu melahirkan kesadaran bagi Jemaah haji terhadap perubahan pola piker (mindset) dan pola laku (character), di mana kehadiran di Tanah Suci semata-mata untuk memenuhi panggilan Allah SWT, tidak lebih banyak menuntut hal-hal yang bersifat finansial, dan bahkan menghadapi kondisi yang ada selalu bersyukur, sabar, qana'ah, karena ingin memperoleh ridha Allah SWT.

Buku Elektronik atau Ebook dapat diunduh pada link berikut:
Klik Di Sini!

Posting by Mohammad Nurdin

Panduan Konsultan Ibadah Haji

Judul : 
Panduan Konsultan Ibadah Haji
Penerbit:
Direktorat Jendral Penyelenggara Haji dan Umroh
Kementerian Agama Republik Indonesia
Tahun Terbit : 2019
Tempat Terbit : Jakarta

Buku ini memuat 7 (tujuh) Silsilah Bimbingan Ibadah yaitu Silsilah Bimbingan Ibadah I tentang Fiqih Haji Komprehensif, Silsilah Bimbingan Ibadah II tentang Panduan Tuh=gas TPIPI, Silsilah Bimbingan Ibadah III tentang Panduan Konsultan  Ibadah, Silsilah Ibadah IV tentang Panduan Pelaksanaan Bimbingan Ibadah dan Pengawasan Kelompok Bimbingan, Silsilah Bimbingan Ibadah V tentang Panduan Praktis Petugas Safari Wukuf dan Badal Haji, Silsilah Bimbingan Ibadah VI tentang Pedoman Bimbingan Manasik Berbasis Regu dan Rombongan, dan Silsilah Bimbingan Ibadah VII tentang Kiat Meraih Mabrur Bagi Jemaah Haji Lemah dan Sakit.

Buku Elektronik atau Ebook dapat diunduh pada link berikut:
Klik Di Sini!

 

Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 21 Desember 2025

Buku Manasik Haji Perempuan

 

Judul : 
Manasik Haji Perempuan
Penulis :
Dr. Hj. Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah, M.Si
H. Khoirizi H. Dasir, MM
Dr. H. Wawan Djunaedi, MA
Penerbit:
Direktorat Jendral Penyelenggara Haji dan Umroh
Kementerian Agama Republik Indonesia
Tahun Terbit : 2020
Tempat Terbit : Jakarta

Buku ini merupakan referensi penting bagi Jemaah haji, khususnya Jemaah haji perempuan. Buku ini juga sangat bermanfaat bagi Jemaah yang ingin tahu lebih jauh tentang detail manasik haji perempuan. Apalagi penjelasan yang disampaikan dalam buku ini bersifat jurisprudensi analitik (analytical jurisprudence). Pembaca tidak hanya mendapatkan informasi yang bersifat umum, namun juga diajak untuk menyelam ke dalam analisis kritis asal muasal terbentuknya hukum fikih. Melalui metode ini, bukan hanya wawasan (knowledge) pembaca yang menjadi lebih luas, namun kemampun analisis kritis (critical analytic) terhadap produk hukum juga akan semakin terasah tajam.

Buku Elektronik atau Ebook dapat diunduh pada link berikut:

Klik Di Sini!

Buku Elektronik atau Ebook versi buku saku (versi ringkas) dapat diunduh pada link berikut:

Klik Di Sini!

Posting by Mohammad Nurdin

Sabtu, 20 Desember 2025

Buku Sejarah Madinah Munawarrah Bergambar

Judul :
Buku Sejarah Madinah Munawarrah Bergambar
Penulis :
Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani

Nabi Muhammad SAW telah hijrah ke Madinah, dan menjadikannya sebagai medan dakwahnya, memberkahinya serta menjadikannya sebagi Tanah Suci kedua. Madinah adalah negeri di mana Nabi menghabiskan lebih dari 10 tahun sisa hidupnya dan dimakamkan di sana; kota yang diriwayatkan tidak akan dimasuki oleh Dajjal. Oleh karenanya, Madinah senantiasa mmepesona dan menarik perhatian; setiap jengkal tanahnya mengandung tanda, saksi dan sejarah, serta ibrah (cermin) bagi generasi-genaris selanjutnya, Madinah kaya dengan riwayat-riwayat sejarah yang otentik dan jelas, dalam ayat-ayat al-Qur'an, serta riwayat-riwayat peperangan, serta suri tauladan Nabi dan para pengikutnya.

File bisa dilihat/diunduh pada link berikut:

Klik Di Sini!
 

Posting by Mohammad Nurdin

Jumat, 19 Desember 2025

Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Tahun 2020

 

Buku paket bimbingan manasik haji terdiri atas 3 (tiga) buku, yaitu Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah, dan Ringkasan Doa Manasik Haji dan Umrah. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi dan dapt digunakan oleh Jemaah haji sesuai dengan kebutuhannya.
Buku tersebut diharapkan dapat membantu setiap Jemaah haji meningkatkan pengetahuan dan pemahamannya tentang ibadah haji serta menjadi tuntunan bagi setiapjemaah haji Ketika akan berangkat ke tanah suci, tiba di bandara kedatangan Arab Saudi, Di Makkah, Masyair dan Madinah serta Ketika akan pulang Kembali menuju tanah air.

Ebook bisa diunduh pada link berikut ini:

Klik Di Sini! 

 

 

Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 18 November 2015

Publikasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Brebes 2015 : Kabupaten Brebes Dalam Angka 2015

Berikut ini adalah Publikasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Brebes 2015 yaitu Kabupaten Brebes Dalam Angka 2015. Publikasi telah dirilis tanggal 5 Nopember 2015 pada situs resmi BPS Kabupaten Brebes yaitu :
http://brebeskab.bps.go.id/

Publikasi tersebut bisa diunduh pada link di bawah ini :
Klik Di Sini !

2015-11-05

Posting by Mohammad Nurdin

Selasa, 10 November 2015

Publikasi BPS Kabupaten Brebes 2015 : Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Brebes 2014

Berikut ini Publikasi BPS Kab. Brebes yaitu Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Brebes Tahun 2014 yang diriis awal tahun 2015. Publikasi tersebut dapat didownload pada alamat atau link di bawah ini :

Klik Di Sini !

Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 04 November 2015

Publikasi Indeks Pembangunan Manusia 2013

Anda berminat atau membutuhkan publikasi Indeks Pembangunan Manusia atau disingkat IPM tahun 2013? Bila benar maka Anda dapat men-download atau mengunduhnya secara gratis pada lamat resmi tentang ipm yaitu pada alamat :
http://ipm.bps.go.id/

atau dapat juga Anda unduh pada link di bawah ini :

Klik Di sini !

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 06 September 2010

Novel Relevankah Aku Di Hatimu

Relevankah Aku Di Hatimu?
Karya : Unknown

Sebuah novel yang tidak saya ketahui namanya. Dengan bahasa yang kental dialek melayu dari negeri jiran Malaysia novel ini dituturkan. Kisahnya bercerita tentang seorang gadis bernama Akasyah. Berikut ini ceritanya dituturkan :

April 1999

Aku mendongak ke langit. Aku lihat kepulan awan-awan hitam mula melitupi ruang angkasa padang bola jarring bumi SERATAS yang tercinta. Ah. mungkinkah akan...

"Satu, dua, tiga..."

Sebaik sahaja kiraan tiga aku tamat, hujan gerimis dengan malu-malunya turun dari langit. Setitik demi setitik... dan akhirnya ribuan mungkin jutaan titik-titik hujan yang keluar dari perut awan-awan yang sarat mengandungkan wap-wap air.

Aku tersengih. Kebetulan ler pulak. Entah mengapa sejak dua menjak ini aku rasa aku telah menjadi peramal kaji cuaca tidak bertauliah yang berjaya. Berkat pemerhatian yang berterusan ke atas perubahan dan bentuk-bentuk awan, angin dan sebagainya, ramalan aku hampir benar belaka. Tidak sia-sia ilmu geografi dan sains yang dipelajari sewaktu di sekolah menengah rendah dulu.

Aku menebarkan pandangan ke padang bola jaring ini. Ternyata hujan yang kian menggila tidak melunturkan semangat penyokong kedua-dua belah pasukan untuk terus setia menyaksikan perlawanan pada separuh masa kedua pula. Ada di antara mereka berteduh di bawah khemah yang disediakan dan ada juga yang berpayung. Kain-kain rentang masih terpacak walaupun telah basah kuyup ditimpa hujan.

Tiba-tiba aku rasa fikiran ini begitu serabut macam kabel elektrik yang berselirat. Mungkin kerana terlalu memikirkan prestasi pasukan aku pada separuh masa pertama tadi yang agak kurang memberangsangkan.

Lontaran bola tidak begitu kemas dan lancar hinggakan senang saja dipintas oleh pihak lawan. Wani, goal shooter (GS) juga tidak memberikan persembahan seperti yang diharapkan. Jaringan `sipi-sipi nak masuk` dan `golek-golek atas jaring` si Wani itu membuatkan hati aku berbulu. Ishh budak ni. Kalo iya pun, aim lah betul-betul! Alahai Wani...

"Akasyah, are you ok girl?" sapa satu suara dari belakangku.

Aku tidak menjawab. Bukan kerana Bahasa Inggeris aku lemah. Cuma aku malas melayan pertanyaan dari sesiapa waktu ini. Sebagai pemain tengah atau lebih dikenali sebagai `center`, aku perlu bijak memainkan peranan aku selepas ini. Strategi... Strategi... Come on Akasyah! Think!

Bagaimana pasukan lawan boleh bermain begitu lincah dan bertenaga pada petang ini? Setahu aku, mereka tidaklah sehebat mana. Selama ini pasukan itu boleh disiflikasikan sebagai pasukan `biasa-biasa aja` atau lebih tepat lagi pasukan belasahan. Ops! Bukan maksudku hendak memperkecilkan kemampuan pihak lawan. Mungkin mereka telah berjaya menemui formula luar biasa yang membuatkan aku sendiri tercungap-cungap menjaga pemain tengah mereka. Tak padan dengan kecil tapi macam lipas kudung. Ligat betul. Atau aku sendiri sudah pancit!

Aku bangun untuk membetulkan urat-urat yang mula terasa sengal. Aik! Orang itu masih ada rupanya. Dia memerhatikan gerak-geriku. Kenapa ya? Ah, biarkanlah luncai terjun dengan labu-labunya. Biarlah orang itu meng`usya` aku. Tidak luak sedikit pun. Kepala yang tidak gatal digaru berkali-kali.

Eh! Mengapa pula pandangan aku berpinar-pinar? Aku tidak dapat melihat wajah orang menyapa aku tadi dengan jelas. Mungkin mata aku juga perlukan rehat. Lalu aku pejamkan mata sebentar sambil itu tangan kananku memicit lembut dahi yang terasa berat.

Aku mengimbas kembali perlawanan yang kami tempuh sebentar tadi. Macam pernah aku lihat corak permainan pasukan itu. Tapi di mana dan bila?

Ingin tahu kelanjutan cerita ini. Anda bisa download versi pdf lengkapnya. Klik di sini!

Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 05 September 2010

Novel Laskar Pelangi

Laskar Pelangi
Karya : Andrea Hirata

Kisah dalam novel ini diawali sebagai berikut :

PAGI itu, waktu aku masih kecil, aku duduk di bangku panjang di depan sebuah kelas. Sebatang pohon filicium tua yang riang meneduhiku. Ayahku duduk di sampingku, memeluk pundakku dengan kedua lengannya dan tersenyum mengangguk-angguk pada setiap orangtua dan anak-anaknya yang duduk berderet-deret di bangku panjang lain di depan kami. Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD.

Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh. Di mulut pintu berdiri dua orang guru seperti para penyambut tamu dalam perhelatan. Mereka adalah seorang bapak tua berwajah sabar, Bapak K.A. Harfan Efendy Noor, sang kepala sekolah dan seorang wanita muda berjilbab, Ibu N.A. Muslimah Hafsari atau Bu Mus. Seperti ayahku, mereka berdua juga tersenyum.

Namun, senyum Bu Mus adalah senyum getir yang dipaksakan karena tampak jelas beliau sedang cemas. Wajahnya tegang dan gerak-geriknya gelisah. Ia berulang kali menghitung jumlah anak-anak yang duduk di bangku panjang. Ia demikian khawatir sehingga tak peduli pada peluh yang mengalir masuk ke pelupuk matanya. Titik-titik keringat yang bertimbulan di seputar hidungnya menghapus bedak tepung beras yang dikenakannya, membuat wajahnya coreng moreng seperti pameran emban bagi permaisuri dalam Dul Muluk, sandiwara kuno kampung kami.

"Sembilan orang ... baru sembilan orang Pamanda Guru, masih kurang satu...," katanya gusar pada bapak kepala sekolah. Pak Harfan menatapnya kosong.

Aku juga merasa cemas. Aku cemas karena melihat Bu Mus yang resah dan karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku. Meskipun beliau begitu ramah pagi ini tapi lengan kasarnya yang melingkari leherku mengalirkan degup jantung yang cepat. Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria beruisa empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, utnuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga. Menyekolahkan anak berarti mengikatkan diri pada biaya selama belasan tahun dan hal itu bukan perkara gampang bagi keluarga kami.

"Kasihan ayahku ...."

Maka aku tak sampai hati memandang wajahnya.

"Barangkali sebaiknya aku pulang saja, melupakan keinginan sekolah, dan
mengikuti jejak beberapa abang dan sepupu-sepupuku, menjadi kuli ...."

Tapi agaknya bukan hanya ayahku yang gentar. Setiap wajah orangtua di depanku mengesankan bahwa mereka tidak sedang duduk di bangku panjang itu, karena pikiran mereka, seperti pikiran ayahku, melayang-layang ke pasar pagi atau ke keramba di tepian laut membayangkan anak lelakinya lebih baik menjadi pesuruh di sana. Para orangtua ini sama sekali tak yakin bahwa pendidikan anaknya yang hanya mampu mereka biayai paling tinggi sampai SMP akan dapat mempercerah masa depan keluarga. Pagi ini mereka terpaksa berada di sekolah ini untuk menghindarkan diri dari celaan aparat desa karena tak menyekolahkan anak atau sebagai orang yang terjebak tuntutan zaman baru, tuntutan memerdekakan anak dari buta huruf.

Aku mengenal para orangtua dan anak-anaknya yang duduk di depanku. Kecuali seorang anak lelaki kecil kotor berambut keriting merah yang meronta-ronta dari pegangan ayahnya. Ayahnya itu tak beralas kaki dan bercelana kain belacu. Aku tak mengenal anak beranak itu.

Selebihnya adalah teman baikku. Trapani misalnya, yang duduk di pangkuan ibunya, atau Kucai yang duduk di samping ayahnya, atau Syahdan yang tak diantar siapa-siapa. Kami bertetangga dan kami adalah orang-orang Melayu belitong dari sebuah komunitas yang paling miskin di pulau itu. Adapun sekolah ini, SD Muhammadiyah, juga sekolah kampung yang paling miskin di Belitong. Ada tiga alasan mengapa para orangtua mendaftarkan anaknya di sini. Pertama, karena sekolah Muhammadiyah tidak menetapkan iuran dalam bentuk apa pun, para orangtua hanya menyumbang sukarela semampu mereka. Kedua, karena firasat, anak-anak mereka dianggap memiliki karakter yang mudah disesatkan iblis sehingga sejak usia muda harus mendapatkan pendadaran Islam yang tangguh. Ketiga, karena anaknya memang tak diterima di sekolah mana pun.

Bu Mus yang semakin khawatir memancang pandangannya ke jalan raya di seberang lapangan sekolah berharap kalau-kalau masih ada pendaftar baru. Kami prihatin melihat harapan hampa itu. Maka tidk seperti suasana di SD lain yang penuh kegembiraan ketika menerima murid angkatan baru, suasana hari pertama di SD Muhammadiyah penuh dengan kerisauan, dan yang paling risau adalah Bu Mus dan Pak Harfan.

Guru-guru yang sederhana ini berada dalam situasi genting karena Pengawas Sekolah dari Depdikbud Sumsel telah memperingatkan bahwa jika SD Muhammadiyah hanya mendapat murid baru kurang dari sepuluh orang maka sekolah paling tua di Belitong ini harus ditutup. Karena itu sekarang Bu Mus dan Pak Harfan cemas sebab sekolah mereka akan tamat riwayatnya, sedangkan para orangtua cemas karena biaya, dan kami, sembilan anak-anak kecil ini--yang terperangkap di tengah--cemas kalau-kalau kami tak jadi sekolah.

Tahun lalu SD Muhammadiyah hanya mendapatkan sebelas siswa, dan tahun ini Pak Harfan pesimis dapat memenuhi target sepuluh. Maka diam-diam beliau telah mempersiapkan sebuah pidato pembubaran sekolah di depan para orangtua murid pada kesempatan pagi ini. Kenyataan bahwa beliau hanya memerlukan satu siswa lagi untuk memnuhi target itu menyebabkan pidato ini akan menjadi sesuatu yang menyakitkan hati.

"Kita tunggu sampai pukul sebelas," kata Pak Harfan pada Bu Mus dan seluruh orangtua yang telah pasrah. Suasana hening.

Para orangtua mungkin menganggap kekurangan satu murid sebagai pertanda bagi anak-anaknya bahwa mereka memang sebaiknya didaftarkan pada para juragan saja.

Sedangkan aku dan agaknya juga anak-anak yang lain merasa amat pedih: pedih pada orangtua kami yang tak mampu, pedih menyaksikan detik-detik terakhir sebuah sekolah tua yang tutup justru pada hari pertama kami ingin sekolah, dan pedih pada niat kuat kami untuk belajar tapi tinggal selangkah lagi harus terhenti hanya karena kekurangan satu murid. Kami menunduk dalam-dalam.

Saat itu sudah pukkul sebelas kurang lima dan Bu Mus semakin gundah. Lima tahun pengabdiannya di sekolah melarat yang amat ia cintai dan tiga puluh dua tahun pengabdian tanpa pamrih pada Pak Harfan, pamannya, akan berakhir di pagi yang sendu
ini.

"Baru sembilan orang Pamanda Guru ...," ucap Bu Mus bergetar sekali lagi. Ia sudah tak bisa berpikir jernih. Ia berulang kali mengucapkan hal yang sama yang telah diketahui semua orang. Suaranya berat selayaknya orang yang tertekan batinnya.

Akhirnya, waktu habis karena telah pukul sebelas lewat lima dan jumlah murid tak juga genap sepuluh. Semangat besarku untuk sekolah perlahan-lahan runtuh. Aku melepaskan lengan ayahku dari pundakku. Sahara menangis terisak-isak mendekap ibunya karena ia benar-benar ingin sekolah di SD Muhammadiyah. Ia memakai sepatu, kaus kaki, jilbab, dan baju, serta telah punya buku-buku, botol air minum, dan tas punggung yang semuanya baru.

Pak Harfan menghampiri orangtua murid dan menyalami mereka satu per satu.

Sebuah pemandangan yang pilu. Para orangtua menepuk-nepuk bahunya untuk membesarkan hatinya. Mata Bu Mus berkilauan karena air mata yang menggenang. Pak Harfan berdiri di depan para orangtua, wajahnya muram. Beliau bersiap-siap memberikan pidato terakhir. Wajahnya tampak putus asa. Namun ketika beliau akan mengucapkan kata pertama Assalamu'alaikum seluruh hadirin terperanjat karena Tripani berteriak sambil menunjuk ke pinggir lapangan rumput luas halaman sekolah itu.

"Harun!"

Kami serentak menoleh dan di kejauhan tampak seorang pria kurus tinggi berjalan terseok-seok. Pakaian dan sisiran rambutnya sangat rapi. Ia berkemeja lengan panjang putih yang dimasukkan ke dalam. Kaki dan langkahnya membentuk huruf x sehingga jika berjalan seluruh tubuhnya bergoyang-goyang hebat. Seorang wanita gemuk setengah baya yang berseri-seri susah payah memeganginya. Pria itu adalah Harun, pria jenaka sahabat kami semua, yang sudah berusia lima belas tahun dan agak terbelakang mentalnya. Ia sangat gembira dan berjalan cepat setengah berlari tak sabar menghampiri kami. Ia tak menghiraukan ibunya yang tercepuk-cepuk kewalahan menggandengnya.

Mereka berdua hampir kehabisan napas ketika tiba di depan Pak Harfan.

"Bapak Guru ...," kata ibunya terengah-engah.

"Terimalah Harun, Pak, karena SLB hanya ada di Pulau Bangka, dan kami tak punya biaya untuk menyekolahkannya ke sana. Lagi pula lebih baik kutitipkan dia di sekolah ini daripada di rumah ia hanya mengejar-ngejar anak-anak ayamku ...."

Harun tersenyum lebar memamerkan gigi-giginya yang kuning panjang-panjang.

Pak Harfan juga terseyum, beliau melirik Bu Mus sambil mengangkat bahunya.

"Genap sepuluh orang ...," katanya.

Harun telah menyelamatkan kami dan kami pun bersorak. Sahara berdiri tegak merapikan lipatan jilbabnya dan menyandang tasnya dengan gagah, ia tak mau duduk lagi. Bu Mus tersipu. Air mata guru muda ini surut dan ia menyeka keringat di wajahnya yang belepotan karena bercampur dengan bedak tepung beras.

Ibu Muslimah yang beberapa menit lalu sembap, gelisah, dan coreng-moreng kini menjelma menjadi sekuntum Crinum giganteum. Sebab tiba-tiba ia mekar sumringah dan posturnya yang jangkung persis tangkai bunga itu. Kerudungnya juga berwarna bunga crinum demikian pula bau bajunya, persis crinum yang mirip bau vanili. Sekarang dengan ceria beliau mengatur tempat duduk kami.

Bu Mus mendekati setiap orangtua murid di bangku panjang tadi, berdialog sebentar dengan ramah, dan mengabsen kami. Semua telah masuk ke dalam kelas, telah mendapatkan teman sebangkunya masing-masing, kecuali aku dan anak laki-laki kecil kotor berambut keriting merah yang tak kukenal tadi. Ia tak bisa tenang. Anak ini berbau hangus seperti karet terbakar.
"Anak Pak Cik akan sebangku dengan Lintang," kata Bu Mus pada ayahku.

Oh, itulah rupanya namanya, Lintang, sebuah nama yang aneh.

Mendengar keputusan itu Lintang meronta-ronta ingin segera masuk kelas.

Ayahnya berusaha keras menenangkannya, tapi ia memberontak, menepis pegangan ayahnya, melonjak, dan menghambur ke dalam kelas mencari bangku kosongnya sendiri.

Di bangku itu ia seumpama balita yang dinaikkan ke atas tank, girang tak alang kepalang.

Mau tahu kelanjutan cerita ini. Anda bisa beli di took buku terdekat di kota Anda. Atau Anda berniatmendownload. Anda bisa mendownload. Klik di sini!

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 23 Agustus 2010

Ketika Cinta Berbuah Surga

Ketika Cinta Berbuah Surga
Thursday, 30 November 2006
Kontribusi dari Habiburrahman El Shirazy

Di tanah Kurdistan , ada seorang raja yang adil dan shalih. Dia memiliki seorang anak laki-laki yang tampan, cerdas, dan pemberani.Saat-saat paling menyenangkan bagi sang raja adalah ketika dia mengajari anaknya itu membaca Al-Quran. Sang raja juga menceritakan kepadanya kisah-kisah kepahlawanan para panglima dan tentaranya di medan pertempuran. Anak raja yang bernama Said itu, sangat gembiramendengar penuturan kisah ayahnya. Si kecil Said akan merasa jengkel jika di tengah-tengah ayahnya bercerita, tiba-tiba ada orang yangmemutuskannya.
Terkadang, ketika sedang asyik mendengarkan cerita ayahnya tiba-tibapengawal masuk dan memberitahukan ada tamu penting yang harus ditemuioleh raja. Sang raja tahu apa yang dirasakan anaknya.
Maka, dia memberi nasihat kepada anaknya, Said, Anakku, sudah saatnya kamu mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Seorang teman baik, yang akan membantumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang bisa kau ajak bercinta untuk surga
Said tersentak mendengar perkataan ayahnya.
Apa maksud Ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga? tanyanya dengan nada penasaran.
Dia adalah teman sejati yang benar-benar mau berteman denganmu, bukan karena derajatmu, tatapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati. Dia mencintaiumu karena Allah. Dan Dengan dasar itu kau pun bisa mencintainya dengan penuh keikhlasan karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan kekuaan dahsyat yang membawa manfaat dan kebaikan. Kekuatan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga.
Bagaimana cara mencari teman seperti itu, Ayah? tanya Said.
And ingin tahu bagaimana Said kecil menemukan teman sejatinya? Anda bisa download di sini. Klik di sini!

Posting by Mohammad Nurdin

Mahkota Cinta


Novel Mahkota Cinta

Karya : Habiburrahman El Shirazy

Berikut ini adalah prolog pembuka cerita Novel Mahkota Cinta. Latar belakang tempat kejadian adalah di Negeri Jiran Malaysia dengan liku-liku hidup para ekspatriat asal Indonesia, atau yang dikenal sebagai TKI (Tenaga Keja Indonesia) dan TKI (Tenaga Kerja Wanita). Tokoh cerita dalam novel ini adalah seorang pemuda bernama Ahmad Zul yang mencoba peruntungan di Malaysia dengan Siti Martini, seorang TKW yang bekerja di Malaysia. Ceritanya adalah sebagai berikut :

Mata pemuda itu memandang ke luar jendela. Lautan terhampar di depan mata. Ombak seolah menari-nari riang. Sinar matahari memantul-mantul keperakan. Dari karcis yang ia pegang, ia tahu bahwa feri yang ia tumpangi bernama Lintas Samudera. Tujuan feri yang bertolak dari pelabuhan Batam itu adalah pelabuhan Johor Bahru.

Ia memejamkan mata seraya meneguhkan hatinya. Ia meyakinkan dirinya harus kuat. Ya, sebagai lelaki ia harus kuat. Meskipun ia merasa kini tidak memiliki siapa- siapa lagi. Bagi seorang lelaki cukuplah keteguhan hati menjadi teman dan penenteram jiwa. la kembali menegaskan niat, bahwa ia sedang melakukan pengembaraan untuk mengubah takdir.

Mengubah nasib. Seperti saran Pak Hasan, ia harus beraniberhijrah dari satu takdir Allah ke takdir Allah lain yang lebih baik. Feri Lintas Samudera terus melaju ke depan.

Singapura semakin dekat di depan, dan Batam semakin jauh di belakang. Namun, Lintas Samudera tidak hendak menuju Singapura, tapi menuju pelabuhan Johor Bahru, Malaysia.

"Baru pertama ke Malaysia ya Dik?" tanya perempuan muda yang duduk di sampingnya. Perempuan itu memakai celana jin putih dan jaket ketat biru muda.

Rambutnya diikat kucir kuda. Ia menaksir usia perempuan itu sekitar tiga puluhan lebih.

"Iya Mbak. Mbak juga yang pertama?" jawabnya balik bertanya.

"Tidak. Saya sudah empat tahun di Malaysia."

"Berarti sejak tahun 2000 ya Mbak."

"Tidak. Sejak awal 2001."

"Kerja ya Mbak?"

"Iya Dik. Kalau adik, mau kerja? Atau mau sekolah?"

Ia berpikir sejenak. Ia tidak tahu pasti. Ke Malaysia mau bekerja atau mau sekolah. Sesungguhnya selama ini ia merantau dari satu daerah ke daerah lain, selain untuk bertahan hidup juga demi mencari takdir yang lebih baik.

"Kok malah bengong Dik."

"E... tidak, saya ke Malaysia mungkin untuk dua-duanya. Ya untuk cari kerja dan untuk sekolah lagi."

"Baguslah. Sudah ada pandangan mau kerja di mana? Atau sudah ada agen yang mengurus semuanya."

"Belum sih Mbak. Nanti saya cari di sana saja. Mbak kerja di mana?"

"Saya kerja di sebuah kilang di kawasan Subang Jaya. Kalau adik mau, saya bisa bantu. Saya punya banyak teman yang bisa membantu. O ya kenalkan, nama saya Siti Martini. Biasa dipanggil Mar atau Mari."

Perempuan muda itu mengulurkan tangan kanannya.

Pemuda itu juga mengulurkan tangannya dan menjabat tangan perempuan muda itu.

"Terima kasih. Nama saya Ahmad Zul. Oleh teman-teman saya selama ini saya biasa dipanggil Zul Einstein."

"Wah keren sekali. Memang namanya Zul Einstein?"

"Ya tidak Mbak. Saya diberi nama tambahan

Einstein oleh teman-teman saya karena mereka melihat saya banyak melamun. Ya saya terima saja. Kalau tidak terima ya tetap akan dipanggil begitu. Jadi, panggil saja saya Zul Mbak."

"Ya baik. Saya panggil Dik Zul. Gitu ya," kata perempuan muda itu sambil melepaskan jabatan tangannya.

"Jadi Mbak kerja di kilang minyak ya Mbak?"

Perempuan muda itu malah tertawa kecil.

"Kamu memang masih asli Indonesia. Kilang itu artinya pabrik. Di Indonesia disebut pabrik. Sedangkan di Malaysia disebut kilang. Jadi bukan bermakna kilang minyak.

Saya kerja di kilang kertas di kawasan Subang Jaya. Itu maknanya saya kerja di pabrik kertas."

"O begitu ya."

Ingin tahu kelanjutan cerita ini? Anda bisa beli novelnya di took terdekat di kota Anda atau Anda bisa download di sini. Klik di sini


Rabu, 18 Agustus 2010

Primo PDF versi 5.1.0.2


Primo PDF versi 5.1.0.2
Anda berminat mengeprint file office anda (word, excell, powerpoint, dll) atau pun file lainnya dalam format PDF, maka Anda bisa menggunakan Primo PDF.
Spesifikasi : Program ini bisa dijalankan pada operating system Microsoft Windows seperti : Windows 98, Windows ME, Windows 2000, Windows NT, dan Windows XP.
Minimum harddisk dibutuhkan minimal 30 MB ditambah file yang akan di-print tergantung ukuran file dan type file.

Program tersebut dapat Anda download pada alamat di bawah ini :