Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label statda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label statda. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 November 2015

Publikasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Brebes Tahun 2015 : Statistik Daerah Kabupaten Brebes 2015

Nomor Katalog : 1101002.3329
Nomor Publikasi : 33265.1521
ISSN : 1858-0955
Tanggal Rilis : 2015-11-05

Abstraksi

Kabupaten Brebes memiliki slogan “Brebes Berhias” yang merupakan singkatanbersih, hijau, indah, aman, dan sehat, dimanasecara geografis terletak diantara garis 6045’–7021’ LS dan 108041’-109011’ Bujur Timur.
Sedangkan secara administratif Kabupaten Brebes merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terletak di sebelah barat dan

Minggu, 21 Desember 2014

Keadaan Geografi dan Iklim Kecamatan Salem Tahun 2013

Kecamatan Salem secara geografis merupakan wilayah pegunungan yang terletak di sebelah barat daya ibukota Kabupaten Brebes dan berbatasan dengan Kecamatan Ketanggungan dan Banjarharjo di sebelah utara, Kabupaten Cilacap disebelah selatan, Kecamatan Bantarkawung di sebelah timur danPropinsi Jawa Barat di sebelah barat. Meskipun keadaan tanahnya labil, masyarakat di Kecamatan Salem lebih memilih untuk melalui Pegunungan  Lio ketika hendak menuju ke ibukota kabupaten karena lebih cepat dan dekat dari pada melalui Kecamatan Bumiayu. Selisih waktu perjalanannya pun sekitar 1,30 jam.

Minggu, 17 April 2011

BAB 8 - PEMBANGUNAN MANUSIA









Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan tingkat kemajuan manusia secara umum, angka ini dapat mencerminkan capaian kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Dengan melihat perkembangan angka IPM tiap tahun, tampaknya kemajuan yang dicapai Kabupaten Brebes dalam pembangunan manusia tidak terlalu signifikan, bahkan Kabupaten Brebes merupakan salah satu kabupaten yang IPMnya berada pada posisi bawah, yaitu peringkat ke 35 se Jawa Tengah. Angka IPM Kabupaten Brebes pada tahun 2008 sebesar 67,08 dan mengalami sedikit peningkatan menjadi 67,69 pada tahun 2009.

Rendahnya angka IPM ini tentu saja disebabkan karena tiga hal pendukung IPM yaitu bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi masih menunjukan seperti angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran perkapita yang masih rendah.

*** Tahukah Anda
Jumlah keluarga pra sejahtera pada tahun 2009 di Kabupaten Brebes berdasarkan kriteria BKKBN mencapai 106.989 KK, atau 21,43% dari total keluarga.

Tingkat kemiskinan di Kabupaten Brebes juga masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan tingkat kemiskinan Jawa Tengah. Persentase penduduk miskin Kabupaten Brebes pada tahun 2008 mencapai 25,98 persen. Sedangkan pada tahun 2009 turun menjadi 24,39 persen. Meskipun turun pada tahun 2009, tetapi angkanya masih relatif tinggi. Tahun 2009 jumlah penduduk miskin mencapai 432,40 ribu jiwa.

Sumber Data : BPS Kabupaten Brebes, Statistik Daerah Kabupaten Brebes 2010, Brebes, 2010

Posting by Mohammad Nurdin

BAB 7 - PERUMAHAN









Salah satu indikator bahwa rumah dikatakan sehat menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah rumah tinggal yang memiliki luas lantai per kapita minimal 10 m2. Rumah tinggal dengan luas lantai kurang dari 10 m2 ini, ternyata jumlahnya lebih banyak di daerah perkotaan dibandingkan daerah perdesaan. Pada tahun 2009 masih ada sekitar 18,75 persen rumah tangga di daerah perkotaan dan 12,33 persen di daerah pedesaan Kabupaten Brebes tinggal di rumah dengan luas lantai per kapita kurang dari 10m2. Keadaan ini ternyata lebih baik jika dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya.

Kondisi perumahan di Kabupaten Brebes juga terlihat semakin membaik selama periode 2008–2009. Hal ini dapat dilihat pada meningkatnya jumlah rumah tangga yag memiliki perumahan dengan kondisi lantai bukan tanah dan berdinding permanent. Sementara itu jumlah rumah dengan atap layak pada tahun 2009 justru semakin berkurang. Persentase rumahtangga dengan lantai rumah bukan tanah meningkat dari 71,56 persen menjadi 78,01 persen.

Rumah tangga yang memiliki akses terhadap air minum bersih masih cenderung rendah. Walaupun pada tahun 2009 menunjukkan ada kenaikan, tetapi angkanya masih sangat rendah. Hanya sekitar 57,06 persen rumah tangga mempunyai akses terhadap air minum bersih. Dari sejumlah rumah tangga yang mempunyai akses air minum bersih, sekitar 32,86 persennya mengakses air minum kemasan, isi ulang dan leding.

Sumber Data : BPS Kabupaten Brebes, Statistik Daerah Kabupaten Brebes 2010, Brebes, 2010

Posting by Mohammad Nurdin

BAB 6 - KESEHATAN









Puskesmas sampai saat ini masih menjadi fasilitas rujukan penduduk untuk berobat jalan favorit di Kabupaten Brebes. Salah satu fasilitas kesehatan pemerintah ini banyak diminati karena memang biaya yang relatif murah, disamping itu cukup mudah dijangkau oleh penduduk. Akan tetapi pada tahun 2009, posisi ini tergeser oleh fasilitas Petugas Kesehatan, karena banyak yang berpindah ke ini.
Persentase penduduk berobat jalan yang ditangani oleh Petugas Kesehatan pada tahun 2009 mencapai 37,84 persen, naik dari tahun sebelumnya yang besarnya 31,16 persen. Dan yang berobat mendatangi Puskesmas sebanyak 31,21 persen, turun dari tahun sebelumnya yang besarnya 34,60 persen.
Pada era sekarang, masyarakat khususnya ibu hamil semakin pintar dalam memilih fasilitas kesehatan untuk tempat melahirkan. Hal ini didukung juga dengan semakin banyaknya berbagai fasilitas dan tenaga kesehatan di berbagai wilayah termasuk di daerah-daerah terpencil. Sebagai bukti nyata yaitu persalinan yang ditolong oleh dukun tradisional dari tahun ke tahun terus menurun, sebaliknya persalinan yang ditolong oleh Dokter dan Bidan justru meningkat. Pada tahun 2009 persalinan yang dibantu oleh Dokter naik menjadi 13,85 persen, sementara pada tahun sebelumnya hanya 10,65 persen.

Sumber Data : BPS Kabupaten Brebes, Statistik Daerah Kabupaten Brebes 2010, Brebes, 2010

Posting by Mohammad Nurdin

BAB 5 - PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Karena pembangunan tidak bisa mengandalkan pada sumber daya alam semata, maka usaha dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia mutlak diperlukan. Dengan pendidikan kualitas penduduk akan meningkat dan menjadi lebih baik.
Tingkat pendidikan di Kabupaten Brebes, secara rata-rata masih berada dibawah Propinsi Jawa Tengah. Hal ini terlihat dari salah satu indikator pendidikan yaitu rata-rata lama sekolah. Untuk Kabupaten Brebes, rata-rata lama sekolah tahun 2008 adalah 5,50 (angka propinsi menunjukkan 6,9).
Untuk tingkat pendidikan dasar, tahun 2009 jumlah murid SD yang ada sebanyak 187.686, dan jumlah guru sebanyak 8.099. Untuk sekolah MI pada tahun 2009 jumlah sekolah yang ada 201 sekolah, 40.525 murid dan 1866 guru. Tingkat SLTP jumlah sekolah yang ada sebanyak 118, jumlah murid 53.317 dan guru sebanyak 2.812. Demikian pula, Madrasah Tsanawiyah terdapat 86 sekolah , Murid 27.392 dan guru sebanyak 1.658. Untuk pendidikan SLTA jumlah sekolah sebanyak 33, Murid sebanyak 15.565 siswa dan guru sebanyak 976 orang. Untuk jumlah pondok pesantren Di Kabupaten Brebes pada tahun 2009 tercatat 184 pondok dengan jumlah santri 28.053 orang.

Sumber Data : BPS Kabupaten Brebes, Statistik Daerah Kabupaten Brebes 2010, Brebes, 2010

Posting by Mohammad Nurdin

BAB 4 - KETENAGAKERJAAN

Pada tahun 2009, dari total penduduk usia kerja (15 tahun ke atas), sekitar 66,04 persen penduduk Kabupaten Brebes termasuk dalam angkatan kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2008 TPAK Kabupaten Brebes sekitar 65,52 persen. Selama tiga tahun terakhir, TPAK tertinggi terjadi pada tahun 2007 yaitu sebesar 69,28 persen.

Dari jumlah angkatan kerja, sekitar 90,58 persen adalah bekerja, sedangkan 9,42 persen adalah pengangguran. Selama tahun 2007-2009, jumlah pengangguran menurun pada tahun 2008 tetapi naik lagi walaupun relatif sedikit pada tahun 2009. Tahun 2007 jumlah pengangguran sekitar 9,01 persen dan jumlah yang bekerja 90,99 persen, sementara tahun 2008 jumlah pengangguran sekitar 7,92 persen dan jumlah yang bekerja 92,08 persen.

Berdasarkan perbandingan pekerjaan menurut tiga sektor utama, pilihan bekerja di sektor pertanian atau Agriculture (A) masih mendominasi di Kabupaten Brebes dengan persentase sebesar 47,94 persen pada t2009, kemudian diikuti dengan sektor jasa-jasa atau Services (S) dengan persentase sebesar 40,28 persen. Sementara pekerja di sektor manufaktur (M) sebanyak 11,78 persen. Kalau dilihat pada tiga tahun terakhir, maka jumlah pekerja pada sektor A dan M semakin menurun, sementara itu jumlah pekerja pada sektor S mengalami peningkatan.

Sumber Data : BPS Kabupaten Brebes, Statistik Daerah Kabupaten Brebes 2010, Brebes, 2010

Posting by Mohammad Nurdin

BAB 2 - PEMERINTAHAN (2)

Wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD Kabupaten Brebes pada periode 2009-2014 sebanyak 50 orang yang berasal dari 10 partai politik. Dengan komposisi terbanyak adalah dari PDIP yaitu sebanyak 13 orang yang diikuti oleh Golkar dan PKB, masing-masing adalah 7 orang. Kemudian Partai Demokrat memperoleh kursi sebanyak 6 orang. Sementara itu PDK dan Partai Hanura hanya memperoleh masing-masing sebanyak 1 kursi.

*** Tahukah Anda
Dua belas persen adalah anggota DPRD Kabupaten Brebes periode 2009-2014 wanita.

Berdasarkan data APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Brebes tercatat pada tahun 2009 Pendapatan mencapai 945,92 milyar rupiah, naik dari Pendapatan tahun sebelumnya yaitu sekitar 2,3 persen. Untuk Belanja, pada tahun 2009 tercatat 926,53 milyar rupiah, mengalami penurunan dari Belanja tahun sebelumnya sekitar 4,8 persen. Kontribusi PAD dalam menyumbang nilai pendapatan pada tahun 2009 sebesar 80,27 milyar rupiah (sekitar 8,49 persen) sementara itu DAU berkontribusi sebesar 716,59 milyar rupiah (sekitar 75,76 persen). Baik PAD dan DAU pada tahun 2009 keduanya mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

Sumber Data : BPS Kabupaten Brebes, Statistik Daerah Kabupaten Brebes 2010, Brebes, 2010
Posting by Mohammad Nurdin