Berikut ini adalah 5 Kategori dari 17 Kategori Penyumbang PDRB Kabupaten Brebes Tahun 2010
1) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 42,44 persen;
2) G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 18,73 persen;
3) C Industri Pengolahan sebesar 11,28 persen;
4) I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 4,39 persen; dan
5) F Konstruksi sebesar 4,07 persen.
Posting by Mohammad Nurdin
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2010. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Januari 2018
Analisis PDRB Produksi Kab. Brebes 2010-2016 : Rata-rata Pertumbuhan
Dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi per sektor, terlihat bahwa pertumbuhan Sektor Sekunder dan Sektor Tersier di atas rata-rata (pertumbuhan ekonomi) Kabupaten Brebes. Sedangkan Sektor Primer tumbuh di bawah rata-rata.
Berikut ini adalah rata-rata pertumbuhan ekonomi menurut sektor selama periode 2011-2016 :
1. Rata-rata pertumbuhan PDRB adalah sebesar 5,55 persen per tahun;
2. Rata-rata pertumbuhan Sektor Primer adalah sebesar 3,43 persen per tahun;
3. Rata-rata pertumbuhan Sektor Sekunder adalah sebesar 8,79 persen per tahun; dan
4. Rata-rata pertumbuhan Sektor Tersier adalah sebesar 6,44 per tahun.
Posting by Mohammad Nurdin
Kamis, 18 Januari 2018
Analisis PDRB Produksi Kab. Brebes 2010-2016 : Pengelompokan Sektor
PDRB Kabupaten Brebes Menurut Lapangan Usaha (PDRB Produksi) terbagi atas :
17 Kategori yaitu :
1) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan;
2) B Pertambangan dan Penggalian;
3) C Industri Pengolahan;
4) D Pengadaan Listrik dan Gas;
5) E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;
6) F Konstruksi;
7) G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor;
8) H Transportasi dan Pergudangan;
9) I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum;
10) J Informasi dan Komunikasi;
11) K Jasa Keuangan dan Asuransi;
12) L Real Estate;
13) M,N Jasa Perusahaan;
14) O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;
15) P Jasa Pendidikan;
16) Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan
17) R,S,T,U Jasa lainnya
54 Sub Kategori yaitu :
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
1 Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian
1) a. Tanaman Pangan;
2) b. Tanaman Hortikultura Semusim;
3) c. Perkebunan Semusim;
4) d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya;
5) e. Perkebunan Tahunan;
6) f. Peternakan;
7) g. Jasa Pertanian dan Perburuan;
8) 2 Kehutanan dan Penebangan Kayu;
9) 3 Perikanan;
B Pertambangan dan Penggalian
10) 1 Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi;
11) 2 Pertambangan Batubara dan Lignit;
12) 3 Pertambangan Bijih Logam;
13) 4 Pertambangan dan Penggalian Lainnya;
C Industri Pengolahan
14) 1 Industri Batubara dan Pengilangan Migas;
15) 2 Industri Makanan dan Minuman;
16) 3 Pengolahan Tembakau;
17) 4 Industri Tekstil dan Pakaian Jadi;
18) 5 Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki;
19) 6 Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya;
20) 7 Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman;
21) 8 Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional;
22) 9 Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik;
23) 10 Industri Barang Galian bukan Logam;
24) 11 Industri Logam Dasar;
25) 12 Industri Barang dari Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik dan Peralatan Listrik;
26) 13 Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL;
27) 14 Industri Alat Angkutan;
28) 15 Industri Furnitur;
29) 16 Industri pengolahan lainnya, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan;
D Pengadaan Listrik dan Gas
30) 1 Ketenagalistrikan;
31) 2 Pengadaan Gas dan Produksi Es;
32) E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;
33) F Konstruksi;
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
34) 1 Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya;
35) 2 Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor;
H Transportasi dan Pergudangan
36) 1 Angkutan Rel;
37) 2 Angkutan Darat;
38) 3 Angkutan Laut;
39) 4 Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan;
40) 5 Angkutan Udara;
41) 6 Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos dan Kurir;
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
42) 1 Penyediaan Akomodasi;
43) 2 Penyediaan Makan Minum;
44) J Informasi dan Komunikasi;
K Jasa Keuangan dan Asuransi
45) 1 Jasa Perantara Keuangan;
46) 2 Asuransi dan Dana Pensiun;
47) 3 Jasa Keuangan Lainnya;
48) 4 Jasa Penunjang Keuangan;
49) L Real Estate;
50) M,N Jasa Perusahaan;
51) O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;
52) P Jasa Pendidikan;
53) Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan
54) R,S,T,U Jasa lainnya
2 Jenis yaitu :
1) Sektor Barang (A, B, C, D, E dan F); dan
2) Sektor Jasa (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)
3 Jenis yaitu :
1) Sektor Primer (A dan B);
2) Sektor Sekunder (C, D, E dan F); dan
2) Sektor Tersier (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)
Posting by Mohammad Nurdin
17 Kategori yaitu :
1) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan;
2) B Pertambangan dan Penggalian;
3) C Industri Pengolahan;
4) D Pengadaan Listrik dan Gas;
5) E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;
6) F Konstruksi;
7) G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor;
8) H Transportasi dan Pergudangan;
9) I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum;
10) J Informasi dan Komunikasi;
11) K Jasa Keuangan dan Asuransi;
12) L Real Estate;
13) M,N Jasa Perusahaan;
14) O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;
15) P Jasa Pendidikan;
16) Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan
17) R,S,T,U Jasa lainnya
54 Sub Kategori yaitu :
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
1 Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian
1) a. Tanaman Pangan;
2) b. Tanaman Hortikultura Semusim;
3) c. Perkebunan Semusim;
4) d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya;
5) e. Perkebunan Tahunan;
6) f. Peternakan;
7) g. Jasa Pertanian dan Perburuan;
8) 2 Kehutanan dan Penebangan Kayu;
9) 3 Perikanan;
B Pertambangan dan Penggalian
10) 1 Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi;
11) 2 Pertambangan Batubara dan Lignit;
12) 3 Pertambangan Bijih Logam;
13) 4 Pertambangan dan Penggalian Lainnya;
C Industri Pengolahan
14) 1 Industri Batubara dan Pengilangan Migas;
15) 2 Industri Makanan dan Minuman;
16) 3 Pengolahan Tembakau;
17) 4 Industri Tekstil dan Pakaian Jadi;
18) 5 Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki;
19) 6 Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya;
20) 7 Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman;
21) 8 Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional;
22) 9 Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik;
23) 10 Industri Barang Galian bukan Logam;
24) 11 Industri Logam Dasar;
25) 12 Industri Barang dari Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik dan Peralatan Listrik;
26) 13 Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL;
27) 14 Industri Alat Angkutan;
28) 15 Industri Furnitur;
29) 16 Industri pengolahan lainnya, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan;
D Pengadaan Listrik dan Gas
30) 1 Ketenagalistrikan;
31) 2 Pengadaan Gas dan Produksi Es;
32) E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;
33) F Konstruksi;
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
34) 1 Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya;
35) 2 Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor;
H Transportasi dan Pergudangan
36) 1 Angkutan Rel;
37) 2 Angkutan Darat;
38) 3 Angkutan Laut;
39) 4 Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan;
40) 5 Angkutan Udara;
41) 6 Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos dan Kurir;
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
42) 1 Penyediaan Akomodasi;
43) 2 Penyediaan Makan Minum;
44) J Informasi dan Komunikasi;
K Jasa Keuangan dan Asuransi
45) 1 Jasa Perantara Keuangan;
46) 2 Asuransi dan Dana Pensiun;
47) 3 Jasa Keuangan Lainnya;
48) 4 Jasa Penunjang Keuangan;
49) L Real Estate;
50) M,N Jasa Perusahaan;
51) O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;
52) P Jasa Pendidikan;
53) Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan
54) R,S,T,U Jasa lainnya
2 Jenis yaitu :
1) Sektor Barang (A, B, C, D, E dan F); dan
2) Sektor Jasa (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)
3 Jenis yaitu :
1) Sektor Primer (A dan B);
2) Sektor Sekunder (C, D, E dan F); dan
2) Sektor Tersier (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)
Posting by Mohammad Nurdin
Senin, 21 November 2016
Indikator Makro Kabupaten Brebes 2016 : Jumlah Penduduk
Posting by Mohammad Nurdin
Kamis, 07 Januari 2016
Berita Dari Badan Pusat Statistik : Mengulik Data Suku di Indonesia
Mengulik Data Suku di Indonesia
Indonesia adalah negeri yang kaya “gemah ripah loh jinawi”.Kekayaan itu tidak sebatas pada hasil alam saja, tetapi juga pada ragam suku, bahasa, agama, kepercayaan, dan adat istiadat. Misal untuk kekayaan suku bangsa, Indonesia memiliki ratusan nama suku bahkan ribuan jika dirinci hingga subsukunya. Kemajuan teknologi dan kemudahan di bidang transportasi mendorong peningkatan mobilitas penduduk. Imbas dari mobilitas penduduk diantaranya adalah mempercepat perubahan komposisi suku di suatu wilayah. Perubahan komposisi suku ini kerap menjadi potensial konflik sosial, ekonomi, maupun politik. Terkait hal itu, mengkaji data etnis menjadiurgen. Terlebih sejak tahun 1998, Indonesia mulai melaksanakan proses demokrasi dan desentralisasi.
Indonesia adalah negeri yang kaya “gemah ripah loh jinawi”.Kekayaan itu tidak sebatas pada hasil alam saja, tetapi juga pada ragam suku, bahasa, agama, kepercayaan, dan adat istiadat. Misal untuk kekayaan suku bangsa, Indonesia memiliki ratusan nama suku bahkan ribuan jika dirinci hingga subsukunya. Kemajuan teknologi dan kemudahan di bidang transportasi mendorong peningkatan mobilitas penduduk. Imbas dari mobilitas penduduk diantaranya adalah mempercepat perubahan komposisi suku di suatu wilayah. Perubahan komposisi suku ini kerap menjadi potensial konflik sosial, ekonomi, maupun politik. Terkait hal itu, mengkaji data etnis menjadiurgen. Terlebih sejak tahun 1998, Indonesia mulai melaksanakan proses demokrasi dan desentralisasi.
Rabu, 24 Juni 2015
Sosialisasi Perubahan Tahun Dasar PDB/PDRB 2010 Berbasis SNA 2008 : Klasifikasi PDB
Label:
2000,
2008,
2010,
Berbasis,
dasar,
Klasifikasi,
lapangan,
pdb,
pdrb,
pengeluaran,
perubahan,
sna,
Sosialisasi,
tahun,
usaha
Sosialisasi Perubahan Tahun Dasar PDB/PDRB 2010 Berbasis SNA 2008 : Implikasi Perubahan Tahun dasar PDB
12. Implikasi penggunaan tahun dasar yang terkini dalam penghitungan PDB dapat
mengakibatkan kenaikan level PDB. Mengapa hal tersebut terjadi?
a. Pertama, perubahan tahun dasar merupakan kombinasi perubahan harga dan volume
(kuantitas dan kualitas). Penggunaan tahun dasar yang menggambarkan kondisi terkini
umumnya lebih tinggi dibanding tahun dasar lama yang akan digunakan sebagai harga
konstan yang baru;
b. Kedua, perubahan harga relative antar produk dan juga kuantitas yang bervariasi akibat
perubahan pola produksi, konsumsi dan investasi dapat pula mengakibatkan perubahan
struktur dalam perekonomian. Oleh karena itu, perubahan tahun dasar tidak hanya
berdampak pada peningkatan level PDB secara total namun dapat juga mengakibatkan
perubahan struktur perekonomian.
mengakibatkan kenaikan level PDB. Mengapa hal tersebut terjadi?
a. Pertama, perubahan tahun dasar merupakan kombinasi perubahan harga dan volume
(kuantitas dan kualitas). Penggunaan tahun dasar yang menggambarkan kondisi terkini
umumnya lebih tinggi dibanding tahun dasar lama yang akan digunakan sebagai harga
konstan yang baru;
b. Kedua, perubahan harga relative antar produk dan juga kuantitas yang bervariasi akibat
perubahan pola produksi, konsumsi dan investasi dapat pula mengakibatkan perubahan
struktur dalam perekonomian. Oleh karena itu, perubahan tahun dasar tidak hanya
berdampak pada peningkatan level PDB secara total namun dapat juga mengakibatkan
perubahan struktur perekonomian.
Sosialisasi Perubahan Tahun Dasar PDB/PDRB 2010 Berbasis SNA 2008 : Perubahan tahun dasar PDB
6. Apa yang dimaksud dengan perubahan tahun dasar PDB?
Perubahan tahun dasar (rebasing) pada prinsipnya merupakan suatu proses mengubah indikator
harga dan struktur kuantitas produk barang dan jasa pada tahun dasar lama menjadi tahun dasar
baru. Harga dan struktur kuantitas produk barang dan jasa pada tahun terbaru akan menjadi
dasar perhitungan PDB untuk penghitungan harga konstan.
Perubahan tahun dasar PDB merupakan bagian dari penyempurnaan PDB pada khususnya dan
Neraca Nasional pada umumnya. Harga/indikator harga pada PDB konstan yang digunakan BPS
saat ini adalah kondisi tahun 2000 dan akan diubah berdasarkan kondisi tahun 2010. Perubahan
tahun dasar PDB Indonesia kali ini, tidak hanya melakukan perubahan harga pada tahun dasar
2000 menjadi 2010, namun juga mengadopsi rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
yang tertuang dalam 2008 System of National Accounts (SNA2008) melalui penyusunan kerangka
Supply and Use Table (SUT).
Perubahan tahun dasar (rebasing) pada prinsipnya merupakan suatu proses mengubah indikator
harga dan struktur kuantitas produk barang dan jasa pada tahun dasar lama menjadi tahun dasar
baru. Harga dan struktur kuantitas produk barang dan jasa pada tahun terbaru akan menjadi
dasar perhitungan PDB untuk penghitungan harga konstan.
Perubahan tahun dasar PDB merupakan bagian dari penyempurnaan PDB pada khususnya dan
Neraca Nasional pada umumnya. Harga/indikator harga pada PDB konstan yang digunakan BPS
saat ini adalah kondisi tahun 2000 dan akan diubah berdasarkan kondisi tahun 2010. Perubahan
tahun dasar PDB Indonesia kali ini, tidak hanya melakukan perubahan harga pada tahun dasar
2000 menjadi 2010, namun juga mengadopsi rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
yang tertuang dalam 2008 System of National Accounts (SNA2008) melalui penyusunan kerangka
Supply and Use Table (SUT).
Sosialisasi Perubahan Tahun Dasar PDB/PDRB 2010 Berbasis SNA 2008 : Memahami PDB/PDRB
1. Apa yang dimaksud dengan PDB?
Produk Domestik Bruto (PDB) / Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan nilai tambah bruto atau balas jasa faktor produksi yang
dihasilkan di wilayah domestik suatu negara (PDB) atau wilayah suatu provinsi (PDRB Provinsi) atau wilayah suatu kabupaten/kota (PDRB Kabupaten/Kota) yang timbul akibat berbagai aktivitas ekonomi dalam suatu periode tertentu.
Produk Domestik Bruto (PDB) / Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan nilai tambah bruto atau balas jasa faktor produksi yang
dihasilkan di wilayah domestik suatu negara (PDB) atau wilayah suatu provinsi (PDRB Provinsi) atau wilayah suatu kabupaten/kota (PDRB Kabupaten/Kota) yang timbul akibat berbagai aktivitas ekonomi dalam suatu periode tertentu.
Selasa, 23 Juni 2015
Keterbandingan PDB/PDRB Tahun Dasar 2000 (Seri 2000) Dengan Tahun Dasar 2010 (Seri 2010) : Kegiatan Ekonomi
Berikut ini kegiatan ekonomi yang mengalamii perubahan dari seri 2000 menjadi seri 2010. Pada Seri 2000 menggunakan istilah sektor/sub sektor sementara pada Seri 2010 menggunakan istilah Kategori/Sub Kategori. Jumlah sektor sebanyak 9 sektor berubah menjadi kategori sebanyak 17 kategori.
Berikut keterbandingannya :
SERI 2000
1 Pertanian, Peternakan, Kehut. &Perikanan
menjadi :
SERI 2010
A Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
R,S,T,U Jasa Lainnya (Ex. Hutan Wisata)
Berikut keterbandingannya :
SERI 2000
1 Pertanian, Peternakan, Kehut. &Perikanan
menjadi :
SERI 2010
A Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
R,S,T,U Jasa Lainnya (Ex. Hutan Wisata)
Minggu, 10 Mei 2015
STRUKTUR PDRB KABUPATEN BREBES MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN 2010 BERDASARKAN TAHUN DASAR 2010 (PDRB SERI 2010)
Struktur PDRB Seri 2000 Kabupaten Brebes Menurut Sektor Ekonomi Tahun 2010
Penghitungan PDRB tahun lalu (PDRB 2013) menggunakan tahun dasar 2000. Metode penghitungannya berdasarkan SNA 1993. Sedangkan penghitungan tahun ini (PDRB 2014 dan seterusnya) menggunakan tahun dasar 2010 yang dihitung berdasarkan SNA 2008. Banyak perubahan metode yang dipakai yang menghasilkan perubahan struktur ekonomi di tahun yang sama (PDRB 2010) yang dihitung dengan kedua metode tersebut. Bagaimana perubahan hasil penghitungannya. Berikut uraiannya :
Minggu, 01 Juli 2012
PDRB Kabupaten Brebes 2004 - 2010
Berikut ini link PDRB Kabupaten Brebes (versi flippingbooks dan pdf) yang bisa Anda kunjungi.
Publikasi Pendapatan Regional Kabupaten Brebes Tahun 2010 merupakan publikasi rutin tahunan BPS Kabupaten Brebes. Data yang disajikan memberi gambaran tentang perkembangan pendapatan regional tahun 2010 dan beberapa tahun sebelumnya. Publikasi ini berisi pendahuluan, konsep dan definisi, sekilas perkembangan PDRB, uraian PDRB menurut sektoral, uraian PDRB menurut penggunaan, dan gambaran perekonomian di tingkat kecamatan.
Alamat/link publikasi tersebut adalah sebagai berikut :
Publikasi Pendapatan Regional Kabupaten Brebes Tahun 2010 merupakan publikasi rutin tahunan BPS Kabupaten Brebes. Data yang disajikan memberi gambaran tentang perkembangan pendapatan regional tahun 2010 dan beberapa tahun sebelumnya. Publikasi ini berisi pendahuluan, konsep dan definisi, sekilas perkembangan PDRB, uraian PDRB menurut sektoral, uraian PDRB menurut penggunaan, dan gambaran perekonomian di tingkat kecamatan.
Alamat/link publikasi tersebut adalah sebagai berikut :
Label:
2004,
2006,
2008,
2009,
2010,
badan pusat statistik,
bps,
brebes,
domestik,
kabupaten,
konsumsi,
neraca,
pdrb,
pendapatan,
produk,
regional,
statistik
Senin, 21 Mei 2012
Publikasi BPS : Kota Surakarta Dalam Angka 2010
Berikut ini adalah link ke alamat publikasi versi flippingbooks yang dikeluarkan oleh BPS yang salah satunya dan yang paling banyak dicari yaitu Statistik Indonesia. Sedangkan untuk wilayah yang lebih kecil seperti provinsi dan kabupaten/kota dikeluarkan daerah dalam angka (dda).
Untuk publikasi yang dikeluarkan oleh BPS Kota Surakarta yaitu :
Kota Surakarta Dalam Angka 2010. Klik Di Sini !
Sumber : http://surakartakota.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Untuk publikasi yang dikeluarkan oleh BPS Kota Surakarta yaitu :
Kota Surakarta Dalam Angka 2010. Klik Di Sini !
Sumber : http://surakartakota.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Publikasi BPS : Kabupaten Semarang Dalam Angka 2011
Berikut ini adalah link ke alamat publikasi versi flippingbooks yang dikeluarkan oleh BPS yang salah satunya dan yang paling banyak dicari yaitu Statistik Indonesia. Sedangkan untuk wilayah yang lebih kecil seperti provinsi dan kabupaten/kota dikeluarkan daerah dalam angka (dda).
Untuk publikasi yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Semarang yaitu :
1. Kabupaten Semarang Dalam Angka 2011,
2. Kabupaten Semarang Dalam Angka 2010, dan
3. Kabupaten Semarang Dalam Angka 2009.
Sumber : http://semarangkab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Untuk publikasi yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Semarang yaitu :
1. Kabupaten Semarang Dalam Angka 2011,
2. Kabupaten Semarang Dalam Angka 2010, dan
3. Kabupaten Semarang Dalam Angka 2009.
Sumber : http://semarangkab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Minggu, 29 Januari 2012
Peta Indeks Wilayah Kecamatan Brebes 2010
Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes merupakan ibukota Kabupaten Brebes dengan ketinggian dari permukaan laut sekitar 3 m dan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara : Laut Jawa
Sebelah Selatan : Kecamatan Jatibarang
Sebelah Barat : Kecamatan Wanasari
Sebelah Timur : Kabupaten Tegal dan Kota Tegal
Kecamatan Brebes dilalui oleh jalur jalan negara jurusan Jakarta - Semarang dan Jakarta - Tegal - Purwokerto, serta jalur kereta api jurusan Jakarta - Semarang. Alat transportasi yang tersedia adalah seperti kendaran roda empat (bus, minibus dan angkutan pedesaan), ojek sepeda motor, dan becak, dan delman.
Sumber Data :
1. BPS, Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
2. BPS, Kecamatan Brebes Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
3. BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011
Posting by Mohammad Nurdin
Sebelah Utara : Laut Jawa
Sebelah Selatan : Kecamatan Jatibarang
Sebelah Barat : Kecamatan Wanasari
Sebelah Timur : Kabupaten Tegal dan Kota Tegal
Kecamatan Brebes dilalui oleh jalur jalan negara jurusan Jakarta - Semarang dan Jakarta - Tegal - Purwokerto, serta jalur kereta api jurusan Jakarta - Semarang. Alat transportasi yang tersedia adalah seperti kendaran roda empat (bus, minibus dan angkutan pedesaan), ojek sepeda motor, dan becak, dan delman.
| Sumber Data : BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011 |
1. BPS, Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
2. BPS, Kecamatan Brebes Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
3. BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011
Posting by Mohammad Nurdin
Peta Indeks Wilayah Kecamatan Jatibarang 2010
Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes terletak di sebelah Selatan ibukota Kabupaten Brebes dengan jarak sekitar 11 km dan ketinggian dari permukaan laut sekitar 5 m dan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kecamatan Brebes
Sebelah Selatan : Kecamatan Songgom dan Kabupaten Tegal
Sebelah Barat : Kecamatan Larangan dan Kecamatan Wanasari
Sebelah Timur : Kabupaten Tegal
Kecamatan Jatibarang mempunyai jalur jalan pintas dari kota Brebes menuju daerah Selatan. Alat transportasi yang tersedia adalah seperti kendaran roda empat (angkutan pedesaan), dan becak, dan delman.
Sumber Data :
1. BPS, Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
2. BPS, Kecamatan Jatibarang Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
3. BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011
Posting by Mohammad Nurdin
Sebelah Utara : Kecamatan Brebes
Sebelah Selatan : Kecamatan Songgom dan Kabupaten Tegal
Sebelah Barat : Kecamatan Larangan dan Kecamatan Wanasari
Sebelah Timur : Kabupaten Tegal
Kecamatan Jatibarang mempunyai jalur jalan pintas dari kota Brebes menuju daerah Selatan. Alat transportasi yang tersedia adalah seperti kendaran roda empat (angkutan pedesaan), dan becak, dan delman.
| Sumber Data : BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011 |
1. BPS, Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
2. BPS, Kecamatan Jatibarang Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
3. BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011
Posting by Mohammad Nurdin
Peta Indeks Wilayah Kecamatan Songgom 2010
Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes terletak di sebelah Selatan ibukota Kabupaten Brebes dengan jarak sekitar 24 km dan ketinggian dari permukaan laut sekitar 23 m dan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kecamatan Jatibarang
Sebelah Selatan : Kabupaten Tegal
Sebelah Barat : Kecamatan Larangan
Sebelah Timur : Kabupaten Tegal
Kecamatan Songgom dilalui oleh dilalui jalan alternatif Purwokerto - Jakarta. Alat transportasi yang tersedia adalah seperti kendaran roda empat (bus dan angkutan pedesaan), dan becak, dan delman.
Sumber Data :
1. BPS, Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
2. BPS, Kecamatan Songgom Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
3. BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011
Posting by Mohammad Nurdin
Sebelah Utara : Kecamatan Jatibarang
Sebelah Selatan : Kabupaten Tegal
Sebelah Barat : Kecamatan Larangan
Sebelah Timur : Kabupaten Tegal
Kecamatan Songgom dilalui oleh dilalui jalan alternatif Purwokerto - Jakarta. Alat transportasi yang tersedia adalah seperti kendaran roda empat (bus dan angkutan pedesaan), dan becak, dan delman.
| Sumber Data : BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011 |
Sumber Data :
1. BPS, Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
2. BPS, Kecamatan Songgom Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
3. BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011
Posting by Mohammad Nurdin
Peta Indeks Wilayah Kecamatan Wanasari 2010
Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes terletak di sebelah Barat ibukota Kabupaten Brebes dengan jarak sekitar 4 km dan ketinggian dari permukaan laut sekitar 1 m dan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara : Laut Jawa
Sebelah Selatan : Kecamatan Larangan
Sebelah Barat : Kecamatan Bulakamba
Sebelah Timur : Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Brebes
Kecamatan Wanasari dilalui oleh jalur jalan negara jurusan Jakarta - Semarang dan Jakarta - Tegal - Purwokerto, serta jalur kereta api jurusan Jakarta - Semarang. Alat transportasi yang tersedia adalah seperti kendaran roda empat (bus, minibus dan angkutan pedesaan), ojek sepeda motor, dan becak, dan delman.
Sumber Data :
1. BPS, Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
2. BPS, Kecamatan Wanasari Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
3. BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011
Posting by Mohammad Nurdin
Sebelah Utara : Laut Jawa
Sebelah Selatan : Kecamatan Larangan
Sebelah Barat : Kecamatan Bulakamba
Sebelah Timur : Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Brebes
Kecamatan Wanasari dilalui oleh jalur jalan negara jurusan Jakarta - Semarang dan Jakarta - Tegal - Purwokerto, serta jalur kereta api jurusan Jakarta - Semarang. Alat transportasi yang tersedia adalah seperti kendaran roda empat (bus, minibus dan angkutan pedesaan), ojek sepeda motor, dan becak, dan delman.
| Sumber Data : BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011 |
Sumber Data :
1. BPS, Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
2. BPS, Kecamatan Wanasari Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
3. BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011
Posting by Mohammad Nurdin
Sabtu, 28 Januari 2012
Peta Indeks Wilayah Kecamatan Bulakamba 2010
Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes terletak di sebelah Barat ibukota Kabupaten Brebes dengan jarak sekitar 10 km dan ketinggian dari permukaan laut sekitar 3 m dan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara : Laut Jawa
Sebelah Selatan : Kecamatan Larangan dan Kecamatan Ketanggungan
Sebelah Barat : Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Kersana
Sebelah Timur : Kecamatan Wanasari
Kecamatan Bulakamba dilalui oleh jalur jalan negara jurusan Jakarta - Semarang dan Jakarta - Tegal - Purwokerto, serta jalur kereta api jurusan Jakarta - Semarang. Alat transportasi yang tersedia adalah seperti kendaran roda empat (bus, minibus dan angkutan pedesaan jurusan Bulakamba - Slatri), ojek sepeda motor, motor tossa (roda 3) dan becak, dan delman.
Sumber Data :
1. BPS, Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
2. BPS, Kecamatan Bulakamba Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
3. BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011
Posting by Mohammad Nurdin
Sebelah Utara : Laut Jawa
Sebelah Selatan : Kecamatan Larangan dan Kecamatan Ketanggungan
Sebelah Barat : Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Kersana
Sebelah Timur : Kecamatan Wanasari
Kecamatan Bulakamba dilalui oleh jalur jalan negara jurusan Jakarta - Semarang dan Jakarta - Tegal - Purwokerto, serta jalur kereta api jurusan Jakarta - Semarang. Alat transportasi yang tersedia adalah seperti kendaran roda empat (bus, minibus dan angkutan pedesaan jurusan Bulakamba - Slatri), ojek sepeda motor, motor tossa (roda 3) dan becak, dan delman.
| Sumber Data : BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011 |
Sumber Data :
1. BPS, Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
2. BPS, Kecamatan Bulakamba Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
3. BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011
Posting by Mohammad Nurdin
Peta Indeks Wilayah Kecamatan Kersana 2010
Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes terletak di sebelah Tenggara ibukota Kabupaten Brebes dengan jarak sekitar 26 km dan ketinggian dari permukaan laut sekitar 11 m dan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kecamatan Tanjung
Sebelah Selatan : Kecamatan Ketanggungan dan Kecamatan Banjarharjo
Sebelah Barat : Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Banjarharjo
Sebelah Timur : Kecamatan Ketanggungan dan Kecamatan Bulakamba
Kecamatan Kersana dilalui jalan alternatif Purwokerto - Jakarta yang merupakan jalan pintas (tidak lewat Tegal), langsung dari Pejagan ke Prupuk, dengan jalan yang baik (kelas 2).
Sumber Data :
1. BPS, Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
2. BPS, Kecamatan Kersana Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
3. BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011
Posting by Mohammad Nurdin
Sebelah Utara : Kecamatan Tanjung
Sebelah Selatan : Kecamatan Ketanggungan dan Kecamatan Banjarharjo
Sebelah Barat : Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Banjarharjo
Sebelah Timur : Kecamatan Ketanggungan dan Kecamatan Bulakamba
Kecamatan Kersana dilalui jalan alternatif Purwokerto - Jakarta yang merupakan jalan pintas (tidak lewat Tegal), langsung dari Pejagan ke Prupuk, dengan jalan yang baik (kelas 2).
| Sumber Data : BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011 |
1. BPS, Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
2. BPS, Kecamatan Kersana Dalam Angka 2011, Brebes, 2011
3. BPS, Peta Indeks Wilayah 2010 : Provinsi Jawa Tengah, Jakarta, 2011
Posting by Mohammad Nurdin
Langganan:
Postingan (Atom)





