Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label laju. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laju. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Januari 2018

Analisis PDRB Produksi Kab. Brebes 2010-2016 : Rata-rata Pertumbuhan


Dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi per sektor, terlihat bahwa pertumbuhan Sektor Sekunder dan Sektor Tersier di atas rata-rata (pertumbuhan ekonomi) Kabupaten Brebes. Sedangkan Sektor Primer tumbuh di bawah rata-rata.
Berikut ini adalah rata-rata pertumbuhan ekonomi menurut sektor selama periode 2011-2016 :
1. Rata-rata pertumbuhan PDRB adalah sebesar 5,55 persen per tahun;
2. Rata-rata pertumbuhan Sektor Primer adalah sebesar 3,43 persen per tahun;
3. Rata-rata pertumbuhan Sektor Sekunder adalah sebesar 8,79 persen per tahun; dan
4. Rata-rata pertumbuhan Sektor Tersier adalah sebesar 6,44 per tahun.

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 21 November 2016

Indikator Makro Kabupaten Brebes 2016 : Penduduk Jawa Tengah 2015


Jumlah penduduk di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015 berjumlah 33.774.141 jiwa. Lima kabupaten/kota dengan jumlah penduduk terbanyak adalah sebagai berikut : Kabupaten Brebes sebanyak 1.781.379 jiwa, disusul Kota Semarang    sebanyak 1.701.114 jiwa, Kabupaten Cilacap sebanyak 1.694.726, Kabupaten Banyumas sebanyak 1.635.909 jiwa, dan Kabupaten Tegal    sebanyak 1.424.891 jiwa.
Sedangkan jumlah penduduk paling sedikit terdapat di Kota Magelang sebanyak 120.792 jiwa, disusul Kota Salatiga    sebanyak 183.815 jiwa, Kota Tegal sebanyak 246.119, Kota Pekalongansebanyak 296.404 jiwa , dan Kota Surakarta    sebanyak 512.226 jiwa.



Posting by Mohammad Nurdin

Indikator Makro Kabupaten Brebes 2016 : Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Brebes pada tahun 2010 berjumlah 1.736.782 jiwa, tahun 2016 berjumlah 1.788.880 jiwa, dan diperkirakan pada tahun 2020 menjadi 1.815.086 jiwa.

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 26 Juni 2014

Klipping Berita : Pertumbuhan Ekonomi Amerika Serikat 2014

Judul Berita : Estimasi Pertumbuhan Ekonomi AS Direvisi, Wall Street Melemah : Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 21,38 poin 
Hari/Tanggal : Jum'at, 27 Juni 2014, 07:20
Penulis : Siti Nuraisyah Dewi

VIVAnews - Saham AS melemah pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, setelah pemerintah AS diminta untuk merevisi angka estimasi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini menjadi lebih rendah.
Seperti diberitakan CNBC, Jumat 27 Juni 2014, sentimen negatif lainnya yakni James Bullard, Kepala Federal Reserve St. Louis yang merupakan anggota non-voting Federal Open Market Committee, kepada Fox Business Network, mengatakan bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve bisa terjadi lebih cepat dari yang diharapkan pasar, yakni pada kuartal pertama 2015.

Klipping Berita : Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2014

Judul Berita : Pasar Saham Asia Ikuti Pelemahan di Wall Street : Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini tergelincir 0,2 persen.
Hari/Tanggal : Jum'at, 27 Juni 2014, 08:38

VIVAnews - Pasar saham Asia melemah pada awal perdagangan Jumat 27 Juni 2014, menyusul kemerosotan indeks utama Wall Street pada penutupan Kamis waktu setempat.
Seperti diberitakan CNBC, Jumat 27 Juni 2014, dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun TV semalam, James Bullard, Kepala Federal Reserve St. Louis yang merupakan anggota non-voting Federal Open Market Committee, mengatakan bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve bisa terjadi lebih cepat dari yang diharapkan pasar, yakni pada kuartal pertama 2015.

Klipping Berita : Pertumbuhan Ekonomi Eropa 2014

Judul Berita : Siprus Targetkan Ekonomi Hanya Terkoreksi 4%
Penulis : Amanda Kusumawardhani
Hari/Tanggal : Kamis, 26 Juni 2014, 18:02 WIB

Bisnis.com, NIKOSIA—Pemerintah optimistis ekonomi Siprus terkontraksi di bawah estimasi kelompok pemberi dana talangan yang dikenal dengan Troika yaitu 4,2%.
Gubernur bank sentral Siprus Chrystalla Georghadji mengatakan produk domestik bruto (PDB) terkontraksi 4,1% pada kuartal I/2014, lebih baik dari kuartal sebelumnya yang tertekan hingga 5%.
Sebelumnya, troika yang terdiri dari European Commission (EU), International Monetary Foundation (IMF), dan European Central Bank (ECB) setuju untuk mengguyur pinjaman jangka panjang senilai 10 miliar euro di tengah resesi keuangan yang dilanda sebagian besar negara di Eropa, termasuk Siprus.