Edi Suwiknyo - Bisnis.com 10 Mei 2020 | 18:02 WIB
Bisnis.com, SEMARANG - Lahan seluas 4.000 hektare yang masuk dalam rencana pengembangan Kawasan Industri Brebes (KIB) disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) untuk menampung relokasi pabrik Amerika Serikat (AS) dari China yang sempat disampaikan Presiden Donald Trump.
Namun demikian, Pemprov Jateng menyebut bahwa pemenuhan lahan untuk keperluan relokasi pabrik Amerika dari China tersebut perlu didukung oleh dana dari pemerintah pusat. Hal itu karena keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah.
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan
Minggu, 17 Mei 2020
Fenomena Ekonomi Brebes Mei 2020 : Investasi Lahan Relokasi 'Pabrik' Trump di Brebes Butuh Rp2 Triliun
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 11 Mei 2020 | 12:30 WIB
Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah membutuhkan investasi senilai Rp2 triliun untuk mengembangkan Kawasan Industri Brebes (KIB) yang direncanakan berdiri di lahan seluas 4.000 hektare.
Kebutuhan alokasi investasi ini rencananya akan didadani dengan skema pembiayaan langsung melalui BUMN. Sejauh ini, BUMN yang telah ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk pengembangan KIB adalah PT Kawasan Industri Wijayakusuma.
"Sekarang kami dalam tahap proses penyiapan lokasi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes," kata Prasetyo kepada Bisnis, yamg dukutip, Senin (11/5/2020).
Baca Juga : Lahan 4.000 Ha di Brebes Disiapkan untuk Relokasi 'Pabrik' Donald Trump
Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah membutuhkan investasi senilai Rp2 triliun untuk mengembangkan Kawasan Industri Brebes (KIB) yang direncanakan berdiri di lahan seluas 4.000 hektare.
Kebutuhan alokasi investasi ini rencananya akan didadani dengan skema pembiayaan langsung melalui BUMN. Sejauh ini, BUMN yang telah ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk pengembangan KIB adalah PT Kawasan Industri Wijayakusuma.
"Sekarang kami dalam tahap proses penyiapan lokasi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes," kata Prasetyo kepada Bisnis, yamg dukutip, Senin (11/5/2020).
Baca Juga : Lahan 4.000 Ha di Brebes Disiapkan untuk Relokasi 'Pabrik' Donald Trump
Kamis, 02 April 2020
Fenomena Ekonomi Brebes Maret 2020 : Nada Ganjar Meninggi Sebut Brebes Paling Lemot Tangani Pandemi Virus Corona
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Nada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tiba-tiba meninggi saat menerima celetukan dari seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Brebes.
Ganjar 'menampar' pengelolaan pemerintah Brebes dalam penanganan pandemi corona ketika mengadakan video conference (vicon) bersama 35 kepala dinas kesehatan dan 59 direktur rumah sakit se-Jawa Tengah terkait pengendalian penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Senin (23/03/2020).
"Saya minta aparat di Brebes agar responsif kepada rakyatnya," kata Ganjar dalam video yang sudah banyak dibagikan dan tengah ramai dibicarakan warganet Brebes, Selasa (24/3/2020).
"Oh iya o, pasti," celetuk Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Sartono, menjawab permintaan Ganjar.
Ia menjawab dengan logat Brebesan dimana di akhir frasa ada imbuhan 'o'.
"Jangan bilang pasti dulu, Brebes itu paling lemot," kata Ganjar.
"Komplain paling banyak itu di Brebes. Catat yah. Malah lapornya ke saya," ucapnya.
Orang nomor satu di Jateng itu menegaskan Brebes merupakan pintu masuk warga dari luar Jateng.
Merupakan daerah perbatasan yang harus gencar melakukan pencegahan penularan corona.
"Sampaikan ke bupati dan wabup, Brebes harus bersiap-siap, ada di perbatasan.
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: galih permadi
Sumber : https://jateng.tribunnews.com/2020/03/24/nada-ganjar-meninggi-sebut-brebes-paling-lemot-tangani-pandemi-virus-corona
Posting by Mohammad Nurdin
Ganjar 'menampar' pengelolaan pemerintah Brebes dalam penanganan pandemi corona ketika mengadakan video conference (vicon) bersama 35 kepala dinas kesehatan dan 59 direktur rumah sakit se-Jawa Tengah terkait pengendalian penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Senin (23/03/2020).
"Saya minta aparat di Brebes agar responsif kepada rakyatnya," kata Ganjar dalam video yang sudah banyak dibagikan dan tengah ramai dibicarakan warganet Brebes, Selasa (24/3/2020).
"Oh iya o, pasti," celetuk Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Sartono, menjawab permintaan Ganjar.
Ia menjawab dengan logat Brebesan dimana di akhir frasa ada imbuhan 'o'.
"Jangan bilang pasti dulu, Brebes itu paling lemot," kata Ganjar.
"Komplain paling banyak itu di Brebes. Catat yah. Malah lapornya ke saya," ucapnya.
Orang nomor satu di Jateng itu menegaskan Brebes merupakan pintu masuk warga dari luar Jateng.
Merupakan daerah perbatasan yang harus gencar melakukan pencegahan penularan corona.
"Sampaikan ke bupati dan wabup, Brebes harus bersiap-siap, ada di perbatasan.
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: galih permadi
Sumber : https://jateng.tribunnews.com/2020/03/24/nada-ganjar-meninggi-sebut-brebes-paling-lemot-tangani-pandemi-virus-corona
Posting by Mohammad Nurdin
Jumat, 20 Maret 2020
Fenomena Ekonomi Kabupaten Brebes Bulan Maret 2020 :
KABUPATEN Brebes, Jawa Tengah, memprogramkan pertanian terpadu di Kecamatan Banjarharjo dan Ketanggungan. Dukungan pun datang dari Kementerian Pertanian yang menggelontorkan dana Rp150 miliar untuk mewujudkannya.
Dana itu akan digunakan untuk membangun sarana dan prasarana penunjang pertanian di kedua kecamatan. Kemarin, Bupati Idza Priyanti mendatangi lahan pertanian di wilayahnya itu.
“Saya ingin memastikan, usulan yang masuk ke dinas pertanian itu nyata dan bukan fiktif. Pembangunan sarana dan prasana ini diharapkan berimbas positif, tidak hanya untuk wilayah yang bersangkutan, tapi juga bagi desa-desa lain,” ujar bupati.
Dana itu akan digunakan untuk membangun sarana dan prasarana penunjang pertanian di kedua kecamatan. Kemarin, Bupati Idza Priyanti mendatangi lahan pertanian di wilayahnya itu.
“Saya ingin memastikan, usulan yang masuk ke dinas pertanian itu nyata dan bukan fiktif. Pembangunan sarana dan prasana ini diharapkan berimbas positif, tidak hanya untuk wilayah yang bersangkutan, tapi juga bagi desa-desa lain,” ujar bupati.
Selasa, 25 Februari 2020
Fenomena Ekonomi Brebes 2020 : Petani Bawang Merah di Kec. Wanasari Gagal Panen
Diperoleh dari Brebes, detikFinance sbb :
Petani mengaku rugi karena tanaman miliknya dipastikan mati membusuk dan tidak bisa dipanen.
Lahan bawang merah yang terendam tersebar di lima desa di Kecamatan Wanasari. Lima desa itu masing masing Desa Wanasari, Tanjungsari, Sisalam, Sidamulya dan Sigentong.
Banjir yang menenggelamkan tanaman bawang ini akibat guyuran hujan pada akhir tahun.Â
Tanaman bawang yang terkena banjir rata rata berumur 15-25 hari. Bisa dipastikan, tanaman tersebut mati akan membusuk dan tidak bisa dipanen.
Sejak tanaman terendam banjir, tidak terlihat petani yang melakukan panen dini.Â
Selain merugikan petani, banjir ini juga membuat bangkrut para penyuplai air. Penyuplai air ini adalah mereka yang mengambil air dari sungai dengan mesin pompa dan membagikannya ke petani. Mereka akan menerima bayaran setiap kali panen sebesar Rp 400 ribu tiap kotak sawah.Â
Sumber : https://finance.detik.com/foto-bisnis/d-4843020/tanaman-bawang-di-brebes-gagal-panen-akibat-banjir/6?zoom
Posting by Mohammad Nurdin
Petani mengaku rugi karena tanaman miliknya dipastikan mati membusuk dan tidak bisa dipanen.
Lahan bawang merah yang terendam tersebar di lima desa di Kecamatan Wanasari. Lima desa itu masing masing Desa Wanasari, Tanjungsari, Sisalam, Sidamulya dan Sigentong.
Banjir yang menenggelamkan tanaman bawang ini akibat guyuran hujan pada akhir tahun.Â
Tanaman bawang yang terkena banjir rata rata berumur 15-25 hari. Bisa dipastikan, tanaman tersebut mati akan membusuk dan tidak bisa dipanen.
Sejak tanaman terendam banjir, tidak terlihat petani yang melakukan panen dini.Â
Selain merugikan petani, banjir ini juga membuat bangkrut para penyuplai air. Penyuplai air ini adalah mereka yang mengambil air dari sungai dengan mesin pompa dan membagikannya ke petani. Mereka akan menerima bayaran setiap kali panen sebesar Rp 400 ribu tiap kotak sawah.Â
Sumber : https://finance.detik.com/foto-bisnis/d-4843020/tanaman-bawang-di-brebes-gagal-panen-akibat-banjir/6?zoom
Posting by Mohammad Nurdin
Minggu, 16 Februari 2020
Fenomena IPM : Gerakan Kembali Sekolah (GKS) Kab. Brebes Merupakan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019
JAKARTA - Keterjangkauan pelayanan dasar seperti akses terhadap pendidikan, menjadi masalah di Kabupaten Brebes karena luas wilayah dan jumlah penduduknya yang besar. Pada tahun 2018, tercatat 16.874 anak di Kabupaten Brebes tidak bersekolah. Menurut data yang dirilis tahun 2018 oleh Indonesia Development Forum, angka anak tidak sekolah paling banyak ditemukan di Kecamatan Bantarkawung yang mencapai 1.980 anak dan Losari 1.899 anak. Melihat kenyataan tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes meluncurkan inovasi Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).
Dampak dari lahirnya inovasi ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebanyak 1.212 anak telah dikembalikan ke sekolah pada tahun 2017 dan 4.074 anak pada tahun 2018. Lebih lanjut, Gerakan Kembali Bersekolah dibangun untuk membantu pemerintah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan serta memutus rantai kemiskinan antar generasi. “Sebelumnya, masyarakat ogah-ogahan bersekolah karena faktor ekonomi orang tua, motivasi rendah, bekerja, dan disabilitas. Tapi sekarang perlahan berubah,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes Djoko Gunawan saat Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Kantor Kemenerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) beberapa waktu lalu.
Dampak dari lahirnya inovasi ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebanyak 1.212 anak telah dikembalikan ke sekolah pada tahun 2017 dan 4.074 anak pada tahun 2018. Lebih lanjut, Gerakan Kembali Bersekolah dibangun untuk membantu pemerintah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan serta memutus rantai kemiskinan antar generasi. “Sebelumnya, masyarakat ogah-ogahan bersekolah karena faktor ekonomi orang tua, motivasi rendah, bekerja, dan disabilitas. Tapi sekarang perlahan berubah,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes Djoko Gunawan saat Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Kantor Kemenerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) beberapa waktu lalu.
Senin, 10 Februari 2020
Fenomena Ekonomi Brebes 2019 : Produktivitas Tanaman Padi Menurun
Pada tahun 2019 banyak luasan sawah yang ditanami padi yang mengalami puso karena serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yaitu hama wererng dan penyakit blas. Khusus penyakit blas adalah disebabkan serangan hama jamur Pyricularia Orizae. Pada musim tanam 2019 luas tanam padi mencapai 65.266 hektar sedangkan luasan serangan hama hanya 136 hektar. Ini akan menurun poduktifitas tanaman padi.
Berikut ini berita selangkapnya yang dikutip dari jateng.tribunnews.com :
Berikut ini berita selangkapnya yang dikutip dari jateng.tribunnews.com :
Rabu, 27 November 2019
Fenomena Ekonomi 2019 : Brebes Jadi Tuan Rumah Porsenitas Lintas Daerah
Peluncuran Porsenitas dibarengi dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 di lapangan Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, Senin (28/10).
Dalam acara peluncuran juga ditampilkan maskot Wa Itong berupa badut sebagai representasi hewan itik. Wa Itong mengenakan busana adat brebesan berwarna hitam berkancing dan ikat kepala serta tangan kanan menunjukan simbol jempol teracung. Porsenitas itu sendiri bakal digelar pada 27-29 November 2019.
"Maskot ini kami diberi nama Wa Itong," ujar Bupati Brebes Idza Priyanti.
Dalam acara peluncuran juga ditampilkan maskot Wa Itong berupa badut sebagai representasi hewan itik. Wa Itong mengenakan busana adat brebesan berwarna hitam berkancing dan ikat kepala serta tangan kanan menunjukan simbol jempol teracung. Porsenitas itu sendiri bakal digelar pada 27-29 November 2019.
"Maskot ini kami diberi nama Wa Itong," ujar Bupati Brebes Idza Priyanti.
Rabu, 17 Juli 2019
Fenomena Perekonomian Brebes 2018 : Pergudangan
Bulog membangun Gudang penyimpanan dengan Sistem Pengkondisian Udara (Controlled Atmosphere Storage/CAS). Luas lahan adalah 7.830 meter persegi. Luas bangunan 3.686 meter persegi. Termasuk gudang untuk menjemur bawang juga disediakan dengan luas 391 meter persegi.
Posting by Mohammad Nurdin
Posting by Mohammad Nurdin
Fenomena Perekonomian Brebes 2018 : Industri Pengolahan
38 investor berminat menanam investasinya di Kabupaten Brebes dan mendirikan pabrik. Perpindahan perusahaan dari kawasan Jabodetabek ke Brebes seperti perusahaan sepatu Adidas (PT. Bintang Indokarya Gemilang) yang berorientasi ekspor, perusahaan rokok (PT. Gudang Garam), perusahaan garmen (PT. Yeon Heung Mega Sari) dan masih beberapa lagi lainnya. Padahal bertahun-tahun sebelumnya perusahaan-perusahaan manufaktur tersebut mendirikan pabrik di wilayah Jabodetabek.
Posting by Mohammad Nurdin
Posting by Mohammad Nurdin
Feromena Perekonomian Brebes 2018 : Penggalian
Koperasi Garam Rakyat di Brebes Pasok Garam untuk Kebutuhan Industri Farmasi. KKP melalui Direktorat Jasa Kelautan terus mendukung peningkatan kualitas garam rakyat.
Posting by Mohammad Nurdin
Posting by Mohammad Nurdin
Fenomena Perekonomian Brebes 2018 : Peternakan
1.200 ekor pedet atau anak sapi hasil inseminasi buatan (IB) dipanen di Desa Pamulihan Kecamatan Larangan adalah program yang dikembangkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Brebes.
Posting by Mohammad Nurdin
Posting by Mohammad Nurdin
Fenomena Perekonomian Brebes 2018 : Harga Komoditas Pertanian
Anjlognya harga bawang merah hingga Rp 8 ribu per kg.
Posting by Mohammad Nurdin
Posting by Mohammad Nurdin
Fenomena Perekonomian Brebes Tahun 2018 : Pertanian
Dilanda kemarau, petani beralih dari menanam padi menjadi jagung atau bawang merah
Posting by Mohammad Nurdin
Posting by Mohammad Nurdin
Kamis, 08 Maret 2018
Ringkasan Berita Ekonomi Kab. Brebes Januari 2018
Berikut ini adalah ringkasan berita dari surat kabar Radar Tegal - Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal yang berkaitan dengan fenomena ekonomi di Kabupaten Brebes :
1. Tegal : Radar Tegal (20 Januari 2018) , halaman 1: “Kebijakan Cantrang Tidak Konsisten”
Kementerian Kelautan dan Perikanan belum terlihat mau mengubah peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang pelarangan catrang.
1. Tegal : Radar Tegal (20 Januari 2018) , halaman 1: “Kebijakan Cantrang Tidak Konsisten”
Kementerian Kelautan dan Perikanan belum terlihat mau mengubah peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang pelarangan catrang.
Selasa, 31 Oktober 2017
Fenomena Ekonomi Kab. Brebes 2017 : Produksi Durian
Sejumlah petani di desa penghasil durian yaitu Desa Kalijurang dan Desa Rajawetan melakukan panen durian. Kegiatan panen mulai awal Oktober 2017 hingga awal tahun depan. Jenis Durian adalah Durian Mentega. Produksi meningkat dibandingkan tahun lalu yang banyak gagal panen karena curah hujan yang sangat tinggi sehingga bunga rontok.
Dampak : peningkatan laju pertumbuhan ekonomi khusus untuk komoditas durian (Kategori : Pertanian Sub Kategori : Tanaman Hortikultura Tahunan - Tanaman buah-buahan.
Dampak untuk sub kategori tanaman hortikultura sangat rendah karena share tanaman durian rendah dan bukan komoditas utama.
Posting by Mohammad Nurdin
Dampak : peningkatan laju pertumbuhan ekonomi khusus untuk komoditas durian (Kategori : Pertanian Sub Kategori : Tanaman Hortikultura Tahunan - Tanaman buah-buahan.
Dampak untuk sub kategori tanaman hortikultura sangat rendah karena share tanaman durian rendah dan bukan komoditas utama.
Posting by Mohammad Nurdin
Jumat, 10 Februari 2017
Fenomena Ekonomi Kabupaten Brebes 2017 : Konflik Batas Wilayah Galian C di Bumiayu Mulai Temui Titik Terang
BREBESNEWS.co – Konflik batas wilayah antara Desa Pangebatan Kecamatan Bantarkawung dengan pengusaha Galian C PT Kalimasyada yang beroperasi di Sungai Pemali, hari ini, Rabu (1/2/2017) menemui titik terang.
Hal ini setelah Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jateng bersama ESDM melakukan pengukuran dan pemasangan patok titik koordinat, sesuai dengan perizinan yang dimiliki oleh PT Kalimasyada.
Hal ini setelah Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jateng bersama ESDM melakukan pengukuran dan pemasangan patok titik koordinat, sesuai dengan perizinan yang dimiliki oleh PT Kalimasyada.
Fenomena Ekonomi Kabupaten Brebes 2017 : Pihak Swasta Peduli Perkembangan Sektor Pariwisata
Brebes (cbmnews.net)- Kepedulian pada dunia pariwisata di Kabupaten Brebes bukan hanya tanggungjawab Pemerintah dan pengelola tempat wisata saja, namun sudah menjangkau para pelaku dunia usaha atau swasta. Hal ini dilakukan oleh PT. Andalan Fialghi Rizviar yang bergerak di bidang distributor semen dan APSAI ( Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia).
Mereka memberikan bantuan peralatan untuk keselamatan wisatawan kepada pengelola wisata Ranto Canyon, Bukit Panenjoan dan Kalibaya Park. Penyerahan dilakukan di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (27/01) disaksikan Kepala Dinbudpar Amin Budiraharjo dan Kabid Pariwisata Iskandar Agung.
Mereka memberikan bantuan peralatan untuk keselamatan wisatawan kepada pengelola wisata Ranto Canyon, Bukit Panenjoan dan Kalibaya Park. Penyerahan dilakukan di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (27/01) disaksikan Kepala Dinbudpar Amin Budiraharjo dan Kabid Pariwisata Iskandar Agung.
Fenomena Ekonomi Kabupaten Brebes 2017 : APSAI Brebes Gandeng PT. AFR Bantu Alat Keselamatan Untuk Ranto Canyon
Brebes (cbmnews.net) – Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kabupaten Brebes menggandeng PT. Andalan Fialghi Rizviar memberikan bantuan 2 unit hardness untuk Kalibaya dan 10 unit safety belt untuk Ranto Canyon di ruang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Jum’at (27/1/2017).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Ir. Amin Budi Raharjo, M.Pi menyambut baik dan berterima kasih kepada APSAI dan perwakilan PT. AFR yang telah memberikan bantuan kepada 2 tempat pariwisata khususnya di Desa Salem yaitu Ranto Canyon dan Kalibaya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Ir. Amin Budi Raharjo, M.Pi menyambut baik dan berterima kasih kepada APSAI dan perwakilan PT. AFR yang telah memberikan bantuan kepada 2 tempat pariwisata khususnya di Desa Salem yaitu Ranto Canyon dan Kalibaya.
Fenomena Ekonomi Kabupaten Brebes 2017 : Promosi Pariwisata Sebagai Media Pengenalan Obyek Wisata dan Ajakan untuk Berkunjung
Brebes (cbmneews.net) – Promosi pariwisata yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes adalah untuk memperkenalkan potensi wisata yang ada dan mengajak untuk mengunjunginya. Berbagai hal dilakukan dari dari menggelar roadswow, mengenalkan wisata ke sekolah-sekolah sampai promosi lewat media sosial.
Ditemui saat pembuatan video untuk promosi pariwisata di obyek Wisata Hutan Mangrove Pandansari, Slamet Riyadi staf promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengatakan, promosi pariwisata yang kontinue dan berkesinambungan mampu mendongkrak wisatawan untuk datang berkunjung. Pembuatan video promosi pariwisata ini juga untuk menguji kemampuan talent-talent duta wisata di bidang brodcasting.
Ditemui saat pembuatan video untuk promosi pariwisata di obyek Wisata Hutan Mangrove Pandansari, Slamet Riyadi staf promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengatakan, promosi pariwisata yang kontinue dan berkesinambungan mampu mendongkrak wisatawan untuk datang berkunjung. Pembuatan video promosi pariwisata ini juga untuk menguji kemampuan talent-talent duta wisata di bidang brodcasting.
Langganan:
Postingan (Atom)







