Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2015

Nashaihul Ibad : Tiga Catatan Dalam Taurat

Wahab bin Munabbih Al-Yamani ra berkata :
"Dalam Kitab Taurat tertulis :
1. Orang yang rakus adalah fakir, meskipun ia memiliki seluruh kekayaan dunia.
2. Orang yang taat kepada Allah akan ditaati manusia, meskipun ia seorang budak.
3. Orang yang qana'ah adalah kaya, sekalipun ia sering kelaparan."

Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005

Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 22 April 2015

Catatan Perekonomian Kab. Brebes 2015 : Industri Pengolahan

Industri pengolahan di sub kategoritekstil mengalami penurunan terutama industri per"Tambang"an. Yang dimaksud adalah industri tali tambang di Kecamatan Ketanggungan di tahun 2015 yang mengalami penurunan produksi karena menurunnya permintaan. Penurunan permintaan ini (demand) sebagai dampak kebijakan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan berkaitan dengan aturan main penangkapan ikan di laut.

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 18 April 2011

Catatan Inflasi Brebes 2010 (3)

Inflasi selama Tahun 2010 (Januari – Desember) 2010 di Brebes adalah sebesar 6,04 persen sama besar dengan inflasi di kota Purwokerto tetapi lebih rendah dibandingkan inflasi Indonesia dan Jawa Tengah dalam periode yang sama yang masing-masing sebesar 6,96 persen dan 6,88 persen. Sebagian besar kota-kota di Pulau Jawa mengalami inflasi tinggi daripada Brebes yaitu sebagai berikut : Yogyakarta 7,38 persen, Surabaya 7,33 persen, Semarang 7,11 persen, Tegal 6,73 persen, Cirebon 6,70 persen, Jakarta 6,21 persen, Serang 6,18 persen. Sedangkan yang mengalami inflasi lebih rendah daripada Brebes adalah Bandung 4,53 persen. Hal tersebut dapat dilihat pada gambar di atas.

Sumber Data : BPS Kabupaten Brebes, Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Kabupaten Brebes 2010, Brebes, 2011

Posting by Mohammad Nurdin

Catatan Inflasi Brebes 2010 (2)

Selama Tahun 2010 (Januari – Desember) inflasi Brebes sebesar 6,04 persen. Hal ini berarti lebih tinggi daripada tahaun lalu yang sebesar 4,25 persen meski masih terkendali (inflasi satu dijit atau one digit inflation) dan di atas sedikit target Pemerintah yaitu inflasi 5 persen plus minus 1. Dalam sepuluh tahun terakhir inflasi tahun ini merupakan inflasi terendah keempat setelah tahun 2003, 2009, dan 2004 yang berturut-turut sebesar 1,38 persen, 4,25 persen, dan 5,83 persen. Lihat gambar di atas.

Selama tahun 2010, dari bulan Januari hingga Desember 2010, kota Brebes mengalami inflasi sebesar 6,04 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa. Kelompok barang dan jasa yang mengalami kenaikan indeks harga adalah sebagai berikut : kelompok bahan makanan 17,09 persen, kelompok sandang 9,05 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 4,67 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 1,78 persen, kelompok transpor,komunikasi dan jasa keuangan 1,63 persen, kelompok kesehatan 0,60 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,54 persen. Tidak ada kelompok komoditi yang mengalami penurunan indeks harga.

Dari inflasi tahun kalender (Januari – Desember) 2010 yang sebesar 6,04 persen, andil/sumbangan inflasi pada tahun ini dari terbesar menuju terkecil adalah berturut-turut sebagai berikut : kelompok bahan makanan 3,55 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1,11 persen, kelompok sandang 0,70 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,43 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,19 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,03 persen, dan kelompok kesehatan 0,03 persen. Tidak ada kelompok komoditi yang yang memberikan andil negatif terhadap inflasi selama tahun 2010.

Sepuluh komoditas barang dan jasa yang memberikan andil inflasi terbesar selama Tahun 2010 (Januari – Desember) adalah berturut-turut sebagai berikut : beras 1,08 persen, cabe merah 0,79 persen, jeruk 0,38 persen, emas perhiasan 0,30 persen, bahan bakar rumah tangga 0,25 persen, tukang bukan mandor 0,19 persen, tarip listrik 0,18 persen, tarip air minum pikulan 0,16 persen, kacang panjang 0,14 persen, dan tomat sayur 0,14 persen. Sedangkan sepuluh komoditas yang memberikan andil inflasi negatif atau deflasi terbesar adalah berturut-turut sebagai berikut : pisang 0,10 persen, sabun cream detergen 0,05 persen, semangka 0,05 persen, bensin 0,04 persen, kelapa 0,04 persen, daging kambing 0,03 persen, apel 0,03 persen, bumbu masak jadi 0,03 persen, cat tembok 0,02 persen, dan sabun mandi 0,02 persen.

Sumber Data : BPS Kabupaten Brebes, Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Kabupaten Brebes 2010, Brebes, 2011

Posting by Mohammad Nurdin

Catatan Inflasi Brebes 2010 (1)

Kondisi umum harga konsumen aneka barang dan jasa di Kabupaten Brebes selama Tahun 2010 menunjukkan kenaikan harga-harga yang cukup stabil dibandingkan tahun lalu. (lihat gambar di atas). Keadaan seperti ini tidak terlepas dari pengaruh berbagai kebijakan yang dikeluarkan baik oleh Pemerintah Pusat maupun oleh Pemerintah Daerah. Di samping momen-momen tertentu yang turut punya andil besar dalam perubahan harga seperti momen tahun baru 2010, tahun ajaran baru pendidikan 2010/2010, bulan puasa (Ramadhan) sampai dengan hari raya Idul Fitri 1430 H yang pada tahun ini jatuh pada bulan Agustus - September 2010, dan musim.

Sumber Data : BPS Kabupaten Brebes, Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Kabupaten Brebes 2010, Brebes, 2011


Posting by Mohammad Nurdin

Selasa, 14 September 2010

Catatan Inflasi Brebes 2009 (3)

Perbandingan Inflasi Antar Kota Di Pulau Jawa Tahun 2009
Inflasi selama Tahun 2009 (Januari - Desember) 2009 di Brebes adalah sebesar 3,96 persen lebih tinggi dibandingkan inflasi Indonesia dan Jawa Tengah dalam periode yang sama yang masing-masing sebesar 2,78 persen dan 3,62 persen. Sebagian besar kota-kota di Pulau Jawa mengalami inflasi lebih rendah daripada Brebes yaitu sebagai berikut : Bandung 2,11 persen, Jakarta 2,34 persen, Tanggerang 2,49 persen, Surakarta 2,63 persen, Purwokerto 2,83 persen, Yogyakarta 2,93 persen, Semarang 3,19 persen, Surabaya 3,39 persen, Malang 3,39 persen, dan Cirebon 4,11 persen. Sedangkan yang mengalami inflasi lebih tinggi daripada Brebes adalah Serang 4,57 persen dan Tegal 5,83 persen.

Sumber : BPS Kab. Brebes, Perkembangan IK dan Inflasi Kab. Brebes 2009, 2009

Posting by Mohammad Nurdin

Catatan Inflasi Brebes 2009 (2)

Perbandingan Inflasi Brebes Tahun 1995 - 2009
Selama Tahun 2009 (Januari - Desember) inflasi Brebes sebesar 3,98 persen. Hal ini berarti relatif stabil dan lebih terkendali (inflasi satu dijit atau one digit inflation). Dalam lima belas tahun terakhir inflasi tahun ini merupakan inflasi terendah ketiga setelah tahun 2003 dan tahun 1999 yang masing-masing 1,38 persen dan 4,02 persen.
Selama tahun 2009, dari bulan Januari hingga Desember 2009, kota Brebes mengalami inflasi sebesar 4,25 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa. Kelompok barang dan jasa yang mengalami kenaikan indeks harga adalah sebagai berikut : kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 9,85 persen; kelompok sandang 8,29 persen; kelompok kesehatan 5,37 persen; kelompok bahan makanan 4,46 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 3,10 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,90 persen. Sedangkan kelompok komoditi yang mengalami penurunan indeks harga adalah Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,17 persen.

Dari inflasi tahun kalender (Januari - Desember) 2009 yang sebesar 4,25 persen, andil/sumbangan inflasi pada tahun ini dari terbesar menuju terkecil adalah berturut-turut sebagai berikut : kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 2,29 persen; kelompok bahan makanan 0,92 persen; kelompok sandang 0,62 persen; kelompok kesehatan 0,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,22 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,19 persen. Sedangkan kelompok komoditi yang yang memberikan andil negatif terhadap inflasi selama tahun 2009 adalah kelompok transpor,komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,27 persen.

Komoditas barang dan jasa yang memberikan andil inflasi sepuluh terbesar selama Tahun 2009 (Januari - Desember) adalah berturut-turut sebagai berikut : gula pasir 0,85 persen; emas perhiasan 0,40 persen; beras 0,39 persen; nasi 0,35 persen; rokok kretek filter 0,31 persen; rokok kretek 0,28 persen; kontrak rumah 0,25 persen; obat dengan resep 0,20 persen; tarip air minum pikulan 0,17 persen; dan akademi/perguruan tinggi 0,16 persen.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil inflasi negatif atau deflasi sepuluh terbesar adalah berturut-turut sebagai berikut : bahan bakar rumah tangga 0,43 persen; bensin 0,33 persen; kangkung dan bawang putih yang masing-masing 0,08 persen; buah apel 0,05 persen; angkutan dalam kota 0,04 persen; bayam 0,04 persen; sabun mandi 0,03 persen; dan kentang 0,02 persen.

Sumber : BPS Kab. Brebes, Perkembangan IHK dan Inflasi Kab. Brebes 2009, 2009

Posting by Mohammad Nurdin

Catatan Inflasi Brebes 2009 (1)

Perkembangan Indeks Harga Kosumen Brebes 2007 - 2009

Kondisi umum harga konsumen aneka barang dan jasa di Kabupaten Brebes selama Tahun 2009 menunjukkan kenaikan harga-harga yang cukup stabil dibandingkan tahun lalu. Keadaan seperti ini tidak terlepas dari pengaruh berbagai kebijakan yang dikeluarkan baik oleh Pemerintah Pusat maupun oleh Pemerintah Daerah. Di samping momen-momen tertentu yang turut punya andil besar dalam perubahan harga seperti momen tahun baru 2009, tahun ajaran baru pendidikan 2009/2010, bulan puasa (Ramadhan) sampai dengan hari raya Idul Fitri 1430 H yang pada tahun ini jatuh pada bulan Agustus - September 2009, dan musim.
Beberapa kebijakan Pemerintah Pusat yang berdampak sangat besar terhadap naik dan turunnya harga-harga seperti kebijakan menurunkan harga bensin dan solar pada tanggal 15 Januari 2009 - pada akhir tahun lalu juga sudah dilakukan penurunan harga bensin dan solar sebanyak dua kali - dan program konversi energi dari minyak tanah menjadi gas elpiji. Program terakhir baru dilaksanakan di Kabupaten Brebes pada tahun 2009 sehingga berdampak pada kenaikan harga minyak tanah dan gas elpiji.

Posting by Mohammad Nurdin