Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Desember 2025

KATEGORI DESIL DALAM DATA TUNGGAL SOSIAL EKONOMI NASIONAL


DESIL 1

Kategori Keluarga SANGAT MISKIN dengan Pengeluaran per Kapita/Bulan < Rp. 500.000
Ciri Ekonomi dan Sosial :
Tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar (mengacu pada kebutuhan minimal yang harus dipenuhi agar seseorang atau keluarga tidak tergolong miskin atau rentan. Kebutuhan ini meliputi pangan, sandang, perumahan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan/atau pelayanan sosial).
Tinggal di daerah terpencil dengan akses wilayah yang terbatas dan rumah yang ditempati termasuk kategori tidak layak.
Mengalami kondisi yang rentan gizi buruk.

DESIL 2

Kategori Keluarga MISKIN dengan Pengeluaran per Kapita/Bulan ± Rp. 600.000 – Rp. 700.000
Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Miskin :
Masih mengalami kesulitan dalam memenuhi makanan yang bergizi.
Status pekerjaan sebagai pekerja informal kasar
Akses memenuhi kebutuhan Pendidikan anakdan Kesehatan keluarga yang masih rendah.

DESIL 3
Kategori Keluarga HAMPIR MISKIN dengan Pengeluaran per Kapita/Bulan ± Rp. 800.000 – Rp. 900.000.
Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Hampir Miskin :
Sudah memiliki kemampuan dalam mengkonsumsi makanan dasar secara rutin.
Hunian yang ditempati masuk kategori rumah sederhana.
Menghadapi kondisi yang rentan miskin Kembali.

DESIL 4
Kategori Keluarga MENENGAH BAWAH dengan Pengeluaran per Kapita/Bulan ± Rp. 1.000.000 – Rp. 1.200.000.
Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Menengah Bawah :
Konsumsi makanan sehari-hari yang lebih beragam jenisnya
Sudah mampu memiliki kendaraan roda dua
Mampu membiayai pendidikan anak-anaknya sampai pendidikan dasar dan sederajat.

DESIL 5
Kategori Keluarga MENENGAH BAWAH (STABIL) dengan Pengeluaran per Kapita/Bulan ± Rp. 1.300.000 – Rp. 1.500.000.
Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Menengah Bawah (Stabil) :
Memiliki kemampuan memasang dan menggunakan listrik dalam kebutuhan sehari-hari.
Memiliki kemampuan membiayai pendidikan anak-anaknya dengan memasukan ke sekolah yang lebih baik.
Memiliki kemampuan menabung dari pendapatannya walaupun masih sedikit.

DESIL 6
Kategori Keluarga MENENGAH dengan Pengeluaran per Kapita/Bulan ± Rp. 1.600.000 – Rp. 1.800.000.
Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Menengah :
Kenaikan dalam memenuhi kebutuhan selain untuk makan sehari-hari seperti konsumsi untuk transportasi, pembelian pulsa telepon, arisan, menabung dan lain sebagainya.
Kemampuan untuk membayar dan memiliki BPJS Mandiri.

DESIL 7
Kategori Keluarga MENENGAH ATAS dengan Pengeluaran per Kapita/Bulan ± Rp. 2.000.000 – Rp. 2.300.000.
Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Menengah  Atas :
Memiliki kendaraan (Mobil dan atau motor), memiliki Gadget/Ponsel Pintar dan mempunyai akses terhadap internet secara baik dan rutin.
Sudah memprioritaskan pada Pendidikan anak-anaknya

DESIL 8
Kategori Keluarga MAPAN dengan Pengeluaran per Kapita/Bulan ± Rp. 2.500.000 – Rp. 3.000.000.
Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Mapan :
Sudah mampu berekreasi
Kemampuan dalam membayar kredit kendaraan atau perumahan.
Mampu berinvestasi dalam bentuk emas atau deposito walaupun masih dalam jumlah kecil atau memiliki asset tanah atau rumah ditempat lain.

DESIL 9
Kategori Keluarga KAYA dengan Pengeluaran per Kapita/Bulan ± Rp. 3.500.000 – Rp. 4.500.000.
Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Kaya :
Tinggal di daerah perkotaan atau wilayah yang tidak termasuk kategori daerah terpencil dan tertinggal.
Memiliki rumah yang sudah permanen dengan fasilitas yang memadai
Memiliki usaha yang baik atau bekerja formal/professional
Kemampuan memenuhi layanan hidup seperti pekerjaan, Pendidikan, Kesehatan dan lainya yang sudah kategori diatas kebanyakan orang/premium.

DESIL 10
Kategori Keluarga SANGAT KAYA (ELIT)  dengan Pengeluaran per Kapita/Bulan Lebih dari Rp. 5.000.000
Ciri Ekonomi dan Sosial dalam kategori Keluarga Sangat Kaya :
Konsumsi mewah seperti bepergian ke luar negeri
Memiliki banyak property seperti tanah, rumah, kendaran atau asset yang lain
Jumlah asset yang dimiliki bernilai tidak sedikit
Mampu berinvestasi dengan nilai yang besar
Memiliki kemampuan memegang otoritas/kekuasaan ekonomi

Sumber : https://www.klampok.id/blog/2025/06/16/kategori-desil-dalam-dtsen/

Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 17 Mei 2020

Fenomena Ekonomi Brebes Mei 2020 : Lahan 4.000 Ha di Brebes Disiapkan untuk Relokasi 'Pabrik' Donald Trump

Edi Suwiknyo - Bisnis.com 10 Mei 2020  |  18:02 WIB
Bisnis.com, SEMARANG - Lahan seluas 4.000 hektare yang masuk dalam rencana pengembangan Kawasan Industri Brebes (KIB) disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) untuk menampung relokasi pabrik Amerika Serikat (AS) dari China yang sempat disampaikan Presiden Donald Trump.
Namun demikian, Pemprov Jateng menyebut bahwa pemenuhan lahan untuk keperluan relokasi pabrik Amerika dari China tersebut perlu didukung oleh dana dari pemerintah pusat. Hal itu karena keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah.

Fenomena Ekonomi Brebes Mei 2020 : Investasi Lahan Relokasi 'Pabrik' Trump di Brebes Butuh Rp2 Triliun

Edi Suwiknyo - Bisnis.com 11 Mei 2020  |  12:30 WIB
Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah membutuhkan investasi senilai Rp2 triliun untuk mengembangkan Kawasan Industri Brebes (KIB) yang direncanakan berdiri di lahan seluas 4.000 hektare.
Kebutuhan alokasi investasi ini rencananya akan didadani dengan skema pembiayaan langsung melalui BUMN. Sejauh ini, BUMN yang telah ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk pengembangan KIB adalah PT Kawasan Industri Wijayakusuma.
"Sekarang kami dalam tahap proses penyiapan lokasi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes," kata Prasetyo kepada Bisnis, yamg dukutip, Senin (11/5/2020).
Baca Juga : Lahan 4.000 Ha di Brebes Disiapkan untuk Relokasi 'Pabrik' Donald Trump

Kamis, 02 April 2020

Fenomena Ekonomi Brebes Maret 2020 : Nada Ganjar Meninggi Sebut Brebes Paling Lemot Tangani Pandemi Virus Corona

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Nada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tiba-tiba meninggi saat menerima celetukan dari seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Brebes.
Ganjar 'menampar' pengelolaan pemerintah Brebes dalam penanganan pandemi corona ketika mengadakan video conference (vicon) bersama 35 kepala dinas kesehatan dan 59 direktur rumah sakit se-Jawa Tengah terkait pengendalian penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Senin (23/03/2020).
"Saya minta aparat di Brebes agar responsif kepada rakyatnya," kata Ganjar dalam video yang sudah banyak dibagikan dan tengah ramai dibicarakan warganet Brebes, Selasa (24/3/2020).
"Oh iya o, pasti," celetuk Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Sartono, menjawab permintaan Ganjar.
Ia menjawab dengan logat Brebesan dimana di akhir frasa ada imbuhan 'o'.
"Jangan bilang pasti dulu, Brebes itu paling lemot," kata Ganjar.
"Komplain paling banyak itu di Brebes. Catat yah. Malah lapornya ke saya," ucapnya.
Orang nomor satu di Jateng itu menegaskan Brebes merupakan pintu masuk warga dari luar Jateng.
Merupakan daerah perbatasan yang harus gencar melakukan pencegahan penularan corona.
"Sampaikan ke bupati dan wabup, Brebes harus bersiap-siap, ada di perbatasan.

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: galih permadi



Sumber : https://jateng.tribunnews.com/2020/03/24/nada-ganjar-meninggi-sebut-brebes-paling-lemot-tangani-pandemi-virus-corona

Posting by Mohammad Nurdin

Jumat, 20 Maret 2020

Fenomena Ekonomi Kabupaten Brebes Bulan Maret 2020 :

KABUPATEN Brebes, Jawa Tengah, memprogramkan pertanian terpadu di Kecamatan Banjarharjo dan Ketanggungan. Dukungan pun datang dari Kementerian Pertanian yang menggelontorkan dana Rp150 miliar untuk mewujudkannya.
Dana itu akan digunakan untuk membangun sarana dan prasarana penunjang pertanian di kedua kecamatan. Kemarin, Bupati Idza Priyanti mendatangi lahan pertanian di wilayahnya itu.
“Saya ingin memastikan, usulan yang masuk ke dinas pertanian itu nyata dan bukan fiktif. Pembangunan sarana dan prasana ini diharapkan berimbas positif, tidak hanya untuk wilayah yang bersangkutan, tapi juga bagi desa-desa lain,” ujar bupati.

Kamis, 05 Maret 2020

Istilah-Istilah Ekonomi

Agregate Supply
Merupakan total nilai barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan dalam suatu periode tertentu

Agregate Demand
Istilah ekonomi ini menggambarkan jumlah belanja yang direncanakan atau diinginkan dalam suatu perekonomian secara keseluruhan dalam suatu perekonomian selama periode tertentu.

Aktivitas Investasi
Istilah ekonomi ini dikenal sebagai perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.


Selasa, 25 Februari 2020

Fenomena Ekonomi Brebes 2020 : Petani Bawang Merah di Kec. Wanasari Gagal Panen

Diperoleh dari Brebes, detikFinance sbb :
Petani mengaku rugi karena tanaman miliknya dipastikan mati membusuk dan tidak bisa dipanen.
Lahan bawang merah yang terendam tersebar di lima desa di Kecamatan Wanasari. Lima desa itu masing masing Desa Wanasari, Tanjungsari, Sisalam, Sidamulya dan Sigentong.
Banjir yang menenggelamkan tanaman bawang ini akibat guyuran hujan pada akhir tahun.Â
Tanaman bawang yang terkena banjir rata rata berumur 15-25 hari. Bisa dipastikan, tanaman tersebut mati akan membusuk dan tidak bisa dipanen.
Sejak tanaman terendam banjir, tidak terlihat petani yang melakukan panen dini. 
Selain merugikan petani, banjir ini juga membuat bangkrut para penyuplai air. Penyuplai air ini adalah mereka yang mengambil air dari sungai dengan mesin pompa dan membagikannya ke petani. Mereka akan menerima bayaran setiap kali panen sebesar Rp 400 ribu tiap kotak sawah. 

Sumber : https://finance.detik.com/foto-bisnis/d-4843020/tanaman-bawang-di-brebes-gagal-panen-akibat-banjir/6?zoom

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 10 Februari 2020

Fenomena Ekonomi Brebes 2019 : Produktivitas Tanaman Padi Menurun

Pada tahun 2019 banyak luasan sawah yang ditanami padi yang mengalami puso karena serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yaitu hama wererng dan penyakit blas. Khusus penyakit blas adalah disebabkan serangan hama jamur Pyricularia Orizae. Pada musim tanam 2019 luas tanam padi mencapai 65.266 hektar sedangkan luasan serangan hama hanya 136 hektar. Ini akan menurun poduktifitas tanaman padi.
Berikut ini berita selangkapnya yang dikutip dari jateng.tribunnews.com :

Rabu, 27 November 2019

Fenomena Ekonomi 2019 : Brebes Jadi Tuan Rumah Porsenitas Lintas Daerah

Peluncuran Porsenitas dibarengi dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 di lapangan Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, Senin (28/10).
Dalam acara peluncuran juga ditampilkan maskot Wa Itong berupa badut sebagai representasi hewan itik. Wa Itong mengenakan busana adat brebesan berwarna hitam berkancing dan ikat kepala serta tangan kanan menunjukan simbol jempol teracung. Porsenitas itu sendiri bakal digelar pada 27-29 November 2019.
"Maskot ini kami diberi nama Wa Itong," ujar Bupati Brebes Idza Priyanti.

Kamis, 08 Maret 2018

Ringkasan Berita Ekonomi Kab. Brebes Januari 2018

Berikut ini adalah ringkasan berita dari surat kabar Radar Tegal - Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal yang berkaitan dengan fenomena ekonomi di Kabupaten Brebes :

1. Tegal : Radar Tegal (20 Januari 2018) , halaman 1: “Kebijakan Cantrang Tidak Konsisten”
Kementerian Kelautan dan Perikanan belum terlihat mau mengubah peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang pelarangan catrang.


Jumat, 19 Januari 2018

Analisis PDRB Produksi Kab. Brebes 2010-2016 : Rata-rata Pertumbuhan


Dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi per sektor, terlihat bahwa pertumbuhan Sektor Sekunder dan Sektor Tersier di atas rata-rata (pertumbuhan ekonomi) Kabupaten Brebes. Sedangkan Sektor Primer tumbuh di bawah rata-rata.
Berikut ini adalah rata-rata pertumbuhan ekonomi menurut sektor selama periode 2011-2016 :
1. Rata-rata pertumbuhan PDRB adalah sebesar 5,55 persen per tahun;
2. Rata-rata pertumbuhan Sektor Primer adalah sebesar 3,43 persen per tahun;
3. Rata-rata pertumbuhan Sektor Sekunder adalah sebesar 8,79 persen per tahun; dan
4. Rata-rata pertumbuhan Sektor Tersier adalah sebesar 6,44 per tahun.

Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 12 November 2017

Brexit Selesai, Ekonomi Brebes Melambat


Oleh : Mohammad Nurdin
Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kab. Brebes

Tahun 2015 perekonomian brebes tumbuh sangat tinggi hampir 6 persen. Namun pada tahun 2016 perekonomian Brebes hanya mampu tumbuh di bawah 5 persen. Dalam istilah ekonomi makro berarti ini terjadi perlambatan. Lalu kira-kira apa yang membuat hal ini terjadi? Kita akan coba urai benang kusut ini satu per satu.

Selasa, 31 Oktober 2017

Fenomena Ekonomi Kab. Brebes 2017 : Produksi Durian

Sejumlah petani di desa penghasil durian yaitu Desa Kalijurang dan Desa Rajawetan melakukan panen durian. Kegiatan panen mulai awal Oktober 2017 hingga awal tahun depan. Jenis Durian adalah Durian Mentega. Produksi meningkat dibandingkan tahun lalu yang banyak gagal panen karena curah hujan yang sangat tinggi sehingga bunga rontok.
Dampak : peningkatan laju pertumbuhan ekonomi khusus untuk komoditas durian (Kategori : Pertanian Sub Kategori : Tanaman Hortikultura Tahunan - Tanaman buah-buahan.
Dampak untuk sub kategori tanaman hortikultura sangat rendah karena share tanaman durian rendah dan bukan komoditas utama.

Posting by Mohammad Nurdin

Jumat, 05 Mei 2017

Infografis Perkembangan Terkini Kondisi Sosial Ekonomi Jawa Tengah 2016 Hal. 20

Sumber : BPS, Buku Perkembangan Terkini Kondisi Sosial Ekonomi Jawa Tengah 2016, Semarang, 2017

Posting by Mohammad Nurdin

Infografis Perkembangan Terkini Kondisi Sosial Ekonomi Jawa Tengah 2016 Hal. 19

Sumber : BPS, Buku Perkembangan Terkini Kondisi Sosial Ekonomi Jawa Tengah 2016, Semarang, 2017

Posting by Mohammad Nurdin

Infografis Perkembangan Terkini Kondisi Sosial Ekonomi Jawa Tengah 2016 Hal. 18

Sumber : BPS, Buku Perkembangan Terkini Kondisi Sosial Ekonomi Jawa Tengah 2016, Semarang, 2017

Posting by Mohammad Nurdin

Infografis Perkembangan Terkini Kondisi Sosial Ekonomi Jawa Tengah 2016 Hal. 17

Sumber : BPS, Buku Perkembangan Terkini Kondisi Sosial Ekonomi Jawa Tengah 2016, Semarang, 2017

Posting by Mohammad Nurdin