Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label industri. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Desember 2023

Laporan Akhir 2020 SURVEI INDUSTRI MIKRO KECIL TRIWULANAN KABUPATEN BREBES TA 2020


 Survei IMK Triwulanan dimaksudkan sebagai sumber data pertumbuhan produksi IMK
Triwulanan yang dapat menggambarkan perkembangan produksi sector industry pengolahan
usaha kecil dan mikro secara lebih dini karena sifatnya yang dirancang secara periodic yaitu
triwulanan. Periode survei IMK yaitu Triwulan I dilaksanakan pada periode Januari-Maret,
Triwulan II periode April-Juni, Triwulan III periode Juli-September dan Triwulan IV periode
Oktober-Desember. Pencacahan survei IMK 2020 Triwulanan dilakukan melalui pendekatan
rumah tangga dan bangunan. Sasaran pencacahan survei IMK 202 Triwulanan adalahg
usaha/perusahaan berskala mikro dan kecil yang mempunyai tenaga kerja 1 s.d. 19 orang.
Survei Industri Mikro dan Kecil (VIMK) Triwulanan Tahun Anggaran 2020 terdiri dari :
1. Survei Industri Mikro dan Kecil (VIMK) 2019 Triwulanan 4;
2. Survei Industri Mikro dan Kecil (VIMK) 2020 Triwulanan 1;
3. Survei Industri Mikro dan Kecil (VIMK) 2020 Triwulanan 2; dan
4. Survei Industri Mikro dan Kecil (VIMK) 2020 Triwulanan 3;
Laporan lengkap bisa dilihat pada link di bawah ini :

Klik Di Sini !

Posting by Mohammad Nurdin

Laporan Akhir 2020 SURVEI INDUSTRI MIKRO DAN KECIL (VIMK) TAHUNAN KABUPATEN BREBES TA 2020


Tujuan/ keluaran/ output kegiatan pengumpulan data Survei Industri Mikro Kecil Tahunan
adalah Publikasi Profil Industri Mikro Kecil 2020 dalam level Nasional dan Profil Industri Mikro
Kecil Provinsi Jawa Tengah 2020. Untuk level kabupaten/kota tidak tersedia.

Laporan lengkap bisa dilihat pada link berikut :

Klik Di Sini !

Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 24 Desember 2023

Laporan Akhir 2020 Statistik Industri PEK Kabupaten Brebes TA 2020

 


Laporan Statistik Industri, Pertambangan Dan Penggalian, Energi, Dan Konstruksi Tahun
Anggaran 2020 merupakan rangkaian dari kegiatan pengumpulan data Survei Industri
Besar/Sedang (IBS) Tahunan, Survei Industri Mikro Dan Kecil (VIMK) Tahunan, Survei Industri
Mikro dan Kecil (VIMK) Triwulanan, Survei Pertambangan, Energi, Penggalian, Captive Power
Dan Updating Direktori dan Survei Konstruksi (PEK). Kelima survei bertujuan sebagai suatu cara
untuk mengestimasi produksi dan pertumbuhan sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor
Industri Pengolahan, sector Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan
sektor Konstruksi.
Survei ini sangat dibutuhkan untuk dapat menghasilkan data statistik produksi dan harga
yang dipakai dalam penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB) Provinsi dan Kabupaten/Kota. Hal ini sangat dibutuhkan untuk
pengambilan keputusan pemerintah secara tepat terkait upaya untuk menjaga perekonomian tetap
tumbuh, khususnya mengenai kebijakan pemerintah dalam memberi stimulasi agar iklim ekonomi
tetap kondusif.
Laporan ini memuat kegiatan Survei IBS Tahunan, Survei VIMK Tahunan dan
Triwulanan dan Survei PEK dari Tahap Persiapan/Pelatihan, Tahap Kegiatan Lapangan hingga
Tahap Pengolahan.
 Laporan lengkap bisa dilihat pada link di bawah ini :

Klik Di Sini !

Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 17 Mei 2020

Fenomena Ekonomi Brebes Mei 2020 : Lahan 4.000 Ha di Brebes Disiapkan untuk Relokasi 'Pabrik' Donald Trump

Edi Suwiknyo - Bisnis.com 10 Mei 2020  |  18:02 WIB
Bisnis.com, SEMARANG - Lahan seluas 4.000 hektare yang masuk dalam rencana pengembangan Kawasan Industri Brebes (KIB) disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) untuk menampung relokasi pabrik Amerika Serikat (AS) dari China yang sempat disampaikan Presiden Donald Trump.
Namun demikian, Pemprov Jateng menyebut bahwa pemenuhan lahan untuk keperluan relokasi pabrik Amerika dari China tersebut perlu didukung oleh dana dari pemerintah pusat. Hal itu karena keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah.

Fenomena Ekonomi Brebes Mei 2020 : Investasi Lahan Relokasi 'Pabrik' Trump di Brebes Butuh Rp2 Triliun

Edi Suwiknyo - Bisnis.com 11 Mei 2020  |  12:30 WIB
Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah membutuhkan investasi senilai Rp2 triliun untuk mengembangkan Kawasan Industri Brebes (KIB) yang direncanakan berdiri di lahan seluas 4.000 hektare.
Kebutuhan alokasi investasi ini rencananya akan didadani dengan skema pembiayaan langsung melalui BUMN. Sejauh ini, BUMN yang telah ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk pengembangan KIB adalah PT Kawasan Industri Wijayakusuma.
"Sekarang kami dalam tahap proses penyiapan lokasi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes," kata Prasetyo kepada Bisnis, yamg dukutip, Senin (11/5/2020).
Baca Juga : Lahan 4.000 Ha di Brebes Disiapkan untuk Relokasi 'Pabrik' Donald Trump

Rabu, 17 Juli 2019

Fenomena Perekonomian Brebes 2018 : Industri Pengolahan

38 investor berminat menanam investasinya di Kabupaten Brebes dan mendirikan pabrik. Perpindahan perusahaan dari kawasan Jabodetabek ke Brebes seperti perusahaan sepatu Adidas (PT. Bintang Indokarya Gemilang) yang berorientasi ekspor, perusahaan rokok (PT. Gudang Garam), perusahaan garmen (PT. Yeon Heung Mega Sari) dan masih beberapa lagi lainnya. Padahal bertahun-tahun sebelumnya perusahaan-perusahaan manufaktur tersebut mendirikan pabrik di wilayah Jabodetabek.
Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 06 Februari 2019

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG JAWA TENGAH TAHUN 2018

Produksi industri manufaktur besar dan sedang di Jawa Tengah tahun 2018 terhadap tahun sebelumnya menunjukkan kenaikan sebesar 4,82 persen. Pertumbuhan produksi di tahun ini lebih tinggi 2,85 poin dari tahun 2016 yang tumbuh 1,97 persen. Angka ini juga merupakan yang tertinggi selama kurun waktu lima tahun terakhir (2014-2018).
Kelompok industri manufaktur besar dan sedang yang mengalami kenaikan pertumbuhan produksi cukup besar adalah :
• Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya naik 27,49 persen
• Industri Furnitur Jadi naik 24,72 persen
• Industri Tekstil naik 11,40 persen
Kelompok industri manufaktur besar dan sedang yang mengalami penurunan pertumbuhan produksi cukup besar pada tahun 2018 adalah kelompok industri :
• Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik turun 13,07 persen
• Industri Logam Dasar turun 11,20 persen
• Industri Kertas dan Barang dari Kertas turun 8,42 persen

Sumber : https://jateng.bps.go.id/pressrelease/2019/02/01/1123/produksi-industri-manufaktur-besar-dan-sedang--q-to-q--provinsi-jawa-tengah-pada-triwulan-iv-tahun-2018-turun-sebesar-1-96-persen-.html
 
Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 21 Januari 2018

5 Sub Kategori Penyumbang NTB Industri Pengolahan di Kab. Brebes Tahun 2016

Berikut ini adalah 5 Sub Kategori dari 16 Sub kategori Penyumbang NTB Kategori Industri Pengolahan di Kabupaten Brebes Tahun 2016

Industri Makanan dan Minuman     82,43
Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya     6,59
Industri Tekstil dan Pakaian Jadi    2,51
Industri Barang Galian bukan Logam    2,44
Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 18 November 2015

Perkembangan Ekonomi Kabupaten Brebes : Pabrik Garmen di Jagapura Kersana Diresmikan

Pabrik Garmen di Jagapura Kersana Diresmikan
Sumber : BrebesNews.Co
Tanggal Rilis : 15 October 2014

BREBESNEWS.CO -Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti SE, meresmikan PT Yeon Heung Megasari, di Desa Jagapura, Kecamatan Kersana, Rabu (15/10/ 2014) siang. Peresmian pabrik garmen yang ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng ini, selain dihadiri Presiden Direktur Chun Taekho juga jajaran direksi PT Yeon Heung Megasari. Hadir juga Sekda Brebes Emastoni Ezam, Kepala Bappeda Brebes Joko Gunawan […]

Sumber : http://brebesnews.co/

Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 22 April 2015

Catatan Perekonomian Kab. Brebes 2015 : Industri Pengolahan

Industri pengolahan di sub kategoritekstil mengalami penurunan terutama industri per"Tambang"an. Yang dimaksud adalah industri tali tambang di Kecamatan Ketanggungan di tahun 2015 yang mengalami penurunan produksi karena menurunnya permintaan. Penurunan permintaan ini (demand) sebagai dampak kebijakan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan berkaitan dengan aturan main penangkapan ikan di laut.

Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 22 Januari 2012

Sektor Industri Pengolahan Di Kabupaten Brebes Tahun 2010

Kontribusi sektor industri pengolahan mencapai 11 persen.
Dalam kurun waktu 2005 hingga 2010, kontribusi sektor industri pengolahan  cenderung naik dari 9,67 persen pada tahun 2005 menjadi 11,80 persen pada tahun 2010
Selama tiga tahun terakhir jumlah usaha industri pengolahan di Kabupaten Brebes mengalami peningkatan yang cukup baik. Peningkatan yang cukup besar khususnya terjadi pada industri kecil dan menengah serta industri rumah tangga. Jumlah industri kecil dan menengah pada tahun 2009 tercatat sebanyak 1.323, naik menjadi 1.492 pada tahun 2010 atau mengalami kenaikan sekitar 12,67 persen. Sementara itu jumlah industri rumah tangga pada tahun 2009 tercatat sebanyak 4.091, naik menjadi 4.615 pada tahun 2010 atau mengalami kenaikan sekitar 12,05 persen.
*** Tahukah Anda
Nilai Tambah Bruto (NTB) di sektor industri yang terbesar berasal dari sub sektor industri makanan, minuman dan tembakau dengan NTB mencapai 1.358  milyar rupiah pada tahun 2010.
Peningkatan jumlah usaha industri pengolahan tentu saja membawa dampak yang positip yaitu membuka peluang lapangan pekerjaan di sektor tersebut. Hal ini terlihat  dari bertambahnya jumlah tenaga kerja di sektor industri pengolahan. Selama tahun 2008-2010, jumlah tenaga kerja di sektor industri cenderung meningkat. Pada tahun 2008 jumlah tenaga kerja di sektor ini sebesar 13.586 bertambah menjadi 14.146 pada tahun 2009 dan pada tahun 2010 bertambah lagi menjadi 15.958.
Nilai Tambah Bruto (NTB) sektor Industri Pengolahan selama 6 (enam) tahun terakhir juga mempunyai kecenderungan mengalami kenaikan. Dari tahun 2005 hingga tahun 2010, NTB sektor ini mengalami kenaikan hingga dua kali lipat lebih.
Sumber : brebeskab.bps.go.id

Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 15 Januari 2012

Manfaat Tanaman Lidah Buaya

Apa Itu Lidah Buaya?

Menurut wikipedia (http://id.wikipedia.org) adalah sebagai berikut :

Lidah Buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer) adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrika.

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan tanaman lidah buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan.

Secara umum, lidah buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan baku industri.

Berdasarkan hasil penelitian, tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Selain itu, menurut Wahyono E dan Kusnandar (2002), lidah buaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Di samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AIDS.

Salah satu zat yang terkandung dalam lidah buaya adalah aloe emodin, sebuah senyawa organik dari golongan antrokuinon yang mengaktivasi jenjang sinyal insulin seperti pencerap insulin-beta dan -substrat1, fosfatidil inositol-3 kinase dan meningkatkan laju sintesis glikogen dengan menghambat glikogen sintase kinase 3beta,[1] sehingga sangat berguna untuk mengurangi rasio gula darah.

Di negara-negara Amerika, Australia, dan Eropa, saat ini lidah buaya juga telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman kesehatan.

Manfaat Tanaman Lidah Buaya
Berikut ini beberapa manfaat tanaman lidah buaya menurut buku yang saya baca yaitu Sri Hartatik, Pengobatan dengan Herbal dan Pijat Refleksi : Cara Mudah Hidup Sehat Alami, Bintang Usaha Jaya, Surabaya, 2011

Tanaman ini memiliki khasiat sbb:
Anti inflamasi, lksatif, stomakik, ekspektoran

Bagian tanaman yang digunakan :
daging daun

Cara pengobatan :
sakit kepala, pusing, sembelit (constipation), kejang pada anak, kurang gizi (malnutrition), batuk rejan (pertussis), muntah darah, kencing manis (diabetes melitus/dm),wasir, peluruh haid, penyubur rambut

200 gram daun segar lidah buaya dicuci bersih, dikupas lalu direbus dengan 3 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin dimimum 3 kali sehari pada pagi, siang, dan malam.

Penyubur Rambut :
Daun lidah buaya segar secukupnya, dibelas, diambil bagian dalam yang rupanya seperti agar-agar digosokkan ke kulit kepala sesudah mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama tiga bulan  untuk mencapai hasil memuaskan.

Luka terbakar dan tersiram air panas (yang ringan)
daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya , tempelkan pada  bagian tubuh yang terkena api/air panas.

Bisul :
Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, tempelkan pada bisulnya.
Selamat mencoba, semoga lekas sembuh dan sehat selalu.

Posting by Mohammad Nurdin