Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label sub. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sub. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Februari 2020

Komoditas Unggulan Tanaman Perkebunan Semusim 2018

Komoditas Unggulan  Tanaman Perkebunan Semusim 2018 yang dihitung dari Lembar Kerja pada tahun 2018 di Kabupaten Brebes hanya 1 komoditas utama dan terbesar yaitu Tanaman Tebu yang sebesar 99,78 persen.
Komoditas ini naik dari 9.241,25 ton pada tahun 2018 menjadi 9.304,09 ton pada tahun 2019. Ini berarti meningkat sebesar 0,68 persen.

Posting by Mohammad Nurdin

Selasa, 23 Januari 2018

7 Komoditas Unggulan Sub Kategori Peternakan Tahun 2016

Komoditas Unggulan Sub Kategori Peternakan yang menyumbang sebesar 5,34 persen Terhadap Kategori PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN pada PDRB Kabupaten Brebes Tahun 2016 adalah sebagai berikut.
Diperoleh banyaknya komoditas = 22
Rata-rata = 100/22 persen = 4,55 persen.
Banyaknya komoditas yang memiliki kontribusi terhadap kategori PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN yang di atas rata-rata (1,28 persen) adalah 4 komoditas.
Berikut ini komoditas dan kontribusinya :
1) Ayam Buras  sebesar  29,90 persen;
2) Domba sebesar   18,81 persen;
3) Telur Ayam Ras sebesar   17,11 persen;
4) Ayam Ras Pedaging sebesar   8,41 persen;
5) Telur Ayam Buras sebesar   8,29 persen;
6) Telur Itik sebesar   7,85 persen; dan
7) Sapi Potong sebesar   4,72 persen;

Posting by Mohammad Nurdin

9 Komoditas Unggulan Sub Kategori Perikanan Tahun 2016

Komoditas Unggulan Sub Kategori Perikanan yang menyumbang sebesar 6,07 persen Terhadap Kategori PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN pada PDRB Kabupaten Brebes Tahun 2016 adalah sebagai berikut.
Diperoleh banyaknya komoditas = 91
Rata-rata = 100/91 persen = 1,10 persen.
Banyaknya komoditas yang memiliki kontribusi terhadap kategori PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN yang di atas rata-rata (1,28 persen) adalah 4 komoditas.
Berikut ini komoditas dan kontribusinya :
1) Nila    29,63
2) Lele    24,68
3) Teri    13,53
4) Ikan mas/karper    12,52
5) Gurami    2,77
6) Cumi-cumi    2,36
7) Kembung    1,81
8) Kepiting/Rajungan    1,54
9) Merah Bambangan    1,37

Posting by Mohammad Nurdin

2 Komoditas Unggulan Sub Kategori Tanaman Pangan Tahun 2016

Komoditas Unggulan Sub Kategori Tanaman Pangan yang menyumbang sebesar 18,05 persen Terhadap Kategori PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN pada PDRB Kabupaten Brebes Tahun 2016 adalah sebagai berikut.
Diperoleh banyaknya komoditas = 7
Rata-rata = 100/7 persen = 14,29 persen.
Banyaknya komoditas yang memiliki kontribusi terhadap kategori PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN yang di atas rata-rata (14,29 persen) adalah 2 komoditas.
Berikut ini komoditas dan kontribusinya :
1) Padi sebesar   79,12 persen; dan
2) Jagung sebesar   16,66 persen.
Posting by Mohammad Nurdin

7 Komoditas Unggulan Sub Kategori Tanaman Hortikultura Tahunan Tahun 2016

Komoditas Unggulan Sub Kategori Tanaman Hortikultura Tahunan yang menyumbang sebesar 27,88 persen Terhadap Kategori PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN pada PDRB Kabupaten Brebes Tahun 2016 adalah sebagai berikut.
Diperoleh banyaknya komoditas = 59
Rata-rata = 100/59 persen = 1,16 persen.
Banyaknya komoditas yang memiliki kontribusi terhadap kategori PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN yang di atas rata-rata (1,28 persen) adalah 4 komoditas.
Berikut ini komoditas dan kontribusinya :
1) Mangga    26,87
2) Cabe Rawit    25,08
3)Cabe Besar    16,23
4)Pisang    11,56
5)Durian    7,76
6)Petai    2,87
7)Nangka/Cempedak    1,99

Posting by Mohammad Nurdin

4 Komoditas Unggulan Sub Kategori Tanaman Hortikultura Semusim Tahun 2016

Komoditas Unggulan Sub Kategori Tanaman Hortikultura Semusim yang menyumbang sebesar 34,70 persen Terhadap Kategori PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN pada PDRB Kabupaten Brebes Tahun 2016 adalah sebagai berikut.
Diperoleh banyaknya komoditas = 78
Rata-rata = 100/78 persen = 1,28 persen.
Banyaknya komoditas yang memiliki kontribusi terhadap kategori PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN yang di atas rata-rata (1,28 persen) adalah 4 komoditas.
Berikut ini komoditas dan kontribusinya terhadap total sub kategori :
1) Bawang Merah    sebesar 72,01 persen;
2) Jamur sebesar    10,45 persen;
3) Kentang sebesar    6,34 persen; dan
4) Kubis/Kol sebesar    1,36 persen.

Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 21 Januari 2018

5 Sub Kategori Penyumbang NTB Industri Pengolahan di Kab. Brebes Tahun 2016

Berikut ini adalah 5 Sub Kategori dari 16 Sub kategori Penyumbang NTB Kategori Industri Pengolahan di Kabupaten Brebes Tahun 2016

Industri Makanan dan Minuman     82,43
Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya     6,59
Industri Tekstil dan Pakaian Jadi    2,51
Industri Barang Galian bukan Logam    2,44
Posting by Mohammad Nurdin

Sub Kategori Penyumbang NTB Kategori Perdagangan di Kabupaten Brebes 2016

Berikut ini adalah Sub Kategori Penyumbang NTB Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor di Kabupaten Brebes Tahun 2016 :
1) Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor sebesar 85,22 persen; dan
2) Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya sebesar 14,78 persen.

Posting by Mohammad Nurdin

5 Sub Kategori Penyumbang NTB Kategori Pertanian di Kabupaten Brebes Tahun 2016

Berikut ini adalah 5 Sub Kategori dari 9 Sub Kategori Penyumbang NTB Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
di Kabupaten Brebes Tahun 2016
1) Tanaman Hortikultura Semusim    sebesar 34,70 persen;
2) Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya sebesar    27,83 persen;
3) Tanaman Pangan sebesar    18,05 persen;
4) Perikanan sebesar    6,07 persen; dan
5) Peternakan sebesar    5,34 persen.

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 18 Januari 2018

Analisis PDRB Produksi Kab. Brebes 2010-2016 : Pengelompokan Sektor

PDRB Kabupaten Brebes Menurut Lapangan Usaha (PDRB Produksi) terbagi atas :
17 Kategori yaitu :
  1) A    Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan;   
  2) B    Pertambangan dan Penggalian;    
  3) C    Industri Pengolahan;   
  4) D    Pengadaan Listrik dan Gas;  
  5) E    Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;    
  6) F    Konstruksi;   
  7) G    Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor;   
  8) H    Transportasi dan Pergudangan;    
  9) I     Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum;   
10) J     Informasi dan Komunikasi;   
11) K    Jasa Keuangan dan Asuransi;   
12) L    Real Estate;   
13) M,N    Jasa Perusahaan;  
14) O    Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;   
15) P    Jasa Pendidikan;   
16) Q    Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan   
17) R,S,T,U    Jasa lainnya   
54 Sub Kategori yaitu :
A    Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan   
    1    Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian
1)        a. Tanaman Pangan;
2)       b. Tanaman Hortikultura Semusim;
3)        c. Perkebunan Semusim;
4)        d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya;
5)       e. Perkebunan Tahunan;
6)        f. Peternakan;
7)        g. Jasa Pertanian dan Perburuan; 
8)    2    Kehutanan dan Penebangan Kayu;
9)    3    Perikanan;
B    Pertambangan dan Penggalian    
10)    1    Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi;
11)    2    Pertambangan Batubara dan Lignit;
12)    3    Pertambangan Bijih Logam;
13)    4    Pertambangan dan Penggalian Lainnya;
C    Industri Pengolahan   
14)    1    Industri Batubara dan Pengilangan Migas;
15)    2    Industri Makanan dan Minuman;
16)    3    Pengolahan Tembakau;
17)    4    Industri Tekstil dan Pakaian Jadi;
18)    5    Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki;
19)    6    Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya;
20)    7    Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman;
21)    8    Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional;
22)    9    Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik;
23)    10    Industri Barang Galian bukan Logam;
24)    11    Industri Logam Dasar;
25)    12    Industri Barang dari Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik dan Peralatan Listrik;
26)    13    Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL;
27)    14    Industri Alat Angkutan;
28)    15    Industri Furnitur;
29)    16    Industri pengolahan lainnya, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan;
D    Pengadaan Listrik dan Gas   
30)    1    Ketenagalistrikan;
31)    2     Pengadaan Gas dan Produksi Es;
32) E    Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;   
33) F    Konstruksi;   
G    Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor   
34)   1    Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya;
35)     2    Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor;
H    Transportasi dan Pergudangan    
36)    1    Angkutan Rel;
37)   2    Angkutan Darat;
38)   3    Angkutan Laut;
39)   4    Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan;
40)   5    Angkutan Udara;
41)   6    Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos dan Kurir;
I    Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum   
42)    1    Penyediaan Akomodasi;
43)    2    Penyediaan Makan Minum;
44) J    Informasi dan Komunikasi;   
K    Jasa Keuangan dan Asuransi   
45)    1    Jasa Perantara Keuangan;
46)    2    Asuransi dan Dana Pensiun;
47)    3    Jasa Keuangan Lainnya;
48)    4    Jasa Penunjang Keuangan;
49) L    Real Estate;  
50) M,N    Jasa Perusahaan;   
51) O    Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;   
52) P    Jasa Pendidikan;   
53) Q    Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan
54) R,S,T,U    Jasa lainnya   
2 Jenis yaitu :
1) Sektor Barang (A, B, C, D, E dan F); dan
2) Sektor Jasa (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)
3 Jenis yaitu :
1) Sektor Primer (A dan  B);
2) Sektor Sekunder (C, D, E dan F); dan
2) Sektor Tersier (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)

Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 08 Juni 2014

Catatan Pertumbuhan Ekonomi Bulan Mei 2014 : Sumbangan Sub Sektor Angkutan Jalan Raya Menurun

Pada bulan-bulan ini jalan di pantura rusak parah dan dalam proses perbaikan yang menyita waktu yang cukup lama. Lalu apa dampaknya bagi pertubuhan ekonomi? Dampaknya adalah sumbangan pertumbuhan ekonomi dari sub sektor angkutan jalan raya menurun. Waktu tempuh bis atau mini bis atau truk menjadi lebih lama. Bahkan angkutan bis sudah banyak yang mengurangi bis yang beroperasi karena menurunnya penumpang. Selain itu biaya antara yang dikeluarkan meningkat. Umur ban dan pegas/peredam kejut menjadi lebih pendek karena harus menghadapi jalanan yang rusak.