Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2014. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Januari 2018

5 Kategori Penyumbang PDRB Kabupaten Brebes Tahun 2014

Berikut ini adalah 5 Kategori dari 17 Kategori Penyumbang PDRB Kabupaten Brebes Tahun 2014
1) A    Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar   41,37 persen;
2) G    Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar   16,50 persen;
3) C    Industri Pengolahan sebesar   13,90 persen;
4) P    Jasa Pendidikan sebesar   4,36 persen; dan
5) F    Konstruksi    4,07 persen.

Posting by Mohammad Nurdin

Jumat, 19 Januari 2018

Analisis PDRB Produksi Kab. Brebes 2010-2016 : Rata-rata Pertumbuhan


Dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi per sektor, terlihat bahwa pertumbuhan Sektor Sekunder dan Sektor Tersier di atas rata-rata (pertumbuhan ekonomi) Kabupaten Brebes. Sedangkan Sektor Primer tumbuh di bawah rata-rata.
Berikut ini adalah rata-rata pertumbuhan ekonomi menurut sektor selama periode 2011-2016 :
1. Rata-rata pertumbuhan PDRB adalah sebesar 5,55 persen per tahun;
2. Rata-rata pertumbuhan Sektor Primer adalah sebesar 3,43 persen per tahun;
3. Rata-rata pertumbuhan Sektor Sekunder adalah sebesar 8,79 persen per tahun; dan
4. Rata-rata pertumbuhan Sektor Tersier adalah sebesar 6,44 per tahun.

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 18 Januari 2018

Analisis PDRB Produksi Kab. Brebes 2010-2016 : Pengelompokan Sektor

PDRB Kabupaten Brebes Menurut Lapangan Usaha (PDRB Produksi) terbagi atas :
17 Kategori yaitu :
  1) A    Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan;   
  2) B    Pertambangan dan Penggalian;    
  3) C    Industri Pengolahan;   
  4) D    Pengadaan Listrik dan Gas;  
  5) E    Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;    
  6) F    Konstruksi;   
  7) G    Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor;   
  8) H    Transportasi dan Pergudangan;    
  9) I     Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum;   
10) J     Informasi dan Komunikasi;   
11) K    Jasa Keuangan dan Asuransi;   
12) L    Real Estate;   
13) M,N    Jasa Perusahaan;  
14) O    Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;   
15) P    Jasa Pendidikan;   
16) Q    Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan   
17) R,S,T,U    Jasa lainnya   
54 Sub Kategori yaitu :
A    Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan   
    1    Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian
1)        a. Tanaman Pangan;
2)       b. Tanaman Hortikultura Semusim;
3)        c. Perkebunan Semusim;
4)        d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya;
5)       e. Perkebunan Tahunan;
6)        f. Peternakan;
7)        g. Jasa Pertanian dan Perburuan; 
8)    2    Kehutanan dan Penebangan Kayu;
9)    3    Perikanan;
B    Pertambangan dan Penggalian    
10)    1    Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi;
11)    2    Pertambangan Batubara dan Lignit;
12)    3    Pertambangan Bijih Logam;
13)    4    Pertambangan dan Penggalian Lainnya;
C    Industri Pengolahan   
14)    1    Industri Batubara dan Pengilangan Migas;
15)    2    Industri Makanan dan Minuman;
16)    3    Pengolahan Tembakau;
17)    4    Industri Tekstil dan Pakaian Jadi;
18)    5    Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki;
19)    6    Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya;
20)    7    Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman;
21)    8    Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional;
22)    9    Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik;
23)    10    Industri Barang Galian bukan Logam;
24)    11    Industri Logam Dasar;
25)    12    Industri Barang dari Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik dan Peralatan Listrik;
26)    13    Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL;
27)    14    Industri Alat Angkutan;
28)    15    Industri Furnitur;
29)    16    Industri pengolahan lainnya, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan;
D    Pengadaan Listrik dan Gas   
30)    1    Ketenagalistrikan;
31)    2     Pengadaan Gas dan Produksi Es;
32) E    Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;   
33) F    Konstruksi;   
G    Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor   
34)   1    Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya;
35)     2    Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor;
H    Transportasi dan Pergudangan    
36)    1    Angkutan Rel;
37)   2    Angkutan Darat;
38)   3    Angkutan Laut;
39)   4    Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan;
40)   5    Angkutan Udara;
41)   6    Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos dan Kurir;
I    Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum   
42)    1    Penyediaan Akomodasi;
43)    2    Penyediaan Makan Minum;
44) J    Informasi dan Komunikasi;   
K    Jasa Keuangan dan Asuransi   
45)    1    Jasa Perantara Keuangan;
46)    2    Asuransi dan Dana Pensiun;
47)    3    Jasa Keuangan Lainnya;
48)    4    Jasa Penunjang Keuangan;
49) L    Real Estate;  
50) M,N    Jasa Perusahaan;   
51) O    Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;   
52) P    Jasa Pendidikan;   
53) Q    Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan
54) R,S,T,U    Jasa lainnya   
2 Jenis yaitu :
1) Sektor Barang (A, B, C, D, E dan F); dan
2) Sektor Jasa (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)
3 Jenis yaitu :
1) Sektor Primer (A dan  B);
2) Sektor Sekunder (C, D, E dan F); dan
2) Sektor Tersier (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)

Posting by Mohammad Nurdin

Selasa, 10 Oktober 2017

Upah Minimum Regional Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Tengah untuk 2014 pada Senin (18/11/2013). Ketetapan tersebut tertuang dalam keputusan Gubernur Jateng Nomor 560/60 Tahun 2013 tertanggal 18 November 2013. Penetapan UMK dilakukan setelah Gubernur menerima usulan tertulis UMK 2014 dari bupati/wali kota se-Jateng.

Berikut daftar UMK Kabupaten/Kota se Jawa Tengah tahun 2014 yang telah ditetapkan Gubernur :
1.   Kota Semarang                        Rp. 1.423.500
2.   Kota Surakarta                         Rp. 1.145.000
3.   Kota Salatiga                            Rp. 1.170.000
4.   Kota Magelang                        Rp. 1.037.000
5.   Kota Pekalongan                     Rp. 1.165.000
6.   Kota Tegal                                Rp. 1.044.000
7.   Kabupaten Blora                     Rp. 1.009.000
8.   Kabupaten Rembang              Rp.    985.000
9.   Kabupaten Pati                        Rp. 1.013.027
10. Kabupaten Grobogan             Rp.    935.000
11. Kabupaten Kudus                   Rp. 1.150.000
12. Kabupaten Jepara                    Rp. 1.000.000
13. Kabupaten Demak                   Rp. 1.280.000
14. Kabupaten Semarang              Rp. 1.208.200
15. Kabupaten Kendal                   Rp. 1.206.000
16. Kabupaten Batang                   Rp. 1.146.000
17. Kebupaten Pekalongan           Rp. 1.145.000
18. Kabupaten Pemalang               Rp. 1.066.000
19. Kabupaten Tegal                      Rp. 1.000.000
20. Kabupaten Brebes                   Rp. 1.000.000
21. Kabupaten Cilacap
      - Wilayah Kota                          Rp. 1.125.000
      - Wilayah Timur                        Rp.     975.000
      - Wilayah Barat                         Rp.     950.000
22. Kabupaten Banyumas             Rp. 1.000.000
23. Kabupaten Kebumen               Rp.    975.000
24. Kabupaten Purbalingga          Rp. 1.023.000
25. Kabupaten Banjarnegara        Rp.    920.000
26. Kabupaten Wonosobo           Rp.     990.000
27. Kabupaten Temanggung        Rp. 1.050.000
28. Kabupaten Magelang             Rp. 1.152.000
29. Kabupaten Purworejo             Rp.    910.000
30. Kabupaten Klaten                   Rp. 1.026.600
31. Kabupaten Sukoharjo             Rp. 1.150.000
32. Kabupaten Wonogiri              Rp.     954.000
33. Kabupaten Karanganyar        Rp. 1.060.000
34. Kabupaten Boyolali                Rp. 1.116.000
35. Kabupaten Sragen                   Rp.    960.000
                                                        
Sumber : http://www.infoblora.com/2013/11/daftar-umk-jateng-2014-berdasarkan-sk.html
Diakses pada : Rabu, 11 Oktober 2017

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 19 September 2016

Publikasi BPS 2016 : Statistik Pertanian Hortikultura Jawa Tengah 2012-2014

Statistik Pertanian Hortikultura Jawa Tengah 2012–2014 merupakan publikasi hasil pengumpulan data di lapangan yang dilakukan petugas Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan pengolahan oleh BPS Kabupaten/Kota se Provinsi Jawa Tengah. Data yang disajikan dalam publikasi ini merupakan Angka Tetap (ATAP) Hortikultura tahun 2012–2014 yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik, meliputi data luas panen/jumlah tanaman yang menghasilkan dan produksi untuk tanaman sayuran buah-buahan semusim, tanaman buah-buahan sayuran tahunan, tanaman biofarmaka dan tanaman hias.


Posting by Mohammad Nurdin

Publikasi BPS 2016 : Data Dan Informasi Lingkungan Hidup Jawa Tengah 2014

Publikasi ini merupakan salah satu publikasi lingkungan hidup yang berisi tentang data dan informasi lingkungan hidup tahun 2014 yang mencakup tiga aspek lingkungan yaitu lingkungan alam, lingkungan buatan dan lingkungan social yang dirinci menurut kabupaten/kota dan provinsi . Data yang disajikan adalah berupa data primer dan data sekunder. Data primer seperti sensus penduduk, supas, susenas, sakernas dan data ekonomi sedangkan data sekunder antara lain data politik, data keamanan , kondisi cuaca/iklim, data bencana  dsb. Selain data tahun 2014 disajikan pula data tahun-tahun sebelumnya
Download : http://jateng.bps.go.id/website/pdf_publikasi/Data-Dan-Informasi-Lingkungan-Hidup-Jawa-Tengah-2014.pdf

Posting by Mohammad Nurdin

Selasa, 01 Desember 2015

Neraca Perdagangan Indonesia Tahun 2014

 Defisit neraca perdagangan Indonesia tahun 2014 sebesar 1,89 Milyar US$. Ekspor Indonesia tahun 2014 sebesar 17,63 Milyar US$ yang terdiri dari 17,2 persen ekspor migas dan 82,8 persen ekspor non migas.
Impor Indonesia tahun 2014 sebesar 17,82 Milyar US$ yang terdiri dari 24,4 persen impor migas dan 76,6 persen impor non migas.

Posting by Mohammad Nurdin

Ekspor dan Impor Migas dan Non Migas Indonesia Tahun 2014

Ekspor impor migas Indonesia tahun 2014 yaitu sebagai berikut :
ekspor sebesar 30,33 Milyar US$ dan impor sebesar 43,46 milyar US$. Sedang Ekpor impor non migas Indonesia tahun 2014 adalah sebagai berikut : ekspor sebesar 145,56 US$ dan impor sebesar 134,72 US$.

Posting by Mohammad Nurdin

Ekspor dan Impor Indonesia Menurut 5 Negara Utama Tahun 2014

Ekspor Indonesia tahun 2014 terbesar ke negara Cina, kemudian disusul Amerika Serikat, Jepang, India, dan Singapura. Sedangkan impor Indonesia terbesar dari negara Cina disusul Jepang, Amerika Serikat, Singapura, dan India.

Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 18 November 2015

Perkembangan Ekonomi Kabupaten Brebes : Pabrik Garmen di Jagapura Kersana Diresmikan

Pabrik Garmen di Jagapura Kersana Diresmikan
Sumber : BrebesNews.Co
Tanggal Rilis : 15 October 2014

BREBESNEWS.CO -Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti SE, meresmikan PT Yeon Heung Megasari, di Desa Jagapura, Kecamatan Kersana, Rabu (15/10/ 2014) siang. Peresmian pabrik garmen yang ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng ini, selain dihadiri Presiden Direktur Chun Taekho juga jajaran direksi PT Yeon Heung Megasari. Hadir juga Sekda Brebes Emastoni Ezam, Kepala Bappeda Brebes Joko Gunawan […]

Sumber : http://brebesnews.co/

Posting by Mohammad Nurdin

Selasa, 10 November 2015

Berikut ini adalah publikasi BPS Kabupaten Brebes tahun 2015 yaitu PDRB Kabupaten Brebes Menurut Lapangan Usaha 2014 dengan :

Nomor Katalog : 9302001.3329
Nomor Publikasi : 33295.1502
Tanggal Rilis : 2015-10-30

Buku Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Brebes Tahun 2014 ini merupakan kelanjutan dari penerbitan tahun-tahun sebelumnya yang disusun oleh BPS Kabupaten Brebes. Publikasi ini menyajikan tinjauan perkembangan perekonomian Kabupaten Brebes secara deskriptif. Dalam buku ini juga ditampilkan tabel-tabel PDRB tahun 2010 – 2014 atas dasar harga berlaku dan harga konstan 2010 dalam bentuk nilai nominal dan persentase.

Publikasi ini bisa di-download pada alamat link di bawah ini :

Klik Di Sini !

Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 04 November 2015

Mulai tahun ini (2015) Badan Pusat Statistik telah merllis angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) metode baru. Data yang dirilis adalah IPM tahun 2010 sampai dengan 2014. Satu hal yang sedikit membanggakan masyarakat Kabupaten Brebes adalah dengan metode baru, Kabupaten Brebes tidak lagi menjadi kabupaten peringkat terakhir (35) tetapi sedikit naik satu garis menjadi 34. Peringkat terakhir digantikan oleh Kabupaten Pemalang. Data yang menjadi Kabupaten Brebes naik adalah data PPP (Power Purcashing Parity) atau paritas daya beli.

Bila Anda berniat untuk mengetahui lebih lanjut tetang apa dan bagaimana metode penghitungan IPM tersebut maka Anda bisa mengunjungi dan men-download atau mengunduh pada alamat berikut ini :

http://ipm.bps.go.id/



atau Anda dapat men-download atau mengunduh pada alamt di bawah ini :


P
osting by Mohammad Nurdin

Kamis, 01 Oktober 2015

Jumlah Rumah Tangga Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 : Tabel 3 Jumalh Rumah Tangga Total


Posting by Mohammad Nurdin

Jumlah Rumah Tangga Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 : Tabel 2 Jumlah Rumah Tangga Perdesaan



Posting by Mohammad Nurdin

Jumlah Rumah Tangga Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 : Tabel 1 Jumlah Rumah Tangga Perkotaan



Posting by Mohammad Nurdin

Jumlah Rumah Tangga Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 : Ulasan


Berapa jumlah rumah tangga di Provinsi Jawa Tengah? Barangkali ada yang bertanya? berikut jawabannya adalah 9 juta rumah tangga lebih tepatnya 9.009.084 rumah tangga. Ini adalah angka hasil proyeksi penduduk berdasarkan data Sensus Penduduk Tahun 2010 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik.

Sepuluh kabupaten/kota dengan jumlah rumah tangga terbesar adalah sebagai berikut :
1. Kabupaten Brebes sebanyak 462.950 rumah tangga
2. Kabupaten Cilacap sebanyak 455.541 rumah tangga
3. Kabupaten Semarang sebanyak 441.747 rumah tangga
4. Kabupaten Banyumas sebanyak 438.222 rumah tangga
5. Kabupaten Grobogan sebanyak 389.487 rumah tangga
6. Kabupaten Tegal sebanyak 361.546 rumah tangga
7. Kabupaten Pati sebanyak 358.091 rumah tangga
8. Kabupaten Klaten sebanyak 333.122 rumah tangga
9. Kabupaten Magelang sebanyak 333.076 rumah tangga
10. Kabupaten Pemalang sebanyak 317.586 rumah tangga


Senin, 27 Juli 2015

Arsip Berita : Jalan Tol Pejagan-Pemalang Mulai Dibangun

Sumber Berita : http://bisnis.tempo.co
Hari       : RABU
Tanggal : 23 JULI 2014
Jam        : 11:56 WIB

Ruas jalan tol Pejagan-Pemalang di Jawa Tengah mulai dibangun hari ini. Jalan tol sepanjang 57,5 kilometer ini merupakan bagian dari jaringan jalan tol trans-Jawa.

"Pencanangan pembangunan jalan tol ini semakin mendekatkan pada terwujudnya jaringan jalan tol trans-Jawa sebagai jalur logistik yang akan menunjang pertumbuhan ekonomi nasional," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat meresmikan pembangunan jalan tol ini, Rabu, 23 Juli 2014. (Baca: Pemerintah Siapkan 2 Opsi Pengerjaan Tol Mangkrak)


Kamis, 01 Januari 2015

Informasi Statistik Bulan Pebruari 2015 : Perempuan Lebih panjang Umur Daripada Laki-laki

Angka Harapan Hidup (AMH) pada waktu lahir merupakan rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang selama hidup. Angka harapan hidup merupakan salah satu komponen yang dihitung dalam penghitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
- Angka harapan hidup perempuan tahun 2014 adalah 72,6 tahun
- Angka harapan hidup laki-laki tahun 2014 adalah 68,7 tahun
 
Sumber : BPS

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 25 September 2014

Hari Statistik Nasional 2014 dan Prestasi BPS

Tema peringatan Hari Statistik Nasional tahun 2014  adalah “ Dengan Semangat Hari Statistik Nasional Kita Tumbuhkembangkan Peran Serta Masyarakat dalam Pembangunan Statistik”.
Pada Tahun 2014 ini, BPS menerima penghargaan opini laporan keuangan oleh BPK dengan predikat WTP selama 3 tahun berturut turut. Baru-baru ini BPS juga menerima Trophy Bandha Tadya Abiwada dari Kementerian Keuangan karena selama tiga kali berturut-turut menjadi instansi terbaik dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), kemudian peringkat II dalam Utilisasi BMN dan Peringkat  III dalam hal Kepatuhan pelaporan BMN. Selain itu, BPS juga menerima penghargaan dengan kategori B (dengan nilai 70,5) dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) oleh KemenPAN dan RB dan  BPS masuk dalam Bagian dari kelompok terbaik dalam rangka Pelayanan Publik.

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 26 Juni 2014

Klipping Berita : Pertumbuhan Ekonomi Amerika Serikat 2014

Judul Berita : Estimasi Pertumbuhan Ekonomi AS Direvisi, Wall Street Melemah : Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 21,38 poin 
Hari/Tanggal : Jum'at, 27 Juni 2014, 07:20
Penulis : Siti Nuraisyah Dewi

VIVAnews - Saham AS melemah pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, setelah pemerintah AS diminta untuk merevisi angka estimasi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini menjadi lebih rendah.
Seperti diberitakan CNBC, Jumat 27 Juni 2014, sentimen negatif lainnya yakni James Bullard, Kepala Federal Reserve St. Louis yang merupakan anggota non-voting Federal Open Market Committee, kepada Fox Business Network, mengatakan bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve bisa terjadi lebih cepat dari yang diharapkan pasar, yakni pada kuartal pertama 2015.