Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Penduduk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penduduk. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 November 2024

Indikator Utama Pembangunan (IUP) RPJPD Tahun 2025-2045 untuk Kabupaten/Kota : Indikator : Indikator : Proporsi Penduduk Berusia 15 Tahun ke Atas yang Berkualifikasi Pendidikan Tinggi

No. 13
Indikator : Proporsi Penduduk Berusia 15 Tahun ke Atas yang Berkualifikasi Pendidikan Tinggi
Satuan : %
Definisi Operasional : Proporsi Penduduk Berusia 15 Tahun ke Atas yang Berkualifikasi Pendidikan Tinggi adalah  penduduk usia 15 th ke atas yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Yang dimaksud jenjang pendidikan tinggi meliputi: DI s.d. DIV; S1; S2; S2 Terapan atau S3.
Formulasi Perhitungan : Jumlah penduduk 15 th ke atas yg lulus/berijazah pendidikan tinggi DIBAGI Jumlah penduduk usia 15 th ke atas DIKALI 100%
Intepretasi    Nilai maksimal indikator 100% dan merupakan indikator "positif"
Sumber Data : BPS

Posting by Mohammad Nurdin

Indikator Utama Pembangunan (IUP) RPJPD Tahun 2025-2045 untuk Kabupaten/Kota : Indikator : Rata-Rata lama sekolah penduduk usia di atas 15 tahun

 No.11
Indikator : Rata-Rata lama sekolah penduduk usia di atas 15 tahun
Satuan : Tahun
Definisi Operasional : Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas adalah Rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan yang pernah dijalani.
Formulasi Perhitungan : Lama sekolah penduduk ke- 𝑖 DIBAGI Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas (sesuai perhitungan BPS)
Intepretasi : Menempuh pendidikan dimaknai: Untuk mereka yang tamat SD diperhitungkan lama sekolah selama 6 tahun, tamat SMP diperhitungkan lama sekolah selama 9 tahun, tamat SM diperhitungkan apakah pernah tinggal kelas atau tidak .
Sumber Data : BPS

Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 24 Desember 2023

Laporan Pelatihan Petugas Long Form SP2020 Kabupaten Brebes TA 2020

 

TUJUAN PELATIHAN
1    Memberikan pemahaman kepada calon petugas pendataan LF-SP2020 mengenai prosedur dan tatacara pendataan LF-SP202
2    Memberikan pemahaman kepada seluruh petugas akan arti pentingnya kegiatan Pendataan Long Form SP2020 sehingga diperoleh data-data terkait parameter demografi seperti kelahiran, kematian, dan migrasi serta informasi penting lainnya guna menghasilkan indikator Sustainable Development Goals (SDGs) dan RPJMN bidang kependudukan
3    Memberikan pelatihan pengisian daftar dengan menggunakan CAPI. 

Laporan bisa dilihat pada link berikut ini :

Klik Di Sini !


Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 09 Oktober 2019

Lirik Lagu Sensus Penduduk 2020

Rap...
Tahun 1961 Sensus Penduduk Pertama
Saat Rakyat Indonesia masih belajar berjaya
Banyak Orang Awam masih saja bertanya-tanya
Apa guna Sensus Buat Mereka Semua???
Sensus Penduduk itu sama saja cacah Jiwa
Orang Indonesia Dicacat oleh Negara
Data Jumlah Jiwa Dipakai Oleh Negara
Membangun Indonesia Tentu Saja Perlu Data

Lagu
Marilah Semua Sukseskan Sensus Kita
Bantulah Setiap Usaha Yang Bertujuan Mulia
Sensus penduduk telah tiba waktunya
Ayo kita dukung dengan segala daya

Rap..
SP2020 Sensus Terkini Bangsa
Orang Indonesia lebih 200 Juta Jiwa!
Pastikan kamu Hadir dan Aktif Turut Serta
Karna Anda Tercatat Pasti Data Akan Akurat

Lagu...
Sensus penduduk cermin diri anak bangsa
Jadi landasan membangun manusia indonesia
Sensus penduduk haruslah kita bantu
Dengan memberi jawaban yang jujur dan seksama
Mari kita semua amalkan bakti kita
Demi sensus penduduk yang diamanatkan dunia
Mari kita semua amalkan bakti kita
Demi sensus penduduk yang diamanatkan dunia
Sensus Penduduk Demi Masa Depan Bangsa!
Sensus Penduduk Untuk Masa Depan Bangsa!

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 21 November 2016

Indikator Makro Kabupaten Brebes 2016 : Penduduk Jawa Tengah 2015


Jumlah penduduk di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015 berjumlah 33.774.141 jiwa. Lima kabupaten/kota dengan jumlah penduduk terbanyak adalah sebagai berikut : Kabupaten Brebes sebanyak 1.781.379 jiwa, disusul Kota Semarang    sebanyak 1.701.114 jiwa, Kabupaten Cilacap sebanyak 1.694.726, Kabupaten Banyumas sebanyak 1.635.909 jiwa, dan Kabupaten Tegal    sebanyak 1.424.891 jiwa.
Sedangkan jumlah penduduk paling sedikit terdapat di Kota Magelang sebanyak 120.792 jiwa, disusul Kota Salatiga    sebanyak 183.815 jiwa, Kota Tegal sebanyak 246.119, Kota Pekalongansebanyak 296.404 jiwa , dan Kota Surakarta    sebanyak 512.226 jiwa.



Posting by Mohammad Nurdin

Indikator Makro Kabupaten Brebes 2016 : Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Brebes pada tahun 2010 berjumlah 1.736.782 jiwa, tahun 2016 berjumlah 1.788.880 jiwa, dan diperkirakan pada tahun 2020 menjadi 1.815.086 jiwa.

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 07 Januari 2016

Berita Dari Badan Pusat Statistik : Mengulik Data Suku di Indonesia

Mengulik Data Suku di Indonesia

Indonesia adalah negeri yang kaya “gemah ripah loh jinawi”.Kekayaan itu tidak sebatas pada hasil alam saja, tetapi juga pada ragam suku, bahasa, agama, kepercayaan, dan adat istiadat. Misal untuk kekayaan suku bangsa, Indonesia memiliki ratusan nama suku bahkan ribuan jika dirinci hingga subsukunya. Kemajuan teknologi dan kemudahan di bidang transportasi mendorong peningkatan mobilitas penduduk. Imbas dari mobilitas penduduk diantaranya adalah mempercepat perubahan komposisi suku di suatu wilayah. Perubahan komposisi suku ini kerap menjadi potensial konflik sosial, ekonomi, maupun politik. Terkait hal itu, mengkaji data etnis menjadiurgen. Terlebih sejak tahun 1998, Indonesia mulai melaksanakan proses demokrasi dan desentralisasi.


Kamis, 01 Januari 2015

Informasi Statistik Bulan Januari 2015 : Data Sebagai Landasan Pembangunan Yang Kokoh

BPS melakukan tiga jenis kegiatan yaitu sensus, survei, dan kompilasi administrasi untuk menghasilkan data dasar sebagai landasan pengambilan kebijakan pembangunan nasional.
Beberapa data penting adalah sebagai berikut :
- Inflasi Oktober 2014 sebesar 0,47 persen
- Defisit perdagangan luar negeri Indonesia pada Bulan September 2014 sebesar 270 juta Dollar Amerika
- Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) triwulan III tahun 2014 sebesar 5,01 persen
- Pada tahun 2013 di Indonesia sebagian besar rumah tangga pertanian adalah mengusahakan pertanian pada subsektor tanaman pangan (padi/palawija) yaitu sebanyak 17,73 juta rumah tangga
- Persentase penduduk miskin di Indonesia sebesar 11,25 persen
- Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia sebesar 5,94 persen

Sumber : BPS

Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 22 Januari 2012

Penduduk Kabupaten Brebes Tahun 2010

Tingkat penyebaran penduduk belum merata.
Distribusi penduduk kabupaten Brebes belum tersebar secara m rata, salah satunya disebabkan oleh letak geografis yang berbeda-beda. Kecamatan terpadat adalah Jatibarang dengan 2.375 jiwa/km2
 
Jumlah Penduduk Kabupaten Brebes pada tahun 2010 tercatat 1.736.331 jiwa, terdiri dari 873.794 jiwa penduduk laki-laki dan 862.537 jiwa penduduk perempuan. Pada tahun 2010 ini jumlah penduduk Brebes mengalami penurunan yang tajam, setelah sebelumnya jumlah penduduk Kabupaten Brebes terus bertambah. Bila dibandingkan dengan tahun 2009 mengalami penurunan sebesar  0,90 persen. Sedangkan selama 2005-2010 pertumbuhan rata-rata per tahun  sebesar 0,10 %.  Sehingga walaupun jumlah penduduk semakin tahun bertambah namun pertumbuhan dari tahun ke tahun mempunyai kecenderungan menurun.
 
Distribusi penduduk Kabupaten Brebes belum tersebar secara merata, dimana sebaran penduduk terbanyak di Kabupaten Brebes adalah Kecamatan Bulakamba 162.197 jiwa atau 9,34%, Kecamatan Brebes  157.492 jiwa atau 9,07 %, dan Kecamatan Wanasari sebanyak 140.614 jiwa atau 8,10 %, sedangkan sebaran penduduk paling kecil adalah Kecamatan Salem sebanyak 57.048 jiwa atau 3,29%. Hal ini juga banyak dipengaruhi oleh letak geografis kecamatan yang berbeda.
 
Angka sex ratio tahun 2010 datas angka 100, dimana hal ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuan. Tahun 2010 sex ratio tercatat 101,31. Tahun 2009 dan 2008 masing-masing tercatat 99,32 dan 99,40.
Sumber : brebeskab.bps.go.id

Posting by Mohammad Nurdin

Sabtu, 04 Juni 2011

Sepuluh Negara Terbanyak Penduduknya

Tahukah Anda sepuluh negara terbanyak penduduknya? Tahukah pula negara paling luas wilayahnya? Berikut ini adalah sepuluh negara terbanyak penduduknya, terluas wilayahnya, paling kecil penduduknya, dan paling sempit wilayahnya.



Sepuluh Negara Terbanyak Penduduknya yaitu :

  1. China (People's Republic of China) 1.33 Bil

  2. India (Republic of India) 1.17 Bil

  3. United States (United States of America) 305.83 Mil

  4. Indonesia (Republic of Indonesia) 231.63 Mil

  5. Brazil (Federative Republic of Brazil) 191.79 Mil

  6. Pakistan (Islamic Republic of Pakistan) 163.9 Mil

  7. Bangladesh (People's Republic of Bangladesh) 158.66 Mil

  8. Nigeria (Federal Republic of Nigeria) 148.09 Mil

  9. Russia (Russian Federation) 142.5 Mil

  10. Japan (State of Japan) 127.97 Mil


Sepuluh Negara Terluas Wilayahnya yaitu :

  1. Rusia (Russian Federation) 17.08 Mil Km2

  2. Canada 9.98 Mil Km2

  3. United States (United States of America) 9.83 mil Km2

  4. China (People's Republic of China) 9.6 Mil Km2

  5. Brazil (Federative Republic of Brazil) 8.51 Mil Km2

  6. Australia (Commonwealth of Australia) 7.69 Mil Km2

  7. India (Republic of India) 3.29 Mil Km2

  8. Argentina (Argentine Republic) 2.77 Mil Km2

  9. Kazakhstan (Republic of Kazakhstan) 2.72 Mil Km2

  10. Sudan (Republic of The Sudan) 2.51 Mil Km2


Sepuluh Negara Paling Sedikit Penduduknya yaitu :

  1. Vatican City (State of The Vatican City) 932

  2. Nauru (Republic of Nauru) 10.000

  3. Tuvalu 11.000

  4. Palau (Republic of Palau) 20.000

  5. San Marino (Republic of San Marino) 31.000

  6. Monaco (Principality of Monaco) 33.000

  7. Liechtenstein (Principality of Liechtenstein) 35.000

  8. Saint Kitts and Nevis (Federation of Saint Christopher and Nevis) 50.000

  9. Marshall Islands (Republic of The Marshall Islands) 59.000

  10. Dominica (Commonwealth of Dominica) 67.000


Sepuluh Negara Paling Sempit Wilayahnya yaitu :

  1. Vatican City (State of The Vatican City) 0 km2

  2. Monaco (Principality of Monaco) 2 km2

  3. Nauru (Republic of Nauru) 21 km2

  4. Tuvalu 26 km2

  5. San Marino (Republic of San Marino) 61 km2

  6. Liechtenstein (Principality of Liechtenstein) 160 km2

  7. Marshall Islands (Republic of The Marshall Islands) 181 km2

  8. Saint Kitts and Nevis (Federation of Saint Christopher and Nevis) 261 km2

  9. Maldives (Republic of Maldives) 300 km2

  10. Malta (Republic of Malta) 316 km2


Anda berminat tahu lebih jauh. Ini dapat Anda nikmati dari software education game yang disebut education game Enigeo Version 3.3.1 Bahkan Anda dapat bermain quiz 20 negara, 50 negara, 100 negara, atau tak terbatas dari 193 negara anggota PBB.

Programmed by : enigeo-Team (Clemens Spenrath and Felix Spenrath)

Website : http://www.enigeo.org



Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 11 April 2011

Penduduk Brebes

Jumlah Penduduk Kabupaten Brebes pada tahun 2009 tercatat 1.752.128 jiwa, terdiri dari 873.062 jiwa penduduk laki-laki dan 879.066 jiwa penduduk perempuan. Dari tahun ke tahun jumlah penduduk Kabupaten Brebes terus bertambah, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) telah bertambah sebanyak 4.698 jiwa atau sebesar 0,27 persen. Sedangkan bila dibandingkan dengan kondisi lima tahun yang lalu penduduk Kabupaten Brebes bertambah sebesar 29.822 jiwa atau pertumbuhan rata-rata per tahun 0,35 %. Sehingga walaupun jumlah penduduk semakin tahun bertambah namun pertumbuhan dari tahun ke tahun mempunyai kecenderungan menurun.

Distribusi penduduk Kabupaten Brebes belum tersebar secara merata, dimana sebaran penduduk terbanyak di Kabupaten Brebes adalah Kecamatan Bulakamba 158.560 jiwa atau 9,05%, Kecamatan Brebes 156.116 jiwa atau 8,91 %, dan Kecamatan Larangan sebanyak 140.666 jiwa atau 8,03 %, sedangkan sebaran penduduk paling kecil adalah Kecamatan Salem sebanyak 56.763 jiwa atau 3,24%. Hal ini juga banyak dipengaruhi oleh letak geografis kecamatan yang berbeda.

Angka sex raio tiga tahun terakhir tercatat dibawah angka 100, hal ini menunjukan bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk laki-laki. Tahun 2009 sex ratio tercatat 99,32. Tahun 2008 dan 2007 masing-masing tercatat 99,40 dan 99,43.

Sumber Data : BPS Kabupaten Brebes, Statistik Daerah Kabupaten Brebes 2010, Brebes, 2010

Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 10 April 2011

Karakteristik Penduduk

Konsep dan Definisi

Umur Penduduk

Dalam pengetahuan tentang kependudukan dikenal istilah karakteristik penduduk yang berpengaruh penting terhadap proses demografi dan tingkah laku sosial ekonomi penduduk. Karakteristik penduduk yang paling penting adalah umur dan jenis kelamin, atau yang sering juga disebut struktur umur dan jenis kelamin. Struktur umur penduduk dapat dilihat dalam umur satu tahunan atau yang disebut juga umur tunggal (single age), dan yang dikelompokkan dalam lima tahunan. Dalam pembahasan demografi pengertian umur adalah umur pada saat ulang tahun terakhir. Misalnya Ani lahir pada bulan Januari tahun 1998 dan Sensus 2000 dilaksanakan pada bulan Juli. Jadi pada saat Sensus 2000 dilaksanakan Ani berusia 2 tahun 6 bulan, tetapi dalam perhitungan demografi Ani dicatat sebagai berumur 2 tahun saja.

Digital Preference

Sensus maupun survey yang dilaksanakan di Indonesia mencatat adanya digital preferenceyakni kecenderungan penduduk menyebut umurnya dengan angka berakhiran 0 atau 5. Hal ini menyebabkan penumpukan penduduk dengan umur-umur berakhiran 0 dan 5 (age heaping), sebaliknya terdapat kekurangan cacah pada umur-umur lain terutama umur yang berakhiran 1, 4, 6, dan 9. Untuk menanggulangi hal ini demografer memakai struktur umur yang dikelompokkan dalam umur lima tahunan yakni : 0-4 ; 5-9 ; 10-14 ; 15-19; 20-24; 25-29; 30-34; 35-39; 40-44; 45-49; 50-54; 55-59; 60-64; 65-69; 70-74; 75 tahun ke atas.

Catatan: harap diperhatikan bahwa penulisan kelompok umur adalah 0-4, 5-9 … dst, dan bukan 0-5, 6-10 dll. Penulisan pengelompokan 0-4 berarti kelompok penduduk umur 0 sampai dengan umur 4 tahun 11 bulan 29 hari, yakni tepat sehari sebelum umur 5 tahun. Demikian juga untuk usia 9, 14 dst. Ini berkaitan dengan definisi umur saat ulang tahun terkahir yang telah diterangkan sebelumnya.

Penduduk Muda dan Penduduk Tua

Pengelompokkan penduduk menurut umur dapat digunakan untuk mengetahui apakah penduduk di suatu wilayah termasuk berstruktur umur muda atau tua. Penduduk suatu wilayah dianggap penduduk muda apabila penduduk usia dibawah 15 tahun mencapai sebesar 40 persen atau lebih dari jumlah seluruh penduduk. Sebaliknya penduduk disebut penduduk tua apabila jumlah penduduk usia 65 tahun keatas diatas 10 persen dari total penduduk.

Suatu bangsa yang mempunyai karakteristik penduduk muda akan mempunyai beban besar dalam investasi sosial untuk pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar bagi anak-anak dibawah 15 tahun ini. Dalam hal ini pemerintah harus membangun sarana dan prasarana pelayanan dasar mulai dari perawatan Ibu hamil dan kelahiran bayi, bidan dan tenaga kesehatan lainnya, sarana untuk tumbuh kembang anak termasuk penyediaan imunisasi, penyediaan pendidikan anak usia dini, sekolah dasar termasuk guru-guru dan sarana sekolah yang lain.

Sebaliknya bangsa dengan ciri penduduk tua akan mengalami beban yang cukup besar dalam pembayaran pensiun, perawatan kesehatan fisik dan kejiwaan lanjut usia (lansia), pengaturan tempat tinggal dan lain lain. Penduduk Indonesia belum dianggap sebagai penduduk tua karena persen penduduk diatas 65 tahun masih kecil, namun karena jumlah penduduk yang besar, maka jumlah orang tua juga cukup besar untuk memperoleh perhatian dari pemerintah pusat maupun lokal.

Karakteristik Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin

Karakteristik penduduk menurut umur dapat ditabulasi silang dengan jenis kelamin atau dapat juga ditabulasi silang dengan karakteristik sosial misalnya penduduk menurut umur dan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, penduduk menurut umur dengan tempat tinggal, penduduk menurut umur dengan status pekerjaan dll.

Di bawah ini adalah Tabel jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil SP 2000 yang dikelompokkan menurut jenis kelamin laki-laki dan perempuan, dan menurut kelompok umur 5 tahunan.

Tabel 1. Jumlah Penduduk Indonesia menurut Umur dan Jenis Kelamin, (dalam ribuan)
Kel. Umur Laki-laki Perempuan Total Rasio Jenis Kelamin
0-4 10.188,7 9.832,7 20.021,4 104
5-9 11.157,3 10.788,9 21.946,2 103
10-14 10.824,1 10.413,9 21.238,0 104
15-19 10.652,3 10.611,7 21.264,0 100
20-24 9.759,0 10.333,2 20.092,2 94
25-29 9.135,4 9.596,1 18.731,5 95
30-34 8.455,4 8.507,0 16.962,4 99
35-39 7.537,0 7.454,4 14.991,4 101
40-44 6.495,3 6.143,6 12.638,9 106
45-49 5.170,3 4.689,9 9.860,2 110
50-54 3.880,6 3.625,7 7.506,3 107
55-59 2.995,3 2.941,5 5.936,8 102
60-64 2.481,5 2.592,1 5.073,6 96
65-69 1.810,6 2.012,2 3.822,8 90
70-74 1.267,6 1.392,3 2.659,9 91
75+ 1.369,2 1.728,2 3.097,4 79
Jumlah 103.179,9 102.663,4 205.843,3 101

Sumber: SP2000, BPS 2005, (Data Dirapihkan)


Kegunaan

Informasi tentang jumlah penduduk untuk kelompok usia tertentu penting diketahui agar pembangunan dapat diarahkan sesuai kebutuhan penduduk sebagai pelaku pembangunan. Keterangan atau informasi tentang penduduk menurut umur yang terbagi dalam kelompok umur lima tahunan, sangat penting dan dibutuhkan berkaitan dengan pengembangan kebijakan kependudukan terutama berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia. Jumlah penduduk yang besar dapat dipandang sebagai beban sekaligus juga modal dalam pembangunan.

Dengan mengetahui jumlah dan persentase penduduk di tiap kelompok umur, dapat diketahui berapa besar penduduk yang berpotensi sebagai beban yaitu penduduk yang belum produktif (usia 0-14 tahun) termasuk bayi dan anak (usia 0-4 tahun) dan penduduk yang dianggap kurang produktif (65 tahun ke atas). Juga dapat dilihat berapa persentase penduduk yang berpotensi sebagai modal dalam pembangunan yaitu penduduk usia produktif atau yang berusia 15-64 tahun. Selain itu, dalam pembangunan berwawasan jender, penting juga mengetahui informasi tentang berapa jumlah penduduk perempuan terutama yang termasuk dalam kelompok usia reproduksi (usia 15-49 tahun), partisipasi penduduk perempuan menurut umur dalam pendidikan, dalam pekerjaan dll.

Indikator Karakteristik Penduduk

Indikator penting tentang umur dan jenis kelamin maupun jumlah penduduk adalah:

  1. Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio)
  2. Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio)
  3. Tingkat pertumbuhan penduduk

Sumber Data : http://www.datastatistik-indonesia.com/content/view/210/210/

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 02 September 2010

Buku Hasil Sensus Penduduk 2010 : Data Agregat Per Provinsi

Judul Buku : Hasil Sensus Penduduk 2010 : Data Agregat Per Provinsi
Penyusun : BPS
Penerbit : BPS, Agustus 2010
Jumlah Halaman : 18 Halaman
Besar File : 16.345 kb

Telah terbit buku Hasil Sensus Penduduk 2010 : Data Agregat Per Provinsi Buku setebal 18 halaman yang berisi Sambutan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono dan Pengantar oleh Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Rusman Heriawan.

Sebagai pengemban amanat Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan sejalan dengan rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai Sensus Penduduk dan Perumahan Tahun 2010 (Population and Housing Census Round 2010), BPS menyelenggarakan Sensus Penduduk 2010 (SP2010). Kegiatan ini diselenggarakan secara masif di seluruh Indonesia dengan mengerahkan 700 ribu petugas yang telah terlatih.

Laporan Eksekutif Hasil Sensus Penduduk 2010 ini menyajikan agregat data dasar penduduk yang diperoleh dari olah cepat hasil pencacahan SP2010. Cakupan data dasar yang dapat disajikan pada booklet ini adalah jumlah penduduk menurut jenis kelamin, wilayah administrasi, berikut parameter turunannya yaitu kepadatan penduduk, sex ratio, dan laju pertumbuhan penduduk.

Rusman Heriawan selaku Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia mengucapkan terima kasih atas saran, kritik, dan berbagai masukan yang telah kami terima selama pelaksanaan SP2010 sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap kegiatan pelaksanaan SP2010.
“Kami sadar bahwa tanpa adanya peranserta dan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat, BPS dan jajarannya tidak akan mampu melaksanakan kegiatan ini dengan baik dan lancar. Untuk itu kami sampaikan penghargaan dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada segenap warga masyarakat yang telah membantu pelaksanaan SP2010 dan secara khusus kepada sekitar 700 ribu petugas sensus yang terlibat dalam pedataan lapangan” lanjutnya.

Publikasi ini merupakan persembahan awal dari berbagai publikasi yang akan diterbitkan dari angka final hasil SP2010.

Anda berniat mendownload publikasi ini. Klik di sini!

Posting by Mohammad Nurdin

Tren Jumlah Penduduk Indonesia


Penduduk Indonesia terus bertambah dari waktu ke waktu. Ketika pemerintah Hindia Belanda mengadakan sensus penduduk tahun 1930 penduduk nusantara adalah 60,7 juta jiwa. Pada tahun 1961, ketika sensus penduduk pertama setelah Indonesia merdeka, jumlah penduduk sebanyak 97,1 juta jiwa. Pada tahun 1971 penduduk Indonesia sebanyak 119,2 juta jiwa, tahun 1980 sebanyak 146,9 juta jiwa, tahun 1990 sebanyak 178,6 juta jiwa, tahun 2000 sebanyak 205,1 juta jiwa, dan pada tahun 2010 sebanyak 237,6 juta jiwa.

Posting by Mohammad Nurdin

Gambaran Umum Penduduk Indonesia


Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia adalah sebesar 237.556.363 orang, yang terdiri dari 119.507.580 laki-laki dan 118.048.783 perempuan. Distribusi penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa yaitu sebesar 58 persen, yang diikuti oleh Pu¬lau Sumatera sebesar 21 persen. Selanjutnya untuk pulau-pulau/kelompok kepulauan lain berturut-turut adalah sebagai berikut: Sulawesi sebesar 7 persen; Kalimantan sebesar 6 persen; Bali dan Nusa Tenggara sebesar 6 persen; dan Maluku dan Papua sebesar 3 persen.
Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah tiga provinsi dengan urutan teratas yang berpenduduk terbanyak, yaitu masing-masing berjum¬lah 43.021.826 orang, 37.476.011 orang, dan 32.380.687 orang. Sedangkan Provinsi Sumatera Utara merupakan wilayah yang terbanyak penduduknya di luar Jawa, yaitu sebanyak 12.985.075 orang.
Dengan luas wilayah Indonesia yang sekitar 1.910.931 km2, maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Indonesia adalah sebesar 124 orang per km2. Provinsi yang paling tinggi kepadatan penduduknya adalah Provinsi DKI Jakarta, yaitu sebesar 14.440 orang per km2. Sementara itu, provinsi yang paling rendah tingkat kepadatan penduduknya adalah Provinsi Papua Barat, yaitu sebesar 8 orang per km2.

Posting by Mohammad Nurdin

Pidato Presiden Tentang SP2010

"Sensus Penduduk, merupakan bagian terpadu dari upaya kita bersama, untuk mewujudkan visi besar pembangunan 2010-2014. Kita telah menetapkan visi pembangunan lima tahun ke depan, yaitu, Terwujudnya Indonesia yang Sejahtera, Demokratis dan Berke-adilan. Keberhasilan kita mencapai visi pembangunan itu, ikut ditentukan oleh kemampuan kita, dalam menge-lola manajemen data dan informasi kependudukan yang memadai, akurat, lengkap, dan selalu termutakhirkan.”

PIDATO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Susilo Bambang Yudhoyono
Jumat, 30 April 2010

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 29 Juli 2010

Sensus Penduduk di Zaman Modern


Di zaman yang lebih modern Sensus Penduduk telah menjadi keharusan dan diamanahkan oleh PBB. Sekadar catatan, kapan sensus pertama kali dilakukan oleh beberapa negara besar:

  • Inggris pertama kali sensus tahun 1086
  • USA sensus pertama tahun 1790
  • Belanda melakukan pertama kali tahun 1795
  • India sensus pertama kali 1860 -Mesir sensus pertama tahun 1882
  • German melaksanakan pertama kali 1895
  • China sensus pertama 1913

• Menurut perkiraan (dari World Population Growth History) sampai saat ini, sebanyak 110 milyar manusia pernah lahir dan hidup di muka bumi. Dari jumlah itu sekitar 6,7 milyar penduduk adalah kita yang masih hidup saat ini.

Jumlah Penduduk Dunia 10.000 SM – 1930 M

Tahun

Jumlah (juta)

Tahun

Jumlah (juta)

10 000 SM

1

1950 M

2406

5000 SM

5

1960 M

2972

2000 SM

27

1970 M

3700

1000 SM

50

1980 M

4400

0 M

200

1990 M

5100

500 M

300

2000 M

6080

1000 M

400

2005 M

6450

1650 M

600

2010 M

6800

1800 M

900

2025 M

7890

1850 M

1171

2030 M

8200

1900 M

1608

2040 M

8800

1930 M

2008

2050 M

9850

Sumber : World Population Growth History

(www.vaughns-I-pagers.com/histarylworld-population-growth.html)

Posting by Mohammad Nurdin