Berikut ini adalah 5 Kategori dari 17 Kategori Penyumbang PDRB Kabupaten Brebes Tahun 2010
1) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 42,44 persen;
2) G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 18,73 persen;
3) C Industri Pengolahan sebesar 11,28 persen;
4) I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 4,39 persen; dan
5) F Konstruksi sebesar 4,07 persen.
Posting by Mohammad Nurdin
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label sektor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sektor. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Januari 2018
Kamis, 18 Januari 2018
Analisis PDRB Produksi Kab. Brebes 2010-2016 : Pengelompokan Sektor
PDRB Kabupaten Brebes Menurut Lapangan Usaha (PDRB Produksi) terbagi atas :
17 Kategori yaitu :
1) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan;
2) B Pertambangan dan Penggalian;
3) C Industri Pengolahan;
4) D Pengadaan Listrik dan Gas;
5) E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;
6) F Konstruksi;
7) G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor;
8) H Transportasi dan Pergudangan;
9) I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum;
10) J Informasi dan Komunikasi;
11) K Jasa Keuangan dan Asuransi;
12) L Real Estate;
13) M,N Jasa Perusahaan;
14) O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;
15) P Jasa Pendidikan;
16) Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan
17) R,S,T,U Jasa lainnya
54 Sub Kategori yaitu :
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
1 Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian
1) a. Tanaman Pangan;
2) b. Tanaman Hortikultura Semusim;
3) c. Perkebunan Semusim;
4) d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya;
5) e. Perkebunan Tahunan;
6) f. Peternakan;
7) g. Jasa Pertanian dan Perburuan;
8) 2 Kehutanan dan Penebangan Kayu;
9) 3 Perikanan;
B Pertambangan dan Penggalian
10) 1 Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi;
11) 2 Pertambangan Batubara dan Lignit;
12) 3 Pertambangan Bijih Logam;
13) 4 Pertambangan dan Penggalian Lainnya;
C Industri Pengolahan
14) 1 Industri Batubara dan Pengilangan Migas;
15) 2 Industri Makanan dan Minuman;
16) 3 Pengolahan Tembakau;
17) 4 Industri Tekstil dan Pakaian Jadi;
18) 5 Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki;
19) 6 Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya;
20) 7 Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman;
21) 8 Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional;
22) 9 Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik;
23) 10 Industri Barang Galian bukan Logam;
24) 11 Industri Logam Dasar;
25) 12 Industri Barang dari Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik dan Peralatan Listrik;
26) 13 Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL;
27) 14 Industri Alat Angkutan;
28) 15 Industri Furnitur;
29) 16 Industri pengolahan lainnya, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan;
D Pengadaan Listrik dan Gas
30) 1 Ketenagalistrikan;
31) 2 Pengadaan Gas dan Produksi Es;
32) E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;
33) F Konstruksi;
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
34) 1 Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya;
35) 2 Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor;
H Transportasi dan Pergudangan
36) 1 Angkutan Rel;
37) 2 Angkutan Darat;
38) 3 Angkutan Laut;
39) 4 Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan;
40) 5 Angkutan Udara;
41) 6 Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos dan Kurir;
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
42) 1 Penyediaan Akomodasi;
43) 2 Penyediaan Makan Minum;
44) J Informasi dan Komunikasi;
K Jasa Keuangan dan Asuransi
45) 1 Jasa Perantara Keuangan;
46) 2 Asuransi dan Dana Pensiun;
47) 3 Jasa Keuangan Lainnya;
48) 4 Jasa Penunjang Keuangan;
49) L Real Estate;
50) M,N Jasa Perusahaan;
51) O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;
52) P Jasa Pendidikan;
53) Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan
54) R,S,T,U Jasa lainnya
2 Jenis yaitu :
1) Sektor Barang (A, B, C, D, E dan F); dan
2) Sektor Jasa (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)
3 Jenis yaitu :
1) Sektor Primer (A dan B);
2) Sektor Sekunder (C, D, E dan F); dan
2) Sektor Tersier (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)
Posting by Mohammad Nurdin
17 Kategori yaitu :
1) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan;
2) B Pertambangan dan Penggalian;
3) C Industri Pengolahan;
4) D Pengadaan Listrik dan Gas;
5) E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;
6) F Konstruksi;
7) G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor;
8) H Transportasi dan Pergudangan;
9) I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum;
10) J Informasi dan Komunikasi;
11) K Jasa Keuangan dan Asuransi;
12) L Real Estate;
13) M,N Jasa Perusahaan;
14) O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;
15) P Jasa Pendidikan;
16) Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan
17) R,S,T,U Jasa lainnya
54 Sub Kategori yaitu :
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
1 Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian
1) a. Tanaman Pangan;
2) b. Tanaman Hortikultura Semusim;
3) c. Perkebunan Semusim;
4) d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya;
5) e. Perkebunan Tahunan;
6) f. Peternakan;
7) g. Jasa Pertanian dan Perburuan;
8) 2 Kehutanan dan Penebangan Kayu;
9) 3 Perikanan;
B Pertambangan dan Penggalian
10) 1 Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi;
11) 2 Pertambangan Batubara dan Lignit;
12) 3 Pertambangan Bijih Logam;
13) 4 Pertambangan dan Penggalian Lainnya;
C Industri Pengolahan
14) 1 Industri Batubara dan Pengilangan Migas;
15) 2 Industri Makanan dan Minuman;
16) 3 Pengolahan Tembakau;
17) 4 Industri Tekstil dan Pakaian Jadi;
18) 5 Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki;
19) 6 Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya;
20) 7 Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman;
21) 8 Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional;
22) 9 Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik;
23) 10 Industri Barang Galian bukan Logam;
24) 11 Industri Logam Dasar;
25) 12 Industri Barang dari Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik dan Peralatan Listrik;
26) 13 Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL;
27) 14 Industri Alat Angkutan;
28) 15 Industri Furnitur;
29) 16 Industri pengolahan lainnya, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan;
D Pengadaan Listrik dan Gas
30) 1 Ketenagalistrikan;
31) 2 Pengadaan Gas dan Produksi Es;
32) E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang;
33) F Konstruksi;
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
34) 1 Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya;
35) 2 Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor;
H Transportasi dan Pergudangan
36) 1 Angkutan Rel;
37) 2 Angkutan Darat;
38) 3 Angkutan Laut;
39) 4 Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan;
40) 5 Angkutan Udara;
41) 6 Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos dan Kurir;
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
42) 1 Penyediaan Akomodasi;
43) 2 Penyediaan Makan Minum;
44) J Informasi dan Komunikasi;
K Jasa Keuangan dan Asuransi
45) 1 Jasa Perantara Keuangan;
46) 2 Asuransi dan Dana Pensiun;
47) 3 Jasa Keuangan Lainnya;
48) 4 Jasa Penunjang Keuangan;
49) L Real Estate;
50) M,N Jasa Perusahaan;
51) O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib;
52) P Jasa Pendidikan;
53) Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan
54) R,S,T,U Jasa lainnya
2 Jenis yaitu :
1) Sektor Barang (A, B, C, D, E dan F); dan
2) Sektor Jasa (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)
3 Jenis yaitu :
1) Sektor Primer (A dan B);
2) Sektor Sekunder (C, D, E dan F); dan
2) Sektor Tersier (G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T dan U)
Posting by Mohammad Nurdin
Minggu, 08 Juni 2014
Catatan Pertumbuhan Ekonomi Bulan Mei 2014 : Sumbangan Sub Sektor Angkutan Jalan Raya Menurun
Pada bulan-bulan ini jalan di pantura rusak parah dan dalam proses perbaikan yang menyita waktu yang cukup lama. Lalu apa dampaknya bagi pertubuhan ekonomi? Dampaknya adalah sumbangan pertumbuhan ekonomi dari sub sektor angkutan jalan raya menurun. Waktu tempuh bis atau mini bis atau truk menjadi lebih lama. Bahkan angkutan bis sudah banyak yang mengurangi bis yang beroperasi karena menurunnya penumpang. Selain itu biaya antara yang dikeluarkan meningkat. Umur ban dan pegas/peredam kejut menjadi lebih pendek karena harus menghadapi jalanan yang rusak.
Minggu, 22 Januari 2012
Sektor Perdagangan Di Kabupaten Brebes Tahun 2010
Dari tahun ke tahun perkembangan ekspor semakin meningkat
Nilai ekspor Kabupaten Brebes melebihi nilai impornya. Selisih antara nilai ekspor dan impor tampaknya cenderung semakin meningkat dari tahun ke tahun
Berdasarkan data hasil Sensus Ekonomi tahun 2006 Kabupaten Brebes tercatat jumlah usaha perdagangan sebanyak 108.341 unit yang meliputi sektor perdagangan besar dan eceran maupun penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum. Dari sejumlah itu yang merupakan kategori Usaha Menengah Besar (UMB) ada sekitar 320 unit, sementara itu yang lain merupakan kategori Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebanyak 108.021 unit. Perdagangan UMK terbagi menjadi perdagangan yang berlokasi tetap sebanyak 36.995 dan perdagangan berlokasi tidak tetap sebanyak 71.026 unit.
Perkembangan sektor perdagangan salah satunya dapat dilihat dari Nilai Tambah Bruto (NTB) yang dihasilkan. Pada tahun 2010 NTB sektor Perdagangan mencapai 2.639,66 milyar rupiah, mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya mencapai 7,32 persen. Pada tahun 2009 NTB sektor ini sebesar 2.300,55 milyar rupiah mengalami pertumbuhan sebesar 3,39 persen dari tahun sebelumnya.
Dilihat berdasarkan data kegiatan ekspor-impor Kabupaten Brebes, tampak nilai ekspor tiap tahunnya lebih besar dari nilai impor, ini merupakan prestasi yang bagus mengingat dalam skala propinsi Jawa Tengah yang terjadi adalah sebaliknya yaitu nilai impor lebih besar dari ekspornya. Bahkan untuk Kabupaten Brebes selisih antara nilai ekspor dan impor tiap tahunnya mengalami kenaikan yang cukup berarti. Pada tahun 2010 selisih nilai ekspor dibanding impor mencapai 2.969,87 milyar rupiah.
Sumber : brebeskab.bps.go.id
Nilai ekspor Kabupaten Brebes melebihi nilai impornya. Selisih antara nilai ekspor dan impor tampaknya cenderung semakin meningkat dari tahun ke tahun
Berdasarkan data hasil Sensus Ekonomi tahun 2006 Kabupaten Brebes tercatat jumlah usaha perdagangan sebanyak 108.341 unit yang meliputi sektor perdagangan besar dan eceran maupun penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum. Dari sejumlah itu yang merupakan kategori Usaha Menengah Besar (UMB) ada sekitar 320 unit, sementara itu yang lain merupakan kategori Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebanyak 108.021 unit. Perdagangan UMK terbagi menjadi perdagangan yang berlokasi tetap sebanyak 36.995 dan perdagangan berlokasi tidak tetap sebanyak 71.026 unit.
Perkembangan sektor perdagangan salah satunya dapat dilihat dari Nilai Tambah Bruto (NTB) yang dihasilkan. Pada tahun 2010 NTB sektor Perdagangan mencapai 2.639,66 milyar rupiah, mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya mencapai 7,32 persen. Pada tahun 2009 NTB sektor ini sebesar 2.300,55 milyar rupiah mengalami pertumbuhan sebesar 3,39 persen dari tahun sebelumnya.
Dilihat berdasarkan data kegiatan ekspor-impor Kabupaten Brebes, tampak nilai ekspor tiap tahunnya lebih besar dari nilai impor, ini merupakan prestasi yang bagus mengingat dalam skala propinsi Jawa Tengah yang terjadi adalah sebaliknya yaitu nilai impor lebih besar dari ekspornya. Bahkan untuk Kabupaten Brebes selisih antara nilai ekspor dan impor tiap tahunnya mengalami kenaikan yang cukup berarti. Pada tahun 2010 selisih nilai ekspor dibanding impor mencapai 2.969,87 milyar rupiah.
Sumber : brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Sektor Perbankan dan Investasi Di Kabupaten Brebes Tahun 2010
Investasi di Kabupaten Brebes meningkat tiap tahun
Selama kurun waktu 2008-2010 besaran dana perbankan di Kabupaten Brebes cenderung berfluktuasi.
Kondisi perbankan dan investasi di Kabupaten Brebes terlihat cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari tumbuhnya dana yang berhasil di himpun oleh perbankan baik lewat Deposito, Tabungan maupun Giro. Jika pada tahun 2008 total dana yang dihimpun sebesar 1.083,39 milyar rupiah, maka pada tahun 2010 mencapai 1.384,19 milyar rupiah.
Begitu juga dengan kredit yang disalurkan pada tahun 2008 mencapai 1.800,23 milyar rupiah, maka pada tahun 2010 mencapai 1.979,42 milyar rupiah.
Posisi pinjaman perbankan di Brebes cenderung mengalami fluktuasi. Pada tahun 2008 mencapai 1.797,92 milyar rupiah, yang terdiri dari modal kerja sebesar 1.031,03 milyar rupiah, investasi sebesar 88,91 milyar rupiah dan konsumsi mencapai 677,98 milyar rupiah. Sementara pada tahun 2010, terjadi fluktuasi dimana posisi pinjaman mencapai 1.979,18 milyar rupiah yang terdiri dari modal kerja sebesar 960,38 milyar rupiah, investasi 131,33 milyar rupiah dan konsumsi mencapai 887,47 milyar rupiah.
Sumber : brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Selama kurun waktu 2008-2010 besaran dana perbankan di Kabupaten Brebes cenderung berfluktuasi.
Kondisi perbankan dan investasi di Kabupaten Brebes terlihat cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari tumbuhnya dana yang berhasil di himpun oleh perbankan baik lewat Deposito, Tabungan maupun Giro. Jika pada tahun 2008 total dana yang dihimpun sebesar 1.083,39 milyar rupiah, maka pada tahun 2010 mencapai 1.384,19 milyar rupiah.
Begitu juga dengan kredit yang disalurkan pada tahun 2008 mencapai 1.800,23 milyar rupiah, maka pada tahun 2010 mencapai 1.979,42 milyar rupiah.
Posisi pinjaman perbankan di Brebes cenderung mengalami fluktuasi. Pada tahun 2008 mencapai 1.797,92 milyar rupiah, yang terdiri dari modal kerja sebesar 1.031,03 milyar rupiah, investasi sebesar 88,91 milyar rupiah dan konsumsi mencapai 677,98 milyar rupiah. Sementara pada tahun 2010, terjadi fluktuasi dimana posisi pinjaman mencapai 1.979,18 milyar rupiah yang terdiri dari modal kerja sebesar 960,38 milyar rupiah, investasi 131,33 milyar rupiah dan konsumsi mencapai 887,47 milyar rupiah.
Sumber : brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Sektor Transportasi dan Komunikasi Di Kabupaten Brebes Tahun 2010
Hampir separuh rumah tangga menggunakan telepon seluler
Tahun 2010 pengguna telepon seluler mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Sekitar 59,69 persen dari rumah tangga sudah memiliki akses terhadap telepon seluler.
Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk mobilitas penduduk juga memperlancar lalu lintas jalan dari suatu daerah ke daerah lain.
Panjang jalan yang melintas di Kabupaten Brebes pada tahun 2010 tidak mengalami perubahan banyak dari tahun sebelumnya, yaitu sepanjang 903,52 km. Terdiri dari Jalan Negara sepanjang 61,19 km, Jalan Propinsi sepanjang 167,49 km dan yang merupakan Jalan Kabupaten sepanjang 674,84 km. Berdasarkan jenis permukaan jalan, panjang jalan yang ada di Kabupaten Brebes semuanya diaspal.
Sementara itu berdasarkan kondisi jalannya, 39 persen jalan dalam keadaan baik yaitu sepanjang 351,33 km, 14 persen dalam keadaan sedang, 38 pesen dalam keadaan rusak dan 8 persen dalam keadaan rusak berat.
Di sektor komunikasi, terdapat perkembangan yang baik khususnya akses penduduk terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Selama periode 2009-2010 telah terjadi peningkatan jumlah pengguna telpon seluler dan komputer. Penggunan telpon seluler naik dari 49,83 persen menjadi 59,69 persen. Pengguna komputer justru menurun dari 5,29 persen menjadi 3,99 persen.
*** Tahukah Anda
Sekitar 8% dari total panjang jalan di Kabupaten Brebes pada tahun 2010 dalam kondisi rusak berat.
Sumber : brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Tahun 2010 pengguna telepon seluler mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Sekitar 59,69 persen dari rumah tangga sudah memiliki akses terhadap telepon seluler.
Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk mobilitas penduduk juga memperlancar lalu lintas jalan dari suatu daerah ke daerah lain.
Panjang jalan yang melintas di Kabupaten Brebes pada tahun 2010 tidak mengalami perubahan banyak dari tahun sebelumnya, yaitu sepanjang 903,52 km. Terdiri dari Jalan Negara sepanjang 61,19 km, Jalan Propinsi sepanjang 167,49 km dan yang merupakan Jalan Kabupaten sepanjang 674,84 km. Berdasarkan jenis permukaan jalan, panjang jalan yang ada di Kabupaten Brebes semuanya diaspal.
Sementara itu berdasarkan kondisi jalannya, 39 persen jalan dalam keadaan baik yaitu sepanjang 351,33 km, 14 persen dalam keadaan sedang, 38 pesen dalam keadaan rusak dan 8 persen dalam keadaan rusak berat.
Di sektor komunikasi, terdapat perkembangan yang baik khususnya akses penduduk terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Selama periode 2009-2010 telah terjadi peningkatan jumlah pengguna telpon seluler dan komputer. Penggunan telpon seluler naik dari 49,83 persen menjadi 59,69 persen. Pengguna komputer justru menurun dari 5,29 persen menjadi 3,99 persen.
*** Tahukah Anda
Sekitar 8% dari total panjang jalan di Kabupaten Brebes pada tahun 2010 dalam kondisi rusak berat.
Sumber : brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Sektor Hotel Dan Pariwisata Di Kabupaten Brebes Tahun 2010
Tamu lebih memilih hotel berbintang
Jumlah kamar hotel seluruhnya 138 kamar, dan 30 antaranya adalah kamar hotel berbintang.Tingkat hunian kamar hotel berbintang lebih tinggi dibandingkan hotel non berbintang
Di Kabupaten Brebes tercatat ada 5 (lima) lokasi objek wisata yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Kelima objek wisata itu antara lain Kolam Renang Tirta Kencana di Kecamatan Brebes, Pemandian Air Panas Tirta Husada di Kecamatan Paguyangan, Pemandian Air Panas Cipanas Buaran di Kecamatan Bantarkawung, Pantai Randusanga Indah di Kecamatan Brebes dan Waduk Malahayu di Kecamatan Banjarharjo. Dari kelima objek wisata tersebut, Kolam Renang Tirta Kencana merupakan tujuan yang paling banyak dikunjungi dibanding yang lain pada tahun 2010.
Statistik Perhotelan di Kabupaten Brebes mencatat bahwa pada tahun 2010 terdapat 6 (enam) hotel. Satu diantaranya merupakan Hotel Berbintang 1 dan lima lainnya merupakan Hotel Non Berbintang (Hotel Melati).
Data tahun 2010, Tingkat Penghunian Kamar Hotel (TPK) dari seluruh hotel yang ada sebesar 39,91 persen. Khusus untuk hotel berbintang TPK sebesar 55,94 persen, lebih besar dari angka TPK hotel melati sebesar 34,70 persen. Ini menunjukkan bahwa tamu lebih cenderung ke hotel berbintang daripada ke hotel melati. Pada umumnya tamu hanya menginap satu malam, hal ini terlihat dari Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLM) sebesar 1,09 malam. Untuk hotel berbintang 1,20 malam dan hotel melati sebesar 1,04 malam.
Sumber : brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Jumlah kamar hotel seluruhnya 138 kamar, dan 30 antaranya adalah kamar hotel berbintang.Tingkat hunian kamar hotel berbintang lebih tinggi dibandingkan hotel non berbintang
Di Kabupaten Brebes tercatat ada 5 (lima) lokasi objek wisata yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Kelima objek wisata itu antara lain Kolam Renang Tirta Kencana di Kecamatan Brebes, Pemandian Air Panas Tirta Husada di Kecamatan Paguyangan, Pemandian Air Panas Cipanas Buaran di Kecamatan Bantarkawung, Pantai Randusanga Indah di Kecamatan Brebes dan Waduk Malahayu di Kecamatan Banjarharjo. Dari kelima objek wisata tersebut, Kolam Renang Tirta Kencana merupakan tujuan yang paling banyak dikunjungi dibanding yang lain pada tahun 2010.
Statistik Perhotelan di Kabupaten Brebes mencatat bahwa pada tahun 2010 terdapat 6 (enam) hotel. Satu diantaranya merupakan Hotel Berbintang 1 dan lima lainnya merupakan Hotel Non Berbintang (Hotel Melati).
Data tahun 2010, Tingkat Penghunian Kamar Hotel (TPK) dari seluruh hotel yang ada sebesar 39,91 persen. Khusus untuk hotel berbintang TPK sebesar 55,94 persen, lebih besar dari angka TPK hotel melati sebesar 34,70 persen. Ini menunjukkan bahwa tamu lebih cenderung ke hotel berbintang daripada ke hotel melati. Pada umumnya tamu hanya menginap satu malam, hal ini terlihat dari Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLM) sebesar 1,09 malam. Untuk hotel berbintang 1,20 malam dan hotel melati sebesar 1,04 malam.
Sumber : brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Sektor Konstruksi Di Kabupaten Brebes Tahun 2010
NTB per tenaga kerja sektor konstruksi naik menggembirakan
NTB yang dihasilkan per tenaga kerja pada sektor konstruksi di Kabupaten Brebes selama tiga tahun terakhir mengalami kenaikan cukup tinggi
Perkembangan jumlah usaha konstruksi di Kabupaten Brebes cukup berfluktuasi selama periode 2008-2010. Pada tahun 2010 jumlah perusahaan konstruksi di Kabupaten Brebes ini tercatat sebanyak 315 unit, dua tahun sebelumnya berturut-turut yaitu tahun 2007 dan 2008 masing-masing sebanyak 490 dan 404 unit. Sementara itu jumlah tenaga kerja yang terserap pada sektor ini selama tiga tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Tahun 2009 jumlah tenaga kerja di sektor konstruksi tercatat sebanyak 49.320. Sedangkan angka dua tahun sebelumnya tercatat 53.232 pada tahun 2007 dan 50.448 pada tahun 2008.
NTB yang dihasilkan per tenaga kerja pada sektor konstruksi di Kabupaten Brebes selama tiga tahun terakhir mengalami kenaikan cukup tinggi
Perkembangan jumlah usaha konstruksi di Kabupaten Brebes cukup berfluktuasi selama periode 2008-2010. Pada tahun 2010 jumlah perusahaan konstruksi di Kabupaten Brebes ini tercatat sebanyak 315 unit, dua tahun sebelumnya berturut-turut yaitu tahun 2007 dan 2008 masing-masing sebanyak 490 dan 404 unit. Sementara itu jumlah tenaga kerja yang terserap pada sektor ini selama tiga tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Tahun 2009 jumlah tenaga kerja di sektor konstruksi tercatat sebanyak 49.320. Sedangkan angka dua tahun sebelumnya tercatat 53.232 pada tahun 2007 dan 50.448 pada tahun 2008.
Nilai Tambah Bruto (NTB) yang dihasilkan sektor konstruksi selama tiga tahun terakhir mengalami kenaikan yang cukup menggembirakan. Pada tahun 2009 NTB sektor ini sebesar 308,54 milyar rupiah naik sebesar 25 persen dari NTB tahun sebelumnya yaitu 245,26 milyar rupiah pada tahun 2008. Dan tahun 2007 NTB sektor ini mencapai 196,79 milyar rupiah.
Jumlah rumah penduduk bertambah seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan jumlah rumah tangga. Pada tahun 2009, total jumlah rumah penduduk di Kabupaten Brebes tercatat sebanyak 404.334. Terbagi dalam kategori Rumah Permanen sebanyak 245.509 atau sekitar 60,72 persen, kategori Rumah Semi Permanen sebanyak 84.527 atau sekitar 20,90 persen dan termasuk kategori Rumah Sederhana sebanyak 74.298 atau sekitar 18,38 persen. Perkembangan jumlah rumah penduduk pada tahun 2009 cukup signifikan, yaitu bertambah sekitar 4,6 persen sementara itu pada tahun 2008 pertambahan jumlah rumah hanya 1,5 persen.
Sumber : brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Sektor Industri Pengolahan Di Kabupaten Brebes Tahun 2010
Kontribusi sektor industri pengolahan mencapai 11 persen.
Dalam kurun waktu 2005 hingga 2010, kontribusi sektor industri pengolahan cenderung naik dari 9,67 persen pada tahun 2005 menjadi 11,80 persen pada tahun 2010
Selama tiga tahun terakhir jumlah usaha industri pengolahan di Kabupaten Brebes mengalami peningkatan yang cukup baik. Peningkatan yang cukup besar khususnya terjadi pada industri kecil dan menengah serta industri rumah tangga. Jumlah industri kecil dan menengah pada tahun 2009 tercatat sebanyak 1.323, naik menjadi 1.492 pada tahun 2010 atau mengalami kenaikan sekitar 12,67 persen. Sementara itu jumlah industri rumah tangga pada tahun 2009 tercatat sebanyak 4.091, naik menjadi 4.615 pada tahun 2010 atau mengalami kenaikan sekitar 12,05 persen.
*** Tahukah Anda
Nilai Tambah Bruto (NTB) di sektor industri yang terbesar berasal dari sub sektor industri makanan, minuman dan tembakau dengan NTB mencapai 1.358 milyar rupiah pada tahun 2010.
Peningkatan jumlah usaha industri pengolahan tentu saja membawa dampak yang positip yaitu membuka peluang lapangan pekerjaan di sektor tersebut. Hal ini terlihat dari bertambahnya jumlah tenaga kerja di sektor industri pengolahan. Selama tahun 2008-2010, jumlah tenaga kerja di sektor industri cenderung meningkat. Pada tahun 2008 jumlah tenaga kerja di sektor ini sebesar 13.586 bertambah menjadi 14.146 pada tahun 2009 dan pada tahun 2010 bertambah lagi menjadi 15.958.
Nilai Tambah Bruto (NTB) sektor Industri Pengolahan selama 6 (enam) tahun terakhir juga mempunyai kecenderungan mengalami kenaikan. Dari tahun 2005 hingga tahun 2010, NTB sektor ini mengalami kenaikan hingga dua kali lipat lebih.
Sumber : brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Dalam kurun waktu 2005 hingga 2010, kontribusi sektor industri pengolahan cenderung naik dari 9,67 persen pada tahun 2005 menjadi 11,80 persen pada tahun 2010
Selama tiga tahun terakhir jumlah usaha industri pengolahan di Kabupaten Brebes mengalami peningkatan yang cukup baik. Peningkatan yang cukup besar khususnya terjadi pada industri kecil dan menengah serta industri rumah tangga. Jumlah industri kecil dan menengah pada tahun 2009 tercatat sebanyak 1.323, naik menjadi 1.492 pada tahun 2010 atau mengalami kenaikan sekitar 12,67 persen. Sementara itu jumlah industri rumah tangga pada tahun 2009 tercatat sebanyak 4.091, naik menjadi 4.615 pada tahun 2010 atau mengalami kenaikan sekitar 12,05 persen.
*** Tahukah Anda
Nilai Tambah Bruto (NTB) di sektor industri yang terbesar berasal dari sub sektor industri makanan, minuman dan tembakau dengan NTB mencapai 1.358 milyar rupiah pada tahun 2010.
Peningkatan jumlah usaha industri pengolahan tentu saja membawa dampak yang positip yaitu membuka peluang lapangan pekerjaan di sektor tersebut. Hal ini terlihat dari bertambahnya jumlah tenaga kerja di sektor industri pengolahan. Selama tahun 2008-2010, jumlah tenaga kerja di sektor industri cenderung meningkat. Pada tahun 2008 jumlah tenaga kerja di sektor ini sebesar 13.586 bertambah menjadi 14.146 pada tahun 2009 dan pada tahun 2010 bertambah lagi menjadi 15.958.
Nilai Tambah Bruto (NTB) sektor Industri Pengolahan selama 6 (enam) tahun terakhir juga mempunyai kecenderungan mengalami kenaikan. Dari tahun 2005 hingga tahun 2010, NTB sektor ini mengalami kenaikan hingga dua kali lipat lebih.
Sumber : brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Sektor Pertambangan dan Energi Di Kabupaten Brebes 2010
Perkembangan sektor listrik cukup signifikan
Dari tahun ke tahun, tingkat kebutuhan listrik Kabupaten Brebes semakin meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah listrik yang terjual.
Dari tahun ke tahun, tingkat kebutuhan listrik Kabupaten Brebes semakin meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah listrik yang terjual.
Sektor listrik merupakan salah satu bagian dari Pertambangan dan Energi. Seiring dengan berkembangnya tingkat kehidupan masyarakat, maka kebutuhan masyarakat, termasuk juga kebutuhan energi listrik mengalami peningkatan. Sebagai sumber penerangan dan energi lain baik di sektor rumahtangga maupun industri, listrik memegang peranan yang sangat penting.
Banyaknya pelanggan listrik di Kabupaten Brebes selama kurun waktu 2009-2010 mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu dari hanya 258.493 pelanggan pada tahun 2009 menjadi 293.879 pelanggan pada tahun 2010, atau naik sekitar 13,69 persen.
Sejalan dengan meningkatnya jumlah pelanggan dari tahun ke tahun maka jumlah kwh listrik yang terjual juga cenderung meningkat. Jumlah kwh listrik yang terjual pada tahun 2010 tercatat sebesar 378.898 MWh. Naik sekitar 11,54 persen dari tahun sebelumnya yang pada saat itu terjual 339.711 MWh.
Penyaluran listrik di Kabupaten Brebes dibagi menjadi 3 UPBJ, yaitu Brebes, Jatibarang dan Bumiayu. Banyaknya pelanggan PLN pada UPBJ Brebes mengalami penurunan pada tahun 2010. Sementara untuk UPBJ Jatibarang dan UPBJ Bumiayu jumlah naik. UPBJ Brebes jumlah pelanggan 84.637, untuk UPBJ Bumiayu 75.922, dan untuk UPBJ Jatibarang 133.320.
Sumber : brebeskab.bps.go.id
Sumber : brebeskab.bps.go.id
Sektor Pertanian Di Kabupaten Brebes Tahun 2010
Pertumbuhan produksi tanaman pangan cukup menggembirakan.
Sebagai salah satu kabupaten yang masih mengandalkan sektor pertanian, produksi beberapa tanaman pangan di Kabupaten Brebes mengalami kenaikan
Perekonomian Kabupaten Brebes masih didominasi oleh sektor Pertanian. Hal ini dikarenakan sumber daya sektor pertanian masih sangat besar. Produksi beberapa komoditas tanaman pangan di Kabupaten Brebes pada tahun 2010 sebagian besar meningkat. Produksi padi, sebagai bahan makanan pokok meningkat dari 575.807 ton pada tahun 2009 menjadi 587.992 ton pada tahun 2010 atau naik sekitar 11,12 persen, dengan tingkat produktivitas pada tahun 2008 sekitar 60,00 kuintal per hektar dan pada tahun 2009 sekitar 63,00 kuintal per hektar..
Naiknya produksi beberapa jenis tanaman pangan disamping karena bertambahnya luas panen, tingkat produktivitasnya juga mengalami kenaikan. Hal ini menunjukan tehnik bertani yang semakin baik. Produksi jagung pada tahun 2009 mempunyai produksi 116.546 ton dengan luas panen 20.400 hektar. Mengalami kenaikan produksi yang cukup tinggi sekitar 74,72 persen dari tahun sebelumya. Kedelai juga mengalami kenaikan produksi sekitar 14,99 persen. Pada tahun 2009 produksi kedelai 8.002 ton dengan luas panen 5.788 hektar sedangkan pada tahun 2008 produksinya 6.959 ton dan luas panen 5.394 hektar.
Produksi kacang tanah dan ubi kayu pada tahun 2009 juga mengalami kenaikan produksi. Kacang tanah naik sekitar 33,19 persen sedangkan ubi kayu naik sekitar 43,96 persen. Dengan tingkat produktivitas masing-masing sebesar 12,92 kuintal per hektar dan 136,86 kuintal per hektar.
Sumber : brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Sebagai salah satu kabupaten yang masih mengandalkan sektor pertanian, produksi beberapa tanaman pangan di Kabupaten Brebes mengalami kenaikan
Perekonomian Kabupaten Brebes masih didominasi oleh sektor Pertanian. Hal ini dikarenakan sumber daya sektor pertanian masih sangat besar. Produksi beberapa komoditas tanaman pangan di Kabupaten Brebes pada tahun 2010 sebagian besar meningkat. Produksi padi, sebagai bahan makanan pokok meningkat dari 575.807 ton pada tahun 2009 menjadi 587.992 ton pada tahun 2010 atau naik sekitar 11,12 persen, dengan tingkat produktivitas pada tahun 2008 sekitar 60,00 kuintal per hektar dan pada tahun 2009 sekitar 63,00 kuintal per hektar..
Naiknya produksi beberapa jenis tanaman pangan disamping karena bertambahnya luas panen, tingkat produktivitasnya juga mengalami kenaikan. Hal ini menunjukan tehnik bertani yang semakin baik. Produksi jagung pada tahun 2009 mempunyai produksi 116.546 ton dengan luas panen 20.400 hektar. Mengalami kenaikan produksi yang cukup tinggi sekitar 74,72 persen dari tahun sebelumya. Kedelai juga mengalami kenaikan produksi sekitar 14,99 persen. Pada tahun 2009 produksi kedelai 8.002 ton dengan luas panen 5.788 hektar sedangkan pada tahun 2008 produksinya 6.959 ton dan luas panen 5.394 hektar.
Produksi kacang tanah dan ubi kayu pada tahun 2009 juga mengalami kenaikan produksi. Kacang tanah naik sekitar 33,19 persen sedangkan ubi kayu naik sekitar 43,96 persen. Dengan tingkat produktivitas masing-masing sebesar 12,92 kuintal per hektar dan 136,86 kuintal per hektar.
Sumber : brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Langganan:
Postingan (Atom)







