Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label maret. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maret. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2020

Fenomena Ekonomi Brebes Maret 2020 : Nada Ganjar Meninggi Sebut Brebes Paling Lemot Tangani Pandemi Virus Corona

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Nada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tiba-tiba meninggi saat menerima celetukan dari seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Brebes.
Ganjar 'menampar' pengelolaan pemerintah Brebes dalam penanganan pandemi corona ketika mengadakan video conference (vicon) bersama 35 kepala dinas kesehatan dan 59 direktur rumah sakit se-Jawa Tengah terkait pengendalian penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Senin (23/03/2020).
"Saya minta aparat di Brebes agar responsif kepada rakyatnya," kata Ganjar dalam video yang sudah banyak dibagikan dan tengah ramai dibicarakan warganet Brebes, Selasa (24/3/2020).
"Oh iya o, pasti," celetuk Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Sartono, menjawab permintaan Ganjar.
Ia menjawab dengan logat Brebesan dimana di akhir frasa ada imbuhan 'o'.
"Jangan bilang pasti dulu, Brebes itu paling lemot," kata Ganjar.
"Komplain paling banyak itu di Brebes. Catat yah. Malah lapornya ke saya," ucapnya.
Orang nomor satu di Jateng itu menegaskan Brebes merupakan pintu masuk warga dari luar Jateng.
Merupakan daerah perbatasan yang harus gencar melakukan pencegahan penularan corona.
"Sampaikan ke bupati dan wabup, Brebes harus bersiap-siap, ada di perbatasan.

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: galih permadi



Sumber : https://jateng.tribunnews.com/2020/03/24/nada-ganjar-meninggi-sebut-brebes-paling-lemot-tangani-pandemi-virus-corona

Posting by Mohammad Nurdin

Jumat, 20 Maret 2020

Fenomena Ekonomi Kabupaten Brebes Bulan Maret 2020 :

KABUPATEN Brebes, Jawa Tengah, memprogramkan pertanian terpadu di Kecamatan Banjarharjo dan Ketanggungan. Dukungan pun datang dari Kementerian Pertanian yang menggelontorkan dana Rp150 miliar untuk mewujudkannya.
Dana itu akan digunakan untuk membangun sarana dan prasarana penunjang pertanian di kedua kecamatan. Kemarin, Bupati Idza Priyanti mendatangi lahan pertanian di wilayahnya itu.
“Saya ingin memastikan, usulan yang masuk ke dinas pertanian itu nyata dan bukan fiktif. Pembangunan sarana dan prasana ini diharapkan berimbas positif, tidak hanya untuk wilayah yang bersangkutan, tapi juga bagi desa-desa lain,” ujar bupati.