JAKARTA - Keterjangkauan pelayanan dasar seperti akses terhadap pendidikan, menjadi masalah di Kabupaten Brebes karena luas wilayah dan jumlah penduduknya yang besar. Pada tahun 2018, tercatat 16.874 anak di Kabupaten Brebes tidak bersekolah. Menurut data yang dirilis tahun 2018 oleh Indonesia Development Forum, angka anak tidak sekolah paling banyak ditemukan di Kecamatan Bantarkawung yang mencapai 1.980 anak dan Losari 1.899 anak. Melihat kenyataan tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes meluncurkan inovasi Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).
Dampak dari lahirnya inovasi ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebanyak 1.212 anak telah dikembalikan ke sekolah pada tahun 2017 dan 4.074 anak pada tahun 2018. Lebih lanjut, Gerakan Kembali Bersekolah dibangun untuk membantu pemerintah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan serta memutus rantai kemiskinan antar generasi. “Sebelumnya, masyarakat ogah-ogahan bersekolah karena faktor ekonomi orang tua, motivasi rendah, bekerja, dan disabilitas. Tapi sekarang perlahan berubah,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes Djoko Gunawan saat Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Kantor Kemenerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) beberapa waktu lalu.
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label 2018. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2018. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Februari 2020
Minggu, 09 Februari 2020
Upah Minimum Regional Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menandatangani surat keputusan tentang upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2018. Surat keputusan tersebut ditandatangani pada 20 November 2017.
Adapun nominal UMK 2018 yang telah disetujui oleh Gubernur Jateng yaitu ;
1. Kota Semarang : Rp 2.310.087,50
2. Kabupaten Demak : Rp 2.065.490
3. Kabupaten Kendal : Rp 1.929.458
4. Kabupaten Semarang : Rp 1.900.000
5. Kota Salatiga : Rp 1.735.930,06
Adapun nominal UMK 2018 yang telah disetujui oleh Gubernur Jateng yaitu ;
1. Kota Semarang : Rp 2.310.087,50
2. Kabupaten Demak : Rp 2.065.490
3. Kabupaten Kendal : Rp 1.929.458
4. Kabupaten Semarang : Rp 1.900.000
5. Kota Salatiga : Rp 1.735.930,06
Selasa, 04 Februari 2020
Komoditas Unggulan Tanaman Perkebunan Tahunan 2018
Komoditas Unggulan Tanaman Perkebunan Tahunan 2018 yang dihitung dari Lembar Kerja pada tahun 2018 di Kabupaten Brebes hanya 2 komoditas utama saja yaitu Tanaman Cengkeh yang sebesar 81,80 persen dan Komoditas Kelapa Dalam sebesar 10,68 persen.
Posting by Mohammad Nurdin
Posting by Mohammad Nurdin
Komoditas Unggulan Tanaman Perkebunan Semusim 2018
Komoditas Unggulan Tanaman Perkebunan Semusim 2018 yang dihitung dari Lembar Kerja pada tahun 2018 di Kabupaten Brebes hanya 1 komoditas utama dan terbesar yaitu Tanaman Tebu yang sebesar 99,78 persen.
Komoditas ini naik dari 9.241,25 ton pada tahun 2018 menjadi 9.304,09 ton pada tahun 2019. Ini berarti meningkat sebesar 0,68 persen.
Posting by Mohammad Nurdin
Komoditas ini naik dari 9.241,25 ton pada tahun 2018 menjadi 9.304,09 ton pada tahun 2019. Ini berarti meningkat sebesar 0,68 persen.
Posting by Mohammad Nurdin
Senin, 14 Oktober 2019
Nilai investasi di Kabupaten Brebes pada 2018 ini telah mencapai Rp 2 triliun
Nilai investasi di Kabupaten Brebes pada 2018 ini telah mencapai Rp 2 triliun. Untuk semakin menyehatkan investasi di Brebes, Pemkab kini juga telah membentuk satuan tugas (Satgas) yang diketuai oleh Sekda Brebes. Pembentukan satgas tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para investor yang akan menanamkan investasinya
Sumber : https://semarang.bpk.go.id/?p=13594
Posting by Mohammad Nurdin
Sumber : https://semarang.bpk.go.id/?p=13594
Posting by Mohammad Nurdin
Rabu, 17 Juli 2019
Fenomena Perekonomian Brebes 2018 : Pergudangan
Bulog membangun Gudang penyimpanan dengan Sistem Pengkondisian Udara (Controlled Atmosphere Storage/CAS). Luas lahan adalah 7.830 meter persegi. Luas bangunan 3.686 meter persegi. Termasuk gudang untuk menjemur bawang juga disediakan dengan luas 391 meter persegi.
Posting by Mohammad Nurdin
Posting by Mohammad Nurdin
Fenomena Perekonomian Brebes 2018 : Industri Pengolahan
38 investor berminat menanam investasinya di Kabupaten Brebes dan mendirikan pabrik. Perpindahan perusahaan dari kawasan Jabodetabek ke Brebes seperti perusahaan sepatu Adidas (PT. Bintang Indokarya Gemilang) yang berorientasi ekspor, perusahaan rokok (PT. Gudang Garam), perusahaan garmen (PT. Yeon Heung Mega Sari) dan masih beberapa lagi lainnya. Padahal bertahun-tahun sebelumnya perusahaan-perusahaan manufaktur tersebut mendirikan pabrik di wilayah Jabodetabek.
Posting by Mohammad Nurdin
Posting by Mohammad Nurdin
Feromena Perekonomian Brebes 2018 : Penggalian
Koperasi Garam Rakyat di Brebes Pasok Garam untuk Kebutuhan Industri Farmasi. KKP melalui Direktorat Jasa Kelautan terus mendukung peningkatan kualitas garam rakyat.
Posting by Mohammad Nurdin
Posting by Mohammad Nurdin
Fenomena Perekonomian Brebes 2018 : Peternakan
1.200 ekor pedet atau anak sapi hasil inseminasi buatan (IB) dipanen di Desa Pamulihan Kecamatan Larangan adalah program yang dikembangkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Brebes.
Posting by Mohammad Nurdin
Posting by Mohammad Nurdin
Fenomena Perekonomian Brebes Tahun 2018 : Pertanian
Dilanda kemarau, petani beralih dari menanam padi menjadi jagung atau bawang merah
Posting by Mohammad Nurdin
Posting by Mohammad Nurdin
Selasa, 12 Februari 2019
Berikut ini adalah konsep/definisi, tugas, tanggung jawab
Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pengadaan dan hubungan kerja dengan
Pelaku Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah lainnya berdasarkan Peraturan
Presiden Nomor 16 Tahun 2018.
File bisa diunduh pada link di bawah ini :
https://mohnurdin.files.wordpress.com/2019/02/pjphp-berdasar-perpres-16-th-2018.pdf
Posting by Mohammad Nurdin
File bisa diunduh pada link di bawah ini :
https://mohnurdin.files.wordpress.com/2019/02/pjphp-berdasar-perpres-16-th-2018.pdf
Posting by Mohammad Nurdin
Rabu, 06 Februari 2019
PERAN PEJABAT/PANITIA PENERIMA HASIL PEKERJAAN DALAM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH
Ditulis oleh BDK Balikpapan
Oleh Abu Samman Lubis*
AbstrakPjPHP/PPHP adalah salah satu pelaku pengaadaan, tugasnya adalah memeriksa administrasi hasil pekerjaan dari penyedia. Sebagai kegiatan terakhir dari suatu pengadaan maka PjPHP/PPHP bertanggung jawab atas kebenaran barang/jasa yang diterima. Tanpa adanya serah terima barang maka tidak dapat dibayarkan kepada Penyedia. Tanggung jawab mempunyai konsekuensi hukum yang berupa sanksi, baik ringan, sedang, maupun berat.
Oleh Abu Samman Lubis*
AbstrakPjPHP/PPHP adalah salah satu pelaku pengaadaan, tugasnya adalah memeriksa administrasi hasil pekerjaan dari penyedia. Sebagai kegiatan terakhir dari suatu pengadaan maka PjPHP/PPHP bertanggung jawab atas kebenaran barang/jasa yang diterima. Tanpa adanya serah terima barang maka tidak dapat dibayarkan kepada Penyedia. Tanggung jawab mempunyai konsekuensi hukum yang berupa sanksi, baik ringan, sedang, maupun berat.
PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR DAN SEDANG JAWA TENGAH TAHUN 2018
Produksi industri manufaktur besar dan sedang di Jawa Tengah tahun 2018 terhadap tahun sebelumnya menunjukkan kenaikan sebesar 4,82 persen. Pertumbuhan produksi di tahun ini lebih tinggi 2,85 poin dari tahun 2016 yang tumbuh 1,97 persen. Angka ini juga merupakan yang tertinggi selama kurun waktu lima tahun terakhir (2014-2018).
Kelompok industri manufaktur besar dan sedang yang mengalami kenaikan pertumbuhan produksi cukup besar adalah :
• Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya naik 27,49 persen
• Industri Furnitur Jadi naik 24,72 persen
• Industri Tekstil naik 11,40 persen
Kelompok industri manufaktur besar dan sedang yang mengalami penurunan pertumbuhan produksi cukup besar pada tahun 2018 adalah kelompok industri :
• Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik turun 13,07 persen
• Industri Logam Dasar turun 11,20 persen
• Industri Kertas dan Barang dari Kertas turun 8,42 persen
Sumber : https://jateng.bps.go.id/pressrelease/2019/02/01/1123/produksi-industri-manufaktur-besar-dan-sedang--q-to-q--provinsi-jawa-tengah-pada-triwulan-iv-tahun-2018-turun-sebesar-1-96-persen-.html
Posting by Mohammad Nurdin
Kelompok industri manufaktur besar dan sedang yang mengalami kenaikan pertumbuhan produksi cukup besar adalah :
• Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya naik 27,49 persen
• Industri Furnitur Jadi naik 24,72 persen
• Industri Tekstil naik 11,40 persen
Kelompok industri manufaktur besar dan sedang yang mengalami penurunan pertumbuhan produksi cukup besar pada tahun 2018 adalah kelompok industri :
• Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik turun 13,07 persen
• Industri Logam Dasar turun 11,20 persen
• Industri Kertas dan Barang dari Kertas turun 8,42 persen
Sumber : https://jateng.bps.go.id/pressrelease/2019/02/01/1123/produksi-industri-manufaktur-besar-dan-sedang--q-to-q--provinsi-jawa-tengah-pada-triwulan-iv-tahun-2018-turun-sebesar-1-96-persen-.html
Posting by Mohammad Nurdin
Kamis, 08 Maret 2018
Ringkasan Berita Ekonomi Kab. Brebes Januari 2018
Berikut ini adalah ringkasan berita dari surat kabar Radar Tegal - Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal yang berkaitan dengan fenomena ekonomi di Kabupaten Brebes :
1. Tegal : Radar Tegal (20 Januari 2018) , halaman 1: “Kebijakan Cantrang Tidak Konsisten”
Kementerian Kelautan dan Perikanan belum terlihat mau mengubah peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang pelarangan catrang.
1. Tegal : Radar Tegal (20 Januari 2018) , halaman 1: “Kebijakan Cantrang Tidak Konsisten”
Kementerian Kelautan dan Perikanan belum terlihat mau mengubah peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang pelarangan catrang.
Langganan:
Postingan (Atom)






