Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label jenis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jenis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 September 2021

Ikan Demersal

Ikan demersal hidup dan makan di dasar laut, seperti lumpur, pasir, dan bebatuan. Ikan demersal jarang mucul di terumbu karang. Ikan demersal bisa dengan mudah ditemukan dari bagian pantai sampai zona laut dalam. Kata demersal sendiri berasal dari bahasa latin "demergere" yang artinya tenggelam. Berbeda dengan ikan pelagis, ikan demersal mengandung sedikit minyak atau 1-4 persen massa tubuhnya. Sehingga ikan demersal termasuk ikan daging putih. Ikan demersal antara lain kakap merah atau bambangan, peperek, manyung, kurisi, kuniran, bawal, dan lainnya. Ikan demersal biasanya hidup menyendiri. Berbagai jenis ikan demersal ditangkap secara komersial maupun sebagai target pemancingan. Ikan kerapu menjadi salah satu spesies komersial yang banyak diminati.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Jenis Ikan Pelagis dan Demersal", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/22/140000369/mengenal-jenis-ikan-pelagis-dan-demersal?page=all.
Penulis : Serafica Gischa
Editor : Serafica Gischa

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L



Posting by Mohammad Nurdin

Ikan Pelagis

Ikan pelagis merupakan kelompok ikan yang berada di lapisan permukaan air. Memiliki ciri utama, yaitu beraktivitas secara bergerombol dan melakukan migrasi. Berdasarkan ukurannya, ikan pelagis dibedakan menjadi dua, yaitu: Ikan pelagis besar, misalnya ikan tuna, cakalang, tongkol, dan lainnya. Ikan pelagis kecil, misalnya ikan layang, teri, kembung, dan lainnya. Ikan pelagis biasannya disebut sebagai ikan berminyak. Hal ini karena ikan dalam kelompok pelagis mengandung minyak hingga 30 persen di jaringan tubuh mereka dan dalam rongga perut. Ikan-ikan pelagis yang banyak mengandung minyak, seperti tengiri, marlin, wahoo, tuna, sarden, barakuda, dan lainnya. Ikan pelagis kecil biasa berada di karang dan berpindah tempat. Ditangkap ddengan alat penangkap berupa jaring, seperti jaring insang, jaring lingkar, pukat cincin, dan lainnya. Baca juga: Potensi Sumber Daya Maritim Indonesia Biasanya ikan pelagis banyak ditemukan di dekat terumbu karang atau tubiran. Di mana arus hangat dekat perairan pantai.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Jenis Ikan Pelagis dan Demersal", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/22/140000369/mengenal-jenis-ikan-pelagis-dan-demersal?page=all.
Penulis : Serafica Gischa
Editor : Serafica Gischa





Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 07 November 2019

Jenis-jenis Cinta Dalam Al-Quran

Oleh : Dr. H. Agus Setiawan, Lc. MA
 ( Dewan Pengawas IZI )

Allah azza wa jalla menyebutkan beberapa kata cinta dalam al-Quran al-Karim.
Pertama, Mawaddah
Mawaddah dikenal dengan arti penuh cinta. Cinta yang menggebu. Mawaddah bukan hanya sekedar cinta, tapi cinta plus. Seseorang yang merasakan cinta akan tertutup kekurangan lahir dan batin orang yang dicinta nya. Cinta jenis ini harus diupayakan oleh suami dan istri. Pada saat suami dan atau istri sudah mulai membandingkan pasangan nya dengan orang lain, di situlah bisikan setan bermula.
Kedua, Rahmah
Rahmah adalah rasa yang muncul setelah melihat ketidakberdayaan, suami-istri pasti akan mengupayakan kebaikan dan kebahagian bagi pasangannya. Rahmah melahirkan kesabaran, lemah lembut dan menutupi segalanya. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna, namun dibalik kesempurnaan itu pasti ada kekurangannya. Begitu pula pasangan suami-istri, yang mana saling diciptakan untuk melengkapi kekurangan masing-masing.

Sabtu, 18 Januari 2014

Jenis-jenis Tanaman Obat dan Khasiatnya Bagian Pertama

Saya pribadi lebih menyukai tanaman obat atau herbal ketimbang obat pabrik. Sepengetahuan saya obat pabrik yang dibuat secara kimiawi adalah racun. Makanya harus digunakan secara bijak dan sesuai aturan minum. Selain itu perlu diperhatikan efek samping obat tersebut. Salah minum obat bukannya menyembuhkan malah akan dapat menjadi racun bagi tubuh. Berikut kutipan dalam buku Sembuh Tanpa Obat hal. 49 :
"Para pakar di Universitas Rosyister mengakui bahwa pengobatan terhadap syaraf kanker dengan menggunakan bahan kimia lebih besar bahayanya daripada manfaatnya. Para peneliti di universitas ini telah menemukan fakta bahwa pengobatan dengan bahan kimia menimbulkan efek negatif yang berkepanjangan bagi otak. Ini adalah penelitian perdana yang mereka lakukan untuk mengetahui efek samping pengobatan dengan bahan kimia ini dan sekaligus mencarai pengobatan alternatif yang sesuai dan aman.
Kepala penelitian, yakni Dr. Mark Noble, mengatakan bahwa pengobatan dengan bahan kimia dapat membunuh sel-sel yang sehat sebanyak 70-100%, jauh lebih besar daripada kemampuan mereka dalam membunuh sel-sel kanker (40-80%) (Catatan kaki : Common CancerTreatments Toxic to Healthy Brain Cells, University of Rochester, November 30, 2006)


Minggu, 10 April 2011

Karakteristik Penduduk

Konsep dan Definisi

Umur Penduduk

Dalam pengetahuan tentang kependudukan dikenal istilah karakteristik penduduk yang berpengaruh penting terhadap proses demografi dan tingkah laku sosial ekonomi penduduk. Karakteristik penduduk yang paling penting adalah umur dan jenis kelamin, atau yang sering juga disebut struktur umur dan jenis kelamin. Struktur umur penduduk dapat dilihat dalam umur satu tahunan atau yang disebut juga umur tunggal (single age), dan yang dikelompokkan dalam lima tahunan. Dalam pembahasan demografi pengertian umur adalah umur pada saat ulang tahun terakhir. Misalnya Ani lahir pada bulan Januari tahun 1998 dan Sensus 2000 dilaksanakan pada bulan Juli. Jadi pada saat Sensus 2000 dilaksanakan Ani berusia 2 tahun 6 bulan, tetapi dalam perhitungan demografi Ani dicatat sebagai berumur 2 tahun saja.

Digital Preference

Sensus maupun survey yang dilaksanakan di Indonesia mencatat adanya digital preferenceyakni kecenderungan penduduk menyebut umurnya dengan angka berakhiran 0 atau 5. Hal ini menyebabkan penumpukan penduduk dengan umur-umur berakhiran 0 dan 5 (age heaping), sebaliknya terdapat kekurangan cacah pada umur-umur lain terutama umur yang berakhiran 1, 4, 6, dan 9. Untuk menanggulangi hal ini demografer memakai struktur umur yang dikelompokkan dalam umur lima tahunan yakni : 0-4 ; 5-9 ; 10-14 ; 15-19; 20-24; 25-29; 30-34; 35-39; 40-44; 45-49; 50-54; 55-59; 60-64; 65-69; 70-74; 75 tahun ke atas.

Catatan: harap diperhatikan bahwa penulisan kelompok umur adalah 0-4, 5-9 … dst, dan bukan 0-5, 6-10 dll. Penulisan pengelompokan 0-4 berarti kelompok penduduk umur 0 sampai dengan umur 4 tahun 11 bulan 29 hari, yakni tepat sehari sebelum umur 5 tahun. Demikian juga untuk usia 9, 14 dst. Ini berkaitan dengan definisi umur saat ulang tahun terkahir yang telah diterangkan sebelumnya.

Penduduk Muda dan Penduduk Tua

Pengelompokkan penduduk menurut umur dapat digunakan untuk mengetahui apakah penduduk di suatu wilayah termasuk berstruktur umur muda atau tua. Penduduk suatu wilayah dianggap penduduk muda apabila penduduk usia dibawah 15 tahun mencapai sebesar 40 persen atau lebih dari jumlah seluruh penduduk. Sebaliknya penduduk disebut penduduk tua apabila jumlah penduduk usia 65 tahun keatas diatas 10 persen dari total penduduk.

Suatu bangsa yang mempunyai karakteristik penduduk muda akan mempunyai beban besar dalam investasi sosial untuk pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar bagi anak-anak dibawah 15 tahun ini. Dalam hal ini pemerintah harus membangun sarana dan prasarana pelayanan dasar mulai dari perawatan Ibu hamil dan kelahiran bayi, bidan dan tenaga kesehatan lainnya, sarana untuk tumbuh kembang anak termasuk penyediaan imunisasi, penyediaan pendidikan anak usia dini, sekolah dasar termasuk guru-guru dan sarana sekolah yang lain.

Sebaliknya bangsa dengan ciri penduduk tua akan mengalami beban yang cukup besar dalam pembayaran pensiun, perawatan kesehatan fisik dan kejiwaan lanjut usia (lansia), pengaturan tempat tinggal dan lain lain. Penduduk Indonesia belum dianggap sebagai penduduk tua karena persen penduduk diatas 65 tahun masih kecil, namun karena jumlah penduduk yang besar, maka jumlah orang tua juga cukup besar untuk memperoleh perhatian dari pemerintah pusat maupun lokal.

Karakteristik Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin

Karakteristik penduduk menurut umur dapat ditabulasi silang dengan jenis kelamin atau dapat juga ditabulasi silang dengan karakteristik sosial misalnya penduduk menurut umur dan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, penduduk menurut umur dengan tempat tinggal, penduduk menurut umur dengan status pekerjaan dll.

Di bawah ini adalah Tabel jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil SP 2000 yang dikelompokkan menurut jenis kelamin laki-laki dan perempuan, dan menurut kelompok umur 5 tahunan.

Tabel 1. Jumlah Penduduk Indonesia menurut Umur dan Jenis Kelamin, (dalam ribuan)
Kel. Umur Laki-laki Perempuan Total Rasio Jenis Kelamin
0-4 10.188,7 9.832,7 20.021,4 104
5-9 11.157,3 10.788,9 21.946,2 103
10-14 10.824,1 10.413,9 21.238,0 104
15-19 10.652,3 10.611,7 21.264,0 100
20-24 9.759,0 10.333,2 20.092,2 94
25-29 9.135,4 9.596,1 18.731,5 95
30-34 8.455,4 8.507,0 16.962,4 99
35-39 7.537,0 7.454,4 14.991,4 101
40-44 6.495,3 6.143,6 12.638,9 106
45-49 5.170,3 4.689,9 9.860,2 110
50-54 3.880,6 3.625,7 7.506,3 107
55-59 2.995,3 2.941,5 5.936,8 102
60-64 2.481,5 2.592,1 5.073,6 96
65-69 1.810,6 2.012,2 3.822,8 90
70-74 1.267,6 1.392,3 2.659,9 91
75+ 1.369,2 1.728,2 3.097,4 79
Jumlah 103.179,9 102.663,4 205.843,3 101

Sumber: SP2000, BPS 2005, (Data Dirapihkan)


Kegunaan

Informasi tentang jumlah penduduk untuk kelompok usia tertentu penting diketahui agar pembangunan dapat diarahkan sesuai kebutuhan penduduk sebagai pelaku pembangunan. Keterangan atau informasi tentang penduduk menurut umur yang terbagi dalam kelompok umur lima tahunan, sangat penting dan dibutuhkan berkaitan dengan pengembangan kebijakan kependudukan terutama berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia. Jumlah penduduk yang besar dapat dipandang sebagai beban sekaligus juga modal dalam pembangunan.

Dengan mengetahui jumlah dan persentase penduduk di tiap kelompok umur, dapat diketahui berapa besar penduduk yang berpotensi sebagai beban yaitu penduduk yang belum produktif (usia 0-14 tahun) termasuk bayi dan anak (usia 0-4 tahun) dan penduduk yang dianggap kurang produktif (65 tahun ke atas). Juga dapat dilihat berapa persentase penduduk yang berpotensi sebagai modal dalam pembangunan yaitu penduduk usia produktif atau yang berusia 15-64 tahun. Selain itu, dalam pembangunan berwawasan jender, penting juga mengetahui informasi tentang berapa jumlah penduduk perempuan terutama yang termasuk dalam kelompok usia reproduksi (usia 15-49 tahun), partisipasi penduduk perempuan menurut umur dalam pendidikan, dalam pekerjaan dll.

Indikator Karakteristik Penduduk

Indikator penting tentang umur dan jenis kelamin maupun jumlah penduduk adalah:

  1. Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio)
  2. Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio)
  3. Tingkat pertumbuhan penduduk

Sumber Data : http://www.datastatistik-indonesia.com/content/view/210/210/

Posting by Mohammad Nurdin

Sabtu, 09 April 2011

Rasio Jenis Kelamin

Rasio Jenis Kelamin (RJK) / Sex Ratio merupakan indikator yang digunakan untuk mengetahui komposisi penduduk menurut jenis kelamin. Angka ini dinyatakan dengan perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan di suatu daerah pada waktu tertentu. Rasio jenis kelamin dapat pula dihitung untuk masing-masing kelompok umur.

Tujuan Umum Tujuan umum angka rasio jenis kelamin (RJK) / sex ratio adalah untuk mempelajari pola atau perubahan rasio jenis kelamin menurut golongan umur.

Tujuan Khusus
1. Untuk mempelajari konsistensi rasio jenis kelain menurut golongan umur, yaitu menurunnya rasio jenis kelamin sejalan dengan meningkatnya golongan umur. Dengan kata lain , rasio jenis kelamin semakin kecil jika golongan umur semakin tua.
2. Mempelajari tentang adanya pengaruh migrasi, atau wilayah pemukiman dengan karakteristik khusus.

Konsep dan Definisi
Rasio jenis kelamin saat lahir
Rasio jenis kelamin saat lahir dinyatakan sebagai perbandingan antara bayi laki-laki dengan bayi perempuan yang lahir dalam setahun. Rasio jenis kelamin pada saat lahir (atau rasio jenis kelamin kelahiran) pada umumnya mempunyai nilai di sekitar angka 105, dengan pengertian untuk setiap 100 kelahiran bayi perempuan terdapat 105 kelahiran bayi laki-laki dalam setahun.

Rasio jenis kelamin menurut golongan umur
Rasio jenis kelamin untuk golongan umur ke-i atau penduduk yang berumur x sampai (x+4) merupakan perbandingan antara penduduk laki-laki dengan penduduk perempuan dalam golongan umur tersebut.
Menurunnya rasio jenis kelamin sejalan dengan meningkatnnya golongan umur yang merupakan akibat dari rasio jenis kelamin kematian yang berkisar antara angka 105 – 125, yang menyatakan lebih banyak laki-laki yang meninggal setiap tahun dibandingkan dengan perempuan. Sehingga pada usia dewasa (40 – 54 tahun), usia tua (55 – 64 tahun), dan usia lanjut (65 tahun ke atas) jumlah perempuan cenderung lebih banyak dari pada laki-laki.

Selengkapnya bisa dilihat pada web blog saya yang lain :
http://mohnurdin.wordpress.com/2011/04/09/rasio-jenis-kelamin/#more-67

Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 29 September 2010

Statistik TPK Kamar Hotel Jawa Tengah 2008 : Pengelompokan Jenis Akomodasi

Pengelompokan jenis akomodasi dalam publikasi ini dibagi menjadi 4 (empat) kelompok yaitu hotel Bintang 1, Bintang 2, Bintang 3+ (gabungan bintang 3, bintang 4 clan bintang 5) serta kelompok hotel Melati (non Bintang). Dalam publikasi ini di samping data per bulan juga ditampilkan data berdasarkan wilayah (Kabupaten/Kota).

Posting by Mohammad Nurdin