Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Zaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zaman. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2011

Tanah Arab Akan Kembali Menjadi Padang Rerumputan

Berikut ini tulisan dari Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal yaitu sbb :

Di antara mukjizat dalam ilmu pengetahuan pada sunnah adalah sabda Rasulullah, "Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga tanah Arab kembali menjadi padang rerumputan atau perkebunan." (HR Muslim)

Dalam hadits ini, Rasulullah bersabda "sehingga tanah Arab kembali" maksudnya tanah jazirah Arab. Adapun makna sabda Rasul SAW "sehingga kembali" yaitu bahwa dahulu tanah Arab dipadati oleh rerumputan dan perkebunan, dan nanti tanah Arab akan kembali seperti semula.

Pembuktian hadits ini, bahwa berkat kemajuan teknologi dan ilmu geologi serta kemajuan teknologi riset, para ahli geologi memprediksi bahwa sebagian daratan Arab pada masa dahulu adalah tanah yang subur untuk pertanian dan perkebunan.

Sungguh dahulu tanah Arab sangat subur dan bukan gurun pasir yang tandus. Akan tetapi perubahan iklim menyebabkan kekeringan air yang mengakibatkan padang yang tadinya subur menjadi gurun pasir yang tandus.

Lalu para ahli geologi menyebutkan bahwa tanah ini akan mengalami perubahan iklim yang dapat mengembalikan tanah tersebut seperti sedia kala.



Sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/11/09/05/lr0zxw-sunnah-dan-sains-antara-bimbingan-rasul-dan-ilmu-bumi

Jadi berdasar informasi hadist di atas maka pada akhir zaman (mungkin tidak lama lagi karena memang kita tinggal di zaman yang jauh dari zaman nabi, sudah 14 abad lebih) akan terjadi perubahan iklim yang besar. Kisah ummat terdahulu pun sudah membuktikan bahwa perubahan-perubahan itu sudah pernah terjadi di tempat lain. Tempat yang dahulunya indah dan subur bisa menjadi gersang dan tandus. Contohnya Ethiopia. Kebalikannya pun bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Di sisi Allah SWT tiada hal yang tidak mungkin terjadi. Kun fayakun. Kita yang tinggal di tempat yang indah seperti Indonesia ini pun sudah sepatutnya bersyukur karena bila kita kufur nikmat maka bencana demi bencana akan terjadi dan bisa jadi Allah akan mengambil nikmat yang telah diberikan kepada kita. Mencabut keberkahan yang diberikan kepada kita. Bisa jadi negeri kita yang indah bisa menjadi negeri yang kekeringan seperti Ethiopia, Somalia, dan tempat lain.


Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 29 Juli 2010

Sensus Penduduk di Zaman Modern


Di zaman yang lebih modern Sensus Penduduk telah menjadi keharusan dan diamanahkan oleh PBB. Sekadar catatan, kapan sensus pertama kali dilakukan oleh beberapa negara besar:

  • Inggris pertama kali sensus tahun 1086
  • USA sensus pertama tahun 1790
  • Belanda melakukan pertama kali tahun 1795
  • India sensus pertama kali 1860 -Mesir sensus pertama tahun 1882
  • German melaksanakan pertama kali 1895
  • China sensus pertama 1913

• Menurut perkiraan (dari World Population Growth History) sampai saat ini, sebanyak 110 milyar manusia pernah lahir dan hidup di muka bumi. Dari jumlah itu sekitar 6,7 milyar penduduk adalah kita yang masih hidup saat ini.

Jumlah Penduduk Dunia 10.000 SM – 1930 M

Tahun

Jumlah (juta)

Tahun

Jumlah (juta)

10 000 SM

1

1950 M

2406

5000 SM

5

1960 M

2972

2000 SM

27

1970 M

3700

1000 SM

50

1980 M

4400

0 M

200

1990 M

5100

500 M

300

2000 M

6080

1000 M

400

2005 M

6450

1650 M

600

2010 M

6800

1800 M

900

2025 M

7890

1850 M

1171

2030 M

8200

1900 M

1608

2040 M

8800

1930 M

2008

2050 M

9850

Sumber : World Population Growth History

(www.vaughns-I-pagers.com/histarylworld-population-growth.html)

Posting by Mohammad Nurdin

Sensus Penduduk Di Masa Kuno


Sejak Kapan Manusia Mulai Mengenal Sensus Penduduk?

Menurut catatan sejarah sudah sejak 6000 tahun yang lalu, manusia telah mengenal Sensus Penduduk yaitu sejak zaman Kerajaan Babilonia, zaman Nabi Musa, zaman Kekaisaran Romawi, Kekaisaran China dan beberapa kerajaan kuno lainnya.

  1. Menurut catatan, Sensus Penduduk pertama kali berlangsung di masa kerajaan Babylonia 3800 tahun sebelum masehi atau kira-kira 6000 tahun yang lalu. Waktu itu telah dikumpulkan data tentang penduduk, ternak, ketersediaan madu, susu dan sayur-sayuran. Sensus telah dilakukan setiap 7 tahun sekali.
  2. Kemudian Sensus juga dilaksanakan di masa Nabi Musa, sekitar 1200 tahun SM (Sebelum Masehi), yang mencatat tentang ciri-ciri Penduduk dan Perumahan (Sumber : Shahjanan Khan, 2007, Importance of Statistics for Development).
  3. Pada bulan Maret, tahun ke-8 Sebelum Masehi, kekaisaran Roma telah merencanakan untuk melakukan sensus, yang realisasinya di tahun 5 SM. Walaupun demikian, sensus yang dipandang akurat di masa kekaisaran Romawi adalah di tahun 1 Masehi, di masa kejayaan Caesar Augustus. Hasil Sensus itu memperlihatkan bahwa dari total penduduk dunia waktu itu (200 sampai 300 juta), penduduk kekaisaran Roma mencapai 45 juta jiwa. Di zaman Romawi sensus dilakukan setiap 5 tahun sekali. Tujuan utama untuk menghitung penduduk dewasa bagi keperluan bala tentara dan untuk menentukan pajak (New World Encyclopedia, 2008)
  4. Selain 3 (tiga) SensusPenduduk tersebut yaitu di masa Babilonia, masa Nabi Musa, dan di masa kekaisaran Romawi,masih ada beberapa sensus lain seperti di China, Persia dan beberapa tempat lainnya.Di China dilakukan di masa Dinasti Han.Sensus dilakukan pada tahun 2 Masehi yang mencatat jumlah penduduk China waktu itu sebesar 59,6 juta jiwa.

Sumber : BPS, Sosialisasi Sensus Penduduk 2010

Posting by Mohammad Nurdin