Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label struktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label struktur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2015

STRUKTUR PDRB KABUPATEN BREBES MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN 2010 BERDASARKAN TAHUN DASAR 2010 (PDRB SERI 2010)


Struktur PDRB Seri 2000 Kabupaten Brebes Menurut Sektor Ekonomi Tahun 2010

Penghitungan PDRB tahun lalu (PDRB 2013) menggunakan tahun dasar 2000. Metode penghitungannya berdasarkan SNA 1993. Sedangkan penghitungan tahun ini (PDRB 2014 dan seterusnya) menggunakan tahun dasar 2010 yang dihitung berdasarkan SNA 2008. Banyak perubahan metode yang dipakai yang menghasilkan perubahan struktur ekonomi di tahun yang sama (PDRB 2010) yang dihitung dengan kedua metode tersebut.  Bagaimana perubahan hasil penghitungannya. Berikut uraiannya :


Jumat, 11 Maret 2011

Apa Itu Pantun?

Beberapa kali anak-anak saya tanya tentang pantun dan contohnya. Apalagi ditambah pekerjaan rumah untuk membuat pantun. Ini menginspirasi saya untuk memuat posting tentang pantun. Referensi saya ambilkan dari ensiklpedia bebas yang online yaitu Wikipedia. Tentu saja menggunakan wikipedia berbahasa Indonesia. Ini merupakan kelebihan ensiklopedia wikipedia karena menggunakan banyak bahasa berbeda dengan ensiklopedia berbayar seperi encarta yang setahu saya hanya tersedia dalam Bahasa Inggris. Berikut penjelasannya :

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa). Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.
Karmina dan talibun merupakan bentuk kembangan pantun, dalam artian memiliki bagian sampiran dan isi. Karmina merupakan pantun "versi pendek" (hanya dua baris), sedangkan talibun adalah "versi panjang" (enam baris atau lebih).

Peran pantun
Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.

Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata.

Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

Struktur pantun
Menurut Sutan Takdir Alisjahbana fungsi sampiran terutama menyiapkan rima dan irama untuk mempermudah pendengar memahami isi pantun. Ini dapat dipahami karena pantun merupakan sastra lisan.

Meskipun pada umumnya sampiran tak berhubungan dengan isi kadang-kadang bentuk sampiran membayangkan isi. Sebagai contoh dalam pantun di bawah ini:

Air dalam bertambah dalam

Hujan di hulu belum lagi teduh

Hati dendam bertambah dendam

Dendam dahulu belum lagi sembuh

Beberapa sarjana Eropa berusaha mencari aturan dalam pantun maupun puisi lama lainnya. Misalnya satu larik pantun biasanya terdiri atas 4-6 kata dan 8-12 suku kata. Namun aturan ini tak selalu berlaku.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pantun

Posting by Mohammad Nurdin