1. Klasifikasi PDB Menurut Lapangan Usaha
Klasifikasi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun Dasar 2000
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label 2000. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2000. Tampilkan semua postingan
Rabu, 24 Juni 2015
Sosialisasi Perubahan Tahun Dasar PDB/PDRB 2010 Berbasis SNA 2008 : Klasifikasi PDB
Label:
2000,
2008,
2010,
Berbasis,
dasar,
Klasifikasi,
lapangan,
pdb,
pdrb,
pengeluaran,
perubahan,
sna,
Sosialisasi,
tahun,
usaha
Selasa, 23 Juni 2015
Keterbandingan PDB/PDRB Tahun Dasar 2000 (Seri 2000) Dengan Tahun Dasar 2010 (Seri 2010) : Kegiatan Ekonomi
Berikut ini kegiatan ekonomi yang mengalamii perubahan dari seri 2000 menjadi seri 2010. Pada Seri 2000 menggunakan istilah sektor/sub sektor sementara pada Seri 2010 menggunakan istilah Kategori/Sub Kategori. Jumlah sektor sebanyak 9 sektor berubah menjadi kategori sebanyak 17 kategori.
Berikut keterbandingannya :
SERI 2000
1 Pertanian, Peternakan, Kehut. &Perikanan
menjadi :
SERI 2010
A Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
R,S,T,U Jasa Lainnya (Ex. Hutan Wisata)
Berikut keterbandingannya :
SERI 2000
1 Pertanian, Peternakan, Kehut. &Perikanan
menjadi :
SERI 2010
A Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
R,S,T,U Jasa Lainnya (Ex. Hutan Wisata)
Minggu, 10 Mei 2015
STRUKTUR PDRB KABUPATEN BREBES MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN 2010 BERDASARKAN TAHUN DASAR 2010 (PDRB SERI 2010)
Struktur PDRB Seri 2000 Kabupaten Brebes Menurut Sektor Ekonomi Tahun 2010
Penghitungan PDRB tahun lalu (PDRB 2013) menggunakan tahun dasar 2000. Metode penghitungannya berdasarkan SNA 1993. Sedangkan penghitungan tahun ini (PDRB 2014 dan seterusnya) menggunakan tahun dasar 2010 yang dihitung berdasarkan SNA 2008. Banyak perubahan metode yang dipakai yang menghasilkan perubahan struktur ekonomi di tahun yang sama (PDRB 2010) yang dihitung dengan kedua metode tersebut. Bagaimana perubahan hasil penghitungannya. Berikut uraiannya :
Selasa, 14 September 2010
Catatan Inflasi Brebes 2009 (2)

Perbandingan Inflasi Brebes Tahun 1995 - 2009
Selama Tahun 2009 (Januari - Desember) inflasi Brebes sebesar 3,98 persen. Hal ini berarti relatif stabil dan lebih terkendali (inflasi satu dijit atau one digit inflation). Dalam lima belas tahun terakhir inflasi tahun ini merupakan inflasi terendah ketiga setelah tahun 2003 dan tahun 1999 yang masing-masing 1,38 persen dan 4,02 persen.
Selama tahun 2009, dari bulan Januari hingga Desember 2009, kota Brebes mengalami inflasi sebesar 4,25 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa. Kelompok barang dan jasa yang mengalami kenaikan indeks harga adalah sebagai berikut : kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 9,85 persen; kelompok sandang 8,29 persen; kelompok kesehatan 5,37 persen; kelompok bahan makanan 4,46 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 3,10 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,90 persen. Sedangkan kelompok komoditi yang mengalami penurunan indeks harga adalah Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,17 persen.
Dari inflasi tahun kalender (Januari - Desember) 2009 yang sebesar 4,25 persen, andil/sumbangan inflasi pada tahun ini dari terbesar menuju terkecil adalah berturut-turut sebagai berikut : kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 2,29 persen; kelompok bahan makanan 0,92 persen; kelompok sandang 0,62 persen; kelompok kesehatan 0,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,22 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,19 persen. Sedangkan kelompok komoditi yang yang memberikan andil negatif terhadap inflasi selama tahun 2009 adalah kelompok transpor,komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,27 persen.
Komoditas barang dan jasa yang memberikan andil inflasi sepuluh terbesar selama Tahun 2009 (Januari - Desember) adalah berturut-turut sebagai berikut : gula pasir 0,85 persen; emas perhiasan 0,40 persen; beras 0,39 persen; nasi 0,35 persen; rokok kretek filter 0,31 persen; rokok kretek 0,28 persen; kontrak rumah 0,25 persen; obat dengan resep 0,20 persen; tarip air minum pikulan 0,17 persen; dan akademi/perguruan tinggi 0,16 persen.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil inflasi negatif atau deflasi sepuluh terbesar adalah berturut-turut sebagai berikut : bahan bakar rumah tangga 0,43 persen; bensin 0,33 persen; kangkung dan bawang putih yang masing-masing 0,08 persen; buah apel 0,05 persen; angkutan dalam kota 0,04 persen; bayam 0,04 persen; sabun mandi 0,03 persen; dan kentang 0,02 persen.
Sumber : BPS Kab. Brebes, Perkembangan IHK dan Inflasi Kab. Brebes 2009, 2009
Posting by Mohammad Nurdin
Langganan:
Postingan (Atom)


