1. Klasifikasi PDB Menurut Lapangan Usaha
Klasifikasi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun Dasar 2000
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label 2008. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2008. Tampilkan semua postingan
Rabu, 24 Juni 2015
Sosialisasi Perubahan Tahun Dasar PDB/PDRB 2010 Berbasis SNA 2008 : Klasifikasi PDB
Label:
2000,
2008,
2010,
Berbasis,
dasar,
Klasifikasi,
lapangan,
pdb,
pdrb,
pengeluaran,
perubahan,
sna,
Sosialisasi,
tahun,
usaha
Sosialisasi Perubahan Tahun Dasar PDB/PDRB 2010 Berbasis SNA 2008 : Implikasi Perubahan Tahun dasar PDB
12. Implikasi penggunaan tahun dasar yang terkini dalam penghitungan PDB dapat
mengakibatkan kenaikan level PDB. Mengapa hal tersebut terjadi?
a. Pertama, perubahan tahun dasar merupakan kombinasi perubahan harga dan volume
(kuantitas dan kualitas). Penggunaan tahun dasar yang menggambarkan kondisi terkini
umumnya lebih tinggi dibanding tahun dasar lama yang akan digunakan sebagai harga
konstan yang baru;
b. Kedua, perubahan harga relative antar produk dan juga kuantitas yang bervariasi akibat
perubahan pola produksi, konsumsi dan investasi dapat pula mengakibatkan perubahan
struktur dalam perekonomian. Oleh karena itu, perubahan tahun dasar tidak hanya
berdampak pada peningkatan level PDB secara total namun dapat juga mengakibatkan
perubahan struktur perekonomian.
mengakibatkan kenaikan level PDB. Mengapa hal tersebut terjadi?
a. Pertama, perubahan tahun dasar merupakan kombinasi perubahan harga dan volume
(kuantitas dan kualitas). Penggunaan tahun dasar yang menggambarkan kondisi terkini
umumnya lebih tinggi dibanding tahun dasar lama yang akan digunakan sebagai harga
konstan yang baru;
b. Kedua, perubahan harga relative antar produk dan juga kuantitas yang bervariasi akibat
perubahan pola produksi, konsumsi dan investasi dapat pula mengakibatkan perubahan
struktur dalam perekonomian. Oleh karena itu, perubahan tahun dasar tidak hanya
berdampak pada peningkatan level PDB secara total namun dapat juga mengakibatkan
perubahan struktur perekonomian.
Sosialisasi Perubahan Tahun Dasar PDB/PDRB 2010 Berbasis SNA 2008 : Perubahan tahun dasar PDB
6. Apa yang dimaksud dengan perubahan tahun dasar PDB?
Perubahan tahun dasar (rebasing) pada prinsipnya merupakan suatu proses mengubah indikator
harga dan struktur kuantitas produk barang dan jasa pada tahun dasar lama menjadi tahun dasar
baru. Harga dan struktur kuantitas produk barang dan jasa pada tahun terbaru akan menjadi
dasar perhitungan PDB untuk penghitungan harga konstan.
Perubahan tahun dasar PDB merupakan bagian dari penyempurnaan PDB pada khususnya dan
Neraca Nasional pada umumnya. Harga/indikator harga pada PDB konstan yang digunakan BPS
saat ini adalah kondisi tahun 2000 dan akan diubah berdasarkan kondisi tahun 2010. Perubahan
tahun dasar PDB Indonesia kali ini, tidak hanya melakukan perubahan harga pada tahun dasar
2000 menjadi 2010, namun juga mengadopsi rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
yang tertuang dalam 2008 System of National Accounts (SNA2008) melalui penyusunan kerangka
Supply and Use Table (SUT).
Perubahan tahun dasar (rebasing) pada prinsipnya merupakan suatu proses mengubah indikator
harga dan struktur kuantitas produk barang dan jasa pada tahun dasar lama menjadi tahun dasar
baru. Harga dan struktur kuantitas produk barang dan jasa pada tahun terbaru akan menjadi
dasar perhitungan PDB untuk penghitungan harga konstan.
Perubahan tahun dasar PDB merupakan bagian dari penyempurnaan PDB pada khususnya dan
Neraca Nasional pada umumnya. Harga/indikator harga pada PDB konstan yang digunakan BPS
saat ini adalah kondisi tahun 2000 dan akan diubah berdasarkan kondisi tahun 2010. Perubahan
tahun dasar PDB Indonesia kali ini, tidak hanya melakukan perubahan harga pada tahun dasar
2000 menjadi 2010, namun juga mengadopsi rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
yang tertuang dalam 2008 System of National Accounts (SNA2008) melalui penyusunan kerangka
Supply and Use Table (SUT).
Sosialisasi Perubahan Tahun Dasar PDB/PDRB 2010 Berbasis SNA 2008 : Memahami PDB/PDRB
1. Apa yang dimaksud dengan PDB?
Produk Domestik Bruto (PDB) / Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan nilai tambah bruto atau balas jasa faktor produksi yang
dihasilkan di wilayah domestik suatu negara (PDB) atau wilayah suatu provinsi (PDRB Provinsi) atau wilayah suatu kabupaten/kota (PDRB Kabupaten/Kota) yang timbul akibat berbagai aktivitas ekonomi dalam suatu periode tertentu.
Produk Domestik Bruto (PDB) / Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan nilai tambah bruto atau balas jasa faktor produksi yang
dihasilkan di wilayah domestik suatu negara (PDB) atau wilayah suatu provinsi (PDRB Provinsi) atau wilayah suatu kabupaten/kota (PDRB Kabupaten/Kota) yang timbul akibat berbagai aktivitas ekonomi dalam suatu periode tertentu.
Minggu, 10 Mei 2015
STRUKTUR PDRB KABUPATEN BREBES MENURUT SEKTOR EKONOMI TAHUN 2010 BERDASARKAN TAHUN DASAR 2010 (PDRB SERI 2010)
Struktur PDRB Seri 2000 Kabupaten Brebes Menurut Sektor Ekonomi Tahun 2010
Penghitungan PDRB tahun lalu (PDRB 2013) menggunakan tahun dasar 2000. Metode penghitungannya berdasarkan SNA 1993. Sedangkan penghitungan tahun ini (PDRB 2014 dan seterusnya) menggunakan tahun dasar 2010 yang dihitung berdasarkan SNA 2008. Banyak perubahan metode yang dipakai yang menghasilkan perubahan struktur ekonomi di tahun yang sama (PDRB 2010) yang dihitung dengan kedua metode tersebut. Bagaimana perubahan hasil penghitungannya. Berikut uraiannya :
Jumat, 16 Agustus 2013
Kabupaten Brebes Dalam Angka 2004 - 2012
Berikut ini adalah link ke alamat publikasi versi flippingbooks yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Brebes yang salah satunya dan yang paling banyak dicari yaitu Brebes Dalam Angka (DDA) yaitu sebagai berikut :
Minggu, 01 Juli 2012
PDRB Kabupaten Brebes 2004 - 2010
Berikut ini link PDRB Kabupaten Brebes (versi flippingbooks dan pdf) yang bisa Anda kunjungi.
Publikasi Pendapatan Regional Kabupaten Brebes Tahun 2010 merupakan publikasi rutin tahunan BPS Kabupaten Brebes. Data yang disajikan memberi gambaran tentang perkembangan pendapatan regional tahun 2010 dan beberapa tahun sebelumnya. Publikasi ini berisi pendahuluan, konsep dan definisi, sekilas perkembangan PDRB, uraian PDRB menurut sektoral, uraian PDRB menurut penggunaan, dan gambaran perekonomian di tingkat kecamatan.
Alamat/link publikasi tersebut adalah sebagai berikut :
Publikasi Pendapatan Regional Kabupaten Brebes Tahun 2010 merupakan publikasi rutin tahunan BPS Kabupaten Brebes. Data yang disajikan memberi gambaran tentang perkembangan pendapatan regional tahun 2010 dan beberapa tahun sebelumnya. Publikasi ini berisi pendahuluan, konsep dan definisi, sekilas perkembangan PDRB, uraian PDRB menurut sektoral, uraian PDRB menurut penggunaan, dan gambaran perekonomian di tingkat kecamatan.
Alamat/link publikasi tersebut adalah sebagai berikut :
Label:
2004,
2006,
2008,
2009,
2010,
badan pusat statistik,
bps,
brebes,
domestik,
kabupaten,
konsumsi,
neraca,
pdrb,
pendapatan,
produk,
regional,
statistik
Senin, 21 Mei 2012
Publikasi BPS : Kabupaten Brebes Dalam Angka 2012
Berikut ini adalah link ke alamat publikasi versi flippingbooks yang dikeluarkan oleh BPS yang salah satunya dan yang paling banyak dicari yaitu Statistik Indonesia. Sedangkan untuk wilayah yang lebih kecil seperti provinsi dan kabupaten/kota dikeluarkan daerah dalam angka (dda).
Untuk publikasi yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Brebes yaitu :
1. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2012. Publikasi ini diterbitkan tahun 2012.
1. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011. Publikasi ini diterbitkan tahun 2011.
2. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2009. Publikasi ini diterbitkan tahun 2010.
3. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2008. Publikasi ini diterbitkan tahun 2009.
4. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2007. Publikasi ini diterbitkan tahun 2008.
5. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2006. Publikasi ini diterbitkan tahun 2007.
6. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2005. Publikasi ini diterbitkan tahun 2006.
7. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2004. Publikasi ini diterbitkan tahun 2005.
Sumber : http://brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Untuk publikasi yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Brebes yaitu :
1. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2012. Publikasi ini diterbitkan tahun 2012.
1. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011. Publikasi ini diterbitkan tahun 2011.
2. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2009. Publikasi ini diterbitkan tahun 2010.
3. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2008. Publikasi ini diterbitkan tahun 2009.
4. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2007. Publikasi ini diterbitkan tahun 2008.
5. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2006. Publikasi ini diterbitkan tahun 2007.
6. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2005. Publikasi ini diterbitkan tahun 2006.
7. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2004. Publikasi ini diterbitkan tahun 2005.
Sumber : http://brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Label:
2004,
2005,
2006,
2007,
2008,
2009,
2011,
2012,
angka,
badan pusat statistik,
bps,
dalam,
dda,
kabupaten brebes
Rabu, 29 September 2010
Statistik TPK Kamar Hotel Jawa Tengah 2008 : Indikator
Data statistik yang diperoleh dari hasil survei tersebut adalah :
Tingkat Penghunian Kamar (Room Occupancy Rate) adalah persentase kamar yang dihuni/dipakai tamu terhadap jumlah kamar yang tersedia. TPK dihitung berdasarkan jumlah kamar yang dihuni/dipakai tamu (room night occupied) dibagi dengan banyaknya kamar yang tersedia/dapat dipakai (room night available) dikalikan 100%.
Tingkat Penghunian Tempat Tidur/TPTT (Bed Occupancy Rate) adalah persentase tempat tidur yang dihuni/dipakai tamu terhadap seluruh tempat tidur yang tersedia. TPTT dihitung berdasarkan jumlah tempat tidur yang dihuni/dipakai tamu (bed night used/guest night) dibagi dengan banyaknya malam kamar tempat tidur yang tersedia (bed night available) dikalikan 100%.
Tingkat Penghunian Ganda KamarrrPGK (Guest per Room) adalah angka yang menunjukkan rata-rata banyaknya, tamu yang menghuni satu kamar yang terjual. TPGK dihitung berdasarkan banyaknya malam tamu menginap (guest night) atau malam tempat tidur (bed night) dibagi dengan banyaknya malam kamar yang dihuni (room night occupied).
Rata-rata Lama Menginap/RLM (Average Lenght of Stay) adalah banyaknya malam tempat tidur yang dihunildipakai (bed night used/guest night) dibagi dengan banyaknya tamu yang datang.
RLM ini dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu : RLM-A untuk tamu asing/mancanegara, RLM-I tamu Nusantara/dalam negeri dan RLM-Tot dari seluruh tamu (asing dan dalam negeri).
Statistik TPK Kamar Hotel Jawa Tengah 2008 : Pengelompokan Jenis Akomodasi
Pengelompokan jenis akomodasi dalam publikasi ini dibagi menjadi 4 (empat) kelompok yaitu hotel Bintang 1, Bintang 2, Bintang 3+ (gabungan bintang 3, bintang 4 clan bintang 5) serta kelompok hotel Melati (non Bintang). Dalam publikasi ini di samping data per bulan juga ditampilkan data berdasarkan wilayah (Kabupaten/Kota).
Statistik TPK Kamar Hotel Jawa Tengah 2008 : Cakupan
Dari hasil pendaftaran lengkap (listing) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Jawa Tengah keadaan akhir 2008 terdapat sejumlah 1.195 hotel dengan rincian sebagai berikut :
Hotel Bintang 1 : 47 buah
Hotel Bintang 2 : 25 buah
Hotel Bintang 3+ : 34 buah
Hotel Bintang : 106 buah
Hotel Non Bintang : 1.089 buah
Untuk keperluan penyediaan data secara kontinyu balk bagi kepentingan pemerintah maupun pengguna data lainnya, setiap bulan BPS melakukan pencacahan tingkat hunian kamar hotel dengan dokumen model VHT-S. Untuk hotel berbintang dicacah secara lengkap/seluruhnya (sensus), sedangkan hotel melati/akomodasi lainnya dicacah secara sampel. Dari hasil pencacahan tersebut diperoleh data seperti dalam tabel publikasi ini.
Statistik TPK Kamar Hotel Jawa Tengah 2008 : Konsep dan Definisi
Hotel adalah suatu usaha yang menggunakan bangunan atau sebagian daripadanya yang khusus disediakan, di mana setiap orang dapat menginap dan makan serta memperoleh pelayanan dan fasilitas lainnya dengan pembayaran (mempunyai restoran yang berada di bawah manajemen hotel tersebut).
Hotel-hotel yang berdasarkan penelitian team peneliti Direktorat Jenderal Pariwisata telah memenuhi persyaratan yang ditentukan, selanjutnya akan disebut sebagai hotel berbintang, sedang yang belum memenuhi persyaratan disebut sebagai hotel tidak berbintang (Melati).
Persyaratan-persyaratan tersebut antara lain adalah
- Persyaratan fisik, meliputi kondisi bangunan dan sebagainya
- Bentuk pelayanan yang disediakan (service)
- Klasifikasi tenaga kerja, meliputi pendidikan, kesejahteraan karyawan dan sebagainya
- Fasilitas olah raga dan rekreasi lainnya yang tersedia, seperti lapangan tens, kolam renang, diskotik dan sebagainya.
Losmen adalah suatu usaha yang menggunakan bangunan atau sebagian daripadanya yang khusus disediakan di mana setiap orang dapat menginap tanpa makan (tidak ada restoran dengan pembayaran)
Akomodasi Lainnya adalah suatu usaha yang manggunakan bangunan atau sebagian daripadanya yang khusus disediakan di mana setiap orang dapat menginap tanpa makan (tidak ada restoran) tetapi dapat memperoleh fasilitas lainnya dengan pembayaran (akomodasi yang tidak dapat digolongkan sebagai hotel maupun losmen), seperti wisma, pondok wisata/remaja, motel, bungalow, rumah pemondokan dan sebagainya.
Statistik TPK Kamar Hotel Jawa Tengah 2008 : Pendahuluan
Salah satu sektor yang mempunyai peranan cukup penting dalam pembangunan perekonomian nasional adalah sektor pariwisata. Sektor ini selain sebagai salah satu sumber penghasil devisa, juga merupakan sektor yang dapat menyerap tenaga kerja. Pembangunan kepariwisataan nasional dilakukan secara menyeluruh dan terpadu dengan sektor-sektor pembangunan lainnya dengan tetap dijaga terpeliharanya kepribadian bangsa, kelestarian serta kualitas lingkungan hidup.
Pemerintah berusaha sedemikian rupa untuk meningkatkan sektor ini, sehingga mampu memainkan peranan sebagai sumber devisa yang handal. Salah satu aset dari bidang kepariwisataan yang dianggap potensial adalah usaha jasa akomodasi yang terdiri dari hotel dan jasa akomodasi lainnya. Pembangunan hotel dan jasa akomodasi lainnya di Jawa Tengah menunjukkan trend yang cukup meningkat. Untuk mengevaluasi hasil pembangunan hotel dan akomodasi lainnya diperlukan tersedianya data statistik yang akurat dan lengkap.
BPS Propinsi Jawa Tengah berusaha memenuhi kebutuhan data tersebut dengan menyajikan data tingkat penghunian kamar (TPK) hotel, tingkat pemakaian tempat tidur (TPTT), rata-rata lama menginap (RLM) tamu dan informasi lainnya pads hotel berBintang dan hotel non Bintang (Melati) baik yang dilakukan oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantara.
Posting by Mohammad Nurdin
Selasa, 14 September 2010
Catatan Inflasi Brebes 2009 (2)

Perbandingan Inflasi Brebes Tahun 1995 - 2009
Selama Tahun 2009 (Januari - Desember) inflasi Brebes sebesar 3,98 persen. Hal ini berarti relatif stabil dan lebih terkendali (inflasi satu dijit atau one digit inflation). Dalam lima belas tahun terakhir inflasi tahun ini merupakan inflasi terendah ketiga setelah tahun 2003 dan tahun 1999 yang masing-masing 1,38 persen dan 4,02 persen.
Selama tahun 2009, dari bulan Januari hingga Desember 2009, kota Brebes mengalami inflasi sebesar 4,25 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa. Kelompok barang dan jasa yang mengalami kenaikan indeks harga adalah sebagai berikut : kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 9,85 persen; kelompok sandang 8,29 persen; kelompok kesehatan 5,37 persen; kelompok bahan makanan 4,46 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 3,10 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,90 persen. Sedangkan kelompok komoditi yang mengalami penurunan indeks harga adalah Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,17 persen.
Dari inflasi tahun kalender (Januari - Desember) 2009 yang sebesar 4,25 persen, andil/sumbangan inflasi pada tahun ini dari terbesar menuju terkecil adalah berturut-turut sebagai berikut : kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 2,29 persen; kelompok bahan makanan 0,92 persen; kelompok sandang 0,62 persen; kelompok kesehatan 0,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,22 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,19 persen. Sedangkan kelompok komoditi yang yang memberikan andil negatif terhadap inflasi selama tahun 2009 adalah kelompok transpor,komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,27 persen.
Komoditas barang dan jasa yang memberikan andil inflasi sepuluh terbesar selama Tahun 2009 (Januari - Desember) adalah berturut-turut sebagai berikut : gula pasir 0,85 persen; emas perhiasan 0,40 persen; beras 0,39 persen; nasi 0,35 persen; rokok kretek filter 0,31 persen; rokok kretek 0,28 persen; kontrak rumah 0,25 persen; obat dengan resep 0,20 persen; tarip air minum pikulan 0,17 persen; dan akademi/perguruan tinggi 0,16 persen.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil inflasi negatif atau deflasi sepuluh terbesar adalah berturut-turut sebagai berikut : bahan bakar rumah tangga 0,43 persen; bensin 0,33 persen; kangkung dan bawang putih yang masing-masing 0,08 persen; buah apel 0,05 persen; angkutan dalam kota 0,04 persen; bayam 0,04 persen; sabun mandi 0,03 persen; dan kentang 0,02 persen.
Sumber : BPS Kab. Brebes, Perkembangan IHK dan Inflasi Kab. Brebes 2009, 2009
Posting by Mohammad Nurdin
Catatan Inflasi Brebes 2009 (1)

Perkembangan Indeks Harga Kosumen Brebes 2007 - 2009
Kondisi umum harga konsumen aneka barang dan jasa di Kabupaten Brebes selama Tahun 2009 menunjukkan kenaikan harga-harga yang cukup stabil dibandingkan tahun lalu. Keadaan seperti ini tidak terlepas dari pengaruh berbagai kebijakan yang dikeluarkan baik oleh Pemerintah Pusat maupun oleh Pemerintah Daerah. Di samping momen-momen tertentu yang turut punya andil besar dalam perubahan harga seperti momen tahun baru 2009, tahun ajaran baru pendidikan 2009/2010, bulan puasa (Ramadhan) sampai dengan hari raya Idul Fitri 1430 H yang pada tahun ini jatuh pada bulan Agustus - September 2009, dan musim.
Beberapa kebijakan Pemerintah Pusat yang berdampak sangat besar terhadap naik dan turunnya harga-harga seperti kebijakan menurunkan harga bensin dan solar pada tanggal 15 Januari 2009 - pada akhir tahun lalu juga sudah dilakukan penurunan harga bensin dan solar sebanyak dua kali - dan program konversi energi dari minyak tanah menjadi gas elpiji. Program terakhir baru dilaksanakan di Kabupaten Brebes pada tahun 2009 sehingga berdampak pada kenaikan harga minyak tanah dan gas elpiji.
Langganan:
Postingan (Atom)


