Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label ekspor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekspor. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Desember 2015

Neraca Perdagangan Indonesia Tahun 2014

 Defisit neraca perdagangan Indonesia tahun 2014 sebesar 1,89 Milyar US$. Ekspor Indonesia tahun 2014 sebesar 17,63 Milyar US$ yang terdiri dari 17,2 persen ekspor migas dan 82,8 persen ekspor non migas.
Impor Indonesia tahun 2014 sebesar 17,82 Milyar US$ yang terdiri dari 24,4 persen impor migas dan 76,6 persen impor non migas.

Posting by Mohammad Nurdin

Ekspor dan Impor Migas dan Non Migas Indonesia Tahun 2014

Ekspor impor migas Indonesia tahun 2014 yaitu sebagai berikut :
ekspor sebesar 30,33 Milyar US$ dan impor sebesar 43,46 milyar US$. Sedang Ekpor impor non migas Indonesia tahun 2014 adalah sebagai berikut : ekspor sebesar 145,56 US$ dan impor sebesar 134,72 US$.

Posting by Mohammad Nurdin

Ekspor dan Impor Indonesia Menurut 5 Negara Utama Tahun 2014

Ekspor Indonesia tahun 2014 terbesar ke negara Cina, kemudian disusul Amerika Serikat, Jepang, India, dan Singapura. Sedangkan impor Indonesia terbesar dari negara Cina disusul Jepang, Amerika Serikat, Singapura, dan India.

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 08 Oktober 2015

Pendapatan Nasional : Tabel-tabel Produk Domestik Bruto (Lapangan Usaha)

Tabel 1. Distribusi PDB Triwulanan Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Persen), 2000-2014
Tabel 2. Laju Pertumbuhan Kumulatif PDB Menurut Lapangan Usaha (Persen), 2001-2014
Tabel 3. Laju Pertumbuhan PDB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (Persen), 2000-2014
Tabel 4. Laju Pertumbuhan PDB Beberapa Negara Menurut Harga Konstan (Persen), 2008-2012
Tabel 5. Laju Pertumbuhan PDB per Kapita Beberapa Negara Menurut Harga Konstan (Persen), 2008-2012
Tabel 6. Laju Pertumbuhan PDB Q ke Q Menurut Lapangan Usaha (Persen), 2001-2014
Tabel 7. Laju Pertumbuhan PDB Y ke Y Menurut Lapangan Usaha, 2001-2014 (Persen)
Tabel 8. Laju Pertumbuhan Produk Domestik Bruto dan Produk Domestik Bruto per Kapita Atas Dasar Harga Konstan 2010, 2011-2014 (persen)
Tabel 9. PDB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah), 2000-2014
tabel 10. PDB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah), 2000-2014
Tabel 11. PDB Menurut Jenis Pengeluaran, Produk Nasional Bruto, dan Pendapatan Nasional Atas Dasar Harga Berlaku (Miliar Rupiah), 2000-2013
Tabel 12. PDB Menurut Jenis Pengeluaran, Produk Nasional Bruto, dan Pendapatan Nasional Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Miliar Rupiah), 2000-2013
Tabel 13. PDB Per Kapita, Produk Nasional Bruto Per Kapita dan Pendapatan Nasional Per Kapita (Rupiah), 2000-2013
Tabel 14. PDB Triwulanan Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha(Miliar Rupiah), 2000-2014
Tabel 15. PDB Triwulanan Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah), 2000-2014
Tabel 16. Peringkat Indonesia Dibandingkan Negara Lain
Tabel 17. Perkembangan Beberapa Agregat Pendapatan dan Pendapatan per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku, 2010-2014
Tabel 18. Perkembangan Produk Domestik Bruto dan Produk Domestik Bruto per Kapita Atas Dasar Harga Konstan 2010, 2010-2014
Tabel 19. [Seri 2010] Distribusi PDB Seri 2010 Triwulanan Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Persen), 2010-2014
Tabel 20. [Seri 2010] Laju Implisit PDB Seri 2010 Triwulanan terhadap Triwulan Sebelumnya (Persen), 2010-2014
Tabel 21. [Seri 2010] Laju Implisit PDB Seri 2010 Triwulanan terhadap Triwulan yang Sama Tahun Sebelumnya (Persen), 2010-2014
Tabel 22. [Seri 2010] Laju Pertumbuhan PDB Atas Dasar Harga Konstan 2010 Kumulatif (Persen), 2010-2014
Tabel 23. [Seri 2010] Laju Pertumbuhan PDB Atas Dasar Harga Konstan 2010 terhadap Triwulan Sebelumnya (Persen), 2010-2014
Tabel 24. [Seri 2010] Laju Pertumbuhan PDB Atas Dasar Harga Konstan 2010 terhadap Triwulan yang Sama Tahun Sebelumnya (Persen), 2010-2014
Tabel 25. [Seri 2010] PDB Seri 2010 Triwulanan Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah), 2010-2014
Tabel 26. [Seri 2010] PDB Triwulanan Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah), 2010-2014
Tabel 27. [Seri 2010] Distribusi PDB Seri 2010 Triwulanan Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Persen), 2015
Tabel 28. [Seri 2010] Indeks Implisit PDB Seri 2010 (Persen), 2015
Tabel 29. [Seri 2010] Laju Implisit PDB Seri 2010 (Persen), 2015
Tabel 30. [Seri 2010] Laju Pertumbuhan PDB Seri 2010 (Persen), 2015
Tabel 31. [Seri 2010] PDB Seri 2010 Triwulanan Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah), 2015
Tabel 32. [Seri 2010] PDB Triwulanan Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah), 2015

Tabel-tabel bisa diakses pada link berikut ini :


Posting by Mohammad Nurdin

Pendapatan Nasional : Metode Penghitungan


Untuk menghitung angka-angka PDB ada tiga pendekatan yang dapat digunakan, yaitu :

1. Menurut Pendekatan Produksi 
PDB adalah jumlah nilai tambah atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Unit-unit produksi tersebut dalam penyajian ini dikelompokkan menjadi 9 lapangan usaha (sektor) yaitu :
Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan
Pertambangan dan Penggalian
Industri Pengolahan
Listrik, Gas dan Air Bersih
Konstruksi
Perdagangan, Hotel dan Restoran
Pengangkutan dan Komunikasi
Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan
Jasa-jasa termasuk jasa pelayanan pemerintah. Setiap sektor tersebut dirinci lagi menjadi sub-sub sektor.


Pendapatan Nasional : Konsep dan Definisi

PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL

Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam suatu periode tertentu adalah data Produk Domestik Bruto (PDB), baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. PDB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar.
PDB atas dasar harga berlaku dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi, sedang harga konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.
Dari data PDB dapat juga diturunkan beberapa indikator ekonomi penting lainnya, seperti :


Kamis, 02 Desember 2010

Pressrelease BPS 1 Desember 2010

NOVEMBER 2010 DI INDONESIA INFLASI 0,60 PERSEN
Pada bulan November 2010 di Indonesia terjadi inflasi sebesar 0,60 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 124,03. Dari 66 kota IHK, 61 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe 2,64 persen dengan IHK 124,73 dan terendah terjadi di Probolinggo 0,06 persen dengan IHK 127,33. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Maumere 0,29 persen dengan IHK 135,23 dan terendah terjadi di Balikpapan 0,04 persen dengan IHK 126,39.
Selengkapnya (pdf file) :
http://www.bps.go.id/brs_file/inflasi-01des10.pdf

EKSPOR DARI INDONESIA OKTOBER 2010 MENCAPAI US$14,22 MILIAR
Ekspor Indonesia pada Oktober 2010 mengalami peningkatan sebesar 16,72 persen dibanding September 2010 yaitu dari US$12.181,6 juta menjadi US$14.218,2 juta. Bila dibandingkan dengan Oktober 2009, ekspor mengalami peningkatan sebesar 16,14 persen.
Peningkatan ekspor Oktober 2010 disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 14,92 persen yaitu dari US$10.098,7 juta menjadi US$11.605,5 juta. Demikian juga dengan ekspor migas yang mengalami peningkatan sebesar 25,44 persen dari US$2.082,9 juta menjadi US$2.612,7 juta. Lebih lanjut peningkatan ekspor migas disebabkan oleh meningkatnya ekspor gas sebesar 72,04 persen menjadi US$1.532,9 juta dan ekspor minyak mentah naik sebesar 1,78 persen menjadi US$873,2 juta. Sedangkan ekspor hasil minyak turun sebesar 38,14 persen menjadi US$206,6 juta. Sementara volume ekspor migas Oktober 2010 terhadap September 2010 (berdasarkan data Pertamina dan BP Migas) untuk gas naik 114,58 persen, sebaliknya ekspor minyak mentah dan hasil minyak masing-masing turun 5,41 persen dan 39,82 persen. Harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia naik dari US$76,76 per barel di September 2010 menjadi US$82,26 per barel di Oktober 2010.
Selengkapnya (pdf file) :
http://www.bps.go.id/brs_file/exim-01des10.pdf

WISMAN KE INDONESIA OKTOBER 2010 MENCAPAI 594,7 RIBU ORANG, NAIK 8,68 PERSEN DIBANDING OKTOBER 2009
Secara keseluruhan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia pada Oktober 2010 mencapai 594.654 orang, mengalami kenaikan sebesar 8,68 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. Begitu pula, jika dibanding September 2010, jumlah wisman Oktober 2010 mengalami kenaikan sebesar 6,12 persen.
Jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama pada Oktober 2010 mengalami kenaikan 9,49 persen dibanding Oktober 2009 yaitu dari 509.513 orang menjadi 557.845 orang.
Demikian pula, jika dibanding September 2010 jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk mengalami kenaikan sebesar 6,73 persen. Sementara itu jumlah wisman yang datang melalui pintu masuk Ngurah Rai pada Oktober 2010 mengalami kenaikan 1,79 persen dibanding bulan yang sama tahun 2009, yaitu dari 225.606 orang menjadi 229.651 orang. Namun, jika dibanding September 2010, jumlah wisman yang datang melalui Ngurah Rai turun 1,23 persen.
Selengkapnya (pdf file) :
http://www.bps.go.id/brs_file/pariwisata-01des10.pdf

NILAI TUKAR PETANI (NTP) di INDONESIA NOVEMBER 2010 SEBESAR 102,89 ATAU NAIK 0,27 PERSEN
NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 32 provinsi di Indonesia pada November 2010, NTP secara nasional naik 0,27 persen dibandingkan NTP Oktober 2010, yaitu dari 102,61 menjadi 102,89. Kenaikan NTP pada November 2010 disebabkan kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian.
Selengkapnya (pdf file) :
http://www.bps.go.id/brs_file/ntp-01des10.pdf

NOVEMBER 2010 HARGA GROSIR DI INDONESIA NAIK 0,36 PERSEN
Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada bulan November 2010 IHPB Umum Nonmigas adalah 176,66 atau naik 0,36 persen dari IHPB Oktober 2010 sebesar 176,02. Kenaikan persentase perubahan IHPB terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks di semua sektor, yaitu Sektor Pertanian 0,53 persen, Kelompok Barang Ekspor Nonmigas 0,47 persen, Sektor Industri 0,32 persen, Kelompok Barang Impor Nonmigas 0,19 persen dan Sektor Pertambangan dan Penggalian 0,11 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan November 2010 antara lain sayur-sayuran, padi/gabah, beras, dan minyak kelapa sawit.
Selengkapnya (pdf file) :
http://www.bps.go.id/brs_file/ihpb-01des10.pdf

AGUSTUS 2010: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI INDONESIA SEBESAR 7,14 PERSEN
Keadaan ketenagakerjaan di Indonesia pada semester kedua tahun 2010 menunjukkan adanya sedikit perbaikan yang digambarkan dengan adanya peningkatan kelompok penduduk yang bekerja, serta penurunan tingkat pengangguran.
Pada bulan Agustus 2010, jumlah angkatan kerja mencapai 116,5 juta orang atau naik sekitar 530 ribu orang dibanding keadaan Februari 2010 dan naik 2,7 juta orang dibanding keadaan Agustus 2009.
Penduduk yang bekerja pada Agustus 2010 bertambah sebesar 800 ribu orang dibanding keadaan Februari 2010, dan bertambah 3,3 juta orang dibanding keadaan setahun yang lalu (Agustus 2010).
Jumlah penganggur pada Agustus 2010 mengalami penurunan sekitar 270 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2010, dan mengalami penurunan 640 ribu orang jika dibanding keadaan Agustus 2009.
Peningkatan jumlah tenaga kerja serta penurunan angka pengangguran telah menaikkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0,49 persen selama periode satu tahun terakhir.
Selengkapnya (pdf file) :
http://www.bps.go.id/brs_file/naker-01des10.pdf

Posting by Mohammad Nurdin