Cari Blog Ini
Minggu, 14 Juni 2020
ALASAN YUSUF ESTES MASUK ISLAM -YUSUF ESTES - [sub INDO]
Minggu, 05 Juni 2016
Ahmad Deedat dan Tantangan Islam
Berikut ini adalah ceramah Ahmed Deedat dengan tema Tantangan Islam. Video ini sangat saya sukai. Ust. Ahmed Deedat mengkritik kita, kaum muslimin termasuk yang dari Indonesia agar memiliki militansi dalam menyebarkan Islam, terlibat dalam diskusi dan debat semampunya. Yang menjadikan non muslim lebih mengerti Islam dan Islam tidak disalahpahami. Kita dituntut meninggalkan rasa minder. Kita diminta berdakwah sehingga mereka (para missionaris) tidak perlu lagi datang ke negeri kita tetapi kita yang datang untuk berdiskusi dan berdebat di negeri mereka (Barat atau Eropa dan Amerika) seperti telah dicontohkan secara konsisten oleh beliau, Ust. Ahmed Deedat.
Posting by Mohammad Nurdin
Selasa, 24 Mei 2016
Perjalanan Bersama Al Qur'an
Berikut ini adalah perjalanan syaikh Fahd Al Kandari menemui para penghafal Al Quran di berbagai negara Islam dalam bentuk video dokumenter.
Dengan izin Allah semoga tayangan ini bisa memperbaiki perlakuan kita terhadap Al-Quran dengan mempelajari kisah-kisah mereka yang telah Allah titipkan dihati-hati mereka, Perkataan Allah Yang Maha Agung.
Posting by Mohammad Nurdin
Minggu, 20 September 2015
Fiqh Islam : Puasa Terus-menerus
Sabda Rasulullah SAW :
"Bahwasanya Tuhanmu mempunyai hak atasmu, yang wajib engkau bayar, begitu juga dirimu dan keluargamu, semua mempunyai hak yang wajib engkau bayar. Maka dari itu, hendaklah engkau berpuasa (sewaktu-waktu), dan berbuka (sewaktu-waktu), berjaga malam (sewaktu-waktu), dan tidur (di waktu yang lain). Dekatkanlah keluargamu, dan berilah hak mereka satu per satu." (Riwayat Bukhari)
Sumber : H. Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam, Cetakan ke-40, Bandung, Sinar Baru Algensindo, 2007
Fiqh Islam : Puasa Sunah
1. Puasa enam hari di Bulan Syawal
Dari Abu Ayyub, Rasulullah SAW telah berkata : "Barang siapa puasa dalam Bulan Ramadhan, kemudian ia puasa pula pada enam hari dalam bulan Syawal, adalah seperti ia puasa sepanjang masa."(Riwayat Muslim)
2. Puasa Hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijah), kecuali orang yang sedang mengerjakan ibadah haji, maka puasa ini tidak disunahkan atasnya.
Dari Abu Qatadah, Nabi SAW telah berkata, "Puasa Hari Arafah itu menghapus dosa dua tahun. Satu tahun yang telah lalu, dan satu tahun yang akan datang," (Riwayat Muslim)
Minggu, 13 Juli 2014
Do'a-do'a Pilihan : Do’a Agar Selalu Berada di Dalam Islam
Kamis, 29 Mei 2014
Sabdo Palon : Kisah Nusantara yang Disembunyikan
2. Bumi Kauthara Champa
3. Warta dari Majapahit
4. Swan Liong
5. Wandhan Kuning
6. Kidang Telangkas
7. Nawangwulanlam
8. Karang Jambu
9. Pendatang dari Champa
10. Kambojapura
11. Telik Sandi Ayutthaya
12. Bantuan Panglima Kambojapura
Sabtu, 09 Juni 2012
Cerita Anak : Orang Yang Sanggup Memegang Janji
Senin, 12 Maret 2012
MUHAMMAD DALAM PERJANJIAN LAMA - NABI-NABI SEJATI HANYA MENGAJARKAN ISLAM
Tidak ada bangsa yang dikenal dalam sejarah seperti bangsa Israel, yang dalam kurun waktu kurang dari empat ratus tahun telah ditundukkan oleh banyak sekali nabi-nabi palsu, tak terhitung lagi (banyaknya) tukang-tukang tenung, peramal-peramal dan segala macam persihiran dan tukang-tukang sulap. Nabi-nabi palsu itu ada dua macam: mereka yang mengakui agama dan Kitab Taurat dari Yahweh dan berpura-pura meramal atas NamaNya, dan mereka yang dengan di bawah lindungan raja Israel penyembah berhala meramal atas nama Baal atau dewa-dewa lainnya dari bangsa-bangsa tetangga yang juga kafir musyrik. Dalam golongan pertama terdapat beberapa peniru (nabi) yang sezaman dengan nabi-nabi sejati seperti Mikha (Micah) dan Jeremiah, dan dalam golongan kedua terdapat mereka yang menimbulkan banyak kesulitan bagi Eliyah, dan menyebabkan pembantaian nabi-nabi sejati dan orang-orang beriman dalam masa pemerintahan Ahab dan isterinya Jezebel. Yang paling berbahaya dari semua itu terhadap jalan keyakinan dan agama yang sesungguhnya adalah nabi-nabi palsu yang melaksanakan upacara-upacara suci di kuil maupun Mispha dan berpura-pura memberikan firman Tuhan kepada manusia. Barangkali tidak ada nabi yang menerima lebih banyak penindasan dan kesukaran di tangan para peniru ini selain daripada Nabi Jeremiah.
Sabtu, 19 November 2011
NABI-NABI SEJATI HANYA MENGAJARKAN ISLAM
Semasa masih muda, Jeremiah memulai tugas-tugas kenabiannya kira-kira pada kwartal akhir dari abad ke tujuh sebelum Masehi, ketika Kerajaan Judah dalam bahaya besar penyerbuan oleh tentara dari Kaldea. Orang-orang Yahudi telah bersekutu dengan Fir’aun dari Mesir, tetapi karena Fir’aun ini telah mengalami kekalahan buruk dari tentara Nebukadnezar, maka nasib buruk Jeruzalem adalah hanya soal waktu saja. Dalam hari-hari yang kritis ini, selama masa mana nasib dari sisa-sisa hamba-hamba Allah akan ditentukan, Nabi Jeremiah dengan tegar memberi nasehat kepada raja dan para pemimpin orang-orang Yahudi untuk menyerah dan mengabdi pada Raja Babilon, supaya Jeruzalem bisa diselamatkan dari dibakar habis jadi abu serta orang-orang Yahudi diselamatkan dari deportasi sebagai orang tawanan. Beliau mencurahkan semua ceramahnya yang vokal dan berapi-api ke telinga raja-raja, pendeta-pendeta, dan tetua-tetua masyarakat, tetapi semua sia-sia. Beliau menyampaikan firman demi firman Tuhan, dengan mengatakan bahwa satu-satunya jalan menyelamatkan negeri dan penduduknya dari pemusnahan yang mengancam ialah menyerah kepada orang-orang Kaldea; namun tiada seorang pun sudi mendengar peringatan itu.
Nebukadnezar datang dan mengambil alih kota, membawa pergi rajanya, pangeran-pangeran, serta banyak tawanan, demikian pula seluruh kekayaan dari kuil termasuk bejana-bejana emas dan perak. Seorang pangeran lain, pangeran yang ketiga, diangkat oleh Kaisar Babilon untuk memerintah sebagai budaknya di Jeruzalem. Raja ini, bukannya menjadi bijak dan setia kepada penguasa Babilon tetapi bahkan memberontak terhadapnya. Tanpa henti Jeremiah menasehati raja untuk tetap setia dan meninggalkan kebijakan (persekutuan dengan) Mesir. Namun nabi-nabi palsu terus saja berceramah dengan bombastis di kuil dengan berkata: "Demikianlah Tuhan Rumah Allah itu berfirman , Lihatlah, Aku telah mematahkan simpul Raja Babilon, dan dalam waktu dua tahun semua tawanan orang Yahudi dan bejana-bejana Rumah Tuhan akan dikembalikan ke Jeruzalem." Jeremiah membuat simpul dari kayu dan dikalungkan di lehernya dan pergi ke kuil serta memberi tahu orang-orang bahwa Tuhan telah merasa senang meletakkan simpul raja Babilon seperti ini pada leher semua orang Yahudi. Beliau dipukul mukanya oleh salah satu nabi lawannya yang mematahkan simpul kayu itu dari leher Jeremiah serta mengulangi lagi khotbah bombastis dari nabi-nabi palsu. Jeremiah dimasukkan ke dalam sel yang penuh dengan lumpur, dan hanya diberi makan dengan sebuah roti kering yang terbuat dari barley setiap hari hingga terjadi kelaparan di kota itu, yang diserang oleh orang-orang Kaldea. Nabi palsu Hananiah meninggal seperti diramalkan oleh Jeremiah. Dinding kota itu diruntuhkan di suatu tempat, dan tentara yang menang itu menyerbu masuk kota, Raja Zedekiah yang melarikan diri dan orang-orang yang besertanya ditangkap dan dibawa ke raja Babilon. Kota dan kuil itu sesudah dijarah lalu dibakar dan semua penduduk Jeruzalem dibawa pergi ke Babilon; hanya orang dari kelas miskin yang ditinggalkan untuk mengusahakan tanah. Atas perintah Nebukadnezar, Jeremiah diizinkan tinggal di Jeruzalem dan gubernur yang baru diangkat Gedalliah diberi tugas untuk menjaga dan mengurusi nabi itu. Tetapi Gedalliah telah dibunuh oleh orang Yahudi yang berontak, dan mereka kemudian lari ke Mesir dengan membawa Jeremiah beserta mereka. Bahkan di Mesir pun beliau meramal hal-hal yang bertentangan dengan kepentingan para pelarian dan orang-orang Mesir. Beliau pastilah sudah mengakhiri hidupnya di Mesir.
Kitabnya, seperti adanya sekarang, sangat berbeda dengan teks Septuagint (Bible versi Latin): terbukti bahwa copy dari mana Septuagint itu ditulis oleh para penterjemah dari Aleksandria mempunyai urutan pasal yang berbeda.
Para pengritik Injil menganggap bahwa Jeremiah adalah penulisnya, atau, bagaimanapun juga, seorang penyusun (compiler) dari Kitab ke lima dari Pentateuch yang disebut Deuteronomy (Ulangan). Saya sendiri beranggapan sama bahwa Jeremiah adalah seorang Levi dan seorang pendeta juga seorang nabi. Banyak sekali ajaran dari Jeremiah dalam Deuteronomy yang tidak dikenal dalam bagian lainnya dari tulisan-tulisan Perjanjian Lama. Dan saya mengambil satu ajaran dari ajaran-ajaran itu untuk pokok pembicaraan sekarang ini, yang saya anggap sebagai satu dari permata atau teks emas dari Perjanjian Lama dan harus dihormati sebagai sangat berharga dan suci.
Sesudah pembicaraan yang rinci ini saya segera kembali pada pokok masalah yang telah saya pilih sebagai judul dari artikel ini: Bagaimana membedakan seorang nabi asli dari seorang nabi palsu, Jeremiah telah memberikan kepada kita jawaban yang secara wajar memuaskan, yaitu:
"NABI YANG HANYA MENGAJARKAN ISLAM"
Dalam Kitab Deuteronomy (xiii. 1 – 5, xviii. 20 – 22) Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan beberapa perintah tentang nabi-nabi palsu yang mungkin meramal dengan atas nama Tuhan dan dengan cara yang demikian tersembunyi dan membahayakan sehingga bisa menyesatkan ummatNya. Selanjutnya, beliau menceriterakan kepada kita cara terbaik untuk mengetahui kecurangan si peniru adalah mengantisipasi terpenuhinya ramalan dia, dan kemudian menghukum mati dia jika tipuannya terbongkar. Namun seperti diketahui dengan baik, orang-orang bodoh tidak dapat membedakan antara nabi asli dengan peniru, persis seperti sekarang ini di mana tidak dapat menemukan dengan pasti mana dari yang dua ini, pendeta Katholik Roma atau pendeta Calvinist sebagai pengikut asli dari Jesus Kristus! Nabi palsu juga akan meramal peristiwa-peristiwa yang akan terjadi, membuat keajaiban, dan melaksanakan hal-hal religius sama –setidak-tidaknya pada penampilan – dengan yang dilakukan oleh mereka yang nabi asli. Persaingan antara Nabi Musa dan para ahli sihir di Mesir adalah suatu ilustrasi yang tepat dari pernyataan ini. Jadi Jeremiah itulah yang telah memberi kita cara terbaik untuk menguji kebenaran, keaslian dari seorang nabi, dan cara itu adalah pertanda Islam. Silahkan baca seluruh pasal xxviii. dari Jeremiah, dan kemudian periksalah dan renungkanlah ayat ke 9:
"Nabi yang meramalkan Islam (shalom), pada saat kehadiran perkataan Nabi, Nabi itu akan diakui sebagai telah diutus oleh Tuhan dengan sebenarnya." (Jeremiah xxviii. 9)
Terjemahan ini adalah benar-benar harfiah. Kata aslinya naba, biasanya diterjemahkan sebagai: "meramal" (to foretell atau to prophesy), dan kata benda nabi, "a prophet" memberikan kesan bahwa seorang prophet adalah seorang yang meramalkan masa depan atau menceriterakan peristiwa masa lampau dengan bantuan wahyu suci. Definisi ini hanya sebagian saja yang benar. Definisi lengkap dari kata "Prophet" haruslah: "seorang yang menerima wahyu atau pesan dari Tuhan, dan menyampaikan wahyu atau pesan itu dengan setia kepada orang atau ummat yang dituju." Jelas bahwa sebuah pesan suci tidak usah harus berarti ramalan tentang peristiwa yang lalu atau yang akan datang. Dengan cara yang sama kata "prophesy" tidak usah harus berarti mengungkapkan peristiwa masa lalu atau yang akan datang, tetapi lebih kearah berkhotbah atau mengumumkan pesan Tuhan. Dengan sendirinya "to prophesy" adalah menyampaikan dan mengucapkan sebuah wahyu baru, yang sifat dan karakternya sangat immaterial (tidak berwujud secara fisik). Membaca kalimat-kalimat seorang nabi adalah sebagai meramal yang tidak lebih daripada saat seorang nabi menyampaikan sebuah wahyu ketika berceramah atau berpidato atas kehendaknya sendiri. Di dalam Al Qur’an Tuhan memerintahkan hambaNya yang dicintaiNya Nabi Muhammad saw untuk menyatakan: "Aku hanya seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Satu…" (Q.18 : 110) sehingga kita bisa berhati-hati untuk tidak memberikan atribut kepada seorang nabi yang manapun suatu kualitas mengetahui atau mengatakan semua apapun melalui wahyu. Wahyu Suci itu datangnya biasanya berselang seling dengan waktu, sementara para nabi dalam pergaulan pribadi mereka dan pengetahuannya mungkin bertanggung jawab atas kesalahan dan kekeliruannya. Seorang nabi tidak diangkat oleh Tuhan untuk mengajarkan ummat manusia ilmu alam, matematika, atau ilmu pengetahuan positif lainnya. Akan sangat tidak adil bagi kita untuk mencela seorang nabi untuk suatu kesalahan bahasa atau suatu kesalahan yang dilakukan olehnya sebagai seorang manusia.
Karena itu seorang Nabi adalah sebuah subyek untuk diuji atau diperiksa hanya jika secara resmi dan formal beliau menyampaikan Firman yang telah beliau terima dari Tuhan. Urusan pribadinya, hal-hal mengenai keluarganya, dan hasil karya personalnya tidak menjadi perhatian kita sebanyak perhatian kita pada misi dan tugasnya. Untuk dapat mengetahui apakah seorang nabi itu asli atau seorang peniru, tidaklah adil memberikan keputusan yang bertentangan dengan karakter kenabiannya hanya karena seorang nabi telah bersikap sedikit keras atau kasar kepada ibunya, atau karena seorang nabi telah percaya akan inspirasi harfiah dan Pentateuch adalah tulisan Nabi Musa. Sementara membuat observasi ini, dalam benak saya terpikir masalah Jesus Kristus, dan banyak lainnya lagi yang ada dalam sejarah Israel di pihak lain .
Adalah mala fides dan jahat untuk menuduh nabi-nabi mengenai masalah sensualitas, kekasaran, kebodohan dalam ilmu, dan kelemahan personal lainnya. Mereka adalah manusia seperti halnya kita sendiri dan pasti tidak luput dari kecenderungan alamiah dan nafsu yang sama dengan kita. Mereka dilindungi dari dosa-dosa temporal dan dari penyelewengan firman-firman yang harus mereka sampaikan. Kita harus benar-benar berhati-hati untuk tidak terlalu tinggi menempatkan seorang nabi Tuhan dalam imajinasi kita, jika tidak demikian pastilah Tuhan tidak senang terhadap kita. Mereka semua adalah mahluk-mahlukNya dan para pemuja-pemuja Tuhan; mereka menyelesaikan kewajibannya dan kembali kepada Tuhannya. Pada saat kita melupakan Tuhan dan memfokuskan cinta kita dan kekaguman kita terhadap pribadi para utusan Tuhan yang manapun saja dia, maka kita ada dalam bahaya jatuh ke dalam dosa menyekutukan Tuhan (polytheisme).
Sesudah sekian jauh menerangkan sifat dan arti nabi dan pernubuahan (prophesy), saya kini akan mencoba untuk membuktikan bahwa tidak ada nabi dapat menjadi asli kecuali, seperti dengan jelas disebutkan oleh Nabi Jeremiah, beliau berkhotbah dan menyiarkan agama Islam.
Agar dapat mengerti lebih baik logika dan arti penting pasal-pasal yang sedang kita bicarakan ini, kita harus melihat selintas ayat yang lalu di mana Jeremiah berkata kepada musuhnya Nabi Hannaniah: "Nabi-nabi sebelum aku dan kamu dari masa lalu telah bernubuah yang berkenaan dengan banyak negeri, banyak kerajaan besar, tentang perang dan kejahatan dan wabah," Kemudian beliau melanjutkan:
"Nabi yang meramal tentang Islam segera setelah kalimat nabi itu datang, nabi itu diketahui sebagai telah diutus dengan sebenarnya oleh Tuhan."
Tidak ada keberatan serius yang diajukan tentang versi Inggris dari pasal ini dengan mengecualikan anak kalimat "I shalom" yang telah saya terjemahkan dengan "tentang Islam". Preposisi " I " sebelum "shalom" berarti "mengenai" atau "tentang", dan menempatkan subyek sebagai penderita kalimat (obyek) dan tidak dalam posisi dative, seperti halnya bila sebutan (predikat) adalah sebuah kata kerja (verb) seperti "datang", "pergi" atau "memberi".
Bahwa "shalom" dan bahasa Syriac "Shlama" maupun bahasa Arab "salam" dan "Islam" berasal dari satu akar kata yang sama dalam bahasa Semit, "shalam" dan mempunyai arti yang sama, adalah suatu kebenaran yang telah diterima oleh semua pakar bahasa-bahasa Semit. Kata kerja "shalam" mempunyai arti "menyerahkan diri, (to submit, to resign oneself to)", dan kemudian "membuat perdamaian (to make peace)", dan dengan sendirinya "menjadi aman, sehat, dan tenang (to be safe, sound and tranquil)". Tidak ada sistim agama di dunia ini yang pernah dikualifikasikan dengan nama yang lebih baik, lebih komprehensif, lebih dihargai dan luhur selain daripada Islam. Agama sejati dari Tuhan Sejati tidak bisa diberi nama dengan nama siapapun dari para pemujaNya (Kristen,- pent.), dan lebih lagi tidak dari nama bangsa atau negara (Judaisme,-pent.). Sesungguhnyalah kesucian dan kesakralan kata "Islam" inilah yang menghantam lawannya dengan menimbulkan kekaguman, ketakutan dan rasa hormat bahkan sekalipun bila orang-orang Islam itu dalam keadaan lemah dan tidak berbahagia. Adalah nama dan gelar dari sebuah agama yang mengajarkan dan memerintahkan penyerahan dan kepasrahan kehendak dan diri yang mutlak kepada Yang Maha Adi, dan selanjutnya memperoleh kedamaian dan ketenangan dalam jiwa dan di rumah, tidak peduli penderitaan atau nasib jelek yang mungkin mengancam kita yang menyebabkan lawan-lawannya merasa kagum. 1)
Adalah keyakinan yang mantap dan tak tergoyahkan dalam Keesaan Allah dan kepercayaan yang tak terbelokkan akan rahmatNya dan keadilan yang membuat seorang Muslim dapat dibedakan dan menonjol di antara orang-orang non-Muslim. Dan keyakinan yang mantap pada Allah serta keterikatan yang tulus pada Kitab Suci Al Qur’an dan NabiNya itulah yang misi-misi Kristen dengan putus asa telah menyerangnya namun gagal tanpa harapan. Dengan itu, perkataan Jeremiah bahwa: "Nabi yang bernubuah, yang menyiarkan dan berbicara tentang urusan Islam sebagai agamanya, dengan segera beliau akan diketahui sebagai telah diutus dengan sesungguhnya oleh Tuhan. Karena itu marilah kita mempertimbangkan dengan serius yang berikut ini:
1. Nabi Jeremiah adalah satu-satunya Nabi sebelum Jesus Kristus yang menggunakan kata "shalom" dalam arti agama. Beliau adalah satu-satunya Nabi yang menggunakannya dengan tujuan untuk menentukan atau membuktikan kebenaran seorang utusan Tuhan. Menurut wahyu Al Qur’an, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishaq, Nabi Yakub, Nabi Musa dan semua Nabi adalah orang-orang Muslim, dan mengakui Islam sebagai agamanya. Istilah "Islam" and padanannya (ekivalen) "Shalom" dan "Shlama" diketahui oleh orang-orang Yahudi dan Kristen di Mekkah dan Medinah ketika Nabi Muhammad saw muncul untuk menyempurnakan dan menjadikan Islam sebagai agama universal. Seorang Nabi yang meramalkan "perdamaian" sebagai sesuatu yang abstrak, kabur dan bersifat sebagai kondisi sementara, tidak akan dapat berhasil membuktikan identitasnya dengan cara begitu itu. Dalam kenyataannya, hal yang dipersengketakan atau lebih baik masalah nasional yang kritis, yang ditentang oleh dua nabi menonjol yang dikenal oleh pengadilan dan bangsa, seperti Jeremiah dan Hananiah (Jeremiah xxviii.), tidak dapat dipecahkan dan diselesaikan dengan pasti, dengan cara pengakuan masalah yang satu dan di lain pihak mengingkari masalah yang lain. Untuk menubuahkan "perdamaian" oleh Jeremiah ketika beliau selama hidupnya telah secara terus menerus menubuahkan bencana besar nasional – baik dengan cara agar Raja Sidaqia menyerahkan diri kepada kekuasaan Kaldea, atau dengan cara melawannya – bukan saja akan menyangkut kegagalannya, untuk tidak berbicara tentang keberhasilannya dalam membuktikan kebenarannya, tetapi juga hal itu akan membuatnya bahkan lebih bodoh. Karena, dalam hal yang manapun, "perdamaian" yang diduganya akan berarti bukan suatu perdamaian sama sekali. Sebaliknya, bila orang-orang Yahudi melawan tentara Kaldea, itu berarti kehancuran total seluruh bangsa, dan bila mereka menyerah, adalah suatu penyerahan total tanpa syarat apapun. Nyatalah karena itu, bahwa Jeremiah menggunakan istilah "Shalom" dalam artian sistim agama yang nyata, kongkrit dan sesungguhnya yang dimiliki oleh Islam. Untuk membuat lebih jelas, kita harus dengan penuh perhatian mendengarkan argumen dari dua nabi yang berlawanan yang membicarakan dan mempersengketakan masalah nasional yang dihadiri oleh raja yang jahat dan pengadilannya yang terdiri dari penjilat-penjilat yang jahat dan orang-orang munafik yang buruk moral. Pada dirinya Jeremiah memiliki jalan Tuhan dan agama damaiNya, dan demi kepentingan vital agama damai atau Islam, beliau menganjurkan raja jahat itu dan seluruh anggota istananya untuk menyerah pada kekuasaan Babilon dan mengabdi pada orang Kaldea dan hidup. Karena tidak ada pilihan lain yang terbuka bagi mereka. Mereka telah meninggalkan Tuhan nenek moyangnya, mengotori Rumah Tuhan, memalsukan dan mencerca nabi-nabiNya, dan melakukan kejahatan dan pengkhianatan (2 Chronicle xxxvi, etc.). Jadi Tuhan menyerahkan mereka ke tangan raja Nebukadnezar dan tidak akan menyelamatkan mereka. Untuk pengabdi Tuhan yang sejati dengan tulus, agama itu menjadi hal yang pertama dan bangsa itu yang kedua. Pemerintahan dan bangsa itu – terutama bila mereka sudah melupakan Tuhan – yang harus dikorbankan untuk alasan agama, dan bukan sebaliknya! Nabi lain Gibeon, yang disebut Hananiah, berusaha menyenangkan sang raja tuannya; beliau adalah anggota istana dan termasuk orang yang dikasihi, kaya dan megah, sementara lawannya selalu membusuk dan kelaparan dalam penjara dan sel. Beliau tidak peduli akan hal-hal yang berguna untuk menyegarkan agama dan kesejahteraan rakyat yang sebenarnya. Beliau juga seorang nabi, karena demikianlah kata Kitab Jeremiah, namun beliau adalah seorang yang jahat, dan telah menukar Tuhan dengan seorang raja yang buruk moral. Beliau meramal juga atas nama Tuhan yang sama sebagaimana Jeremiah meramal, menyatakan kembalinya barang rampasan perang dan tawanan dari Babilon dalam waktu dua tahun.
Nah dari deskripsi yang tidak sempurna tentang dua nabi itu, nabi mana yang anda kualifikasikan sebagai pengabdi Tuhan yang sejati dan sebagai pembela setia atas agama Tuhan? Tentu saja Jeremiah dengan segera akan menarik simpati dan pilihan anda.
2. Hanyalah agama Shalom, Islam, yang dapat membuat kesaksian akan karakter dan tugas dari seorang nabi sejati, Imam, atau setiap utusan Allah di bumi ini. Tuhan itu Esa, dan agamaNya juga Satu. Tidak ada agama lain di dunia seperti Islam, yang mengakui dan membela Keesaan yang mutlak dari Tuhan. Karena itu, barang siapa yang mengorbankan kepentingan-kepentingan lainnya, kehormatan dan cinta kasih untuk alasan agama suci ini, tidak diragukan bahwa dia adalah nabi asli dan dan utusan Allah. Namun masih ada satu hal lagi yang lebih perlu perhatian kita, dan hal itu ialah: jika agama Islam bukan suatu standar dan ukuran dengan mana dilakukan uji kebenaran seorang nabi atau utusan Tuhan, maka tidak ada kriteria lain untuk menjawab masalah itu. Sebuah keajaiban bukan selamanya suatu bukti yang cukup, karena tukang sihir juga membuat hal-hal aneh. Pemenuhan suatu nubuah atau ramalan juga sendirinya bukan suatu bukti yang mencukupi; maka sebagaimana suatu Ruh suci mengungkapkan peristiwa yang akan datang kepada seorang nabi sejati, begitu pula kadang-kadang ruh jahat itu melakukan hal yang sama kepada seorang peniru. Dari sini jelas bahwa nabi yang "bernubuah tentang Shalom – Islam – sebagai nama sebuah Keyakinan dan jalan hidup, segera setelah beliau menerima wahyu dari Tuhan maka akan diketahui bahwa beliau itu utusan Tuhan." Yang begitu itu adalah argumen yang dipergunakan oleh Jeremiah terhadap jemaahnya yang ingin beliau yakinkan mengenai kepalsuan Hananiah. Namun raja yang jahat dan para pengikutnya tidak mau mendengarkan dan mematuhi perintah Tuhan itu.
3. Seperti telah diperdebatkan dalam paragraf terdahulu, haruslah dicatat bahwa baik pemenuhan suatu nubuah maupun keajaiban yang terjadi tidak cukup untuk membuktikan sifat kesejatian seorang nabi; bahwa kesetiaan dan kepatuhan yang ketat kepada agama adalah bukti yang terbaik dan paling menentukan untuk maksud penentuan palsu tidaknya seorang nabi; bahwa Shalom dipakai untuk menyatakan agama perdamaian. Sekali lagi kami ulangi penegasan kami bahwa Shalom tidak lain adalah Islam. Dan kami ingin agar mereka yang keberatan terhadap interpretasi ini supaya memberikan kata lain dalam bahasa Arab di luar Islam dan Salam sebagai padanan (ekivalen) dari Shalom, dan juga untuk menemukan bagi kami kata lain dalam bahasa Ibrani di samping Shalom yang akan dapat menyampaikan dan menyatakan arti yang sama seperti Islam. Tidak mungkin anda menghasilkan padanan kata yang demikian itu. Karena itu kita terpaksa harus mengakui bahwa Shalom adalah sama seperti "salam" atau "damai" dalam arti kata abstrak, dan "Islam" sebagai agama dan keyakinan dalam arti kata kongkrit.
4. Seperti diingatkan kepada kita oleh Al Qur’an dalam surat 2 Al Baqarah bahwa Ibrahim dan anak-anak laki-lakinya dan cucu-cucu laki-lakinya adalah penganut Islam; bahwa mereka bukan Yahudi dan bukan Nasrani; bahwa mereka berdakwah dan menyiarkan pemujaan dan keyakinan terhadap Satu Tuhan kepada semua orang yang mereka kunjungi atau di mana mereka berdiam, kita harus mengakui bahwa bukan saja orang Yahudi, tetapi beberapa bangsa lain yang berasal dari anak-anak laki-laki lainnya dari Ibrahim serta banyak suku bangsa yang telah pindah agama dan meleburkan diri ke dalam keturunan Ibrahim itu, juga sebagai pemeluk agama Islam; yaitu orang yang beriman pada Allah dan berserah diri kepada kehendakNya. Ada orang-orang Esau, kaum Edomit, kaum Midian dan banyak lagi orang-orang yang berdiam di Arabia yang mengenal Tuhan dan memujanya seperti orang-orang Israel. Orang-orang ini juga mempunyai nabi-nabinya sendiri dan pembimbing agama seperti Nabi Ayyub, Nabi Syu’aib (mertua Nabi Musa), Nabi Balaam, Nabi Hud, dan lain-lain. Namun, seperti halnya orang Yahudi, mereka telah menjadi penyembah berhala hingga berhala-berhala itu disapu bersih oleh Pangeran dari para Nabi. Kira-kira dalam abad ke V sebelum Masehi orang Yahudi membuat bagian yang lebih besar dari buku-buku suci mereka dalam Perjanjian Lama, ketika ingatan atas penaklukan tanah Kanaan oleh Joshua, kuil dan Jeruzalemnya Suleiman merupakan peristiwa lampau yang telah terpendam dalam kurun waktu yang telah berlalu dalam sejarah mereka yang mengagumkan. Semangat keprihatinan dan penyendirian yang nasionalistik dan Judaistik menguasai sebagian sisa orang-orang Israel; kepercayaan akan datangnya seorang Penyelamat agung untuk mengembalikan tahta dan mahkota Daud yang telah hilang mendominasi, dan arti kata lama "Shalom" sebagai nama agama Ibrahim dan umum bagi orang-orang yang berbeda-beda dari keturunan Ibrahim telah tidak diingat lagi. Dari sudut pandang inilah bahwa saya beranggapan pasal-pasal Jeremiah sebagai salah satu teks emas dalam hukum suci Ibrani.
Catatan kaki
Website : http://www.oocities.org/hwpienesha/
di download dari : www.pakdenono.com
http://www.mosque.com/goodial.html
Posting by Mohammad Nurdin
Rabu, 02 November 2011
Puasa Sunat
Saya diajak teman berpuasa sunat mulai tanggal 1 Dzulhijah sampai satu hari sebelum Hari Raya Idul Adha (tanggal 9 Dzulhijah). Lalu saya pikir “Benarkah ada dasarnya. Menurut prinsip atau kaedah dalam ilmu fiqih yang saya ketahui bahwa Semua halal dalam hal muamalah kecuali ada larangan tetapi semua diharamkan dalam hal ibadah (hablumminallah) kecuali ada perintah. Dan juga ada buku yang saya baca untuk meningkatkan pahala meski amal kita sedikit, ada caranya yaitu mengerjakan sesuatu yang wajib dan tepat waktu. Kalau yang sunnat maka prioitaskan yang muakkad. Jadi bagaimana puasa menjelang Idul Adha itu?”Puasa yang disunatkan itu ada enam yaitu :
1. Puasa enam hari dalam bulan Syawal
Dari Abu Ayyub, Rasulullah SAW telah berkata, “Barang siapa puasa dalam bulan Ramadhan, kemudian ia puasa pula enam hari dalam bulan Syawal, adalah seperti puasa sepanjang masa.” (Hadist Riwayat Muslim)
2. Puasa hari Arafah (tanggal 9 bulan Haji/Dzulhijjah), kecuali oarang yang sedang mengerjakan ibadah haji, maka puasa ini tidak disunatkan atasnya.Dari Abu Qatadah, Nabi SAW telah berkata, “Puasa hari Arafah itu menghapus dosa dua tahun : Satu tahun yang telah lalu, dan satu tahun yang akan datang.” (Hadist Riwayat Muslim)
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah SAW telah melarang berpuasa pada hari Arafah di Padang Arafah.” (Hadist Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah)
3. Puasa hari 'Asyura (tanggal 10 Muharram)Dari Abu Qatadah, Rasulullah SAW setelah berkata, “Puasa hari 'Asyura itu menghapus dosa satu tahun yang telah lalu.” (Hadist Riwayat Muslim)
Berpuasa terus menerus sepanjang masa, termasuk dua hari raya da hari tasyriq, hukumnya haram. Kalau tidak termasuk hari raya dan hari tasyriq, maka hukumnya makruh.Sabda Rasulullah SAW : “Bahwasanya Tuhanmu mempunyai hak atasmu, yang wajib engkau bayar, begitu juga dirimu dan keluargamu, semua mempunyai hak yang wajib engkau bayar. Maka dari itu, hendaklah engkau berpuasa (sewaktu-waktu), dan berbuka (sewaktu-waktu pula), berjaga malam (sewaktu-waktu), dan tidur (di waktu yang lain). Dekatilah keluargamu, dan berikanlah hak mereka satu persatu.” (Hadist Riwayat Bukhari)
Hikmah Puasa
Ibadah puasa itu mengandung beberapa hikmah, di antaranya sebagai berikut :
1. Tanda terima kasih (bersyukur) kepada Allah SWT atas nikmat pemberian-Nya yang tidak terbatas banyaknya, dan tidak ternilai harganya.
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya.” (QS Ibrahim : 34)
2. Didikan kepercayaan. Seseorang yang telah sanggup menahan makan dan minum dari harta yang halal kepunyaannya sendiri, karena ingat perintah Allah, sudah tentu ia tidak akan meninggalkan perintah Allah, dan tidak sksn berani melanggar segala larangan-Nya.
3. Didikan perasan belas kasihan terhadap fakir miskin karena seseorang yang telah merasa sakit dan pedihnya perut keroncongan. Hal itu akan dapat mengukur kesedihan dan kesusahan orang yang sepanjang masa merasakan ngilunya perut yang kelaparan karena ketiadaan. Dengan demikian, akan timbul perasaan belas kasihan dan suka menolong fakir miskin.
4. Menjaga kesehatan.
Nama lengkap Sulaiman Rasjid bin Lasa. Dilahirkan di Liwa, Lampung Barat, tahun 1896.Beliau mendapat pendidikan agama dari Perguruan Tawalib, Padang Panjang, Sumatera Barat. Sebelumnya belajar pada Buya Kyai H. Abbas di Padang Panjang.
Pada tahun 1926, ia belajar di sekolah guru Mualimin, Mesir kemudian melanjutkan ke Perguruan Tinggi Al-Azhar di Kairo, Mesir, jurusan Takhassus Figh (spesialis ilmu hukum/Figh) dan selesai tahun 1935.
Sepulang dari Mesir, Pemerintah Kolonial Belanda menunjuknya menjadi Ketua Penyelidik Hukum-hukum Agama di Lampung. Pada zaman pendudukan Jepang, beliau menjadi Pegawai Tinggi Agama pada kantor Syambu, yaitu pada tahu 1937 sampai 1942.
Setelah Indonesia merdeka (1945), beliau ditugaskan oleh Presiden Sukarno di Departemen Agama RI. Pada tahun 1947 – 1955, beliau menjadi Kepala Jawatan Agama RI dan menjadi asisten dosen I di Pergurun Tinggi Agama Islam Negeri (PTIAIN) Jakarta. Pada tahun 1958 – 1962 menjadi dosen PTIAIN Yogyakarta. Pada tahun 1960 diangkat menjadi guru besar mata kuliah ilmu fiqh. Pada tahun 1962 – 1964 beliau menjabat sebagai Rektor maka kuliah ilmu Figh di IAIN Jakarta.Menjelang pensiun beliau pulang kampung dan menjabat Rektor IAIN Lampung. Pada tanggal 26 Januari 1976, dalam usia 80 tahun beliau pulang ke Rahmatullah, meninggal dunia. Karya ilmiah almarhum yang sempat terbit dan dibukukan antara lain Fiqh Islam, yang hingga sekarang masih terus dicetak dan diterbitkan. Buku ini merupakan buku wajib pada sekolah menengah dan perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia.
Semoga karya beliau selalu bermanfaat bagi Agama Islam dan kaum muslimin umumnya, dan amal baik almarhum diterima oleh Allah SWT. Amien.
Posting by Mohammad Nurdin
Minggu, 27 Februari 2011
Mutiara Al Hadits : Islam
Pada suatu hari kami (Umar ra dan para sahabat ra) duduk-duduk bersama Rasulullah SAW. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih.
Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya.
Dia langsung duduk menghadap Rasulullah SAW. Kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah SAW, seraya berkata,
"Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam."
Lalu Rasulullah Saw menjawab, "Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu."
Kemudian dia bertanya lagi, "Kini beritahu aku tentang iman."
Rasulullah Saw menjawab, "Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab¬kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya."
Orang itu lantas berkata, "Benar. Kini beritahu aku tentang ihsan."
Rasulullah berkata, "Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihat-Nya walaupun anda tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat anda".
Dia bertanya lagi, "Beritahu aku tentang Assa'ah (azab kiamat)."
Rasulullah menjawab, "Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya."
Kemudian dia bertanya lagi, "Beritahu aku tentang tanda-tandanya."
Rasulullah menjawab, "Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang¬orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat."
Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata. Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada Umar,
"Hai Umar, tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?"
Lalu aku (Umar) menjawab, "Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui."
Rasulullah Saw lantas berkata, "Itulah Jibril datang untuk mengajarkan Dien kepada kalian." (HR. Muslim)
Sumber : Mutiara Amaly : Penyejuk Jiwa Penyubur Iman Vol. 81
Website : www.tebardakwah.comPosting by Mohammad Nurdin
Senin, 29 November 2010
Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literatures (20)
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar adab dan teori kekuasaan (Abu al-Hasan 'Ali bin Muhammad al-Basri) Al-Mawardi (... - 450 H), Adab al-Dunya wa al-Din.
192/303: Orang bertanya kepada Isa: "Mengapa engkau tidak menikah?" Isa menjawab: "Hanya di tempat tinggal yang abadilah beranak pianak itu terpuji."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar adab dan teori kekuasaan (Abu al-Hasan 'Ali bin Muhammad al-Basri) Al-Mawardi (... - 450 H), Adab al-Dunya wa al-Din.
193/303: Isa berkata: "Sebagaimana kalian tidur, begitulah kalian [akan] mati. Sebagaimana kalian bangun, begitulah kalian [akan] dibangkitkan."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar adab dan teori kekuasaan (Abu al-Hasan 'Ali bin Muhammad al-Basri) Al-Mawardi (... - 450 H), Adab al-Dunya wa al-Din.
194/303: Isa berkata: "Hindarilah melihat perempuan terus menerus, karena itu membangkitkan nafsu syahwat di dalam hati; sebuah godaan yang cukup besar bagi yang melakukannya!"
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar adab dan teori kekuasaan (Abu al-Hasan 'Ali bin Muhammad al-Basri) Al-Mawardi (... - 450 H), Adab al-Dunya wa al-Din.
Rujukan silang atas ucapan di atas:
* (Abu al-Faraj 'Abd ar-Rahman bin 'Ali) Ibn al-Jauzi (... - 597 H), Damm al-Hawa.
195/303: Diriwayatkan bahwa Almasih diberi pertanyaan: "Sampai umur berapakah orang pantas menuntut ilmu?" Dia menjawab: "Selama hidup itu sendiri masih pantas."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh ulama Andalusia (Abu 'Umar Yusuf) Ibn 'Abd al-Barr al-Qurthubi (... - 463 H), Jami' Bayan al-'Ilm wa Fadlihi, 1:96.
196/303: Isa berkata: "Ya qurra' dan 'ulama, mengapa kalian menjadi tersesat setelah kalian menimba ilmu? Dan mengapa kalian menjadi buta setelah mata kalian mendapat penerangan? Dan semua ini hanya demi dunia yang hina dan nafsu serakah? Celakalah kalian di dunia ini, dan celakalah dunia ini gara-gara kalian!"
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh ulama Andalusia (Abu 'Umar Yusuf) Ibn 'Abd al-Barr al-Qurthubi (... - 463 H), Jami' Bayan al-'Ilm wa Fadlihi, 1:190.
197/303: Almasih berkata: "Janganlah bersedih karena apa yang dikatakan orang tentang kalian. Bila apa yang dikatakan mereka itu salah, maka itu adalah amal shalih tanpa kalian harus menjalankannya. Bila apa yang dikatakan mereka itu benar, maka itu adalah perbuatan dosa yang balasannya telah ditimpakan."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh ulama Andalusia (Abu 'Umar Yusuf) Ibn 'Abd al-Barr al-Qurthubi (... - 463 H), Bahjat al-Majalis, 1:405.
198/303: Isa mengunjungi sebuah pekuburan. Ia memanggil seorang yang telah mati, dan Allah pun membangkitkannya. Isa bertanya kepadanya: "Siapakah kamu?" "Aku dulu seorang pengangkut barang," jawab orang itu, "aku memikul kayu bakar untuk seseorang, dan mematahkan sebuah ranting untuk membersihkan gigiku. Sejak aku meninggal aku terus ditanyai tentang ranting itu."
Keterangan:
Kisah di atas diriwayatkan oleh tokoh sufi, qadi, dan 'ulama (Abu al-Qasim) Al-Qusyairi (... - 465 H), Al-Risala al-Qusyairiyya fil 'Ilm al-Tasawwuf.
199/303: Isa berkata: "Betapa banyak jenis pepohonan, tetapi tidak semuanya mengeluarkan buah-buahan. Betapa banyak jenis buah-buahan, tetapi tidak semuanya enak dimakan. Betapa banyak jenis ilmu pengetahuan, tetapi tidak semuanya bisa berguna."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 1:38.
200/303: Isa berkata: "Memberikan hikmah kepada orang selain dari yang pantas menerimanya adalah hal yang bathil, dan menyembunyikannya dari mereka yang pantas menerimanya sama dengan menzhalimi mereka. Bersikaplah seperti dokter baik hati yang meletakkan obat [tepat] pada bagian tubuh yang sakit." Menurut riwayat lain Isa berkata: "Barang siapa yang memberikan hikmah kepada orang selain dari yang pantas menerimanya adalah orang yang sombong, dan yang menyembunyikan hikmah dari orang yang pantas menerimanya sama dengan berbuat bathil. Hikmah mempunyai upahnya sendiri yang pantas, dan ada manusia yang pantas menerimanya, maka berikanlah kepada setiap orang upah yang pantas untuk mereka."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 1:43.
Rujukan silang atas ucapan di atas:
* (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Al-Bayan wa al-Tabyin, 2:35;
* Ikhwan al-Safa' (nama sebuah kelompok di penghujung abad ke-4 H), Rasa'il Ikhwan al-Safa' wa Khillan al-Wafa', 4:215 [sebagian];
* (Abu al-Hasan 'Ali bin Muhammad al-Basri) Al-Mawardi (... - 450 H), Adab al-Dunya wa al-Din;
* (Abu 'Umar Yusuf) Ibn 'Abd al-Barr al-Qurthubi (... - 463 H), Jami' Bayan al-'Ilm wa Fadlihi, 1:109 [sebagian];
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 225 [variasi].
Catatan:
Biasanya Tarif Khalidi memasukkan di daftar rujukan para peulis yang hidup terkemudian daripada si penulis utama. Dalam "Jesus' Sayings ..." nomer 200 ini dia memasukkan Imam al-Ghazali sebagai penulis utama, dan memasukkan tokoh-tokoh lain yang hidup sebelum al-Ghazali --kecuali Ibn 'Asakir-- sebagai rujukan.
Sumbangan: Jajang Kurniawan [Jajang.Kurniawan@Allianz.co.id] melalui milis hikmah@isnet.org
Sumber : http://media.isnet.org/antar/jsi/index.html
Posting by Mohammad Nurdin
Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literatures (19)
Keterangan:
Percakapan di atas diriwayatkan oleh wazir Daula Syiah Bujiah (Abu Sa'd Mansur bin al-Husain) Al-Abi (... - 421 H), Natsr al-Durr, 7:33.
182/303: Isa senantiasa berkata: "Kebanyakan makanan bisa membinasakan ruhani seperti halnya kebanyakan air membinasakan tanaman."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh wazir Daula Syiah Bujiah (Abu Sa'd Mansur bin al-Husain) Al-Abi (... - 421 H), Natsr al-Durr, 7:35.
183/303: Isa berkata kepada para pengikutnya: "Serahkanlah diri kalian kepada kelaparan dan kehausan, berjalanlah telanjang, dan lemahkanlah diri kalian sendiri, agar hati kalian bisa mengenal Allah Yang Mahakuasa."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 2:370.
Rujukan silang atas ucapan di atas:
* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 3:79.
184/303: Isa berkata: "Barangsiapa yang merasa tidak perlu nasihat, akan bertindak tanpa keberhasilan."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 5:237.
185/303: Isa berkata: "Jika kalian mampu, ikhlaslah seperti burung merpati dalam menghadapi Allah." Orang berkata bahwa tidak ada makhluk yang lebih ikhlas daripada burung merpati. Kalian bisa mencuri anak-anak burung merpati dari bawah badannya, membunuh anak-anaknya, dan si burung merpati akan [tetap] kembali ke tempat itu untuk tidur.
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 5:239.
Rujukan silang atas ucapan di atas:
* (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Al-Bayan wa al-Tabyin, 2:242.
Catatan:
Bandingkan Matius 10:16.
186/303: Diriwayatkan --wallahu 'alam-- bahwa Isa pada suatu hari melewati sebuah lembah yang bernama Lembah Kebangkitan dan melihat sebuah tengkorak yang sudah memutih dari sebuah badan yang tulang-tulangnya sudah hancur membusuk. Isa mengagumi warna putih tengkorak ini. Orang ini mati tujuh puluh dua tahun sebelumnya. Isa berdoa: "Ya Allah Yang tidak bisa dilihat mata, Yang tidak bisa dijatuhkan oleh kekacauan, Yang tidak bisa digambarkan oleh siapapun, aku memohon kepadaMu agar tengkorak ini mengatakan kepadaku termasuk kaum mana dia." Allah berfirman: "Ya Isa, berbicaralah kepada tengkorak ini, dan dia akan menjawab berkat kekuasaanKu, karena Aku berkuasa atas segala sesuatu." Isa mengucapkan lafaz yang diwajibkan, mendekati tengkorak itu dan berkata: "Bismillahirrahmanirrahim." Tengkorak itu menjawab dengan lugas: "Ya Ruhullah, engkau telah menyebut nama yang terbaik dari semua nama." Isa berkata: "Aku memohon kepadamu demi Allah Yang Mahakuasa untuk mengatakan kepadaku di mana keindahan dan kebersihanmu, di mana daging dan lemakmu, di mana belulang dan nyawamu." Tengkorak itu menjawab: "Ya Ruhullah, tanah telah mengubah keindahan dan kebersihanku. Daging dan lemakku telah dimakan cacing. Belulangku hancur membusuk. Jiwaku hari ini berada di dalam api neraka di dalam siksaan yang besar." Isa berkata: "Aku bertanya kepadamu demi Allah Yang Mahakuasa termasuk kaum mana engkau ini?" Tengkorak itu menjawab: "Aku termasuk kaum yang memperoleh azab Allah di dunia ini." Isa bertanya: "Mengapa azab Allah menimpa kalian?" Tengkorak itu menjawab: "Ya Ruhullah, Allah mengutus seorang nabi yang menyampaikan kebenaran kepada kami, tetapi kami menyebutnya pendusta. Dia memerintahkan kami untuk mematuhi Allah, tetapi kami tidak mematuhiNya. Maka kemudian Allah mengirimkan hujan dan petir kepada kami selama tujuh tahun tujuh bulan dan tujuh hari. Kemudian pada suatu hari turun kepada kami malaikat-malaikat penyiksa. Tiap malaikat mempunyai dua cambuk, yang satu terbuat dari besi, yang lainnya dari api. Malaikat-malaikat itu tidak berhenti untuk menarik nyawaku dari tiap anggota tubuhku dan dari tiap urat nadiku, hingga nyawaku sampai di tenggorokan. Dan pada saat itu malaikat maut mengulurkan tangannya mencabut nyawaku." Isa berkata: "Aku mohon demi Allah Yang Mahakuasa, gambarkanlah malaikat maut itu!" Tengkorak itu menjawab: "Ruhullah, malaikat maut mempunyai satu tangan di barat dan satu lagi di timur. Kepalanya mencapai lapisan langit tertinggi, dan kakinya mencapai wilayah ketujuh dan terbawah dari bumi. Bumi sendiri terletak di antara dua lututnya, dan semua makhluk berada di antara matanya." Tengkorak itu meneruskan: "Ya Nabiyullah, tidak sampai satu jam [kemudian] datang dua malaikat hitam pekat menghampiriku. Mereka berbicara seperti guruh yang menggelegar, dan mata mereka menyambar laksana petir. Mereka berambut ikal, dan merambah bumi dengan gigi-gigi taring mereka. Mereka berkata kepadaku: 'Siapakah tuhanmu? Siapakah nabimu? Siapakah imammu?' Ya Ruhullah, aku merasa takut dan berkata: 'Aku tidak mempunyai tuhan, nabi, dan imam selain Allah.' 'Kamu bohong,' kata mereka, 'kamu adalah musuh Allah dan musuhmu sendiri.' Kemudian mereka memukulku dengan sebuah tongkat besi dengan keras sekali hingga aku merasakan bagaimana tulang-tulangku remuk dan daging tubuhku terpental. Lalu mereka melemparkanku ke dasar neraka dan menyiksaku sesuai kehendak Allah. Ketika aku berada di dalam keadaan ini datang dua malaikat pencatat yang menulis semua amal para makhluk dunia ini; dan mereka berkata kepadaku: 'Hai musuh Allah, ikutlah kami mengunjungi tempat penghuni surga.' Aku pun mengikuti mereka ke pintu surga yang pertama, dan menyaksikan bahwa surga mempunyai delapan pintu. Surga itu terbuat dari bebatuan yang sebagiannya adalah emas dan perak. Ubinnya terdiri dari muska. Rumputnya adalah za'faran. Kerikilnya adalah mutiara dan rubin. Sungai-sungainya berisi susu, air, dan madu. Penghuninya adalah remaja-remaja muda seumur yang mempesona dan saleh. Ya Ruhullah, aku benar-benar terpesona. Kemudian kedua pencatat itu berkata kepadaku: 'Hai musuh Allah dan musuhmu sendiri, di kehidupan duniamu kau tidak beramal saleh untuk bisa menikmati semua ini. Sekarang ikutlah kami pergi ke tempat penghuni neraka.' Akupun pergi bersama malaikat pencatat itu ke pintu neraka pertama, di mana ular-ular dan kalajengking mendesis-desis; dan akupun bertanya: 'Disediakan untuk siapakah siksaan ini?' 'Untukmu,' jawab mereka, 'dan untuk orang yang memakan harta anak yatim dengan bathil.' Aku pergi bersama mereka ke pintu kedua, di mana para lelaki digantung pada janggut mereka, dan anjing-anjing menjilati darah dan nanah dari tangan mereka. Aku berkata ke malaikat pencatat: 'Disediakan untuk siapakah siksaan ini?' 'Untukmu,' jawab mereka, 'dan untuk orang yang meminum khamr dan memakan makanan haram di kehidupan dunia.' Aku pergi bersama mereka ke pintu ketiga dan melihat bagaimana api menyembur masuk ke mulut orang-orang dan keluar dari punggung mereka. 'Disediakan untuk siapakah siksaan ini?' 'Untukmu,' jawab mereka, 'dan untuk orang yang memfitnah wanita baik-baik di kehidupan dunianya.' Akupun pergi bersama mereka ke pintu yang keempat dan melihat wanita-wanita yang digantung pada lidah mereka, dan api keluar dari mulut mereka. 'Disediakan untuk siapakah siksaan ini?' 'Untukmu,' jawab mereka, 'dan untuk orang yang tidak mendirikan shalat.' Aku pergi bersama mereka ke pintu yang kelima dan melihat wanita-wanita yang digantung pada rambut mereka, dan api menyembur ke kepala mereka. 'Disediakan untuk siapakah siksaan ini?' 'Untukmu,' jawab mereka, 'dan untuk mereka yang bersolek untuk orang lain selain suaminya.' Akupun pergi bersama mereka ke pintu yang keenam dan melihat wanita-wanita yang digantung pada rambut dan lidah mereka dan api menyembur ke kepala mereka. 'Disediakan untuk siapakah siksaan ini?' 'Untukmu,' jawab mereka, 'dan untuk kaum pendosa yang sesat di dunia.' Aku pergi bersama mereka ke pintu yang ketujuh dan melihat laki-laki yang di bawahnya terdapat sebuah sumur yang disebut Sumur Falaq. Aku dilemparkan ke sana, ya Ruhullah. Di dalamnya aku mendapat siksaan yang keras dan menjadi saksi atas banyak sekali hal-hal yang mengerikan. Kemudian Isa berkata: "Hai tengkorak, kalau kau mau, mintalah kepadaku sesuatu yang kau inginkan, insya Allah." Tengkorak itu menjawab: "Ya Ruhullah, mintakanlah agar Allah mengembalikan kehidupan duniaku." Isa berdoa kepada Allah yang kemudian menghidupkan kembali tengkorak itu. Dengan qadrat Allah Yang Mahakuasa wanita itu hidup kembali dan bertemu dengan Isa. Kemudian dia beribadah bersama Isa dua belas tahun lamanya, sehingga kepastian --artinya: kematian-- menemuinya. Dia meninggal sebagai muminah yang sebenarnya, dan Allah dalam kemurahanNya memberikan tempat baginya di antara para penghuni surga.
Keterangan:
Kisah di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 6:10-12.
187/303: Di dalam kitab-kitab injil tertulis: "Satu saja batu salah [terpasang] akan membuat tembok runtuh."
Keterangan:
Kalimat di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 6:95.
188/303: Isa berkata: "Bicaralah banyak kepada Allah, bicaralah sedikit kepada manusia." Orang bertanya kepadanya: "Bagaimana kami bisa berbicara banyak kepada Allah?" Isa menjawab: "Bicaralah kepadaNya di dalam kesunyian, berdoalah kepadaNya di dalam kesendirian."
Keterangan:
Percakapan di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 6:195.
Rujukan silang atas ucapan Isa di atas:
* (Abu al-Qasim) Al-Qusyairi (... - 465 H), Al-Risala al-Qusyairiyya fil 'Ilm al-Tasawwuf [variasinya, di sini dinisbatkan kepada sahabat Nabi: Mu'adz bin Jabal].
189/303: Jika kalian ingin, kalian bisa mencontoh apa yang senantiasa diucapkan oleh orang yang memiliki "kalima" dan "ruh", yaitu Isa ibnu Maryam: "Lapar adalah bumbu makananku, takut adalah pakaianku, kulit domba adalah bajuku, cahaya fajar adalah penghangatku di musim dingin, bulan adalah lenteraku, kakiku adalah tungganganku, dan hasil bumi adalah makanan dan buah-buahanku. Aku tidur di malam hari tidak dengan apa-apa kecuali namaku, dan aku terbangun di pagi hari tidak dengan apa-apa kecuali namaku. Dan tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih kaya daripada aku."
Keterangan:
Hal di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 6:314.
190/303: Isa berkata: "Ya Bani Israil, Musa telah melarang kalian untuk berzina, dan memang baguslah larangan dia itu. Aku melarang kalian bahkan untuk membayangkan berzina, karena orang yang membayangkannya [meski] tanpa melakukannya adalah seperti rumah yang terbuat dari tanah lumpur yang di dalamnya dinyalakan api: meski rumahnya tidak terbakar, rumah ini toh akan menghitam oleh asap." [Isa juga berkata:] "Ya Bani Israil, Musa telah melarang kalian untuk bersumpah palsu dengan nama Allah, dan baguslah larangan dia itu. Aku melarang kalian sama sekali untuk bersumpah dengan nama Allah, tidak peduli apakah sumpah kalian benar atau salah."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 8:145-146.
Catatan:
Bandingkan Matius 5:27-28 dan 5:33-35.
Posting by Mohammad Nurdin
Kamis, 25 November 2010
Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literatures (18)
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh tokoh sufi Abu Sa'd al-Kharkusyi (... - 406 H) dalam sebuah manuskrip yang tidak pernah dipublikasikan.
172/303: Isa berkata: "Perbandingan tentang dunia kini dan dunia nanti adalah seperti seorang laki-laki yang beristeri dua: jika yang satu gembira, yang lain menjadi murung."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh tokoh sufi Abu Sa'd al-Kharkusyi (... - 406 H) dalam sebuah manuskrip yang tidak pernah dipublikasikan.
Rujukan silang atas ucapan di atas:
* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 3:18;
* (Abu Bakr 'Abdallah bin Muhammad) Ibn 'Abi al-Dunya (... - 281 H), Mausu'at Rasa'il Ibn Abi al-Dunya, 2:65 [di sini ucapan di atas dinisbatkan kepada Wahb ibn Munabbih].
173/303: Isa berkata: "Ada tiga perkara yang bisa menjatuhkan manusia: kurangnya rasa syukur atas rezeki dari Allah Yang Mahakuasa, ketakutan atas [sembahan] yang lain selain Allah, dan menggantungkan harapan pada makhluk."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh tokoh sufi Abu Sa'd al-Kharkusyi (... - 406 H) dalam sebuah manuskrip yang tidak pernah dipublikasikan.
174/303: Isa melihat seorang yang sedang menderita, dan karena dia merasa kasihan pada orang ini Isa berdoa: "Ya Allah, aku memohon kepadaMu, bebaskanlah dia." Allah berfirman kepada Isa: "Bagaimana Aku bisa membebaskan dia dari sesuatu yang dengannya Aku membebaskannya."
Keterangan:
Kisah di atas diriwayatkan oleh tokoh sufi Abu Sa'd al-Kharkusyi (... - 406 H) dalam sebuah manuskrip yang tidak pernah dipublikasikan.
Rujukan silang atas kisah di atas:
* (Abu al-Qasim) Al-Qusyairi (... - 465 H), Al-Risala al-Qusyairiyya fil 'Ilm al-Tasawwuf [disini dinisbatkan kepada "seorang Nabi"].
175/303: Almasih ditanya: "Mengapa orang tua lebih bergantung pada dunia daripada orang muda?" Dia menjawab: "Karena mereka telah mencicipi dunia ini, sementara yang muda belum."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar adab (Abu al-Qasim al-Husain bin Muhammad) Al-Raghib al-Isfahani (... - >400 H), Muhadarat al-Udaba', 1:525.
176/303: Almasih berkata: "Daging memakan daging? Sesuatu yang memuakkan!"
Keterangan:
Ucapan pro vegetarianisme di atas diriwayatkan oleh pakar adab (Abu al-Qasim al-Husain bin Muhammad) Al-Raghib al-Isfahani (... - >400 H), Muhadarat al-Udaba', 1:610.
177/303: Isa berdoa: "Ya Allah, siapakah yang paling mulia di antara manusia?" Allah berfirman: "Dialah orang yang apabila sedang sendiri tahu bahwa Aku bersamanya, dan dia sangat menghormati keagunganKu sehingga dia tidak membuatKu menjadi saksi atas dosa-dosanya."
Keterangan:
Dialog di atas diriwayatkan oleh pakar adab (Abu al-Qasim al-Husain bin Muhammad) Al-Raghib al-Isfahani (... - >400 H), Muhadarat al-Udaba', 2:402.
178/303: Diriwayatkan bahwa Isa berkata ke seorang laki-laki yang [sebenarnya] tidak pantas menerima ucapan ini: "Semoga Allah melindungimu." Orang bertanya kepada Isa: "Mengapa engkau mengatakan itu kepadanya?" Isa menjawab: "Lidah yang terbiasa berkata baik, akan berbicara begitu ke semua manusia."
Keterangan:
Kisah di atas diriwayatkan oleh filsuf dan pakar tarikh (Abu 'Ali Ahmad bin Muhammad) Miskawaih (... - 421 H), Al-Hikma al-Khalida.
179/303: Almasih berkata: "Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah pelan dalam [pemberian] kasih sayangNya, dia harus berhati-hati! Karena Allah bisa mejadi murka dan membuatnya mudah mendapatkan jalan menuju harta dunia ini."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh filsuf dan pakar tarikh (Abu 'Ali Ahmad bin Muhammad) Miskawaih (... - 421 H), Al-Hikma al-Khalida.
Catatan:
Tarif Khalidi mencantumkan hadits Rasulullah saw. dari Sunan Ibn Majah (Kitab al-Fitan, 2:1325, nr. 3197) sebagai rujukan. Hadits ini berbunyi: "Bukannya kejatuhan kalian ke dalam kemiskinan yang aku takuti, melainkan tertekannya kalian oleh kelimpahruahan dunia."
180/303: Isa berkata: "Apakah kalian menginginkan dunia karena [agar bisa melakukan] amal shalih? Kalian akan lebih shalih apabila kalian melepaskan dunia."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh filsuf dan pakar tarikh (Abu 'Ali Ahmad bin Muhammad) Miskawaih (... - 421 H), Al-Hikma al-Khalida.
Sumbangan: Jajang Kurniawan [Jajang.Kurniawan@Allianz.co.id] melalui milis hikmah@isnet.org
Sumber : http://media.isnet.org/antar/jsi/index.html
Posting by Mohammad Nurdin
Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literatures (17)
Keterangan:
Percakapan di atas diriwayatkan oleh Ikhwan al-Safa' (sebuah kelompok di penghujung abad ke-4 H), Rasa'il Ikhwan al-Safa' wa Khillan al-Wafa', 4:95-96.
Catatan:
Sebagaimana catatan di "Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literature" nomer 145, perlu diingat di sini bahwa pekerjaan penghalus kain pada zaman dulu tidak begitu dihormati dan disukai di wilayah Timur Tengah karena banyak dicurigai mengandung unsur penipuan.
162/303: Almasih senantiasa berkata kepada para muridnya: "Aku datang kepada kalian dari Bapakku dan bapak-bapak kalian untuk mengangkat kalian dari kematian ketidaktahuan, untuk menyembuhkan kalian dari penyakit dosa, mengobati kalian dari penyakit keyakinan sesat, adab yang buruk, dan amalan yang jahat, agar jiwa kalian dibersihkan dan hidup di dalam ruh hikmah, serta agar kalian diangkat ke Bapakku dan bapak-bapak kalian. Di sana kalian akan menjalani kehidupan yang bahagia dan terbebas dari penjara dunia ini dan sakitnya alam ciptaan serta kesengsaraan, yang merupakan tempat tinggalnya para penjahat, kezhaliman iblis, dan kekuasaan setan."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh Ikhwan al-Safa' (sebuah kelompok di penghujung abad ke-4 H), Rasa'il Ikhwan al-Safa' wa Khillan al-Wafa', 4:172.
163/303: Ketika Isa pada suatu waktu bertemu dengan para muridnya secara mendadak, dia melihat mereka sedang tertawa. Isa berkata: "Barangsiapa yang bertakwa, tidak tertawa." Para muridnya menjawab: "Ruhullah, kami hanya bercanda." Isa menukas: "Ruh yang sehat tidak bercanda."
Keterangan:
Kisah di atas diriwayatkan oleh (Ali bin Muhammad al-Baghdadi) Abu Hayyan al-Tauhidi (... - >400 H), Al-Basa'ir wa al-Dhakha, 1:21.
164/303: Almasih berkata: "Ya hawariyyun, karena kalianlah aku meletakkan dunia ini mendatar di atas perutnya, dan menempatkan kalian di atas punggungnya. Hanya ada dua kelompok yang berlomba-lomba melawan kalian di dalam mencari kekuasaan dunia: para raja, dan setan. Mengenai setan, carilah bantuan dalam melawannya dengan kesabaran dan doa. Mengenai para raja, berikanlah dunia mereka untuk mereka, maka mereka akan memberikan kalian dunia yang lain."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Ali bin Muhammad al-Baghdadi) Abu Hayyan al-Tauhidi (... - >400 H), Al-Basa'ir wa al-Dhakha, 1:23.
Rujuka silang atas ucapan di atas:
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 142.
165/303: Isa berkata: "Jika seandainya Allah tidak berkuasa untuk menetapkan bahwa orang-orang yang berdosa kepadaNya harus mendapat siksaan, maka tetap sudah sepantasnya apabila orang tidak melawanNya sebagai rasa syukur atas kasih sayangNya."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Ali bin Muhammad al-Baghdadi) Abu Hayyan al-Tauhidi (... - >400 H), Al-Basa'ir wa al-Dhakha, 2:423.
Rujukan silang atas ucapan di atas:
* (Abu Bakr 'Abdallah bin Muhammad) Ibn 'Abi al-Dunya (... - 281 H), Mausu'at Rasa'il Ibn Abi al-Dunya, 3:78 [di sini ucapan diatasnamakan pada "seorang bijak"];
* (Abu Sa'd Mansur bin al-Husain) Al-Abi (... - 421 H), Natsr al-Durr, 7:28.
166/303: Isa berkata: "Suatu peristiwa mengerikan akan menggulung kalian di suatu saat yang tak terduga. Apa yang menghalangi kalian untuk bersiap-siap sebelum peristiwa ini tiba-tiba datang?"
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Ali bin Muhammad al-Baghdadi) Abu Hayyan al-Tauhidi (... - >400 H), Al-Basa'ir wa al-Dhakha, 3/1:181.
Catatan:
Peristiwa yang dimaksud tampaknya adalah datangnya hari kiamat.
167/303: Isa berkata: "Jadilah tamu di dunia ini, dan jadikan mesjid sebagai rumahmu."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Ali bin Muhammad al-Baghdadi) Abu Hayyan al-Tauhidi (... - >400 H), Al-Basa'ir wa al-Dhakha, 3/2:440.
168/303: Isa berkata: "Tiap orang yang teraniaya akan dibalaskan dendamnya di hari akhir, kecuali oramg yang teraniaya dunia, [karena justru] dunia akan membalas dendam padanya."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Ali bin Muhammad al-Baghdadi) Abu Hayyan al-Tauhidi (... - >400 H), Al-Basa'ir wa al-Dhakha, 7:147.
Catatan:
Menurut Tarif Khalidi yang dimaksud dengan "teraniaya dunia" adalah "terjerat oleh godaan dunia".
169/303: Isa berdakwah kepada Bani Israil. Mereka menangis dan mulai merobek-robek baju mereka [1]. Isa berkata: "Kesalahan apa yang telah dilakukan baju kalian? Lebih baik alihkan perhatian kalian ke hati kalian dan berikan kecaman kalian kepadanya."
Keterangan:
Kisah di atas diriwayatkan oleh (Ali bin Muhammad al-Baghdadi) Abu Hayyan al-Tauhidi (... - >400 H), Al-Basa'ir wa al-Dhakha, 7:226.
Catatan kaki:
[1] Merobek-robek baju adalah kebiasaan bangsa Yahudi dulu apabila sedang sedih dan/atau dilanda amarah.
170/303: Isa berkata kepada kaum hawariyyun: "Rasa kasih sayang satu sama lain adalah ciri, yang harus kalian perhatikan, bahwa kalian mengikuti [ajaran-] aku." Dan Isa berkata kepada kaum hawariyyun: "Kalian harus mencintai Allah dengan segenap hati kalian, dan mencintai sesama seperti kalian mencintai diri sendiri." Orang bertanya kepada Isa: "Perlihatkanlah kepada kami ya Ruhullah, apa perbedaan dari kedua jenis cinta ini, agar kami bisa dengan terang mempersiapkannya." Isa menjawab: "Kalian mencintai seorang teman demi kalian sendiri, dan kalian mencintai Allah demi jiwa kalian sendiri. Bila kalian peduli pada teman kalian, maka itu kalian lakukan demi kalian sendiri; tetapi bila kalian menyerahkan jiwa kalian, itu kalian lakukan demi Allah."
Keterangan:
Kisah di atas diriwayatkan oleh (Ali bin Muhammad al-Baghdadi) Abu Hayyan al-Tauhidi (... - >400 H), Risala fi al-Shadaqa wa al-Shadiq.
Sumbangan: Jajang Kurniawan [Jajang.Kurniawan@Allianz.co.id] melalui milis hikmah@isnet.org
Sumber : http://media.isnet.org/antar/jsi/index.html
Posting by Mohammad Nurdin
Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literatures (16)
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh ulama fiqh (Abu al-Laits Nashr bin Muhammad) Al-Samarqandi (... - 373 H), Tanbih al-Ghafilin.
152/303: Isa datang ke sebuah kota ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan saling berteriak. "Ada apa dengan kalian?" tanya Isa. "Ya Nabiyullah," kata si lelaki, "dia adalah isteriku. Dia seorang isteri yang baik dan rajin, tetapi saya ingin bercerai darinya." "Katakan kepadaku sesungguhnya apa yang terjadi dengan isterimu," pinta Isa kepadanya. "Muka dia sudah aus meski dia belum tua," jawab si lelaki. Isa berbalik kepada si perempuan dan berkata kepadanya: "Hey perempuan, inginkah kau mendapatkan kembali wajahmu yang mulus?" "Ya," jawab si perempuan. "Kalau kau makan," jawab Isa, "janganlah sampai berlebihan, karena apabila makanan menumpuk berlebihan di perut, maka hilanglah kemulusan di wajahmu." Perempuan itu melaksanakan apa yang diperintahkan Isa, dan mukanya halus kembali.
Keterangan:
Kisah di atas diriwayatkan oleh ulama Syi'ah (Abu Ja'far Muhammad bin 'Ali) Ibn Babuya al-Qummi (... - 381 H), 'Ilal al-Syara'i', 2:184.
Catatan:
Setelah ini masih ada 2 kisah lain tentang Isa as. dari Ibn Babuya al-Qummi yang juga menceritakan peran Isa sebagai ahli pengobatan.
153/303: Isa datang ke sebuah kota yang pepohonan buah-buahannya dilanda hama ulat. Penduduk kota itu mengeluh tentang wabah ini, dan Isa pun berkata: "Obatnya ada di tangan kalian, tetapi kalian tidak mengenalinya. Kalian adalah kaum yang apabila menanam pohon menaburkan dulu tanah, kemudian menyiramnya. Harusnya tidak begitu. Seharusnya kalian menyirami dulu akar pohon-pohon ini baru kemudian menaburkan tanah di atasnya agar ulat tidak memasuki akar." Penduduk kota kemudian mulai itu melakukan apa yang diajarkan Isa, dan wabah itu kemudian berakhir.
Keterangan:
Kisah di atas diriwayatkan oleh ulama Syi'ah (Abu Ja'far Muhammad bin 'Ali) Ibn Babuya al-Qummi (... - 381 H), 'Ilal al-Syara'i', 2:261.
154/303: Isa datang ke sebuah kota yang penduduknya dilanda muka menguning dan mata membiru. Mereka memaggil Isa dan mengeluhkan penyakit ini. Isa pun berkata: "Obatnya ada di tangan kalian. Apabila kalian makan daging, kalian memasaknya tanpa mencucinya terlebih dahulu. Tidak ada sesuatupun yang datang ke dunia ini tanpa kotoran." Setelah itu penduduk kota itu mencuci daging [sebelum mereka memasaknya], dan penderitaan mereka pun berakhir. Di dalam kesempatan lain Isa datang ke sebuah kota yang penduduknya menderita keompongan dan benjolan-benjolan di muka. Mereka mengeluhkan ini kepada Isa, dan Is apun berkata: "Kalian tidur dengan mulut yang tertutup. Udara di perut kalian naik ke mulut tetapi tidak menemukan jalan keluar, dan karenanya memasuki akar gigi dan merusak muka kalian. Bukalah mulut kalian jika kalina tidur, dan biasakanlah ini." Mereka mengerjakan ini, dan penderitaan mereka pun berakhir.
Keterangan:
Kisah di atas diriwayatkan oleh ulama Syi'ah (Abu Ja'far Muhammad bin 'Ali) Ibn Babuya al-Qummi (... - 381 H), 'Ilal al-Syara'i', 2:262.
155/303: Isa berkata: "Orang yang murah hati di dunia ini akan mendapat ampunan di dunia nanti."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh filsuf (Abu al-Hasan Muhammad bin Yusuf al-Naisaburi) Al-'Amiri (... - 381 H), Al-Sa'ada wa al-Is'ad.
156/303: Isa senantiasa berkata kepada dunia: "Pergilah dariku, babi!"
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Muhammad bin 'Ali) Abu Thalib al-Makki (... - 386 H), Qut al-Qulub fi Mu'alamat al-Mahbub, 1:244.
Rujukan silang atas ucapan di atas:
* (Abu Bakr 'Abdallah bin Muhammad) Ibn 'Abi al-Dunya (... - 281 H), Mausu'at Rasa'il Ibn Abi al-Dunya, 2:147 [yang menyebut perkataan di atas sebagai ucapan seorang sufi anonym di masa lampau].
157/303: Isa berkata: "Tidak ada seorang pun di antara kalian yang bisa mencapai keimanan yang sesungguhnya selama kalian berkeinginan untuk dipuji dalam beribadat pada Allah Yang Mahakuasa, dan selama kalian berkeinginan untuk ikut menikmati harta dunia ini."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Muhammad bin 'Ali) Abu Thalib al-Makki (... - 386 H), Qut al-Qulub fi Mu'alamat al-Mahbub, 1:256.
Rujukan silang atas ucapan di atas:
* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 4:370;
* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Minhaj al-'Abidin.
158/303: Termasuk ke dalam firman Allah kepada Isa adalah sbb.: "Ya Bani Adam, menangislah sepanjang hidupmu seperti menangisnya orang yang telah meninggalkan dunia ini dan keinginannya telah diangkat ke hadhirat Allah. Merasa puaslah dengan hal-hal secukupnya di dunia ini; temukanlah kepuasan dalam hal-hal yang keras dan kasar. Sesungguhnya Aku katakan kepadamu, engkau tidak lebih berharga daripada hari dan saatmu; dan apa yang engkau ambil dari dunia ini, dan apa yang engkau keluarkan, semuanya akan dicatat. Berlakulah dengan benar, karena engkau akan dimintai pertanggungjawaban. Seandainya kamu tahu apa yang Aku janjikan kepada orang yang adil, engkau pasti akan menyerahkan nyawamu kepadaKu."
Keterangan:
Hadits qudis di atas diriwayatkan oleh (Muhammad bin 'Ali) Abu Thalib al-Makki (... - 386 H), Qut al-Qulub fi Mu'alamat al-Mahbub, 1:256.
159/303: Isa berkata: "Orang yang mencintai Allah, cinta juga kesusahan." Dan diriwayatkan dari Isa, bahwa dia berjumpa dengan sekelompok pemuja Allah yang karena pemujaannya menjadi kurus kerontang laksana pembuluh air yang mengering. "Siapakah kalian?" tanya Isa. "Kami pemuja Allah," jawab mereka. "Mengapa kalian memuja Allah?" tanya Isa. Mereka menjawab: "Allah mengabarkan menakutkannya neraka, dan kami takut." Isa mengatakan kepada mereka: "Allah berkewajiban untuk menyelamatkan kalian dari apa yang kalian takutkan." Isa melanjutkan perjalanannya dan bertemu kelompok lain yang lebih giat lagi dalam pemujaan pada Allah. "Mengapa kalian memuja Allah?" tanya Isa. Mereka menjawab: "Allah memberikan kerinduan atas surga dan atas apa yang Ia siapkan untuk sahabat-sahabatNya di sana. Itulah yang kami harapkan." Isa berkata kepada mereka: "Allah wajib memberikan kepada kalian apa yang kalian harapkan." Isa pergi lagi dan bertemu dengan kelompok lain yang juga memuja Allah, dan ia bertanya: "Siapakah kalian?" Mereka menjawab: "Kami mencintai Allah. Kami memujaNya bukan karena takut atas neraka atau rindu atas surga, melainkan karena kecintaan kami padaNya dan keagunganNya." [Isa berkata:] "Kalian benar-benar sahabat Allah, dan aku seharusnya hidup bersama kalian." Dan Isa pun hidup di antara mereka. Dalam riwayat lain dikabarkan bahwa Isa berkata kepada kedua kelompok pertama: "Apa yang kalian takutkan adalah ciptaan Allah, dan apa yang kalian inginkan adalah ciptaan Allah." Dan kepada kelompok ketiga Isa berkata: "Kalian benar-benar kaum yang paling dekat dengan Allah."
Keterangan:
Kisah di atas diriwayatkan oleh (Muhammad bin 'Ali) Abu Thalib al-Makki (... - 386 H), Qut al-Qulub fi Mu'alamat al-Mahbub, 2:56.
Rujukan silang atas kisah di atas:
* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 4:288.
Catatan:
Bandingkan pandangan Rabi'a al-'Adawiya (.. - 185 H) tentang surga dan neraka dengan sikap kelompok ketiga di atas.
160/303: Isa memberikan nasihat kepada kaum hawariyyun: "Jika kalian mengamalkan apa yang aku amalkan dan ajarkan, maka kalian esok akan berada di kerajaan surga bersamaku, serta tinggal bersama Bapakku dan bapak-bapak kalian, dan juga menyaksikan malaikat-malaikatNya di sekeliling 'arsy-Nya memuja dan menyembahNya. Di sana kalian akan bersenang-senang tanpa [harus] makan dan minum."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh Ikhwan al-Safa' (sebuah kelompok di penghujung abad ke-4 H), Rasa'il Ikhwan al-Safa' wa Khillan al-Wafa', 3:91-92.
Catatan:
Ikhwan al-Safa' adalah nama grup dari sekelompok filsuf dan cendekiawan di penghujung abad ke-4 H, yang mengumpulkan pandangan-pandangan mereka atas persoalan filsafat, agama, etika dan ilmu pengetahuan dalam sebuah ensiklopedia berjudul "Rasa'il Ikhwan al-Safa' wa Khillan al-Wafa'".
Sumbangan: Jajang Kurniawan [Jajang.Kurniawan@Allianz.co.id] melalui milis hikmah@isnet.org
Sumber : http://media.isnet.org/antar/jsi/index.html
Posting by Mohammad Nurdin




