Cari Blog Ini
Sabtu, 17 April 2021
Dzikir Petang Menurut Al Qur'an dan As-Sunnah Yang Shahih
Senin, 11 November 2019
Umur Lima Puluh Tahun
BERAPA UMURMU? - SUDAH 50 TAHUN?
"Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun."
(Hadits Riwayat Bukhari)
Kamis, 31 Oktober 2019
Zuhud Terhadap Urusan Dunia
(Biro Kepatuhan Syariah, Inisiatif Zakat Indonesia)
Suatu ketika seseorang yang ditanya tentang pekerjaannya, ia dengan spontan
menjawab : ”Dunia semua itu, ga usah kita pikirkan…”
tidak berapa lama iapun dikeluarkan dari tempatnya bekerja dan hidupnya bergantung dari pemberian orang lain.
Begitulah sebagian orang mengartikan zuhud dengan cara meninggalkan semua urusan dunia, sampai pekerjaannya seolah-olah itulah zuhud yang sesungguhnya.
4 (Empat) golongan dalam beribadah, yang manakah kita?
(Biro Kepatuhan Syariah IZI)
Sesungguhnya dalam beribadah mengandung 2 (dua) prinsip, yaitu puncak kecintaan dan puncak ketundukan atau merendahkan diri. Keduanya terangkum dalam firman Allah:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada-Mu kami menyembah/beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.” (QS Al-Fatihah: 5)
Hikmah “ibadah” disebutkan terlebih dahulu daripada “isti’anah” adalah mendahulukan tujuan daripada wasilah (sarana), karena ibadah merupakan tujuan diciptakannya manusia, sedangkan isti’anah merupakan wasilah kepada ibadah itu. Atau karena iyyaka na’budu adalah ibadah kepada Allah, sedangkan iyyaka nasta’in adalah permohonan pertolongan kepada-Nya, sehingga apa yang untuk Allah harus didahulukan atas sesuatu yang dimintakan kepada-Nya.
Kamis, 24 Januari 2019
Dzikir Pagi dan Petang Berdasarkan Tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah
Berikut saya share-kan file dzikir pagi dan sore yang berasal dari buku kecil "Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah yang Shahih dari Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al Qahthani yang diterbitkan oleh Pustaka Ibnu Umar. File bisa dilihat pada link di bawah ini : Mudah-mudahan bermanfaat.
https://mohnurdin.files.wordpress.com/2019/01/dzikir_pagi-sore_2019.pdf
Posting by Mohammad Nurdin
Sabtu, 25 Januari 2014
Tanaman Obat Yang Saya Konsumsi Untuk Mengobati Wasir Berdarah Bagian Ketiga
Lalu karena saya bersama isteri lebih memilih alternatif pengobatan dibandingkan operasi maka beberapa terapi yang telah dan sedang saya lakukan karena sakit wasir berdarah ini masih belum sembuh. Mudah-mudahan saya diberi kesabaran menjalaninya dan Allah sembuhkan sakit ini. Berikut ini terapi yang saya lakukan selain terapi obat herbal, karena hal tersebut akan saya tulis pada laporan bagian terakhir.
Berikut ini terapi yang saya jalani yang bersumber dari buku karya Abdud Daim Al-Kuhail berjudul Sembuh Tanpa Obat : Mukjizat Kesehatan dan Terbukti Ilmiah, Penerbit : Inas Media, Klaten tahun 2010.
Sabtu, 09 Juni 2012
Cerita Anak : Orang Yang Sanggup Memegang Janji
Minggu, 17 April 2011
Makna-makna Kata Al-Ummah Dalam Al-Qur’an
Kata al-ummah digunakan di dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah, untuk makna yang bermacam-macam yaitu sebagai berikut :
1. Jangka Waktu
Kata al-ummah yang bermakna jangka waktu yang disebutkan dalam ayat : “Dan sesungguhnya jika Kami undurkan adzab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata ‘Apakah yang menghalanginya?’ Ingatlah, di waktu adzab itu datang kepada mereka, maka (adzab itu) tidaklah dapat dipalingkan dari mereka, dan mereka diliputi oleh adzab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokannya.” ( QS. Hud : 8 )
Demikian juga firman Allah SWT dalam surat Yusuf : “Dan orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya.” (QS. Yusuf : 45)
2. Imam Yang Menjadi Panutan
Kata al-ummah yang bermakna imam yang menjadi panutan disebutkan dalam ayat “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan yang patuh kepada Allah da hanif. Dan sekali-kali bukanlah ia termasuk orang-orang yang menyekutukan (Allah).” ( QS An-Nahl : 120 )
3. Al-Millah dan Ad-Din (agama)
Kata al-ummah yang bermakna al-millah atau ad-din sebagaimana firman Allah SWT tentang orang-orang musyrik, mereka mengatakan : “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami adalah para pengikut jejak mereka.” ( QS Az-Zukhruf : 23 )
dan juga firman Allah SWT : “Tiap-tiap umat mempunyai Rasul, maka apabila telah datang Rasul Mereka, diberikan lah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka tidak dianiaya sedikit pun.” ( QS Yunus : 47 ). Yang dimaksud dengan al-ummah dalam ayat ini adalah orang-orang yang diutus kepada mereka seorang Rasul, baik mereka beriman maupun kafir. Sebagaimana disebutkan dalam Shahiih Muslim, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya! Tidaklah seorang dari umat ini, baik Yahudi maupun Nasrani, yang mendengar tentang diriku, lalu ia tidak beriman kepadaku, kecuali ia akan masuk Neraka.” (Muslim I/134. [Muslim (no. 153) dari Abu Hurairah ra]
4. Pengikut
Adapun al-ummah yang maknanya adalah pengikut yaitu orang-orang yang membenarkan para Rasul, sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT : “Kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi umat manusia.” (QS Ali ‘Imran : 110 )
Dan di dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Maka aku berkata : ‘Umatku, umatku.’” (Muslim I/183). [Muslim (no. 193). Diriwayatkan juga oleh al-Bukhari (no. 7510]
5. Kelompok atau Golongan
Kata al-ummah juga digunakan untuk makna kelompok dan golongan, sebagaimana firman Allah SWT :
“Dan di antara kaum Musa terdapat sekelompok orang yang memberi petunjuk dengan kebenaran dan menggunakannya untuk menetapkan keadilan,” (QS Al-A’raaf : 159)
Dan juga firman Allah SWT : “Di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus” ( QS Ali ‘Imran : 113 )
Sumber : Syaikh Shafiyyur al-Mubarak Furi, Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, 2008 hal. 489 – 491
Website : www.tafsiribnukatsir.comPosting by Mohammad Nurdin
Sabtu, 26 Februari 2011
Mutiara Al Qur'an : Surga
Manusia dijadikan dengan fitrah yang menginginkan keamanan dan kesejahteraan di dalam hidup. Tetapi Allah tidak mengurniakan semua manusia dengan keamanan dan kesenangan hidup di dunia maupun di akhirat.Boleh jadi seseorang itu sangat bahagia di dunia tetapi diazab di hari akhirat dan boleh jadi seseorang itu sengsara di dunia tetapi bahagia di akhirat dan boleh jadi seseorang itu bahagia atau sengsara di dunia maupun di akhirat.
Dalam menelusuri jalan mengharapkan ridha Allah ini, diri akan senantiasa berhadapan dengan berbagai cobaan dan ujian yang disediakan Allah untuk membuktikan bahwa diri ini adalah golongan yang beriman kepada Allah.
***
Syurga adalah sebuah tempat yang sangat diidamkan oleh manusia. Syurga juga digambarkan dengan gambaran-gambaran yang meruntun jiwa, tetapi siapakah golongan yang sebenarnya layak untuk dinobatkan ke dalam syurga?
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. (Qs. Ali¬Im ran: 142)
Ujian yang dikurniakan adalah bukti yang melayakkan diri mengecapi manisnya syurga. Tanpa ujian diri masih belum disahkan kelayakan sebagai orang yang beriman.
Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (Qs. At-Taubah:111)
Itulah janji yang telah ditawarkan oleh Allah dalam bentuk jual beli, walaupun diri gugur di dalam perjuangan, namun gugur untuk menda~atkan janji Allah.
Di dalam perjuangan ini tiada arti kekalahan, Allah sudah menyediakan ganjaran¬ganjaran yang terbaik untuk manusia yang ikhlas berjuang di jalanNya. Biarkan setiap cercaan manusia menerpa, biarkan setiap ujiar melanda, pastikan diri yakin dan terus maju untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT.
Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). jika kamu menderita kesakitan, Maka Sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Qs. An-Nisaa': 104)
Sumber : Mutiara Amaly : Penyejuk Jiwa Penyubur Iman Vo. 81
Website : www.tebardakwah.com
Posting by Mohammad Nurdin



