Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label al-qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label al-qur'an. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 November 2019

Umur Lima Puluh Tahun

Berusia lima puluh tahun adalah suatu nikmat yang patut disukuri. Bila angka harapan hidup penduduk indonesia adalah 71 tahun 2 bulan (71,20 tahun) menurut sumber www.bps.go.id maka masih ada sisa waktu rata-rata 21 tahun 2 bulan lagi. Lalu apa yang perlu dilakukan dengan sisa umur tadi. Berikut ini adalah saran atau nasehat yang saya dapat dari WAG (Whatsapp Group) :

BERAPA UMURMU?  -  SUDAH 50 TAHUN?

"Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun."
(Hadits Riwayat Bukhari)

Kamis, 31 Oktober 2019

Zuhud Terhadap Urusan Dunia

Oleh : Ustadz H. Mohammad Suharsono,Lc.,ME
(Biro Kepatuhan Syariah, Inisiatif Zakat Indonesia)

Suatu ketika seseorang yang ditanya tentang pekerjaannya, ia dengan spontan
 menjawab : ”Dunia semua itu, ga usah kita pikirkan…”
tidak berapa lama iapun dikeluarkan dari tempatnya bekerja dan hidupnya bergantung dari pemberian orang lain.
Begitulah sebagian orang mengartikan zuhud dengan cara meninggalkan semua urusan dunia, sampai pekerjaannya seolah-olah itulah zuhud yang sesungguhnya.

4 (Empat) golongan dalam beribadah, yang manakah kita?

Ustadz Iwan Setiawan, BIL
(Biro Kepatuhan Syariah IZI)

Sesungguhnya dalam beribadah mengandung 2 (dua) prinsip, yaitu puncak kecintaan dan puncak ketundukan atau merendahkan diri. Keduanya terangkum dalam firman Allah:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada-Mu kami menyembah/beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.” (QS Al-Fatihah: 5)
Hikmah “ibadah” disebutkan terlebih dahulu daripada “isti’anah” adalah mendahulukan tujuan daripada wasilah (sarana), karena ibadah merupakan tujuan diciptakannya manusia, sedangkan isti’anah merupakan wasilah kepada ibadah itu. Atau karena iyyaka na’budu adalah ibadah kepada Allah, sedangkan iyyaka nasta’in adalah permohonan pertolongan kepada-Nya, sehingga apa yang untuk Allah harus didahulukan atas sesuatu yang dimintakan kepada-Nya.

Kamis, 24 Januari 2019

Dzikir Pagi dan Petang Berdasarkan Tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah


Berikut saya share-kan file dzikir pagi dan sore yang berasal dari buku kecil "Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah yang Shahih dari Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al Qahthani yang diterbitkan oleh Pustaka Ibnu Umar. File bisa dilihat pada link di bawah ini : Mudah-mudahan bermanfaat.
https://mohnurdin.files.wordpress.com/2019/01/dzikir_pagi-sore_2019.pdf

Posting by Mohammad Nurdin

Sabtu, 25 Januari 2014

Tanaman Obat Yang Saya Konsumsi Untuk Mengobati Wasir Berdarah Bagian Ketiga


Lalu karena saya bersama isteri lebih memilih alternatif pengobatan dibandingkan operasi maka beberapa terapi yang telah dan sedang saya lakukan karena sakit wasir berdarah ini masih belum sembuh. Mudah-mudahan saya diberi kesabaran menjalaninya dan Allah sembuhkan sakit ini. Berikut ini terapi yang saya lakukan selain terapi obat herbal, karena hal tersebut akan saya tulis pada laporan bagian terakhir.

Berikut ini terapi yang saya jalani yang bersumber dari buku karya Abdud Daim Al-Kuhail berjudul Sembuh Tanpa Obat : Mukjizat Kesehatan dan Terbukti Ilmiah, Penerbit : Inas Media, Klaten tahun 2010.


Sabtu, 09 Juni 2012

Cerita Anak : Orang Yang Sanggup Memegang Janji

Nabi Ayub memiliki seorang putra bernama Basyar. Dia merupakan putra Ayub yang memiliki kesabaran.
Pada suatu hari raja yang sudah tua mengumumkan sesuatu. Raja itu merasa sudah tidak berdaya memimpin kerajaan danmencari pengganti dirinya. Raja itu akan menyerahkan kekuasaannya kepada orang yang bertanggung jawab dalammenjalankan amanat umat. Orang itu juga orang yang harus beriman kepada Allah.
Raja itu pun mengumpulkan rakyat untuk memilih siapa yang dapat menjadi raja. Di hadapan rakyatnya, raja berkata, “Siapakah di antara kalian yang sanggup berpuasa pada siang hari dan beribadah pada malam hari dan senantiasa bersabar. Kepada orang itulah aku akan menyerahkan kerajaan ini.”

Minggu, 17 April 2011

Makna-makna Kata Al-Ummah Dalam Al-Qur’an

Kata al-ummah digunakan di dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah, untuk makna yang bermacam-macam yaitu sebagai berikut :

1. Jangka Waktu

Kata al-ummah yang bermakna jangka waktu yang disebutkan dalam ayat : “Dan sesungguhnya jika Kami undurkan adzab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata ‘Apakah yang menghalanginya?’ Ingatlah, di waktu adzab itu datang kepada mereka, maka (adzab itu) tidaklah dapat dipalingkan dari mereka, dan mereka diliputi oleh adzab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokannya.” ( QS. Hud : 8 )

Demikian juga firman Allah SWT dalam surat Yusuf : “Dan orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya.” (QS. Yusuf : 45)

2. Imam Yang Menjadi Panutan

Kata al-ummah yang bermakna imam yang menjadi panutan disebutkan dalam ayat “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan yang patuh kepada Allah da hanif. Dan sekali-kali bukanlah ia termasuk orang-orang yang menyekutukan (Allah).” ( QS An-Nahl : 120 )

3. Al-Millah dan Ad-Din (agama)

Kata al-ummah yang bermakna al-millah atau ad-din sebagaimana firman Allah SWT tentang orang-orang musyrik, mereka mengatakan : “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami adalah para pengikut jejak mereka.” ( QS Az-Zukhruf : 23 )

dan juga firman Allah SWT : “Tiap-tiap umat mempunyai Rasul, maka apabila telah datang Rasul Mereka, diberikan lah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka tidak dianiaya sedikit pun.” ( QS Yunus : 47 ). Yang dimaksud dengan al-ummah dalam ayat ini adalah orang-orang yang diutus kepada mereka seorang Rasul, baik mereka beriman maupun kafir. Sebagaimana disebutkan dalam Shahiih Muslim, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya! Tidaklah seorang dari umat ini, baik Yahudi maupun Nasrani, yang mendengar tentang diriku, lalu ia tidak beriman kepadaku, kecuali ia akan masuk Neraka.” (Muslim I/134. [Muslim (no. 153) dari Abu Hurairah ra]

4. Pengikut

Adapun al-ummah yang maknanya adalah pengikut yaitu orang-orang yang membenarkan para Rasul, sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT : “Kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi umat manusia.” (QS Ali ‘Imran : 110 )

Dan di dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Maka aku berkata : ‘Umatku, umatku.’” (Muslim I/183). [Muslim (no. 193). Diriwayatkan juga oleh al-Bukhari (no. 7510]

5. Kelompok atau Golongan

Kata al-ummah juga digunakan untuk makna kelompok dan golongan, sebagaimana firman Allah SWT :

“Dan di antara kaum Musa terdapat sekelompok orang yang memberi petunjuk dengan kebenaran dan menggunakannya untuk menetapkan keadilan,” (QS Al-A’raaf : 159)

Dan juga firman Allah SWT : “Di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus” ( QS Ali ‘Imran : 113 )

Sumber : Syaikh Shafiyyur al-Mubarak Furi, Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, 2008 hal. 489 – 491

Website : www.tafsiribnukatsir.com

Posting by Mohammad Nurdin

Sabtu, 26 Februari 2011

Mutiara Al Qur'an : Surga

Manusia dijadikan dengan fitrah yang menginginkan keamanan dan kesejahteraan di dalam hidup. Tetapi Allah tidak mengurniakan semua manusia dengan keamanan dan kesenangan hidup di dunia maupun di akhirat.

Boleh jadi seseorang itu sangat bahagia di dunia tetapi diazab di hari akhirat dan boleh jadi seseorang itu sengsara di dunia tetapi bahagia di akhirat dan boleh jadi seseorang itu bahagia atau sengsara di dunia maupun di akhirat.

Dalam menelusuri jalan mengharapkan ridha Allah ini, diri akan senantiasa berhadapan dengan berbagai cobaan dan ujian yang disediakan Allah untuk membuktikan bahwa diri ini adalah golongan yang beriman kepada Allah.

***

Syurga adalah sebuah tempat yang sangat diidamkan oleh manusia. Syurga juga digambarkan dengan gambaran-gambaran yang meruntun jiwa, tetapi siapakah golongan yang sebenarnya layak untuk dinobatkan ke dalam syurga?

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. (Qs. Ali¬Im ran: 142)

Ujian yang dikurniakan adalah bukti yang melayakkan diri mengecapi manisnya syurga. Tanpa ujian diri masih belum disahkan kelayakan sebagai orang yang beriman.
Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (Qs. At-Taubah:111)

Itulah janji yang telah ditawarkan oleh Allah dalam bentuk jual beli, walaupun diri gugur di dalam perjuangan, namun gugur untuk menda~atkan janji Allah.

Di dalam perjuangan ini tiada arti kekalahan, Allah sudah menyediakan ganjaran¬ganjaran yang terbaik untuk manusia yang ikhlas berjuang di jalanNya. Biarkan setiap cercaan manusia menerpa, biarkan setiap ujiar melanda, pastikan diri yakin dan terus maju untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT.

Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). jika kamu menderita kesakitan, Maka Sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Qs. An-Nisaa': 104)

Sumber : Mutiara Amaly : Penyejuk Jiwa Penyubur Iman Vo. 81
Website : www.tebardakwah.com

Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 06 Oktober 2010

Usia Empat Puluh Tahun

"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS Al Ahqaaf (46): 15)

Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 26 September 2010

Pelindung Terhadap Gangguan Sihir

Berikut ini adalah beberapa pelindung dari kejahatan sihir (tenung, teluh, santet, dan sejenisnya). Ini saya tulis sebagai sarana berbagi informasi. Semua pelindung adalah berdasarkan Al Qur’an dan sunnah. Diperuntukan kepada mereka yang mempercayai adanya sihir sebagaimana diinformasikan oleh al Qur’an yang beberapa di antaranya adalah surat Al Falaq (surat 113), surat an Naas (surat 114), dan suart al Jin (surat 72).

Kalau Anda bertanya kenapa saya muat ini ke dalam blog saya, ini karena pengalaman pribadi. Saya dan keluarga saya pernah dan masih sering diserang sihir. Namun alhamdulillah masih hidup, masih sehat. Satu nasehat dari ustad yang saya kenal adalah jangan lawan sihir dengan ahli sihir. Jadi kalau kita menjadi korban sihir jangan berobat ke dukun. Lalu kemana? Jawabnya berobat ke ustad atau kyai. Kembalilah kepada Allah. Mendekatkan diri kita dengan amal ibadah. Perbanyak berdzikir dan membaca al Qur’an. Semakin kita mendekat ke Allah dan malaikat maka semakin kita jauh dari sihir atau syetan. Bila kita menjadi korban sihir berarti hati dan pikiran kita lalai dari mengingat Allah. Sesungguhnya tipu daya syetan itu lemah terhadap orang beriman.

Berikut ini pelindung dari sihir.

Makan buah kurma.
Yang paling baik makan buah kurma ajwa atau kurma Madinah Al-Munawaroh atu kurma lainnya sebanyak tujuh buah.
Rasulullah saw pernah bersabda yang artinya "Barangsipa yang makan tujuh biji kurma Ajwa maka dia tidak akan mendapat mudharat hari itu dari bahaya racun dan sihir."

Berwudu
Sihir tidak akan berdaya terhadap orang yang berwudu. Muslim yang selalu dalam keadaan bersuci (berwudu) senantiasa dijaga malaikat yang memang ditugaskan oleh Allah SWT. Yang paling baik bila batal wudu, segera berwudu. Lebih afdol lagi bila setelah wudu lakukan shalat sunnah dua rakaat.
Bersucilah kamu atas tubuh kamu, Allah SWY akan menyucikan kamu. Sesungguhnya, tiada seoarng hambapun akan terjaga kebersihannya melainkan dia menjaga kebersihannya tentang pakaian atau lain-lainnya yang dia miliki. Tidak akan terjadi perkara jahat melainkan berkata (malaikat) : "Ya Allah! Ampunkanlah hamba-Mu ini karena sesungguhnya dia menjaga kesuciannya (berwudu)." (HR Tabrani)

Menjaga Shalat Jamaah
Sabda Rasulullah SAW dari Abu Darda ra yang artinya :
"Tidak akan ada tiga orang dalam satu kampong yang tidak mendirikan shalat (jamaah) melainkan syetan kan mengalahkan mereka. Wajiblah bagi kamu sholat berjamaah. Maka sesungguhnya hewan yang sendirian akan mudah dimakan serigala." (HR Abu Dawud)

Qiyamul Lail
Qiyamul lail artinya mendirikan sholat malam, yaitu sholat setelah tidur pada 1/3 malam yang terakhir sampai masuk waktu fajar (shubuh). Kebiasaan tidak tidur malam dan berbicara tiada manfaat atau bergadang malam, janganlah dibiasakan. Lakukan kebiasaan beraga di tengah malam (mungkin lebih tepat di tepi malam) setelah tidur dengan sholat dan taqarub kepada Allah SWT.
Orang yang senantiasa melakukan shalat malam, bagai membangun dinding bentng yang kokoh yang tak seorang (atau jin) pun mampu menembusnya. Mereka tiada mampu mendekati dan mengganggu karena orang yang melakukan qiyamul lail akan senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT.
Dari Ibnu Mas’u ra menceritakanbahwa seoarng laki-laki berjumpa dengan Rasulullah SAW dan berkata yang artinya :
"Saya terlanjur tertidur hingga ke shubuh dan tidak mendirikan shalat malam. Maka Rasulullah SAW bersabda ‘Syetan telahkencing di telinganya." (HR Bukhari)

Berdoa Sebelum Masuk Kamar Kecil
Seperti yang kita semua maklumi bahwa toilte atau kakus atau kamrkecil adalah tempat syetan. Maka barang siapa masuk ke dalamnya tanpa membaca doa, niscaya syetan dari jenis jin akan mudah merasukinya.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya :
"Berdoalah kamu apabila kamu ingin masuk ke kamar kecil. Allahuma ini audzu minal khubutsi wal khobaits (Dengan nama Allah. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan laki-laki dan syetan perempuan." (HR Bukhari)

Posting by Mohammad Nurdin