
BAB 11. ISLAM DAN AHMADIYAH DIUMUMKAN OLEH PARA MALAIKAT
Dua peristiwa istimewa telah tercatat oleh dua orang Pengabar Injil (Evangelist) dalam hubungannya dengan kelahiran Nabi Jesus Kristus a.s. Pengabar Injil Mattai (Matius) telah meninggalkan bagi kita sebuah ceritera mengenai ziarah yang indah dari Magi, yang dibimbing oleh bintang dari Persi ke palung di Betlehem, di mana terbaring Jesus yang baru saja dilahirkan, yang mereka "puja" dan mereka beri hadiah-hadiah yang melimpah berupa emas, mirah, dan wangi-wangian. Bahan ceritera yang disingkatkan dari peristiwa sejarah atau ceritera fiksi tentang "Orang Bijak" dari Timur itu pada dirinya adalah suatu legenda bohong yang terdiri dari setengah lusin keajaiban, yang gereja Kristen sendirilah yang mampu menciptakan dan mempercayainya. Gereja telah mempertahankan nama Magi itu, yang dikepalai oleh Raja Caspar, "diilhami oleh Tuhan," dan mengetahui bahwa bayi kecil di Betlehem itu ialah Tuhan, Domba dan Raja, dan karena itu mereka menawarkan wewangian seperti kepada tuhan, mirah untuk penguburannya sebagai korban, dan emas sebagai kekayaan kerajaan! Dan bahwa ahli-ahli sihir Zoroaster atau ahli-ahli nujum Kaldea, melalui ramalan dan petunjuk, melintasi seluruh jarak ke Jeruzalem, dan di situ bintang itu menghilang tak terlihat lagi; bahwa penguasa Herod yang memerintah orang Yahudi dan penduduk Jeruzalem bergemetaran saat mendengar berita kelahiran seorang raja baru; bahwa hanya sebuah pasal yang kacau dalam tulisan-tulisan Nabi Micah (v.2) dapat memecahkan masalah lokalitas di mana kelahiran Jesus itu telah berlangsung; dan akhirnya bahwa para astrolog diberi tahu oleh Tuhan dalam mimpi agar tidak kembali ke Herod, adalah benar-benar beberapa keajaiban indah yang hanya takhayul orang-orang Kristen dapat menelannya. Rombongan kerajaan dari peziarah itu melanjutkan perjalanan ke Betlehem yang hanya beberapa mil jaraknya dari Jeruzalem, dan, bintang penunjuk yang lalu itu muncul lagi dan membimbing mereka hingga bintang itu berhenti tepat di atas tempat di mana bayi itu lahir. Kecepatan yang luar biasa dengan mana perjalanan jauh dari Persia ke Betlehem diakhiri sementara bayi itu masih ada di kandang (Lukas ii. 4 – 7) menunjukkan arti penting keajaiban itu.