Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label maryam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maryam. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 November 2010

Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literatures (20)

191/303: Isa berkata: "Ya ulama, ambilah pelajaran dari pengetahuan yang tidak kau ketahui, dan ajarkanlah apa yang telah kau pelajari kepada kaum yang tidak mengetahui."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar adab dan teori kekuasaan (Abu al-Hasan 'Ali bin Muhammad al-Basri) Al-Mawardi (... - 450 H), Adab al-Dunya wa al-Din.

192/303: Orang bertanya kepada Isa: "Mengapa engkau tidak menikah?" Isa menjawab: "Hanya di tempat tinggal yang abadilah beranak pianak itu terpuji."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar adab dan teori kekuasaan (Abu al-Hasan 'Ali bin Muhammad al-Basri) Al-Mawardi (... - 450 H), Adab al-Dunya wa al-Din.

193/303: Isa berkata: "Sebagaimana kalian tidur, begitulah kalian [akan] mati. Sebagaimana kalian bangun, begitulah kalian [akan] dibangkitkan."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar adab dan teori kekuasaan (Abu al-Hasan 'Ali bin Muhammad al-Basri) Al-Mawardi (... - 450 H), Adab al-Dunya wa al-Din.

194/303: Isa berkata: "Hindarilah melihat perempuan terus menerus, karena itu membangkitkan nafsu syahwat di dalam hati; sebuah godaan yang cukup besar bagi yang melakukannya!"
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar adab dan teori kekuasaan (Abu al-Hasan 'Ali bin Muhammad al-Basri) Al-Mawardi (... - 450 H), Adab al-Dunya wa al-Din.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu al-Faraj 'Abd ar-Rahman bin 'Ali) Ibn al-Jauzi (... - 597 H), Damm al-Hawa.

195/303: Diriwayatkan bahwa Almasih diberi pertanyaan: "Sampai umur berapakah orang pantas menuntut ilmu?" Dia menjawab: "Selama hidup itu sendiri masih pantas."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh ulama Andalusia (Abu 'Umar Yusuf) Ibn 'Abd al-Barr al-Qurthubi (... - 463 H), Jami' Bayan al-'Ilm wa Fadlihi, 1:96.

196/303: Isa berkata: "Ya qurra' dan 'ulama, mengapa kalian menjadi tersesat setelah kalian menimba ilmu? Dan mengapa kalian menjadi buta setelah mata kalian mendapat penerangan? Dan semua ini hanya demi dunia yang hina dan nafsu serakah? Celakalah kalian di dunia ini, dan celakalah dunia ini gara-gara kalian!"
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh ulama Andalusia (Abu 'Umar Yusuf) Ibn 'Abd al-Barr al-Qurthubi (... - 463 H), Jami' Bayan al-'Ilm wa Fadlihi, 1:190.

197/303: Almasih berkata: "Janganlah bersedih karena apa yang dikatakan orang tentang kalian. Bila apa yang dikatakan mereka itu salah, maka itu adalah amal shalih tanpa kalian harus menjalankannya. Bila apa yang dikatakan mereka itu benar, maka itu adalah perbuatan dosa yang balasannya telah ditimpakan."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh ulama Andalusia (Abu 'Umar Yusuf) Ibn 'Abd al-Barr al-Qurthubi (... - 463 H), Bahjat al-Majalis, 1:405.

198/303: Isa mengunjungi sebuah pekuburan. Ia memanggil seorang yang telah mati, dan Allah pun membangkitkannya. Isa bertanya kepadanya: "Siapakah kamu?" "Aku dulu seorang pengangkut barang," jawab orang itu, "aku memikul kayu bakar untuk seseorang, dan mematahkan sebuah ranting untuk membersihkan gigiku. Sejak aku meninggal aku terus ditanyai tentang ranting itu."
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh tokoh sufi, qadi, dan 'ulama (Abu al-Qasim) Al-Qusyairi (... - 465 H), Al-Risala al-Qusyairiyya fil 'Ilm al-Tasawwuf.

199/303: Isa berkata: "Betapa banyak jenis pepohonan, tetapi tidak semuanya mengeluarkan buah-buahan. Betapa banyak jenis buah-buahan, tetapi tidak semuanya enak dimakan. Betapa banyak jenis ilmu pengetahuan, tetapi tidak semuanya bisa berguna."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 1:38.

200/303: Isa berkata: "Memberikan hikmah kepada orang selain dari yang pantas menerimanya adalah hal yang bathil, dan menyembunyikannya dari mereka yang pantas menerimanya sama dengan menzhalimi mereka. Bersikaplah seperti dokter baik hati yang meletakkan obat [tepat] pada bagian tubuh yang sakit." Menurut riwayat lain Isa berkata: "Barang siapa yang memberikan hikmah kepada orang selain dari yang pantas menerimanya adalah orang yang sombong, dan yang menyembunyikan hikmah dari orang yang pantas menerimanya sama dengan berbuat bathil. Hikmah mempunyai upahnya sendiri yang pantas, dan ada manusia yang pantas menerimanya, maka berikanlah kepada setiap orang upah yang pantas untuk mereka."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 1:43.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Al-Bayan wa al-Tabyin, 2:35;
* Ikhwan al-Safa' (nama sebuah kelompok di penghujung abad ke-4 H), Rasa'il Ikhwan al-Safa' wa Khillan al-Wafa', 4:215 [sebagian];
* (Abu al-Hasan 'Ali bin Muhammad al-Basri) Al-Mawardi (... - 450 H), Adab al-Dunya wa al-Din;
* (Abu 'Umar Yusuf) Ibn 'Abd al-Barr al-Qurthubi (... - 463 H), Jami' Bayan al-'Ilm wa Fadlihi, 1:109 [sebagian];
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 225 [variasi].

Catatan:

Biasanya Tarif Khalidi memasukkan di daftar rujukan para peulis yang hidup terkemudian daripada si penulis utama. Dalam "Jesus' Sayings ..." nomer 200 ini dia memasukkan Imam al-Ghazali sebagai penulis utama, dan memasukkan tokoh-tokoh lain yang hidup sebelum al-Ghazali --kecuali Ibn 'Asakir-- sebagai rujukan.

Sumbangan: Jajang Kurniawan [Jajang.Kurniawan@Allianz.co.id] melalui milis hikmah@isnet.org

Sumber : http://media.isnet.org/antar/jsi/index.html

Posting by Mohammad Nurdin

Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literatures (19)

181/303: Kaum hawariyyun bertanya kepada Isa: "Bagaimana pendapat engkau atas penguasa?" Isa menjawab: "Penguasa itu menjadi godaan bagi kalian. Jangan biarkan kecintaan kalian pada mereka membuat kalian berbuat kesalahan terhadap Allah; dan jangan biarkan kebencian kalian pada mereka membuat kalian membangkang Allah. Apabila kalian melaksanakan kewajiban kalian pada mereka, kalian akan terhindar dari kesalahan-kesalahan mereka, dan keimanan kalian tidak akan ternodai."
Keterangan:

Percakapan di atas diriwayatkan oleh wazir Daula Syiah Bujiah (Abu Sa'd Mansur bin al-Husain) Al-Abi (... - 421 H), Natsr al-Durr, 7:33.

182/303: Isa senantiasa berkata: "Kebanyakan makanan bisa membinasakan ruhani seperti halnya kebanyakan air membinasakan tanaman."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh wazir Daula Syiah Bujiah (Abu Sa'd Mansur bin al-Husain) Al-Abi (... - 421 H), Natsr al-Durr, 7:35.

183/303: Isa berkata kepada para pengikutnya: "Serahkanlah diri kalian kepada kelaparan dan kehausan, berjalanlah telanjang, dan lemahkanlah diri kalian sendiri, agar hati kalian bisa mengenal Allah Yang Mahakuasa."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 2:370.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 3:79.

184/303: Isa berkata: "Barangsiapa yang merasa tidak perlu nasihat, akan bertindak tanpa keberhasilan."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 5:237.

185/303: Isa berkata: "Jika kalian mampu, ikhlaslah seperti burung merpati dalam menghadapi Allah." Orang berkata bahwa tidak ada makhluk yang lebih ikhlas daripada burung merpati. Kalian bisa mencuri anak-anak burung merpati dari bawah badannya, membunuh anak-anaknya, dan si burung merpati akan [tetap] kembali ke tempat itu untuk tidur.
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 5:239.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Al-Bayan wa al-Tabyin, 2:242.

Catatan:

Bandingkan Matius 10:16.

186/303: Diriwayatkan --wallahu 'alam-- bahwa Isa pada suatu hari melewati sebuah lembah yang bernama Lembah Kebangkitan dan melihat sebuah tengkorak yang sudah memutih dari sebuah badan yang tulang-tulangnya sudah hancur membusuk. Isa mengagumi warna putih tengkorak ini. Orang ini mati tujuh puluh dua tahun sebelumnya. Isa berdoa: "Ya Allah Yang tidak bisa dilihat mata, Yang tidak bisa dijatuhkan oleh kekacauan, Yang tidak bisa digambarkan oleh siapapun, aku memohon kepadaMu agar tengkorak ini mengatakan kepadaku termasuk kaum mana dia." Allah berfirman: "Ya Isa, berbicaralah kepada tengkorak ini, dan dia akan menjawab berkat kekuasaanKu, karena Aku berkuasa atas segala sesuatu." Isa mengucapkan lafaz yang diwajibkan, mendekati tengkorak itu dan berkata: "Bismillahirrahmanirrahim." Tengkorak itu menjawab dengan lugas: "Ya Ruhullah, engkau telah menyebut nama yang terbaik dari semua nama." Isa berkata: "Aku memohon kepadamu demi Allah Yang Mahakuasa untuk mengatakan kepadaku di mana keindahan dan kebersihanmu, di mana daging dan lemakmu, di mana belulang dan nyawamu." Tengkorak itu menjawab: "Ya Ruhullah, tanah telah mengubah keindahan dan kebersihanku. Daging dan lemakku telah dimakan cacing. Belulangku hancur membusuk. Jiwaku hari ini berada di dalam api neraka di dalam siksaan yang besar." Isa berkata: "Aku bertanya kepadamu demi Allah Yang Mahakuasa termasuk kaum mana engkau ini?" Tengkorak itu menjawab: "Aku termasuk kaum yang memperoleh azab Allah di dunia ini." Isa bertanya: "Mengapa azab Allah menimpa kalian?" Tengkorak itu menjawab: "Ya Ruhullah, Allah mengutus seorang nabi yang menyampaikan kebenaran kepada kami, tetapi kami menyebutnya pendusta. Dia memerintahkan kami untuk mematuhi Allah, tetapi kami tidak mematuhiNya. Maka kemudian Allah mengirimkan hujan dan petir kepada kami selama tujuh tahun tujuh bulan dan tujuh hari. Kemudian pada suatu hari turun kepada kami malaikat-malaikat penyiksa. Tiap malaikat mempunyai dua cambuk, yang satu terbuat dari besi, yang lainnya dari api. Malaikat-malaikat itu tidak berhenti untuk menarik nyawaku dari tiap anggota tubuhku dan dari tiap urat nadiku, hingga nyawaku sampai di tenggorokan. Dan pada saat itu malaikat maut mengulurkan tangannya mencabut nyawaku." Isa berkata: "Aku mohon demi Allah Yang Mahakuasa, gambarkanlah malaikat maut itu!" Tengkorak itu menjawab: "Ruhullah, malaikat maut mempunyai satu tangan di barat dan satu lagi di timur. Kepalanya mencapai lapisan langit tertinggi, dan kakinya mencapai wilayah ketujuh dan terbawah dari bumi. Bumi sendiri terletak di antara dua lututnya, dan semua makhluk berada di antara matanya." Tengkorak itu meneruskan: "Ya Nabiyullah, tidak sampai satu jam [kemudian] datang dua malaikat hitam pekat menghampiriku. Mereka berbicara seperti guruh yang menggelegar, dan mata mereka menyambar laksana petir. Mereka berambut ikal, dan merambah bumi dengan gigi-gigi taring mereka. Mereka berkata kepadaku: 'Siapakah tuhanmu? Siapakah nabimu? Siapakah imammu?' Ya Ruhullah, aku merasa takut dan berkata: 'Aku tidak mempunyai tuhan, nabi, dan imam selain Allah.' 'Kamu bohong,' kata mereka, 'kamu adalah musuh Allah dan musuhmu sendiri.' Kemudian mereka memukulku dengan sebuah tongkat besi dengan keras sekali hingga aku merasakan bagaimana tulang-tulangku remuk dan daging tubuhku terpental. Lalu mereka melemparkanku ke dasar neraka dan menyiksaku sesuai kehendak Allah. Ketika aku berada di dalam keadaan ini datang dua malaikat pencatat yang menulis semua amal para makhluk dunia ini; dan mereka berkata kepadaku: 'Hai musuh Allah, ikutlah kami mengunjungi tempat penghuni surga.' Aku pun mengikuti mereka ke pintu surga yang pertama, dan menyaksikan bahwa surga mempunyai delapan pintu. Surga itu terbuat dari bebatuan yang sebagiannya adalah emas dan perak. Ubinnya terdiri dari muska. Rumputnya adalah za'faran. Kerikilnya adalah mutiara dan rubin. Sungai-sungainya berisi susu, air, dan madu. Penghuninya adalah remaja-remaja muda seumur yang mempesona dan saleh. Ya Ruhullah, aku benar-benar terpesona. Kemudian kedua pencatat itu berkata kepadaku: 'Hai musuh Allah dan musuhmu sendiri, di kehidupan duniamu kau tidak beramal saleh untuk bisa menikmati semua ini. Sekarang ikutlah kami pergi ke tempat penghuni neraka.' Akupun pergi bersama malaikat pencatat itu ke pintu neraka pertama, di mana ular-ular dan kalajengking mendesis-desis; dan akupun bertanya: 'Disediakan untuk siapakah siksaan ini?' 'Untukmu,' jawab mereka, 'dan untuk orang yang memakan harta anak yatim dengan bathil.' Aku pergi bersama mereka ke pintu kedua, di mana para lelaki digantung pada janggut mereka, dan anjing-anjing menjilati darah dan nanah dari tangan mereka. Aku berkata ke malaikat pencatat: 'Disediakan untuk siapakah siksaan ini?' 'Untukmu,' jawab mereka, 'dan untuk orang yang meminum khamr dan memakan makanan haram di kehidupan dunia.' Aku pergi bersama mereka ke pintu ketiga dan melihat bagaimana api menyembur masuk ke mulut orang-orang dan keluar dari punggung mereka. 'Disediakan untuk siapakah siksaan ini?' 'Untukmu,' jawab mereka, 'dan untuk orang yang memfitnah wanita baik-baik di kehidupan dunianya.' Akupun pergi bersama mereka ke pintu yang keempat dan melihat wanita-wanita yang digantung pada lidah mereka, dan api keluar dari mulut mereka. 'Disediakan untuk siapakah siksaan ini?' 'Untukmu,' jawab mereka, 'dan untuk orang yang tidak mendirikan shalat.' Aku pergi bersama mereka ke pintu yang kelima dan melihat wanita-wanita yang digantung pada rambut mereka, dan api menyembur ke kepala mereka. 'Disediakan untuk siapakah siksaan ini?' 'Untukmu,' jawab mereka, 'dan untuk mereka yang bersolek untuk orang lain selain suaminya.' Akupun pergi bersama mereka ke pintu yang keenam dan melihat wanita-wanita yang digantung pada rambut dan lidah mereka dan api menyembur ke kepala mereka. 'Disediakan untuk siapakah siksaan ini?' 'Untukmu,' jawab mereka, 'dan untuk kaum pendosa yang sesat di dunia.' Aku pergi bersama mereka ke pintu yang ketujuh dan melihat laki-laki yang di bawahnya terdapat sebuah sumur yang disebut Sumur Falaq. Aku dilemparkan ke sana, ya Ruhullah. Di dalamnya aku mendapat siksaan yang keras dan menjadi saksi atas banyak sekali hal-hal yang mengerikan. Kemudian Isa berkata: "Hai tengkorak, kalau kau mau, mintalah kepadaku sesuatu yang kau inginkan, insya Allah." Tengkorak itu menjawab: "Ya Ruhullah, mintakanlah agar Allah mengembalikan kehidupan duniaku." Isa berdoa kepada Allah yang kemudian menghidupkan kembali tengkorak itu. Dengan qadrat Allah Yang Mahakuasa wanita itu hidup kembali dan bertemu dengan Isa. Kemudian dia beribadah bersama Isa dua belas tahun lamanya, sehingga kepastian --artinya: kematian-- menemuinya. Dia meninggal sebagai muminah yang sebenarnya, dan Allah dalam kemurahanNya memberikan tempat baginya di antara para penghuni surga.
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 6:10-12.

187/303: Di dalam kitab-kitab injil tertulis: "Satu saja batu salah [terpasang] akan membuat tembok runtuh."
Keterangan:

Kalimat di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 6:95.

188/303: Isa berkata: "Bicaralah banyak kepada Allah, bicaralah sedikit kepada manusia." Orang bertanya kepadanya: "Bagaimana kami bisa berbicara banyak kepada Allah?" Isa menjawab: "Bicaralah kepadaNya di dalam kesunyian, berdoalah kepadaNya di dalam kesendirian."
Keterangan:

Percakapan di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 6:195.
Rujukan silang atas ucapan Isa di atas:

* (Abu al-Qasim) Al-Qusyairi (... - 465 H), Al-Risala al-Qusyairiyya fil 'Ilm al-Tasawwuf [variasinya, di sini dinisbatkan kepada sahabat Nabi: Mu'adz bin Jabal].

189/303: Jika kalian ingin, kalian bisa mencontoh apa yang senantiasa diucapkan oleh orang yang memiliki "kalima" dan "ruh", yaitu Isa ibnu Maryam: "Lapar adalah bumbu makananku, takut adalah pakaianku, kulit domba adalah bajuku, cahaya fajar adalah penghangatku di musim dingin, bulan adalah lenteraku, kakiku adalah tungganganku, dan hasil bumi adalah makanan dan buah-buahanku. Aku tidur di malam hari tidak dengan apa-apa kecuali namaku, dan aku terbangun di pagi hari tidak dengan apa-apa kecuali namaku. Dan tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih kaya daripada aku."
Keterangan:

Hal di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 6:314.

190/303: Isa berkata: "Ya Bani Israil, Musa telah melarang kalian untuk berzina, dan memang baguslah larangan dia itu. Aku melarang kalian bahkan untuk membayangkan berzina, karena orang yang membayangkannya [meski] tanpa melakukannya adalah seperti rumah yang terbuat dari tanah lumpur yang di dalamnya dinyalakan api: meski rumahnya tidak terbakar, rumah ini toh akan menghitam oleh asap." [Isa juga berkata:] "Ya Bani Israil, Musa telah melarang kalian untuk bersumpah palsu dengan nama Allah, dan baguslah larangan dia itu. Aku melarang kalian sama sekali untuk bersumpah dengan nama Allah, tidak peduli apakah sumpah kalian benar atau salah."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh biograf tentang para wali dan sufi (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 8:145-146.
Catatan:

Bandingkan Matius 5:27-28 dan 5:33-35.

Sumbangan: Jajang Kurniawan [Jajang.Kurniawan@Allianz.co.id] melalui milis hikmah@isnet.org

Posting by Mohammad Nurdin