Cari Blog Ini

Kamis, 25 November 2010

Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literatures (16)

151/303: Isa berkata: "Orang jangan memikirkan mengapa orang yang terkutuk dikutuk, tetapi [pikirkanlah] mengapa orang yang diselamatkan selamat."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh ulama fiqh (Abu al-Laits Nashr bin Muhammad) Al-Samarqandi (... - 373 H), Tanbih al-Ghafilin.

152/303: Isa datang ke sebuah kota ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan saling berteriak. "Ada apa dengan kalian?" tanya Isa. "Ya Nabiyullah," kata si lelaki, "dia adalah isteriku. Dia seorang isteri yang baik dan rajin, tetapi saya ingin bercerai darinya." "Katakan kepadaku sesungguhnya apa yang terjadi dengan isterimu," pinta Isa kepadanya. "Muka dia sudah aus meski dia belum tua," jawab si lelaki. Isa berbalik kepada si perempuan dan berkata kepadanya: "Hey perempuan, inginkah kau mendapatkan kembali wajahmu yang mulus?" "Ya," jawab si perempuan. "Kalau kau makan," jawab Isa, "janganlah sampai berlebihan, karena apabila makanan menumpuk berlebihan di perut, maka hilanglah kemulusan di wajahmu." Perempuan itu melaksanakan apa yang diperintahkan Isa, dan mukanya halus kembali.
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh ulama Syi'ah (Abu Ja'far Muhammad bin 'Ali) Ibn Babuya al-Qummi (... - 381 H), 'Ilal al-Syara'i', 2:184.
Catatan:

Setelah ini masih ada 2 kisah lain tentang Isa as. dari Ibn Babuya al-Qummi yang juga menceritakan peran Isa sebagai ahli pengobatan.

153/303: Isa datang ke sebuah kota yang pepohonan buah-buahannya dilanda hama ulat. Penduduk kota itu mengeluh tentang wabah ini, dan Isa pun berkata: "Obatnya ada di tangan kalian, tetapi kalian tidak mengenalinya. Kalian adalah kaum yang apabila menanam pohon menaburkan dulu tanah, kemudian menyiramnya. Harusnya tidak begitu. Seharusnya kalian menyirami dulu akar pohon-pohon ini baru kemudian menaburkan tanah di atasnya agar ulat tidak memasuki akar." Penduduk kota kemudian mulai itu melakukan apa yang diajarkan Isa, dan wabah itu kemudian berakhir.
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh ulama Syi'ah (Abu Ja'far Muhammad bin 'Ali) Ibn Babuya al-Qummi (... - 381 H), 'Ilal al-Syara'i', 2:261.

154/303: Isa datang ke sebuah kota yang penduduknya dilanda muka menguning dan mata membiru. Mereka memaggil Isa dan mengeluhkan penyakit ini. Isa pun berkata: "Obatnya ada di tangan kalian. Apabila kalian makan daging, kalian memasaknya tanpa mencucinya terlebih dahulu. Tidak ada sesuatupun yang datang ke dunia ini tanpa kotoran." Setelah itu penduduk kota itu mencuci daging [sebelum mereka memasaknya], dan penderitaan mereka pun berakhir. Di dalam kesempatan lain Isa datang ke sebuah kota yang penduduknya menderita keompongan dan benjolan-benjolan di muka. Mereka mengeluhkan ini kepada Isa, dan Is apun berkata: "Kalian tidur dengan mulut yang tertutup. Udara di perut kalian naik ke mulut tetapi tidak menemukan jalan keluar, dan karenanya memasuki akar gigi dan merusak muka kalian. Bukalah mulut kalian jika kalina tidur, dan biasakanlah ini." Mereka mengerjakan ini, dan penderitaan mereka pun berakhir.
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh ulama Syi'ah (Abu Ja'far Muhammad bin 'Ali) Ibn Babuya al-Qummi (... - 381 H), 'Ilal al-Syara'i', 2:262.

155/303: Isa berkata: "Orang yang murah hati di dunia ini akan mendapat ampunan di dunia nanti."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh filsuf (Abu al-Hasan Muhammad bin Yusuf al-Naisaburi) Al-'Amiri (... - 381 H), Al-Sa'ada wa al-Is'ad.

156/303: Isa senantiasa berkata kepada dunia: "Pergilah dariku, babi!"
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Muhammad bin 'Ali) Abu Thalib al-Makki (... - 386 H), Qut al-Qulub fi Mu'alamat al-Mahbub, 1:244.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu Bakr 'Abdallah bin Muhammad) Ibn 'Abi al-Dunya (... - 281 H), Mausu'at Rasa'il Ibn Abi al-Dunya, 2:147 [yang menyebut perkataan di atas sebagai ucapan seorang sufi anonym di masa lampau].

157/303: Isa berkata: "Tidak ada seorang pun di antara kalian yang bisa mencapai keimanan yang sesungguhnya selama kalian berkeinginan untuk dipuji dalam beribadat pada Allah Yang Mahakuasa, dan selama kalian berkeinginan untuk ikut menikmati harta dunia ini."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Muhammad bin 'Ali) Abu Thalib al-Makki (... - 386 H), Qut al-Qulub fi Mu'alamat al-Mahbub, 1:256.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 4:370;
* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Minhaj al-'Abidin.

158/303: Termasuk ke dalam firman Allah kepada Isa adalah sbb.: "Ya Bani Adam, menangislah sepanjang hidupmu seperti menangisnya orang yang telah meninggalkan dunia ini dan keinginannya telah diangkat ke hadhirat Allah. Merasa puaslah dengan hal-hal secukupnya di dunia ini; temukanlah kepuasan dalam hal-hal yang keras dan kasar. Sesungguhnya Aku katakan kepadamu, engkau tidak lebih berharga daripada hari dan saatmu; dan apa yang engkau ambil dari dunia ini, dan apa yang engkau keluarkan, semuanya akan dicatat. Berlakulah dengan benar, karena engkau akan dimintai pertanggungjawaban. Seandainya kamu tahu apa yang Aku janjikan kepada orang yang adil, engkau pasti akan menyerahkan nyawamu kepadaKu."
Keterangan:

Hadits qudis di atas diriwayatkan oleh (Muhammad bin 'Ali) Abu Thalib al-Makki (... - 386 H), Qut al-Qulub fi Mu'alamat al-Mahbub, 1:256.

159/303: Isa berkata: "Orang yang mencintai Allah, cinta juga kesusahan." Dan diriwayatkan dari Isa, bahwa dia berjumpa dengan sekelompok pemuja Allah yang karena pemujaannya menjadi kurus kerontang laksana pembuluh air yang mengering. "Siapakah kalian?" tanya Isa. "Kami pemuja Allah," jawab mereka. "Mengapa kalian memuja Allah?" tanya Isa. Mereka menjawab: "Allah mengabarkan menakutkannya neraka, dan kami takut." Isa mengatakan kepada mereka: "Allah berkewajiban untuk menyelamatkan kalian dari apa yang kalian takutkan." Isa melanjutkan perjalanannya dan bertemu kelompok lain yang lebih giat lagi dalam pemujaan pada Allah. "Mengapa kalian memuja Allah?" tanya Isa. Mereka menjawab: "Allah memberikan kerinduan atas surga dan atas apa yang Ia siapkan untuk sahabat-sahabatNya di sana. Itulah yang kami harapkan." Isa berkata kepada mereka: "Allah wajib memberikan kepada kalian apa yang kalian harapkan." Isa pergi lagi dan bertemu dengan kelompok lain yang juga memuja Allah, dan ia bertanya: "Siapakah kalian?" Mereka menjawab: "Kami mencintai Allah. Kami memujaNya bukan karena takut atas neraka atau rindu atas surga, melainkan karena kecintaan kami padaNya dan keagunganNya." [Isa berkata:] "Kalian benar-benar sahabat Allah, dan aku seharusnya hidup bersama kalian." Dan Isa pun hidup di antara mereka. Dalam riwayat lain dikabarkan bahwa Isa berkata kepada kedua kelompok pertama: "Apa yang kalian takutkan adalah ciptaan Allah, dan apa yang kalian inginkan adalah ciptaan Allah." Dan kepada kelompok ketiga Isa berkata: "Kalian benar-benar kaum yang paling dekat dengan Allah."
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh (Muhammad bin 'Ali) Abu Thalib al-Makki (... - 386 H), Qut al-Qulub fi Mu'alamat al-Mahbub, 2:56.
Rujukan silang atas kisah di atas:

* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 4:288.

Catatan:

Bandingkan pandangan Rabi'a al-'Adawiya (.. - 185 H) tentang surga dan neraka dengan sikap kelompok ketiga di atas.

160/303: Isa memberikan nasihat kepada kaum hawariyyun: "Jika kalian mengamalkan apa yang aku amalkan dan ajarkan, maka kalian esok akan berada di kerajaan surga bersamaku, serta tinggal bersama Bapakku dan bapak-bapak kalian, dan juga menyaksikan malaikat-malaikatNya di sekeliling 'arsy-Nya memuja dan menyembahNya. Di sana kalian akan bersenang-senang tanpa [harus] makan dan minum."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh Ikhwan al-Safa' (sebuah kelompok di penghujung abad ke-4 H), Rasa'il Ikhwan al-Safa' wa Khillan al-Wafa', 3:91-92.
Catatan:

Ikhwan al-Safa' adalah nama grup dari sekelompok filsuf dan cendekiawan di penghujung abad ke-4 H, yang mengumpulkan pandangan-pandangan mereka atas persoalan filsafat, agama, etika dan ilmu pengetahuan dalam sebuah ensiklopedia berjudul "Rasa'il Ikhwan al-Safa' wa Khillan al-Wafa'".

Sumbangan: Jajang Kurniawan [Jajang.Kurniawan@Allianz.co.id] melalui milis hikmah@isnet.org

Sumber : http://media.isnet.org/antar/jsi/index.html

Posting by Mohammad Nurdin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar