Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perikanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Desember 2023

Laporan Akhir 2020_2909.005.100. LAPORAN SURVEI PERUSAHAAN PERIKANAN KABUPATEN BEREBS TA 2020


 Perikanan merupakan subsector pertanian yangmempunyai peranan sangat penting
di Indonesia. Guna mengetahui potensi dan peranan sub sektor ini, maka diperlukan data
yang lengkap dan akurat, namun sampai saat ini data statistik perikanan yang tersedia masih
sangat terbatas, baik jenis maupun ruang lingkupnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumpulkan data produksi ikan dengan pendekatan
terhadap Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang bearada di pelabuhan perikanan. Data produksi
yang dikumpulkan hanya mencakup produksi perikanan laut yang dijual di TPI, baik lelang
maupun tidak lelang.
Dengan demikian data yang disajikan belum mencakup seluruh produksi perikanan
laut karena belum termasuk produksi yang dijual di luar TPI.

Laporan lengkap bisa dilihat pada link di bawah ini :

Klik Di Sini !

Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 22 September 2021

Ikan Demersal

Ikan demersal hidup dan makan di dasar laut, seperti lumpur, pasir, dan bebatuan. Ikan demersal jarang mucul di terumbu karang. Ikan demersal bisa dengan mudah ditemukan dari bagian pantai sampai zona laut dalam. Kata demersal sendiri berasal dari bahasa latin "demergere" yang artinya tenggelam. Berbeda dengan ikan pelagis, ikan demersal mengandung sedikit minyak atau 1-4 persen massa tubuhnya. Sehingga ikan demersal termasuk ikan daging putih. Ikan demersal antara lain kakap merah atau bambangan, peperek, manyung, kurisi, kuniran, bawal, dan lainnya. Ikan demersal biasanya hidup menyendiri. Berbagai jenis ikan demersal ditangkap secara komersial maupun sebagai target pemancingan. Ikan kerapu menjadi salah satu spesies komersial yang banyak diminati.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Jenis Ikan Pelagis dan Demersal", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/22/140000369/mengenal-jenis-ikan-pelagis-dan-demersal?page=all.
Penulis : Serafica Gischa
Editor : Serafica Gischa

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L



Posting by Mohammad Nurdin

Ikan Pelagis

Ikan pelagis merupakan kelompok ikan yang berada di lapisan permukaan air. Memiliki ciri utama, yaitu beraktivitas secara bergerombol dan melakukan migrasi. Berdasarkan ukurannya, ikan pelagis dibedakan menjadi dua, yaitu: Ikan pelagis besar, misalnya ikan tuna, cakalang, tongkol, dan lainnya. Ikan pelagis kecil, misalnya ikan layang, teri, kembung, dan lainnya. Ikan pelagis biasannya disebut sebagai ikan berminyak. Hal ini karena ikan dalam kelompok pelagis mengandung minyak hingga 30 persen di jaringan tubuh mereka dan dalam rongga perut. Ikan-ikan pelagis yang banyak mengandung minyak, seperti tengiri, marlin, wahoo, tuna, sarden, barakuda, dan lainnya. Ikan pelagis kecil biasa berada di karang dan berpindah tempat. Ditangkap ddengan alat penangkap berupa jaring, seperti jaring insang, jaring lingkar, pukat cincin, dan lainnya. Baca juga: Potensi Sumber Daya Maritim Indonesia Biasanya ikan pelagis banyak ditemukan di dekat terumbu karang atau tubiran. Di mana arus hangat dekat perairan pantai.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Jenis Ikan Pelagis dan Demersal", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/22/140000369/mengenal-jenis-ikan-pelagis-dan-demersal?page=all.
Penulis : Serafica Gischa
Editor : Serafica Gischa





Posting by Mohammad Nurdin

Selasa, 23 Januari 2018

9 Komoditas Unggulan Sub Kategori Perikanan Tahun 2016

Komoditas Unggulan Sub Kategori Perikanan yang menyumbang sebesar 6,07 persen Terhadap Kategori PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN pada PDRB Kabupaten Brebes Tahun 2016 adalah sebagai berikut.
Diperoleh banyaknya komoditas = 91
Rata-rata = 100/91 persen = 1,10 persen.
Banyaknya komoditas yang memiliki kontribusi terhadap kategori PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN yang di atas rata-rata (1,28 persen) adalah 4 komoditas.
Berikut ini komoditas dan kontribusinya :
1) Nila    29,63
2) Lele    24,68
3) Teri    13,53
4) Ikan mas/karper    12,52
5) Gurami    2,77
6) Cumi-cumi    2,36
7) Kembung    1,81
8) Kepiting/Rajungan    1,54
9) Merah Bambangan    1,37

Posting by Mohammad Nurdin

28 Komoditas Unggulan Kategori Pertanian PDRB Kab. Brebes 2016

Komoditas Unggulan Kategori  PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN pada PDRB Kabupaten Brebes Tahun 2016 adalah sebagai berikut.
Diperoleh banyaknya komoditas = 499
Rata-rata = 100/499 persen = 0,22 persen.
Banyaknya komoditas yang memiliki kontribusi terhadap kategori PERTANIAN, KEHUTANAN, & PERIKANAN yang di atas rata-rata (0,22 persen) adalah 28 komoditas.
Berikut ini komoditas dan kontribusinya :
1) Bawang Merah sebesar    24,99 persen;
2) Padi sebesar   14,64 persen;
3) Jamur sebesar   3,62 persen;
4) Jagung sebesar   3,08 persen;
5) Ayam Buras sebesar   2,82 persen;
6) Mangga sebesar   2,39 persen;
7) Cabe Rawit sebesar   2,23 persen;
8) Kentang sebesar   2,20 persen;
9) Domba sebesar   1,78 persen;
10) Telur Ayam Ras sebesar   1,62 persen;
11) Cabe Besar sebesar   1,44 persen;
12) Pisang sebesar  1,03 persen;
13) Ayam Ras Pedaging sebesar   0,79 persen;
14) Telur Ayam Buras sebesar   0,78 persen;
15) Telur Itik sebesar   0,74 persen;
16) Durian sebesar   0,69 persen;
17) Tebu sebesar   0,59 persen;
18) Kubis/Kol sebesar   0,47 persen;
19) Sapi Potong sebesar   0,45 persen;
20) Tanaman Pangan sebesar   0,38 persen;
21) Wortel sebesar   0,35 persen;
22) Kambing sebesar   0,30 persen;
23) Bawang Daun sebesar   0,29 persen;
24) Nila sebesar   0,28 persen;
25) Petai sebesar   0,26 persen;
26) Kacang Hijau sebesar   0,26 persen;
27) Ubi Kayu sebesar   0,24 persen; dan
28) Lele sebesar   0,24 persen.


Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 21 Januari 2018

5 Sub Kategori Penyumbang NTB Kategori Pertanian di Kabupaten Brebes Tahun 2016

Berikut ini adalah 5 Sub Kategori dari 9 Sub Kategori Penyumbang NTB Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
di Kabupaten Brebes Tahun 2016
1) Tanaman Hortikultura Semusim    sebesar 34,70 persen;
2) Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya sebesar    27,83 persen;
3) Tanaman Pangan sebesar    18,05 persen;
4) Perikanan sebesar    6,07 persen; dan
5) Peternakan sebesar    5,34 persen.

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 22 Januari 2015

Informasi Statistik Bulan April 2015 : Rumah Tangga Pertanian Menurut Subsektor (Hasil ST2013)

Jumlah Rumah Tangga Pertanian Menurut Subsektor (Hasil ST2013)
- Jumlah Rumah Tangga Tanaman Pangan : 17,73 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Hortikultura         : 10,60 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Perkebunan          : 12,77 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Peternakan           : 12,97 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Perikanan             : 1,97 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Kehutanan            : 6,78 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Jasa Pertanian       : 1,08 Juta

Jumlah rumah tangga usaha pertanian hasil ST2013, sebanyak 26,14 juta rumah tangga. Subsektor tanaman pangan mendominasi rumah tangga usaha pertanian (17,73 juta rumha tangga).
Rumah Tangga Usaha Pertanian adalah rumah tangga yang salah satu atau lebih anggota  rumah tangganya  mengelola usaha pertanian dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual, baik usaha pertanian milik sendiri, secara bagi hasil, atau milik  orang lain dengan menerima upah, dalam hal ini termasuk jasa pertanian.

Sumber : BPS

Posting by Mohammad Nurdin