Empat Faktor Keselamatan
Rasulullah saw bersabda :
1. "Bintang-bintang itu adalah faktor keselamatan bagi penghuni langit. Apabila bintang-bintang itu berjatuhan, maka penghuni langit akan tertimpa bencana.
2. Ahli baitku adalah faktor keselamatan bagi umatku. Apabila ahli baitku lenyap, maka umatku akan tertimpa bencana.
3. Aku adalah faktor keselamatan bagi para shahabatku. Apabila aku mati, maka para shahabatku akan tertimpa bencana.
4. Gunung-gunung itu adalah faktor keselamatan bagi penduduk bumi. Jika gunung-gunung itu lenyap, maka penduduk bumi akan tertimpa bencana."
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label 2005. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2005. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 November 2015
Nashaihul Ibad : Empat Faktor Keselamatan
Label:
2005,
al-bantani,
Baitus,
Bandung,
bijak,
empat,
faktor,
hamba,
ibad,
imam,
Irsyad,
keselamatan,
Nashaihul,
Nasihat,
Nawawi,
salam,
Santun
Nashaihul Ibad : Empat Perkara Jelek Dan Yang Lebih jelek
Empat Perkara Jelek Dan Yang Lebih jelek
Sebagian ahli bijak mengatakan : "Ada empat perkara jelek, namun masih ada empat perkara lain yang lebih jelek lagi, yaitu :
1. Perbuatan dosa yang dilakukan oleh kaum muda itu jelek, namun yang lebih jelek lagi adalah perbuatan dosa yang dilakukan oleh kakek-kakek.
2. Sibuk dengan segala macam urusan duniawi bagi orang yang bodoh itu jelek, namun yang lebih jelek lagi bila yang menyibukkan diri dengan urusan duniawi itu orang 'Alim.
3. Malas beribadah bagi orang awam adalah jelek, namun yang lebih jelek lagi bila malas beribadah itu dilakukan kalangan ulama dan santrinya.
4. Berlaku sombong bagi orang kaya adalah jelek, namun yang lebih jelek lagi adalah berlaku sombongnya orang fakir."
Rasulullah saw bersabda :
"Barang siapa yang bertambah ilmunya namun tidak bertambah kezuhudannya terhadap dunia maka ia tidak bertambah dari Allah, kecuali tambah jauh." (HR. dailami)
Sebagian ahli bijak mengatakan : "Ada empat perkara jelek, namun masih ada empat perkara lain yang lebih jelek lagi, yaitu :
1. Perbuatan dosa yang dilakukan oleh kaum muda itu jelek, namun yang lebih jelek lagi adalah perbuatan dosa yang dilakukan oleh kakek-kakek.
2. Sibuk dengan segala macam urusan duniawi bagi orang yang bodoh itu jelek, namun yang lebih jelek lagi bila yang menyibukkan diri dengan urusan duniawi itu orang 'Alim.
3. Malas beribadah bagi orang awam adalah jelek, namun yang lebih jelek lagi bila malas beribadah itu dilakukan kalangan ulama dan santrinya.
4. Berlaku sombong bagi orang kaya adalah jelek, namun yang lebih jelek lagi adalah berlaku sombongnya orang fakir."
Rasulullah saw bersabda :
"Barang siapa yang bertambah ilmunya namun tidak bertambah kezuhudannya terhadap dunia maka ia tidak bertambah dari Allah, kecuali tambah jauh." (HR. dailami)
Nashaihul Ibad : Empat Perkara Baik Dan Yang Lebih Baik
Empat Perkara Baik Dan Yang Lebih Baik
Sebagian ahli bijak berkata : "Ada empat perkara yang nilainya baik, namun ada empat perkara lain yang nilainya jauh lebih baik lagi, yaitu :
1. Adanya rasa malu pada kaum lelaki adalah baik, namun yang lebih baik lagi bila rasa malu itu ada pada kaum wanita.
2. Adil pada setiap orang itu baik, namun rasa keadilan yang dimiliki oleh pemerintah itu jauh lebih baik lagi.
3. Tobatnya kakek-kakek itu baik, namun yang lebih baik lagi adalah tobatnya kaum muda.
4. Bermurah hatinya kaum kaya itu baik, namun yang lebih baik lagi adalah bermurah hatinya kaum fakir miskin."
Sebagian ahli bijak berkata : "Ada empat perkara yang nilainya baik, namun ada empat perkara lain yang nilainya jauh lebih baik lagi, yaitu :
1. Adanya rasa malu pada kaum lelaki adalah baik, namun yang lebih baik lagi bila rasa malu itu ada pada kaum wanita.
2. Adil pada setiap orang itu baik, namun rasa keadilan yang dimiliki oleh pemerintah itu jauh lebih baik lagi.
3. Tobatnya kakek-kakek itu baik, namun yang lebih baik lagi adalah tobatnya kaum muda.
4. Bermurah hatinya kaum kaya itu baik, namun yang lebih baik lagi adalah bermurah hatinya kaum fakir miskin."
Jumat, 18 September 2015
Nashaihul Ibad : Empat Perkara Baik dan Yang Lebih Baik
Sebagian ahli bijak berkata : "Ada empat perkara yang nilainya baik, namun ada empat perkara lain yang nilainya jauh lebih baik, yaitu :
1. Adanya rasa malu pada kaum lelaki adalah baik, namun yang lebih baik lagi bila rasa malu itu ada pada kaum wanita.
2. Adil pada setiap orang itu baik, namun rasa keadilan yang dimiliki oleh pemerintah itu jauh lebih baik lagi.
3. Tobatnya kakek-kakek itu baik , namun yang lebih baik lagi adalah tobatnya kaum muda.
4. Bermurah hatinya kaum kaya itu baik, namun yang lebih baik lagi adalah bermurah hatinya kaum fakir miskin."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
1. Adanya rasa malu pada kaum lelaki adalah baik, namun yang lebih baik lagi bila rasa malu itu ada pada kaum wanita.
2. Adil pada setiap orang itu baik, namun rasa keadilan yang dimiliki oleh pemerintah itu jauh lebih baik lagi.
3. Tobatnya kakek-kakek itu baik , namun yang lebih baik lagi adalah tobatnya kaum muda.
4. Bermurah hatinya kaum kaya itu baik, namun yang lebih baik lagi adalah bermurah hatinya kaum fakir miskin."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Jumat, 26 Juni 2015
Nashaihul Ibad : Empat Nasihat Bekal ke Akhirat
Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Abu Dzar Al-Ghifari ra :
"Wahai Abu Dzar,
1. perbaruilah perahumu, karena lautan itu sangat dalam;
2. carilah perbekalan yang lengkap, karena perjalanan itu sangat jauh;
3. kurangilah beban, karena rintangan itu amatlah sulit untuk diatasi; dan
4. ikhlaslah dalam beramal, karena yang menilai baik dan buruk adalah Dzat Yang Maha Melihat."
Perbaharui perahumu maksudnya perbaiki niatmu dalam setiap beramal agar engkau memperoleh pahala dan selamat dari siksa Allah.
Kurangilah beban maksudnya janganlah banyak-banyak engkau mengambil keduniaan.
Diserupakan akhirat dengan lautan yang dalam, perjalanan yang jauh dan rintangan yang amal sulit untuk diatasi, karena banyaknya kesulitan dan rintangan yang mesti dilewati untuk bisa sampai kepada kebahagian akhirat.
Abu Sulaiman Ad-Darani berkata : "Beruntunglah orang yang dalam hidupnya benar-benar hanya mengharap ridha Allah." Ucapan Ad-Darani ini mengacu pada pada sabda Nabi saw yang ditujukan kepada Mu'adz ra, "Ikhlaskan niat, niscaya engkau akan menerima balasan amalmu meskipun amalmu cuma sedikit."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
"Wahai Abu Dzar,
1. perbaruilah perahumu, karena lautan itu sangat dalam;
2. carilah perbekalan yang lengkap, karena perjalanan itu sangat jauh;
3. kurangilah beban, karena rintangan itu amatlah sulit untuk diatasi; dan
4. ikhlaslah dalam beramal, karena yang menilai baik dan buruk adalah Dzat Yang Maha Melihat."
Perbaharui perahumu maksudnya perbaiki niatmu dalam setiap beramal agar engkau memperoleh pahala dan selamat dari siksa Allah.
Kurangilah beban maksudnya janganlah banyak-banyak engkau mengambil keduniaan.
Diserupakan akhirat dengan lautan yang dalam, perjalanan yang jauh dan rintangan yang amal sulit untuk diatasi, karena banyaknya kesulitan dan rintangan yang mesti dilewati untuk bisa sampai kepada kebahagian akhirat.
Abu Sulaiman Ad-Darani berkata : "Beruntunglah orang yang dalam hidupnya benar-benar hanya mengharap ridha Allah." Ucapan Ad-Darani ini mengacu pada pada sabda Nabi saw yang ditujukan kepada Mu'adz ra, "Ikhlaskan niat, niscaya engkau akan menerima balasan amalmu meskipun amalmu cuma sedikit."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
Rabu, 24 Juni 2015
Nshaihul Ibad : Tiga Perkara Pencegah Tiga Perkara Lainnya
Malik bin Dinar ra berkata : "Cegahlah tiga perkara dengan tiga perkara yang lain, sehingga engkau benar-benar termasuk orang yang beriman, yaitu :
1. takabur dengan tawadhu';
2. rakus dengan qana'ah; dan
3. hasud dengan sikap santun."
Takabur adalah menganggap diri sendiri lebih mulia dibandingkan orang lain.
Tawadhu' artinya rendah hati.
Hasud adalah keinginan akan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain dan berharap agar nikmat itu pindah pada dirinya. Dalam sebuah hadist yang mengancam sikap dengki disebutkan :
"Tidak dapat terhimpun dalam rongga seorang hamba antara iman dan dengki."
Yang dimaksud dengan iman ialah imna kepada taqdir. Sehubungan dengan pengertian yang sama, Muawiyah ra pernah mengatakan :
"Semua orang aku mampu memuaskannya, tetapi orang yang dengki kep[ada keberhasilanku, tidak pernah merasa puas sebelum kesuksesanku lenyap dariku."
Hal yang senada dikatakan pula oleh seorang penyair melalui bait-bait syair berikut :
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
1. takabur dengan tawadhu';
2. rakus dengan qana'ah; dan
3. hasud dengan sikap santun."
Takabur adalah menganggap diri sendiri lebih mulia dibandingkan orang lain.
Tawadhu' artinya rendah hati.
Hasud adalah keinginan akan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain dan berharap agar nikmat itu pindah pada dirinya. Dalam sebuah hadist yang mengancam sikap dengki disebutkan :
"Tidak dapat terhimpun dalam rongga seorang hamba antara iman dan dengki."
Yang dimaksud dengan iman ialah imna kepada taqdir. Sehubungan dengan pengertian yang sama, Muawiyah ra pernah mengatakan :
"Semua orang aku mampu memuaskannya, tetapi orang yang dengki kep[ada keberhasilanku, tidak pernah merasa puas sebelum kesuksesanku lenyap dariku."
Hal yang senada dikatakan pula oleh seorang penyair melalui bait-bait syair berikut :
Semua orang dapat
kubeli hatinya
tetapi orang yang
dengki kepadaku
amat merepotkanku dan
sulit kubeli hatinya
Bagaimana seseorang
dapat membujuk orang
yang dengki
melihat keberhasilaku
juka masih belum puas
kecuali lenyapnya
keberhasilan itu.
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-AsqalaniSumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Nashaihul Ibad : Tiga Perumpamaan Ibadah
Ada yang mengatakan bahwa ibadah itu jika diumpamakan sebagai komoditi, maka :
1. tempat pemasarannya adalah berkhalwat (menyendiri);
2. modalnya adalah taqwa; dan
3. keutungannya adalah surga.
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
1. tempat pemasarannya adalah berkhalwat (menyendiri);
2. modalnya adalah taqwa; dan
3. keutungannya adalah surga.
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Label:
2005,
al-bantani,
Baitus,
Bandung,
bijak,
hamba,
ibad,
ibadah,
imam,
Irsyad,
Nashaihul,
Nasihat,
Nawawi,
perumpamaan,
salam,
Santun,
tiga
Selasa, 23 Juni 2015
Nashaihul Ibad : Tiga Kunci
Abu Sulaiman ad-Darani berkata :
1. "Kunci kebaikan dunia-akhirat adalah takut kepada Allah;
2. kunci dunia adalah kenyang; dan
3. kunci akhirat adalah lapar."
1. "Kunci kebaikan dunia-akhirat adalah takut kepada Allah;
2. kunci dunia adalah kenyang; dan
3. kunci akhirat adalah lapar."
Nashaihul Ibad : Tiga Ciri Lain Orang Berma'rifat
Dzun Nun Al-Mishry berkata : "Ciri lain orang yang berma'rifat kepada Allah adalah :
1. menepati seruan Allah:
2. hatinya bersih; dan
3. amalnya baik dan selalu bertambah."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
1. menepati seruan Allah:
2. hatinya bersih; dan
3. amalnya baik dan selalu bertambah."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Nashaihul Ibad : Tiga Ciri Orang Berma'rifat Kepada Allah
Dzun Nun Al-Mishry berkata : "Ciri orang yang berma'rifat kepada Allah ta'ala adalah :
1. selalu mencintai Allah;
2. hatinya selalu melihat kebenaran; dan
3. banyak amal shalihnya."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
1. selalu mencintai Allah;
2. hatinya selalu melihat kebenaran; dan
3. banyak amal shalihnya."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Senin, 22 Juni 2015
Nashaihul Ibad : Tiga Faktor Cinta dan Takut
Dzun Nun Al-Mishry berkata :
1. "setiap orang yang takut pasti akan menjauh.
2. Setiap orang yang mencintai sesuatu pasti akan memburunya.
3. Setiap orang yang amat dekat dengan Allah pasti akan asing dengan kebanyakan manusia.
Orang yang takut kepada siksa neraka pasti akan banyak beramal shalih supaya bisa menjauh darinya. Orang yang mencintai surga pasti akan banyak beramal shalih supaya bisa meraihnya.
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
1. "setiap orang yang takut pasti akan menjauh.
2. Setiap orang yang mencintai sesuatu pasti akan memburunya.
3. Setiap orang yang amat dekat dengan Allah pasti akan asing dengan kebanyakan manusia.
Orang yang takut kepada siksa neraka pasti akan banyak beramal shalih supaya bisa menjauh darinya. Orang yang mencintai surga pasti akan banyak beramal shalih supaya bisa meraihnya.
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Nashaihul Ibad : Tiga Ma'rifat dan Buahnya
Sebagian ulama ahli bijak berkata :
1. "Barang siapa berma'rifat terhadap Allah, tentu tidak merasa nikmat bergaul dengan makhluk-Nya.
2. Barang siapa berma'rifat terhadap dunia, tentu tidak akan menyukainya.
3. Barang siapa berma'rifat terhadap keadilan Allah, tentu tidak akan terlibat dalam kasus sengketa."
Ma'rifat terhadap dunia maksudnya, memahami bahwa dunia pasti akan lenyap.ma'rifat terhadap keadilan Allah maksudnya benar-benar yakin akan adanya keadilan Allah. Oleh karena itu dia selalu mengalah, sehingga tidak pernah terlibat dalam sengketa.
Al-Hasan Al-Bashri ra telah mengatakan sehubungan dengan pengertian ini bahwa barang siapa mengenal Allah, pasti akan menyukai-Nya; dan barang siapa mengenal dunia, pasti akan membencinya.
Hal yang sama dikatakan oleh Asy-Syafi'i ra melalui bait-bait syair berikut :
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Barang siapa berma'rifat terhadap Allah, tentu tidak merasa nikmat bergaul dengan makhluk-Nya.
2. Barang siapa berma'rifat terhadap dunia, tentu tidak akan menyukainya.
3. Barang siapa berma'rifat terhadap keadilan Allah, tentu tidak akan terlibat dalam kasus sengketa."
Ma'rifat terhadap dunia maksudnya, memahami bahwa dunia pasti akan lenyap.ma'rifat terhadap keadilan Allah maksudnya benar-benar yakin akan adanya keadilan Allah. Oleh karena itu dia selalu mengalah, sehingga tidak pernah terlibat dalam sengketa.
Al-Hasan Al-Bashri ra telah mengatakan sehubungan dengan pengertian ini bahwa barang siapa mengenal Allah, pasti akan menyukai-Nya; dan barang siapa mengenal dunia, pasti akan membencinya.
Hal yang sama dikatakan oleh Asy-Syafi'i ra melalui bait-bait syair berikut :
Dunia itu
Tiada lain
bangkai yang diubah bentuknya
Menjadi rebutan
anjing-anjing yang siap melahapnya.
Jika engkau
menjauhinya
Berarti engkau
beroleh kedamaian dari ahlinya
Tetapi jika
engkau ikut merebutnya,
Engkau harus
bersaing dengan anjing-anjing lain
Yang mengejarnya
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Nashaihul Ibad : Tiga Catatan Dalam Taurat
Wahab bin Munabbih Al-Yamani ra berkata :
"Dalam Kitab Taurat tertulis :
1. Orang yang rakus adalah fakir, meskipun ia memiliki seluruh kekayaan dunia.
2. Orang yang taat kepada Allah akan ditaati manusia, meskipun ia seorang budak.
3. Orang yang qana'ah adalah kaya, sekalipun ia sering kelaparan."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
"Dalam Kitab Taurat tertulis :
1. Orang yang rakus adalah fakir, meskipun ia memiliki seluruh kekayaan dunia.
2. Orang yang taat kepada Allah akan ditaati manusia, meskipun ia seorang budak.
3. Orang yang qana'ah adalah kaya, sekalipun ia sering kelaparan."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Minggu, 24 Mei 2015
Nashaihul Ibad : Tiga Bukti Cinta Sejati
Rasulullah saw pernah bersabda :
"Bukti cinta sejati itu ada tiga, yaitu :
1. memilih kalam kekasihnya (Al-Qur'an) daripada kalam lain-Nya (hasil produk manusia);
2. memilih bergaul dengan kekasih-Nya daripada bergaul dengan yang lain;
3. memilih keridhaan kekasih-Nya daripada keridhaan yang lain."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
"Bukti cinta sejati itu ada tiga, yaitu :
1. memilih kalam kekasihnya (Al-Qur'an) daripada kalam lain-Nya (hasil produk manusia);
2. memilih bergaul dengan kekasih-Nya daripada bergaul dengan yang lain;
3. memilih keridhaan kekasih-Nya daripada keridhaan yang lain."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
Nashaihul Ibad : Tiga Tanda Cinta
Sufyan bin Uyainah ra berkata :
1. "Barang siapa mencintai Allah, maka ia pasti mencintai yang dicinatai Allah.
2. Barang siapa mencintai orang yang dicintai Allah, maka ia akan mencintai karena Allah semata.
3. Barang siapa mencintai sesuatu karena Allah, maka ia akan senang jika amalnya tidak diketahui orang lain."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Barang siapa mencintai Allah, maka ia pasti mencintai yang dicinatai Allah.
2. Barang siapa mencintai orang yang dicintai Allah, maka ia akan mencintai karena Allah semata.
3. Barang siapa mencintai sesuatu karena Allah, maka ia akan senang jika amalnya tidak diketahui orang lain."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Nashaihul Ibad : Tiga Landasan Pokok
Rasulullah saw bersabda :
1. "Cinta kepada Allah adalah landasan ma'rif
2. Iffah (memelihara diri dari meminta-minta) adalah tanda yakin kepada Allah,
3. Adapun pokok keyakinan adalah taqwa dan ridha kepada taqdir Allah."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Cinta kepada Allah adalah landasan ma'rif
2. Iffah (memelihara diri dari meminta-minta) adalah tanda yakin kepada Allah,
3. Adapun pokok keyakinan adalah taqwa dan ridha kepada taqdir Allah."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Nashaihul Ibad : Tiga Buah Ma'rifat
Sebagian ulama ahli bijak mengatakan : "Buah ma'rifat (benar-benar mendalami dan memahami sifat-sifat Allah) itu ada tiga, yaitu :
1. malu kepada Allah;
2. cinta kepada-Nya; dan
3. rindu bersua dengan-Nya."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'ad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
1. malu kepada Allah;
2. cinta kepada-Nya; dan
3. rindu bersua dengan-Nya."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'ad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Nashaihul Ibad : Tiga Sandaran Yang Rapuh
Seorang ulama bijak mengatakan :
1. "Barang siapa hanya berpegang teguh pada akalnya, niscaya ia akan sesat jalan hidupnya.
2. Barang siapa mengandalkan hartanya, berarti dia orang yang miskin, karena berapapun banyak harta yang dimilikinya, ia tidak akan merasa puas dengannya.
3. Barang siapa menggantungkan kemuliaannya kepada mahluk, dia adalah orang terhina."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Barang siapa hanya berpegang teguh pada akalnya, niscaya ia akan sesat jalan hidupnya.
2. Barang siapa mengandalkan hartanya, berarti dia orang yang miskin, karena berapapun banyak harta yang dimilikinya, ia tidak akan merasa puas dengannya.
3. Barang siapa menggantungkan kemuliaannya kepada mahluk, dia adalah orang terhina."
Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Jumat, 16 Agustus 2013
Kabupaten Brebes Dalam Angka 2004 - 2012
Berikut ini adalah link ke alamat publikasi versi flippingbooks yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Brebes yang salah satunya dan yang paling banyak dicari yaitu Brebes Dalam Angka (DDA) yaitu sebagai berikut :
Senin, 21 Mei 2012
Publikasi BPS : Kabupaten Brebes Dalam Angka 2012
Berikut ini adalah link ke alamat publikasi versi flippingbooks yang dikeluarkan oleh BPS yang salah satunya dan yang paling banyak dicari yaitu Statistik Indonesia. Sedangkan untuk wilayah yang lebih kecil seperti provinsi dan kabupaten/kota dikeluarkan daerah dalam angka (dda).
Untuk publikasi yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Brebes yaitu :
1. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2012. Publikasi ini diterbitkan tahun 2012.
1. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011. Publikasi ini diterbitkan tahun 2011.
2. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2009. Publikasi ini diterbitkan tahun 2010.
3. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2008. Publikasi ini diterbitkan tahun 2009.
4. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2007. Publikasi ini diterbitkan tahun 2008.
5. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2006. Publikasi ini diterbitkan tahun 2007.
6. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2005. Publikasi ini diterbitkan tahun 2006.
7. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2004. Publikasi ini diterbitkan tahun 2005.
Sumber : http://brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Untuk publikasi yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Brebes yaitu :
1. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2012. Publikasi ini diterbitkan tahun 2012.
1. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2011. Publikasi ini diterbitkan tahun 2011.
2. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2009. Publikasi ini diterbitkan tahun 2010.
3. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2008. Publikasi ini diterbitkan tahun 2009.
4. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2007. Publikasi ini diterbitkan tahun 2008.
5. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2006. Publikasi ini diterbitkan tahun 2007.
6. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2005. Publikasi ini diterbitkan tahun 2006.
7. Kabupaten Brebes Dalam Angka 2004. Publikasi ini diterbitkan tahun 2005.
Sumber : http://brebeskab.bps.go.id
Posting by Mohammad Nurdin
Label:
2004,
2005,
2006,
2007,
2008,
2009,
2011,
2012,
angka,
badan pusat statistik,
bps,
dalam,
dda,
kabupaten brebes
Langganan:
Postingan (Atom)

