Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label penghunian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penghunian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 September 2010

Statistik TPK Kamar Hotel Jawa Tengah 2008 : Indikator

Data statistik yang diperoleh dari hasil survei tersebut adalah :

Tingkat Penghunian Kamar (Room Occupancy Rate) adalah persentase kamar yang dihuni/dipakai tamu terhadap jumlah kamar yang tersedia. TPK dihitung berdasarkan jumlah kamar yang dihuni/dipakai tamu (room night occupied) dibagi dengan banyaknya kamar yang tersedia/dapat dipakai (room night available) dikalikan 100%.

Tingkat Penghunian Tempat Tidur/TPTT (Bed Occupancy Rate) adalah persentase tempat tidur yang dihuni/dipakai tamu terhadap seluruh tempat tidur yang tersedia. TPTT dihitung berdasarkan jumlah tempat tidur yang dihuni/dipakai tamu (bed night used/guest night) dibagi dengan banyaknya malam kamar tempat tidur yang tersedia (bed night available) dikalikan 100%.

Tingkat Penghunian Ganda KamarrrPGK (Guest per Room) adalah angka yang menunjukkan rata-rata banyaknya, tamu yang menghuni satu kamar yang terjual. TPGK dihitung berdasarkan banyaknya malam tamu menginap (guest night) atau malam tempat tidur (bed night) dibagi dengan banyaknya malam kamar yang dihuni (room night occupied).

Rata-rata Lama Menginap/RLM (Average Lenght of Stay) adalah banyaknya malam tempat tidur yang dihunildipakai (bed night used/guest night) dibagi dengan banyaknya tamu yang datang.

RLM ini dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu : RLM-A untuk tamu asing/mancanegara, RLM-I tamu Nusantara/dalam negeri dan RLM-Tot dari seluruh tamu (asing dan dalam negeri).

Posting by Mohammad Nurdin

Statistik TPK Kamar Hotel Jawa Tengah 2008 : Pengelompokan Jenis Akomodasi

Pengelompokan jenis akomodasi dalam publikasi ini dibagi menjadi 4 (empat) kelompok yaitu hotel Bintang 1, Bintang 2, Bintang 3+ (gabungan bintang 3, bintang 4 clan bintang 5) serta kelompok hotel Melati (non Bintang). Dalam publikasi ini di samping data per bulan juga ditampilkan data berdasarkan wilayah (Kabupaten/Kota).

Posting by Mohammad Nurdin

Statistik TPK Kamar Hotel Jawa Tengah 2008 : Cakupan

Dari hasil pendaftaran lengkap (listing) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Jawa Tengah keadaan akhir 2008 terdapat sejumlah 1.195 hotel dengan rincian sebagai berikut :
Hotel Bintang 1 : 47 buah
Hotel Bintang 2 : 25 buah
Hotel Bintang 3+ : 34 buah
Hotel Bintang : 106 buah
Hotel Non Bintang : 1.089 buah

Untuk keperluan penyediaan data secara kontinyu balk bagi kepentingan pemerintah maupun pengguna data lainnya, setiap bulan BPS melakukan pencacahan tingkat hunian kamar hotel dengan dokumen model VHT-S. Untuk hotel berbintang dicacah secara lengkap/seluruhnya (sensus), sedangkan hotel melati/akomodasi lainnya dicacah secara sampel. Dari hasil pencacahan tersebut diperoleh data seperti dalam tabel publikasi ini.

Posting by Mohammad Nurdin

Statistik TPK Kamar Hotel Jawa Tengah 2008 : Konsep dan Definisi

Hotel adalah suatu usaha yang menggunakan bangunan atau sebagian daripadanya yang khusus disediakan, di mana setiap orang dapat menginap dan makan serta memperoleh pelayanan dan fasilitas lainnya dengan pembayaran (mempunyai restoran yang berada di bawah manajemen hotel tersebut).

Hotel-hotel yang berdasarkan penelitian team peneliti Direktorat Jenderal Pariwisata telah memenuhi persyaratan yang ditentukan, selanjutnya akan disebut sebagai hotel berbintang, sedang yang belum memenuhi persyaratan disebut sebagai hotel tidak berbintang (Melati).

Persyaratan-persyaratan tersebut antara lain adalah
  • Persyaratan fisik, meliputi kondisi bangunan dan sebagainya
  • Bentuk pelayanan yang disediakan (service)
  • Klasifikasi tenaga kerja, meliputi pendidikan, kesejahteraan karyawan dan sebagainya
  • Fasilitas olah raga dan rekreasi lainnya yang tersedia, seperti lapangan tens, kolam renang, diskotik dan sebagainya.

Losmen adalah suatu usaha yang menggunakan bangunan atau sebagian daripadanya yang khusus disediakan di mana setiap orang dapat menginap tanpa makan (tidak ada restoran dengan pembayaran)

Akomodasi Lainnya adalah suatu usaha yang manggunakan bangunan atau sebagian daripadanya yang khusus disediakan di mana setiap orang dapat menginap tanpa makan (tidak ada restoran) tetapi dapat memperoleh fasilitas lainnya dengan pembayaran (akomodasi yang tidak dapat digolongkan sebagai hotel maupun losmen), seperti wisma, pondok wisata/remaja, motel, bungalow, rumah pemondokan dan sebagainya.

Posting by Mohammad Nurdin

Statistik TPK Kamar Hotel Jawa Tengah 2008 : Pendahuluan

Salah satu sektor yang mempunyai peranan cukup penting dalam pembangunan perekonomian nasional adalah sektor pariwisata. Sektor ini selain sebagai salah satu sumber penghasil devisa, juga merupakan sektor yang dapat menyerap tenaga kerja. Pembangunan kepariwisataan nasional dilakukan secara menyeluruh dan terpadu dengan sektor-sektor pembangunan lainnya dengan tetap dijaga terpeliharanya kepribadian bangsa, kelestarian serta kualitas lingkungan hidup.

Pemerintah berusaha sedemikian rupa untuk meningkatkan sektor ini, sehingga mampu memainkan peranan sebagai sumber devisa yang handal. Salah satu aset dari bidang kepariwisataan yang dianggap potensial adalah usaha jasa akomodasi yang terdiri dari hotel dan jasa akomodasi lainnya. Pembangunan hotel dan jasa akomodasi lainnya di Jawa Tengah menunjukkan trend yang cukup meningkat. Untuk mengevaluasi hasil pembangunan hotel dan akomodasi lainnya diperlukan tersedianya data statistik yang akurat dan lengkap.

BPS Propinsi Jawa Tengah berusaha memenuhi kebutuhan data tersebut dengan menyajikan data tingkat penghunian kamar (TPK) hotel, tingkat pemakaian tempat tidur (TPTT), rata-rata lama menginap (RLM) tamu dan informasi lainnya pads hotel berBintang dan hotel non Bintang (Melati) baik yang dilakukan oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantara.

Posting by Mohammad Nurdin