Nilai investasi di Kabupaten Brebes pada 2018 ini telah mencapai Rp 2 triliun. Untuk semakin menyehatkan investasi di Brebes, Pemkab kini juga telah membentuk satuan tugas (Satgas) yang diketuai oleh Sekda Brebes. Pembentukan satgas tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para investor yang akan menanamkan investasinya
Sumber : https://semarang.bpk.go.id/?p=13594
Posting by Mohammad Nurdin
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label nilai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nilai. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 Oktober 2019
Minggu, 21 Januari 2018
5 Sub Kategori Penyumbang NTB Industri Pengolahan di Kab. Brebes Tahun 2016
Berikut ini adalah 5 Sub Kategori dari 16 Sub kategori Penyumbang NTB Kategori Industri Pengolahan di Kabupaten Brebes Tahun 2016
Industri Makanan dan Minuman 82,43
Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya 6,59
Industri Tekstil dan Pakaian Jadi 2,51
Industri Barang Galian bukan Logam 2,44
Posting by Mohammad Nurdin
Industri Makanan dan Minuman 82,43
Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya 6,59
Industri Tekstil dan Pakaian Jadi 2,51
Industri Barang Galian bukan Logam 2,44
Posting by Mohammad Nurdin
Label:
2016,
5,
brebes,
bruto,
industri,
kabupaten,
kategori,
nilai,
NTB,
pengolahan,
Penyumbang,
sub,
tambah
Sub Kategori Penyumbang NTB Kategori Perdagangan di Kabupaten Brebes 2016
Berikut ini adalah Sub Kategori Penyumbang NTB Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor di Kabupaten Brebes Tahun 2016 :
1) Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor sebesar 85,22 persen; dan
2) Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya sebesar 14,78 persen.
Posting by Mohammad Nurdin
1) Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor sebesar 85,22 persen; dan
2) Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya sebesar 14,78 persen.
Posting by Mohammad Nurdin
Label:
2016,
besar,
brebes,
bruto,
Eceran,
kabupaten,
kategori,
mobil,
Motor,
nilai,
NTB,
Penyumbang,
perdagangan,
Reparasi,
Sepeda,
sub,
tambah
5 Sub Kategori Penyumbang NTB Kategori Pertanian di Kabupaten Brebes Tahun 2016
Berikut ini adalah 5 Sub Kategori dari 9 Sub Kategori Penyumbang NTB Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
di Kabupaten Brebes Tahun 2016
1) Tanaman Hortikultura Semusim sebesar 34,70 persen;
2) Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya sebesar 27,83 persen;
3) Tanaman Pangan sebesar 18,05 persen;
4) Perikanan sebesar 6,07 persen; dan
5) Peternakan sebesar 5,34 persen.
Posting by Mohammad Nurdin
di Kabupaten Brebes Tahun 2016
1) Tanaman Hortikultura Semusim sebesar 34,70 persen;
2) Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya sebesar 27,83 persen;
3) Tanaman Pangan sebesar 18,05 persen;
4) Perikanan sebesar 6,07 persen; dan
5) Peternakan sebesar 5,34 persen.
Posting by Mohammad Nurdin
Minggu, 06 Oktober 2013
Sikap Integritas di Lingkungan BPS
Kita di lingkungan Badan Pusat Statistik memiliki slogan atau nilai inti "PIA - Profesional Integritas Amanah". Itu kita ucapkan dua kali sehari, sepuluh kali seminggu, empat puluh empat kali sebulan dan lima ratus dua puluh delapan kali setahun. Semestinya itu sudah melekat di dalam diri kita. namun bila tidak dan ternyata kita hanya mengucapakan tetapi tidak tahu maknanya, maka kita lebih buruk daripada burung beo.
Burung beo bisa mengucapkan assalamu alaikum bukan berarti dia islam. Dia juga bisa mengucapkan selamat pagi bukan berarti orang Indonesia. Dia bisa mengucapkan tapi tidak tahu artinya. Makanya orang yang hanya bisa menirukan tanpa tahu artinya disebut membeo.
Burung beo bisa mengucapkan assalamu alaikum bukan berarti dia islam. Dia juga bisa mengucapkan selamat pagi bukan berarti orang Indonesia. Dia bisa mengucapkan tapi tidak tahu artinya. Makanya orang yang hanya bisa menirukan tanpa tahu artinya disebut membeo.
Kamis, 13 Januari 2011
NILAI TUKAR PETANI (NTP) NOVEMBER 2010 SEBESAR 102,89 ATAU NAIK 0,27 PERSEN
NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga
yang dibayar petani (dalam persentase), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP,secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 32 provinsi di Indonesia pada November 2010, NTP secara nasional naik 0,27 persen dibandingkan NTP Oktober 2010, yaitu dari 102,61 menjadi 102,89. Kenaikan NTP pada November 2010 disebabkan kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian.
Kenaikan NTP November 2010 disebabkan oleh naiknya empat subsektor pertanian, yaitu Subsektor Tanaman Pangan naik sebesar 0,36 persen; Subsektor Hortikultura naik sebesar 0,46 persen; Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 0,27 persen dan Subsektor Peternakan naik sebesar 0,13 persen. Sebaliknya Subsektor Perikanan turun sebesar 0,28 persen. Kenaikan NTP November 2010 terutama dipengaruhi oleh naiknya NTP Subsektor Hortikultura, khususnya pada kelompok sayur-sayuran.
sumber : www.bps.go.idyang dibayar petani (dalam persentase), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP,secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 32 provinsi di Indonesia pada November 2010, NTP secara nasional naik 0,27 persen dibandingkan NTP Oktober 2010, yaitu dari 102,61 menjadi 102,89. Kenaikan NTP pada November 2010 disebabkan kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian.
Kenaikan NTP November 2010 disebabkan oleh naiknya empat subsektor pertanian, yaitu Subsektor Tanaman Pangan naik sebesar 0,36 persen; Subsektor Hortikultura naik sebesar 0,46 persen; Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 0,27 persen dan Subsektor Peternakan naik sebesar 0,13 persen. Sebaliknya Subsektor Perikanan turun sebesar 0,28 persen. Kenaikan NTP November 2010 terutama dipengaruhi oleh naiknya NTP Subsektor Hortikultura, khususnya pada kelompok sayur-sayuran.
more.....
Posting by Mohammad Nurdin
Langganan:
Postingan (Atom)
