Dalam bab ini terdapat 37 nasihat; delapan diantaranya berupa Hadits, sedang sisanya atsar, yang masing-masing terdiri dari 4 point.
1. EMPAT NASIHAT BEKAL KE AKHIRAT
Rasulullah S.A.W pernah bersabda kepada Abu Dzar Al-Ghifari R.A:
"Wahai Abu Dzar,
1. Perbaharui perahumu, karena lautan itu sangat dalam;
2. Carilah perbekalan yang lengkap, karena perjalanan itu sangat jauh;
3. Kurangilah beban, karena rintangan itu amatlah sulit untuk diatasi; dan
4. Ikhlaslah dalam beramal, karena yang menilai baik dan buruk adalah Dzat Yang Maha Melihat."
Perbaharuilah perahumu maksudnya perbaikilah niatmu dalam setiap beramal agar engkau memperoleh pahala dan selamat dari siksa Allah.
Kurangilah beban maksudnya janganlah banyak-banyak engkau mengambil keduniaan.
Diserupakannya akhirat dengan lautan yang dalam, perjalanan yang jauh, dan rintangan yang amat sulit untuk diatasi, karena banyaknya kesulitan dan rintangan yang mesti dilewati untuk bisa sampai kepada kebahagiaan akhirat.
Abu Sulaiman Ad-Darani berkata: "Beruntunglah orang yang dalam hidupnya benar-benar hanya mengharapkan ridha Allah." Ucapan Ad-Darani ini mengacu pada sabda Nabi S.A.W yang ditujukan kepada Mu'adz R.A:
"Ikhlaskan niat, niscaya engkau akan menerima balasan amalmu meskipun amalmu itu sedikit."
Seorang penyair barkata:
Manusia wajib bertobat
namun meninggalkan dosa itu lebih wajib lagi
Sabar dalam menghadapi musibah itu sulit
namun hilangnya pahala sabar itu lebih sulit lagi
Perubahan zaman itu memang sesuatu yang aneh
namun kelalaian manusia lebih aneh lagi
Peristiwa yang akan datang terkadang terasa dekat
namun kematian itu lebih dekat lagi
Anas R.A meriwayatkan bahwa: "Pada suatu hari Rasulullah S.A.W keluar rumah. Sambil memegang tangan Abu Dzar beliau bersabda: "Wahai Abu Dzar, tahukah engkau bahwa di hadapan kita ada rintangan yang amat sulit untuk diatasi, yang tidak akan bisa melewatinya, kecuali orang yang ringan? Lantas ada seorang lelaki berkata: 'Ya Rasulullah, apakah engkau punya makanan untuk sehari?' Lelaki tadi menjawab: 'Punya!' Rasulullah S.A.W lalu bertanya: 'Apakah engkau punya makanan untuk besok?' Ia menjawab: 'Punya!' Beliau bertanya lagi: 'Apakah engkau punya makanan untuk lusa?' Ia menjawab: 'TIdak!' Beliau lantas bersabda: 'Apakah engkau memiliki makanan buat jatah sampai tiga hari, maka engkau termasuk orang-orang yang berat.'"
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 November 2019
Terjemahan Kitab Nashaihul Ibad - Menjadi Santun dan Bijak : Bab 1
1. DUA HAL YANG SANGAT UTAMA
Nabi S.A.W bersabda:
"Ada dua perkara yang tidak bisa diungguli keutamaannya oleh yang lain, yaitu:
1. Iman kepada Allah dan
2. Memberi manfaat kepada sesama muslim."
Memberi manfaat kepada sesama muslim bisa dengan ucapan, kekuasaan, harta benda, maupun tenaga.
Dalam Hadist lain Rasulullah S.A.W bersabda:
"Barang siapa berada pada pagi hari tanpa bermaksud menzalimi seorang pun, maka dosa-dosanya diampuni. Barang siapa berada pada pagi hari dan berniat menolong orang yang teraniaya serta memenuhi keperluan orang Islam, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji mabrur."
"Manusia yang paling dicintai Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amal yang paling utama adalah menyenangkan hati orang mukmin dengan cara menghilangkan kelaparan dan kesusahan atau melunasi hutangnya. Ada dua perkara yang sangat kotor dan keji, yaitu: menyekutukan Allah dan menimbulkan kemadharatan bagi kaum muslim."
Nabi S.A.W bersabda:
"Ada dua perkara yang tidak bisa diungguli keutamaannya oleh yang lain, yaitu:
1. Iman kepada Allah dan
2. Memberi manfaat kepada sesama muslim."
Memberi manfaat kepada sesama muslim bisa dengan ucapan, kekuasaan, harta benda, maupun tenaga.
Dalam Hadist lain Rasulullah S.A.W bersabda:
"Barang siapa berada pada pagi hari tanpa bermaksud menzalimi seorang pun, maka dosa-dosanya diampuni. Barang siapa berada pada pagi hari dan berniat menolong orang yang teraniaya serta memenuhi keperluan orang Islam, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji mabrur."
"Manusia yang paling dicintai Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amal yang paling utama adalah menyenangkan hati orang mukmin dengan cara menghilangkan kelaparan dan kesusahan atau melunasi hutangnya. Ada dua perkara yang sangat kotor dan keji, yaitu: menyekutukan Allah dan menimbulkan kemadharatan bagi kaum muslim."
Selasa, 01 Juli 2014
Nashaihul Ibad : Tiga Macam Sikap Terhadap Dunia
Yahya bin Mua'adz berkata :
1. "Barang siapa dapat meepaskan dunia seuruhnya, maka ia teah mengambi akhirat seuruhnya.
2. Barang siapa mengambi dunia seuruhnya, berarti ia teah meepaskan akhirat seuruhnya.
3. Mencintai akhirat menjadi sebab meepaskan dunia, tidak menyukai dunia menjadi sebab mencintai akhirat."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Barang siapa dapat meepaskan dunia seuruhnya, maka ia teah mengambi akhirat seuruhnya.
2. Barang siapa mengambi dunia seuruhnya, berarti ia teah meepaskan akhirat seuruhnya.
3. Mencintai akhirat menjadi sebab meepaskan dunia, tidak menyukai dunia menjadi sebab mencintai akhirat."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Nashaihul Ibad : Tiga Keniscayaan
'Ali ra berkata :
1. "Silakan berbuat baik kepada orang yang engkau kehendaki, niscaya engkau akan menjadi rajanya.
2. Mintalah kepada orang yang engkau kehendaki niscaya engkau akan menjadi tawanannya.
3. Merasa cukuplah dengan apa yang engkau kehendaki, niscaya engkau akan menjadi orang kaya seperti dia."
Dalam sebuah hadits disebutkan :
"Barang siapa mencintai sesuatu, dia akan menjadi tawanannya."
'Ali ra juga berkata :
"Aku adalah tawanan orang yang pernah mengajariku satu huruf. Jika menghendaki, ia bisa menjualku; dan ia juga bisa memerdekakanku."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Silakan berbuat baik kepada orang yang engkau kehendaki, niscaya engkau akan menjadi rajanya.
2. Mintalah kepada orang yang engkau kehendaki niscaya engkau akan menjadi tawanannya.
3. Merasa cukuplah dengan apa yang engkau kehendaki, niscaya engkau akan menjadi orang kaya seperti dia."
Dalam sebuah hadits disebutkan :
"Barang siapa mencintai sesuatu, dia akan menjadi tawanannya."
'Ali ra juga berkata :
"Aku adalah tawanan orang yang pernah mengajariku satu huruf. Jika menghendaki, ia bisa menjualku; dan ia juga bisa memerdekakanku."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Label:
al-bantani,
bijak,
hamba,
ibad,
imam,
Keniscayaan,
Nashaihul,
Nasihat,
Nawawi,
para,
Santun,
tiga,
untuk
Nashaihul Ibad : Tiga Hal Dua Di Antaranya Lenyap Dan Satunya Kekal
Dikisahkan bahwa Shalih A-Margady ra pernah melewati kampung, ia berkata : "Wahai kampung, ke mana pendudukmu yang dahulu pernah menghuni dan memakmurkanmu? Sekarang mereka berada di mana?"
Tiba-tiba ia mendengar suara tanpa rupa yang menjawab :
1."Bekas peningggaan mereka telah tiada;
2. tubuh mereka telah hancur dimakan tanah;
3. hanya amal perbuatan mereka yang masih ada membebani mereka di alam baka."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Tiba-tiba ia mendengar suara tanpa rupa yang menjawab :
1."Bekas peningggaan mereka telah tiada;
2. tubuh mereka telah hancur dimakan tanah;
3. hanya amal perbuatan mereka yang masih ada membebani mereka di alam baka."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Nashaihul Ibad : Tiga Resep Pokok
'Abdullah bin Mas'ud ra berkata :
1. "Laksanakanah apa yang telah diperintahkan Allah kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling baik ibadahnya.
2. Jauhiah apa yang telah dilarang oleh Allah, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling zuhud.
3. Terimalah dengan ridha rizki yang diberikan Allah kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Laksanakanah apa yang telah diperintahkan Allah kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling baik ibadahnya.
2. Jauhiah apa yang telah dilarang oleh Allah, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling zuhud.
3. Terimalah dengan ridha rizki yang diberikan Allah kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Nashaihul Ibad : Tiga Keadaan Saat Menemui Allah dan balasannya
Allah telah memberikan wahyu kepada sebagaian para nabi-Nya sebagai berikut :
1. "Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa rindu bersua dengan-Ku, niscaya Kumasukkan dia ke dalam surga-Ku;
2. Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa takut kepada-Ku, niscaya kujauhkan dia dari neraka-Ku;
3. Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa mau, niscaya Kubuat lupa para maaikat-Ku untuk mencatat dosa-dosanya."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa rindu bersua dengan-Ku, niscaya Kumasukkan dia ke dalam surga-Ku;
2. Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa takut kepada-Ku, niscaya kujauhkan dia dari neraka-Ku;
3. Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa mau, niscaya Kubuat lupa para maaikat-Ku untuk mencatat dosa-dosanya."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Minggu, 29 Juni 2014
Nashaihul Ibad : Tiga Hasil Ketaatan
Rasulullah saw bersabda :
"Barang siapa meninggalkan kehinaan, lalu melaksanakan kemuliaan, maka :
1. Allah akan memberikan kecukupan kepadanya meskipun tanpa harta;
2. Allah akan memberikan kekuatan kepadanya tanpa disertai tentara; dan
3. Allah akan mengalahkan musuhnya bukan dengan pasukan."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
"Barang siapa meninggalkan kehinaan, lalu melaksanakan kemuliaan, maka :
1. Allah akan memberikan kecukupan kepadanya meskipun tanpa harta;
2. Allah akan memberikan kekuatan kepadanya tanpa disertai tentara; dan
3. Allah akan mengalahkan musuhnya bukan dengan pasukan."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Kamis, 26 Juni 2014
Nashaihul Ibad : Tiga Jawaban Setan
Hatim Al-Asham berkata : "Setiap pagi setan selalu bertanya kepadaku tentang tiga hal : 'Apa yang engkau makan? Apa yang engkau pakai? Di mana tempat tinggalmu? Aku menjawab :
1. 'Aku sedang memakan (membayangkan pahitnya) mati;
2. yang aku pakai adalah kain kafan; dan
3. tempat tinggalku adalah kuburan.'
Mendengar jawabanku itu setan langsung lari menjauhiku."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
1. 'Aku sedang memakan (membayangkan pahitnya) mati;
2. yang aku pakai adalah kain kafan; dan
3. tempat tinggalku adalah kuburan.'
Mendengar jawabanku itu setan langsung lari menjauhiku."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Selasa, 24 Juni 2014
Nashaihul Ibad : Tiga Pesan Allah Kepada Nabi 'Uzair
Diriwayatkan bahwa Allah telah berfirman kepada Nabi 'Uzair :
"Wahai 'Uzair,
1. Jika engkau melakukan dosa kecil, maka janganlah melihat kecilnya dosa, tetapi lihatlah kepada Dzat yang engkau durhakai.
2. Jika engkau memperoleh kebaikan sedikit, maka janganlah engkau melihat kecilnya kebaikan, tetapi lihatlah kepada Dzat yang telah memberikan zizki itu kepadamu,
3. Jika engkau tertimpa musibah, maka janganlah engkau mengadukan Aku kepada makhluk-Ku, sebab Aku juga tidak pernah mengadukannmu kepada para malaikat-Ku ketika engkau berbuat maksiat kepada-Ku."
Imam Ibnu 'Uyainah berkata : "Orang yang mengeluh kepada orang lain namun hatinya mampu bersabar dan ridha menerima semua ketetapan Allah, maka orang itu tidak dikatakan berkeluh-kesah, sebab pernah ketiak Malaikat Jibril bertanya : 'Apa yang engkau rasakan?', Nabi Muhammad SAW yang saat itu tengah sakit menjelang wafatnya menjawab : 'Wahai Jibril, aku sedang tertimpa kecemasan dan kesusahan.'"
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
"Wahai 'Uzair,
1. Jika engkau melakukan dosa kecil, maka janganlah melihat kecilnya dosa, tetapi lihatlah kepada Dzat yang engkau durhakai.
2. Jika engkau memperoleh kebaikan sedikit, maka janganlah engkau melihat kecilnya kebaikan, tetapi lihatlah kepada Dzat yang telah memberikan zizki itu kepadamu,
3. Jika engkau tertimpa musibah, maka janganlah engkau mengadukan Aku kepada makhluk-Ku, sebab Aku juga tidak pernah mengadukannmu kepada para malaikat-Ku ketika engkau berbuat maksiat kepada-Ku."
Imam Ibnu 'Uyainah berkata : "Orang yang mengeluh kepada orang lain namun hatinya mampu bersabar dan ridha menerima semua ketetapan Allah, maka orang itu tidak dikatakan berkeluh-kesah, sebab pernah ketiak Malaikat Jibril bertanya : 'Apa yang engkau rasakan?', Nabi Muhammad SAW yang saat itu tengah sakit menjelang wafatnya menjawab : 'Wahai Jibril, aku sedang tertimpa kecemasan dan kesusahan.'"
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Label:
al-bantani,
bijak,
hamba,
ibad,
imam,
menjadi,
Nashaihul,
Nasihat,
Nawawi,
para,
snatun,
untuk
Senin, 23 Mei 2011
Carilah Harta Untuk Akhiratmu!
Kita tidak boleh iri, kata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhori, kecuali kepada dua kelompok manusia. Salah satunnya adalah orang kaya yang dengan kekayaannya itu ia banyak membantu sesamanya.
Tentu saja iri kepada orang kaya, sebagaimana perkataan Rasulullah tadi, harus diletakkan dalam kerangka positif. Yakni, kita iri, merasa ingin seperti dia, mencari harta dengan cara yang halal, untuk memberi manfaat kepada orang lain.
Dengan kata lain, kita mencari harta untuk akhirat. Otomatis, kita akan habiskan harta itu untuk akhirat juga. Bukan untuk dunia semata.
Tentu saja iri kepada orang kaya, sebagaimana perkataan Rasulullah tadi, harus diletakkan dalam kerangka positif. Yakni, kita iri, merasa ingin seperti dia, mencari harta dengan cara yang halal, untuk memberi manfaat kepada orang lain.
Dengan kata lain, kita mencari harta untuk akhirat. Otomatis, kita akan habiskan harta itu untuk akhirat juga. Bukan untuk dunia semata.
Disarikan dari Majalah Suara Hidayatullah, Mei 2011/ Jumadil Awal 1432
Website : http://www.hidayatullah.com
Posting by Mohammad Nurdin
Langganan:
Postingan (Atom)



