Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label imam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label imam. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Desember 2025

Buku Seri Konsultasi Manasik Haji

 

Judul : Seri Konsultasi Manasik Haji

Penyusun : Imam Khoiri 

Buku ini bermula dari arahan Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji saat Rakor Konsultan Ibadah di Daker Mekkah tahun 2019. Untuk memudahkan komunikasi dalam rangka bimbingan jamaah haji, Bapak Arsyad Hidayat Lc MA, selaku kasubdit, meminta agar dibuat group medsos yang melibatkan semua konsultan, pembimbing ibadah dan TPIHI. Group akhirnya penulis buat dengan nama group “MANASIK HAJI INDONESIA”.
Melalui group itu, produk-produk kajian masalah fikih haji, penulis posting secara bertahap dalam bentuk seri konsultasi manasik. Sajiannya diupayakan ringkas, mudah dipahami, dengan tetap mencantumkan sumber rujukan. Melalui group itu pula, berbagai permasalahan manasik yang muncul di kloter, diunggah oleh TPIHI dan kemudian dicari solusi hukumnya.

Buku Elektronik atau Ebook dapat diunduh pada link berikut:
Klik Di Sini !

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 16 Desember 2024

25 Kata Bijak Imam Syafii

Imam Syafi'i beliau merupakan golongan kerabat dari Rasulullah SAW. Beliau termasuk dalam Bani Muthalib yaitu keturunan dari Al Muthalib saudara dari Hasyim yang merupakan kakek Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. Nama lengkap Imam Syafi'i adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris Asih Syafi Al mutalibi alquraishi. Beliau lahir di Gaza Palestina pada 150 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 767 Masehi dan meninggal dunia pada 204 Hijriyah atau 819 masehi di Mesir.

Imam Syafi'i dikenal sebagai salah seorang imam besar pendiri mazhab fiqih yang biasa disebut Mazhab Syafi'i dengan pengikut yang tersebar di Asia Tenggara sebagian Afrika dan Eropa. Ia juga terkenal sebagai perumus pertama metodologi hukum Islam atau disebut dengan Ushul fiqih melalui kitabnya yang berjudul Ar Risalah.

Imam Syafii merupakan sosok yang dihormati dan diakui kecerdasannya oleh banyak kalangan tidak banyak yang mengetahui jika Imam Syafi'i juga merupakan seorang sastrawan besar dan penyair ulung.
Begitu banyak kata mutiara Imam Syafi'i yang tercatat selama masa hidupnya sehingga tidak heran apabila kata mutiara Imam Syafi'i sangat banyak menginspirasi dalam berbagai aspek kehidupan maupun individu-individu dari segala kalangan.

Berikut ini 25  (dua puluh lima) kumpulan nasehat dan kata-kata bijak Imam Syafi'i yang kami yang rangkum dari berbagai sumber.

  1. Aku akan bersabar hingga kesabaran tak mampu menahan kesabaranku aku akan bersabar hingga Allah SWT perkenankan urusanku. Aku akan bersabar hingga kesabaran tahu bahwa aku bersabar atas sesuatu yang lebih pahit daripada kesabaran itu sendiri
  2. Luka-luka di mulut bisa disembuhkan namun luka-luka yang disebabkan oleh mulut tak bisa disembuhkan.
  3. Jika terdapat banyak kebutuhan yang harus dipenuhi maka mulailah dari yang penting dan mendesak jika ada seseorang yang ingin menjual dunia ini kepadaku dengan nilai harga sekeping roti niscaya aku tidak akan membelinya.
  4. Barangsiapa mengadu domba untuk kepentinganmu maka dia akan mengadu domba dirimu dan barangsiapa menyampaikan fitnah kepadamu maka ia akan memfitnahmu.
  5. Ilmu itu adalah sesuatu yang bernilai positif bukan yang menempel di kepala. Tujuan dari sebuah ilmu itu adalah untuk mengamalkannya maka ilmu yang hakiki adalah ilmu yang terefleksikan dalam kehidupannya bukan ilmu yang bertengger di kepala. 
  6. Siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka harus disertai dengan ilmu dan siapa yang menghendaki kehidupan akhirat juga harus dengan ilmu. Cukuplah ilmu menjadi sebuah keutamaan saat orang yang tak memiliki mengaku-ngaku memilikinya dan merasa senang jika dipanggil dengan gelar berilmu. Andaikan Aku ditakdirkan mampu menyuapkan ilmu kepadamu pasti kusuapi engkau dengan ilmu.
  7. Cukuplah kebodohan menjadi aib saat orang yang bodoh merasa terbebas darinya dan marah jika digelari dengannya.
  8. lmu tidak akan dapat diraih kecuali dengan ketabahan. Ilmu itu seperti air Jika ia tidak bergerak maka ia akan menjadi keruh lalu  membusuk.
  9. Jika kamu tidak tahan terhadap penatnya belajar maka kamu akan menanggung bahayanya kebodohan.
  10. Aku mampu berhujah dengan 10 orang berilmu tapi aku akan kalah pada satu orang yang jahil atau bodoh karena ia tidak tahu akan landasan ilmu.
  11. Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat. Orang yang pandai akan bertanya tentang apa yang ia ketahui dan apa yang tidak ia ketahui. Dengan menanyakan apa yang ia ketahui maka ia akan menjadi tahu sementara orang bodoh meluapkan kemarahannya karena sulitnya.
  12. Betapa aku senang jika semua ilmu yang aku ketahui dimengerti oleh semua orang maka dengannya aku mendapat pahala meskipun mereka tidak memujiku.
  13. Orang yang mengkaji ilmu faraid dan sampai pada puncaknya maka akan tampil sebagai sosok orang yang ahli berhitung. Adapun ilmu hadits itu akan tampak nilai keberkahan dan kebaikannya pada saat tutup usia. Adapun ilmu fiqih itu merupakan ilmu yang berlaku untuk semua kalangan baik muda maupun yang tua karena fiqih merupakan dasar dari segala ilmu.
  14. Jauhkan telinga kalian dari mendengarkan kata-kata kotor sebagaimana kalian menjauhkan mulut kalian dari berucap kata-kata kotor
  15. Orang yang pernah ditertawakan karena sesuatu persoalan selamanya ia takkan melupakannya.
  16. Tak termasuk Menjaga harga diri bila seseorang memberitahukan usianya sebab jika ia masih muda orang-orang akan meremehkannya. Jika ia sudah tua orang-orang akan menganggapnya renta.
  17. Orang pandai akan ditanya tentang hal yang ia tahu dan hal yang tak ia tahu. Ia akan membuktikan apa yang ia tahu dan akan mempelajari apa yang ia tak tahu. Sedangkan orang bodoh ia menolak mencari tahu dan enggan memberitahu bahwa ia tidak tahu.
  18. Setiap yang aku sampaikan kepada kalian lalu akal kalian tidak mengakui tidak dapat memastikan dan tidak melihatnya sebagai kebenaran maka kalian jangan menerimanya sebab akal mau tak mau selalu menerima kebenaran.
  19. Akal ada batasnya sebagaimana pandangan juga ada batasnya bila ingin berbicara berpikirlah dahulu. Jika nyata adanya maslahatnya maka berbicaralah tetapi jika masih ragu maka diamlah hingga jelas maslahatnya.
  20. Membenarkan Fitnah lebih bahaya daripada fitnah itu sendiri. Fitnah hanyalah petunjuk sedang membenarkannya merupakan persetujuan tidaklah sama antara orang yang menunjukkan sesuatu dan orang yang membenarkan dan menyetujui sesuatu.
  21. Tiga amal paling utama yaitu 1) dzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala 2) membantu saudara dan 3) memenuhi hak sesama.
  22. Apabila kau berlumur aib dan ingin menutupinya maka tutuplah dirimu dengan kedermawanan karena konon kedermawanan dapat menutup segala celah.
  23. Ilmu adalah kehormatan diri bagi orang yang tak punya kehormatan diri. Sebagaimana unta Ilmu juga bisa kabur maka jadikanlah buku sebagai penjaganya dan pena sebagai penggembalanya.
  24. Ada Dusta yang samar yaitu saat seseorang menyampaikan informasi dari orang yang tidak diketahui kredibilitasnya.
  25. Ketahuilah saudaraku setiap musibah yang pahalanya tidak didapat oleh si penderita maka itulah musibah terbesar. 
          Selanjutnya tambahan 5 (lima) lagi nasihat Imam Syafii sebagai berikut :
  1. Biarkanlah hari-hari berbuat apa yang dimaui lapang dadalah bila takdir telah pasti jangan gusar karena musibah-musiba dunia tidaklah abadi.
  2. Tiada kesusahan yang kekal, tiada kegembiraan yang abadi, tiada kefakiran yang lama dan tiada kemakmuran yang lestari.
  3. Pekerjaan terberat itu ada tiga sikap dermawan di saat keadaan sempit, menjauhi dosa di kala sendiri dan berkata benar di hadapan orang yang ditakuti manusia.
  4. Yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukan dirinya dan manusia yang paling banyak memiliki kelebihan adalah mereka yang tidak melihat kelebihan dirinya.
  5. Kaji dan dalamilah sebelum engkau menduduki jabatan karena kalau engkau telah mendudukinya maka tidak ada kesempatan bagimu untuk mengkaji dan mendalaminya

Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 20 Mei 2020

Nashaihul Ibad : Tujuh Mati Syahid

Berikut ini adalah tujuh mati syahid yang dikutip dari Kitab/Buku karya Imam Nawawi Al-Bantani yang berjudul “Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak” pada Bab 6 bagian 9 halaman 336.
Rasulullah SAW bersabda :
"Mati syahid selain orang yang mati di jalan Allah, juga ada tujuh golongan yang termasuk mati syahid, yaitu :
1. mati karena penyakit perut;
2. mati tenggelam;
3. mati karena terserang tumor ganas;
4. mati karena penyakit tha'un;
5. mati terbakar;
6. mati karena karena tertimbun reruntuhan; dan
7. mati karena melahirkan."

Nashaihul Ibad : Sepuluh Teman Iblis

Berikut ini adalah sepuluh teman Iblis yang dikutip dari Kitab/Buku karya Imam Nawawi Al-Bantani yang berjudul “Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak” pada Bab 8 bagian 28 halaman 460.
“Ibnu ‘Abbas ra berkata :
‘Pada suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada Iblis ‘alaihil la’nah : ‘Berapa temanmu dari kalangan umatku?’

Selasa, 05 Mei 2020

Nashaihul Ibad : 10 Surat Dalam Al Qur'an Pencegah 10 Perkara

Sepuluh surat dalam Al Qur'an dapat mencegah sepuluh perkara, yaitu :
1. Surat Al Fatikhah : mencegah murka Allah;
2. Surat Yassiiin : mencegah kehausan pada Hari Kiamat;
3. Surat Ad-Dukhaan : mencegah ketakutan yang sangat pada hari Kiamat;

Selasa, 21 Juni 2016

Nashaihul Ibad : Empat Faktor Kesempurnaan

Abu Bakar Ash-Shiddiq ra berkata :
"Empat hal akan menjadi sempurna apabila didukung empat hal yang lain yaitu :
1. Kesempurnaan Shalat adalah dengan dua  kali sujud Sahwi bila ada bagian yang terlupakan darinya saat mengerjakan;
2. Kesempurnaan puasa Ramadhan adalah dengan zakat fitrah;
3. Kesempurnaan ibadah haji adalah dengan membayar dam/fidyah;
4. Kesempurnaan iman adalah dengan jihad di jalan Allah."

Dalam masalah mengeluarkan zakat fitrah, Allah berfirman :
"Dan bagi mereka yang mampu (untuk membayar fidyah), maka hendaklah mereka membayarkannya dengan memberi makan kepada orang miskin." (QS Al-Baqarah 2 : 184).
Memberi makan dalam ayat ini maksudnya memberikan zakat fitrah.
Dalam masalah membayar dam/fidyah bagi orang yang menunaikan ibadah haji, adalah jika memamng ada sebab yang mewajibkannya atau men-sunnahkannya atau tanpa ada sebab sebagai langkah kehati-hatian saja.

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 19 November 2015

Nashaihul Ibad : Empat Faktor Keselamatan

Empat Faktor Keselamatan

Rasulullah saw bersabda :

1. "Bintang-bintang itu adalah faktor keselamatan bagi penghuni langit. Apabila bintang-bintang itu berjatuhan, maka penghuni langit akan tertimpa bencana.
2. Ahli baitku adalah faktor keselamatan bagi umatku. Apabila ahli baitku lenyap, maka umatku akan tertimpa bencana.
3. Aku adalah faktor keselamatan bagi para shahabatku. Apabila aku mati, maka para shahabatku akan tertimpa bencana.
4. Gunung-gunung itu adalah faktor keselamatan bagi penduduk bumi. Jika gunung-gunung itu lenyap, maka penduduk bumi akan tertimpa bencana."


Nashaihul Ibad : Empat Perkara Jelek Dan Yang Lebih jelek

Empat Perkara Jelek Dan Yang Lebih jelek

Sebagian ahli bijak mengatakan : "Ada empat perkara jelek, namun masih ada empat perkara lain yang lebih jelek lagi, yaitu :
1. Perbuatan dosa yang dilakukan oleh kaum muda itu jelek, namun yang lebih jelek lagi adalah perbuatan dosa yang dilakukan oleh kakek-kakek.
2. Sibuk dengan segala macam urusan duniawi bagi orang yang bodoh itu jelek, namun yang lebih jelek lagi bila yang menyibukkan diri dengan urusan duniawi itu orang 'Alim.
3. Malas beribadah bagi orang awam adalah jelek, namun yang lebih jelek lagi bila malas beribadah itu dilakukan kalangan ulama dan santrinya.
4. Berlaku sombong bagi orang kaya adalah jelek, namun yang lebih jelek lagi adalah berlaku sombongnya orang fakir."
Rasulullah saw bersabda :
"Barang siapa yang bertambah ilmunya namun tidak bertambah kezuhudannya terhadap dunia maka ia tidak bertambah dari Allah, kecuali tambah jauh." (HR. dailami)

Nashaihul Ibad : Empat Perkara Baik Dan Yang Lebih Baik

Empat Perkara Baik Dan Yang Lebih Baik

Sebagian ahli bijak berkata : "Ada empat perkara yang nilainya baik, namun ada empat perkara lain yang nilainya jauh lebih baik lagi, yaitu :
1. Adanya rasa malu pada kaum lelaki adalah baik, namun yang lebih baik lagi bila rasa malu itu ada pada kaum wanita.
2. Adil pada setiap orang itu baik, namun rasa keadilan yang dimiliki oleh pemerintah itu jauh lebih baik lagi.
3. Tobatnya kakek-kakek itu baik, namun yang lebih baik lagi adalah tobatnya kaum muda.
4. Bermurah hatinya kaum kaya itu baik, namun yang lebih baik lagi adalah bermurah hatinya kaum fakir miskin."


Jumat, 18 September 2015

Nashaihul Ibad : Empat Perkara Baik dan Yang Lebih Baik

Sebagian ahli bijak berkata : "Ada empat perkara yang nilainya  baik, namun ada empat perkara lain yang nilainya  jauh lebih baik, yaitu :
1. Adanya rasa malu pada kaum lelaki adalah baik, namun yang lebih baik lagi bila rasa malu itu ada pada kaum wanita.
2. Adil pada setiap orang itu baik, namun rasa keadilan yang dimiliki oleh pemerintah itu jauh lebih baik lagi.
3. Tobatnya kakek-kakek itu baik , namun yang lebih baik lagi  adalah tobatnya kaum muda.
4. Bermurah hatinya kaum kaya itu baik, namun yang lebih baik lagi adalah bermurah hatinya kaum fakir miskin."

Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005

Posting by Mohammad Nurdin

Jumat, 26 Juni 2015

Nashaihul Ibad : Empat Nasihat Bekal ke Akhirat

Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Abu Dzar Al-Ghifari ra :
"Wahai Abu Dzar,
1. perbaruilah perahumu, karena lautan itu sangat dalam;
2. carilah perbekalan yang lengkap, karena perjalanan itu sangat jauh;
3. kurangilah beban, karena rintangan itu amatlah sulit untuk diatasi; dan
4. ikhlaslah dalam beramal, karena yang menilai baik dan buruk adalah Dzat Yang Maha Melihat."
Perbaharui perahumu maksudnya perbaiki niatmu dalam setiap beramal agar engkau memperoleh pahala dan selamat dari siksa Allah.
Kurangilah beban maksudnya janganlah banyak-banyak engkau mengambil keduniaan.
Diserupakan akhirat dengan lautan yang dalam, perjalanan yang jauh dan rintangan yang amal sulit untuk diatasi, karena banyaknya kesulitan dan rintangan yang mesti dilewati untuk bisa sampai kepada kebahagian akhirat.
Abu Sulaiman Ad-Darani berkata : "Beruntunglah orang yang dalam hidupnya benar-benar hanya mengharap ridha Allah." Ucapan Ad-Darani ini mengacu pada pada sabda Nabi saw yang ditujukan kepada Mu'adz ra, "Ikhlaskan niat, niscaya engkau akan menerima balasan amalmu meskipun amalmu cuma sedikit."

Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005



Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 24 Juni 2015

Nshaihul Ibad : Tiga Perkara Pencegah Tiga Perkara Lainnya

Malik bin Dinar ra berkata : "Cegahlah tiga perkara dengan tiga perkara yang lain, sehingga engkau benar-benar termasuk orang yang beriman, yaitu :
1. takabur dengan tawadhu';
2. rakus dengan qana'ah; dan
3. hasud dengan sikap santun."
Takabur adalah menganggap diri sendiri lebih mulia dibandingkan orang lain.
Tawadhu' artinya rendah hati.
Hasud adalah keinginan akan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain dan berharap agar nikmat itu pindah pada dirinya. Dalam sebuah hadist yang mengancam sikap dengki disebutkan :
"Tidak dapat terhimpun dalam rongga seorang hamba antara iman dan dengki."
Yang dimaksud dengan iman ialah imna kepada taqdir. Sehubungan dengan pengertian yang sama, Muawiyah ra pernah mengatakan :
"Semua orang aku mampu memuaskannya, tetapi orang yang dengki kep[ada keberhasilanku, tidak pernah merasa puas sebelum kesuksesanku lenyap dariku."
Hal yang senada dikatakan pula oleh seorang penyair melalui bait-bait syair berikut :
Semua orang dapat kubeli hatinya
tetapi orang yang dengki kepadaku
amat merepotkanku dan sulit kubeli hatinya
Bagaimana seseorang
dapat membujuk orang yang dengki
melihat keberhasilaku
juka masih belum puas

kecuali lenyapnya keberhasilan itu.

Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005

Posting by Mohammad Nurdin

Nashaihul Ibad : Tiga Perumpamaan Ibadah

Ada yang mengatakan bahwa ibadah itu jika diumpamakan sebagai komoditi, maka :
1. tempat pemasarannya adalah berkhalwat (menyendiri);
2. modalnya adalah taqwa; dan
3. keutungannya adalah surga.

Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005

Posting by Mohammad Nurdin

Selasa, 23 Juni 2015

Nashaihul Ibad : Tiga Kunci

Abu Sulaiman ad-Darani berkata :
1. "Kunci kebaikan dunia-akhirat adalah takut kepada Allah;
2. kunci dunia adalah kenyang; dan
3. kunci akhirat adalah lapar."

Nashaihul Ibad : Tiga Ciri Lain Orang Berma'rifat

Dzun Nun Al-Mishry berkata : "Ciri lain orang yang berma'rifat kepada Allah adalah :
1. menepati seruan Allah:
2. hatinya bersih; dan
3. amalnya baik dan selalu bertambah."

Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005

Posting by Mohammad Nurdin

Nashaihul Ibad : Tiga Ciri Orang Berma'rifat Kepada Allah

Dzun Nun Al-Mishry berkata : "Ciri orang yang berma'rifat kepada Allah ta'ala adalah :
1. selalu mencintai Allah;
2. hatinya selalu melihat kebenaran; dan
3. banyak amal shalihnya."

Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 22 Juni 2015

Nashaihul Ibad : Tiga Faktor Cinta dan Takut

Dzun Nun Al-Mishry berkata :
1. "setiap orang yang takut pasti akan menjauh.
2. Setiap orang yang mencintai sesuatu pasti akan memburunya.
3. Setiap orang yang amat dekat dengan Allah pasti akan asing dengan kebanyakan manusia.
Orang yang takut kepada siksa neraka pasti akan banyak beramal shalih supaya bisa menjauh darinya. Orang yang mencintai surga pasti akan banyak beramal shalih supaya bisa meraihnya.

Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005

Posting by Mohammad Nurdin

Nashaihul Ibad : Tiga Ma'rifat dan Buahnya

Sebagian ulama ahli bijak berkata :
1. "Barang siapa berma'rifat terhadap Allah, tentu tidak merasa nikmat bergaul dengan makhluk-Nya.
2. Barang siapa berma'rifat terhadap dunia, tentu tidak akan menyukainya.
3. Barang siapa berma'rifat terhadap keadilan Allah, tentu tidak akan terlibat dalam kasus sengketa."

Ma'rifat terhadap dunia maksudnya, memahami bahwa dunia pasti akan lenyap.ma'rifat terhadap keadilan Allah maksudnya benar-benar yakin akan adanya keadilan Allah. Oleh karena itu dia selalu mengalah, sehingga tidak pernah terlibat dalam sengketa.
Al-Hasan Al-Bashri ra telah mengatakan sehubungan dengan pengertian ini bahwa barang siapa mengenal Allah, pasti akan menyukai-Nya; dan barang siapa mengenal dunia, pasti akan membencinya.
Hal yang sama dikatakan oleh Asy-Syafi'i ra melalui bait-bait syair berikut :

Dunia itu
Tiada lain bangkai yang diubah bentuknya
Menjadi rebutan anjing-anjing yang siap melahapnya.
Jika engkau menjauhinya
Berarti engkau beroleh kedamaian dari ahlinya
Tetapi jika engkau ikut merebutnya,
Engkau harus bersaing dengan anjing-anjing lain

Yang mengejarnya

Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005

Posting by Mohammad Nurdin

Nashaihul Ibad : Tiga Catatan Dalam Taurat

Wahab bin Munabbih Al-Yamani ra berkata :
"Dalam Kitab Taurat tertulis :
1. Orang yang rakus adalah fakir, meskipun ia memiliki seluruh kekayaan dunia.
2. Orang yang taat kepada Allah akan ditaati manusia, meskipun ia seorang budak.
3. Orang yang qana'ah adalah kaya, sekalipun ia sering kelaparan."

Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005

Posting by Mohammad Nurdin

Minggu, 24 Mei 2015

Nashaihul Ibad : Tiga Bukti Cinta Sejati

Rasulullah saw pernah bersabda :
"Bukti cinta sejati itu ada tiga, yaitu :
1. memilih kalam kekasihnya (Al-Qur'an) daripada kalam lain-Nya (hasil produk manusia);
2. memilih bergaul dengan kekasih-Nya daripada bergaul dengan yang lain;
3. memilih keridhaan kekasih-Nya daripada keridhaan yang lain."

Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005

Posting by Mohammad Nurdin