Dalam bab ini terdapat 37 nasihat; delapan diantaranya berupa Hadits, sedang sisanya atsar, yang masing-masing terdiri dari 4 point.
1. EMPAT NASIHAT BEKAL KE AKHIRAT
Rasulullah S.A.W pernah bersabda kepada Abu Dzar Al-Ghifari R.A:
"Wahai Abu Dzar,
1. Perbaharui perahumu, karena lautan itu sangat dalam;
2. Carilah perbekalan yang lengkap, karena perjalanan itu sangat jauh;
3. Kurangilah beban, karena rintangan itu amatlah sulit untuk diatasi; dan
4. Ikhlaslah dalam beramal, karena yang menilai baik dan buruk adalah Dzat Yang Maha Melihat."
Perbaharuilah perahumu maksudnya perbaikilah niatmu dalam setiap beramal agar engkau memperoleh pahala dan selamat dari siksa Allah.
Kurangilah beban maksudnya janganlah banyak-banyak engkau mengambil keduniaan.
Diserupakannya akhirat dengan lautan yang dalam, perjalanan yang jauh, dan rintangan yang amat sulit untuk diatasi, karena banyaknya kesulitan dan rintangan yang mesti dilewati untuk bisa sampai kepada kebahagiaan akhirat.
Abu Sulaiman Ad-Darani berkata: "Beruntunglah orang yang dalam hidupnya benar-benar hanya mengharapkan ridha Allah." Ucapan Ad-Darani ini mengacu pada sabda Nabi S.A.W yang ditujukan kepada Mu'adz R.A:
"Ikhlaskan niat, niscaya engkau akan menerima balasan amalmu meskipun amalmu itu sedikit."
Seorang penyair barkata:
Manusia wajib bertobat
namun meninggalkan dosa itu lebih wajib lagi
Sabar dalam menghadapi musibah itu sulit
namun hilangnya pahala sabar itu lebih sulit lagi
Perubahan zaman itu memang sesuatu yang aneh
namun kelalaian manusia lebih aneh lagi
Peristiwa yang akan datang terkadang terasa dekat
namun kematian itu lebih dekat lagi
Anas R.A meriwayatkan bahwa: "Pada suatu hari Rasulullah S.A.W keluar rumah. Sambil memegang tangan Abu Dzar beliau bersabda: "Wahai Abu Dzar, tahukah engkau bahwa di hadapan kita ada rintangan yang amat sulit untuk diatasi, yang tidak akan bisa melewatinya, kecuali orang yang ringan? Lantas ada seorang lelaki berkata: 'Ya Rasulullah, apakah engkau punya makanan untuk sehari?' Lelaki tadi menjawab: 'Punya!' Rasulullah S.A.W lalu bertanya: 'Apakah engkau punya makanan untuk besok?' Ia menjawab: 'Punya!' Beliau bertanya lagi: 'Apakah engkau punya makanan untuk lusa?' Ia menjawab: 'TIdak!' Beliau lantas bersabda: 'Apakah engkau memiliki makanan buat jatah sampai tiga hari, maka engkau termasuk orang-orang yang berat.'"
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 November 2019
Terjemahan Kitab Nashaihul Ibad - Menjadi Santun dan Bijak : Bab 2
Dalam bab ini ada 55 nasehat yang masing-masing terdiri dari 3 point. Tujuh diantaranya berupa Hadist Nabi, sedang sisanya berupa atsar.
1. TIGA HAL YANG HARUS DIWASPADAI
Diriwayatkan dari Rasulullah S.A.W bahwa beliau pernah bersabda:
1. "Barang siapa di pagi hari mengeluhkan kesulitan hidupnya (kepada orang lain), berarti seakan-akan dia mengeluhkan Rabbnya.
2. Barang siapa di pagi hari bersedih karena urusan duniawinya, berarti sungguh di pagi itu dia tidak puas dengan ketetapan Allah.
3. Barang siapa menghormati sesorang karena kekayaannya, sesugguhnya telah lenyaplah duapertiga agamanya."
Melakukan syikayah (pengaduan) atas nasib buruk yang dialami seseorang kepada orang lain termasuk pertanda tidak ridha atas bagian yang telah diberikan oleh Allah.
Kita tidak boleh melakukan syikayah, kecuali kepada Allah, sebab syikayah kepada Allah termasuk bentuk do'a. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwat dari 'Abdullah bin Mas'ud R.A bahwa Rasulullah S.A.W bersabda:
"Maukah aku ajarkan kepada kalian beberapa kalimat yang diucapkan oleh Nabi Musa ketika menyeberangi laut bersama Bani Israil? Kami (para sahabat) menjawab: "Tentu saja mau, ya Rasulullah." Beliau bersabda: "Bacalah: 'Alloohumma lakal hamdu wa alaika musytakaa, wa anta musta'aan, wa laa lahula wa laa quwwata illaa billahil 'Aliyyil 'azhiim." (ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu; hanya kepada-Mulah kami mengadu; dan hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan. Tiada daya (untuk menjauhi maksiat) dan tiada kekuatan (untuk taat), kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.)
Al-A'masy berkata: "Sejak aku mendengar do'a tersebut dari saudara kandungku, Al-Asady Al-Kufy yang menerima do'a tersebut dari 'Abdullah R.A, maka aku tidak pernah meninggalkannya."
Al-A'masy juga berkata: "Aku pernah bermimpi didatangi seseorang. Dia berkata: 'Wahai Sulaiman, tambahkanlah pada do'a tersebut kalimat ini:
Dan kami memohon pertolongan kepada-Mu atas segala kesulitan yang ada pada kami dan kami memohon kepada-Mu untuk diberikan kebaikan dalam segala urusan kami."
Orang yang di pagi hari bersedih karena urusan duniawi dikatakan telah membenci Rabbnya, sebab hal ini mencerminkan bahwa dia tidak ridha dengan qadha' Allah, tidak bersabar atas cobaan-Nya dan tidak beriman dengan qadar-Nya, padaha semua yang terjadi di dunia ini adalah atas qadha' dan qadar Allah.
Seseorang dilarang memuliakan orang lain karena hartanya, sebab menurut syari'at, seseorang hanya boleh memuliakan orang lain karena keshalihan dan keilmuannya. Orang yang memuliakan harta di atas segala-galanya berarti telah menghinakan ilmu dan keshalihan.
Syekh 'Abdul Qadir Jailani qoddasalloohu sirrohu (semoga Allah mensucikan rahasianya) dalam pesannya telah mengatakan: "Setiap mukmin tidak boleh lepas dari tiga hal berikut:
1. melaksanakan perintah Allah
2. menjauhi larangan Allah dan
3. menerima qadha' dan qadar."
1. TIGA HAL YANG HARUS DIWASPADAI
Diriwayatkan dari Rasulullah S.A.W bahwa beliau pernah bersabda:
1. "Barang siapa di pagi hari mengeluhkan kesulitan hidupnya (kepada orang lain), berarti seakan-akan dia mengeluhkan Rabbnya.
2. Barang siapa di pagi hari bersedih karena urusan duniawinya, berarti sungguh di pagi itu dia tidak puas dengan ketetapan Allah.
3. Barang siapa menghormati sesorang karena kekayaannya, sesugguhnya telah lenyaplah duapertiga agamanya."
Melakukan syikayah (pengaduan) atas nasib buruk yang dialami seseorang kepada orang lain termasuk pertanda tidak ridha atas bagian yang telah diberikan oleh Allah.
Kita tidak boleh melakukan syikayah, kecuali kepada Allah, sebab syikayah kepada Allah termasuk bentuk do'a. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwat dari 'Abdullah bin Mas'ud R.A bahwa Rasulullah S.A.W bersabda:
"Maukah aku ajarkan kepada kalian beberapa kalimat yang diucapkan oleh Nabi Musa ketika menyeberangi laut bersama Bani Israil? Kami (para sahabat) menjawab: "Tentu saja mau, ya Rasulullah." Beliau bersabda: "Bacalah: 'Alloohumma lakal hamdu wa alaika musytakaa, wa anta musta'aan, wa laa lahula wa laa quwwata illaa billahil 'Aliyyil 'azhiim." (ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu; hanya kepada-Mulah kami mengadu; dan hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan. Tiada daya (untuk menjauhi maksiat) dan tiada kekuatan (untuk taat), kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.)
Al-A'masy berkata: "Sejak aku mendengar do'a tersebut dari saudara kandungku, Al-Asady Al-Kufy yang menerima do'a tersebut dari 'Abdullah R.A, maka aku tidak pernah meninggalkannya."
Al-A'masy juga berkata: "Aku pernah bermimpi didatangi seseorang. Dia berkata: 'Wahai Sulaiman, tambahkanlah pada do'a tersebut kalimat ini:
Dan kami memohon pertolongan kepada-Mu atas segala kesulitan yang ada pada kami dan kami memohon kepada-Mu untuk diberikan kebaikan dalam segala urusan kami."
Orang yang di pagi hari bersedih karena urusan duniawi dikatakan telah membenci Rabbnya, sebab hal ini mencerminkan bahwa dia tidak ridha dengan qadha' Allah, tidak bersabar atas cobaan-Nya dan tidak beriman dengan qadar-Nya, padaha semua yang terjadi di dunia ini adalah atas qadha' dan qadar Allah.
Seseorang dilarang memuliakan orang lain karena hartanya, sebab menurut syari'at, seseorang hanya boleh memuliakan orang lain karena keshalihan dan keilmuannya. Orang yang memuliakan harta di atas segala-galanya berarti telah menghinakan ilmu dan keshalihan.
Syekh 'Abdul Qadir Jailani qoddasalloohu sirrohu (semoga Allah mensucikan rahasianya) dalam pesannya telah mengatakan: "Setiap mukmin tidak boleh lepas dari tiga hal berikut:
1. melaksanakan perintah Allah
2. menjauhi larangan Allah dan
3. menerima qadha' dan qadar."
Terjemahan Kitab Nashaihul Ibad - Menjadi Santun dan Bijak : Bab 1
1. DUA HAL YANG SANGAT UTAMA
Nabi S.A.W bersabda:
"Ada dua perkara yang tidak bisa diungguli keutamaannya oleh yang lain, yaitu:
1. Iman kepada Allah dan
2. Memberi manfaat kepada sesama muslim."
Memberi manfaat kepada sesama muslim bisa dengan ucapan, kekuasaan, harta benda, maupun tenaga.
Dalam Hadist lain Rasulullah S.A.W bersabda:
"Barang siapa berada pada pagi hari tanpa bermaksud menzalimi seorang pun, maka dosa-dosanya diampuni. Barang siapa berada pada pagi hari dan berniat menolong orang yang teraniaya serta memenuhi keperluan orang Islam, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji mabrur."
"Manusia yang paling dicintai Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amal yang paling utama adalah menyenangkan hati orang mukmin dengan cara menghilangkan kelaparan dan kesusahan atau melunasi hutangnya. Ada dua perkara yang sangat kotor dan keji, yaitu: menyekutukan Allah dan menimbulkan kemadharatan bagi kaum muslim."
Nabi S.A.W bersabda:
"Ada dua perkara yang tidak bisa diungguli keutamaannya oleh yang lain, yaitu:
1. Iman kepada Allah dan
2. Memberi manfaat kepada sesama muslim."
Memberi manfaat kepada sesama muslim bisa dengan ucapan, kekuasaan, harta benda, maupun tenaga.
Dalam Hadist lain Rasulullah S.A.W bersabda:
"Barang siapa berada pada pagi hari tanpa bermaksud menzalimi seorang pun, maka dosa-dosanya diampuni. Barang siapa berada pada pagi hari dan berniat menolong orang yang teraniaya serta memenuhi keperluan orang Islam, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji mabrur."
"Manusia yang paling dicintai Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amal yang paling utama adalah menyenangkan hati orang mukmin dengan cara menghilangkan kelaparan dan kesusahan atau melunasi hutangnya. Ada dua perkara yang sangat kotor dan keji, yaitu: menyekutukan Allah dan menimbulkan kemadharatan bagi kaum muslim."
Senin, 11 November 2019
Umur Lima Puluh Tahun
Berusia lima puluh tahun adalah suatu nikmat yang patut disukuri. Bila angka harapan hidup penduduk indonesia adalah 71 tahun 2 bulan (71,20 tahun) menurut sumber www.bps.go.id maka masih ada sisa waktu rata-rata 21 tahun 2 bulan lagi. Lalu apa yang perlu dilakukan dengan sisa umur tadi. Berikut ini adalah saran atau nasehat yang saya dapat dari WAG (Whatsapp Group) :
BERAPA UMURMU? - SUDAH 50 TAHUN?
"Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun."
(Hadits Riwayat Bukhari)
BERAPA UMURMU? - SUDAH 50 TAHUN?
"Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun."
(Hadits Riwayat Bukhari)
Selasa, 29 Mei 2018
☆8 Nasehat Bijak Umar Bin Khattab.☆
¤ Umar bin Khattab radiallahu 'anhu merupakan khalifah kedua sepeninggal Rasulullah SAW. Di tangannya Islam begitu memukau karena berhasil menakhlukan banyak negeri. Hidupnya merupakan sebuah teladan yang diikuti umat saat ini.
Berikut ini 8 nasehat dari Umar yang layak direnungkan serta dijadikan sebagai nasehat bagi diri kita.
1. Barangsiapa yang meninggalkan ucapan yang tidak perlu, maka dia akan diberi hikmah.
2. Barangsiapa yang meninggalkan penglihatan yang tdak perlu, maka dia akan diberi kekhusyu’an dalam hati.
3. Barangsiapa yang meninggalkan makan berlebihan, maka dia diberi kenikmatan beribadah.
4. Barangsiapa yang meninggalkan tertawa berlebihan (ngakak), maka dia akan diberi kenikmatan.
5. Barangsiapa yang meninggalkan humor, maka dia akan diberi kehormatan.
6. Barangsiapa yang meninggalkan cinta duniawi, maka dia akan diberikan kecintaan akhirat.
7. Barangsiapa yang meninggalkan perhatiannya kepada aib orang lain, maka dia akan diberi kemampuan memperbaiki aibnya sendiri.
8. Barangsiapa yang meninggalkan penelitian tentang bagaimana wujud Allah SWT, maka dia akan terhindar dari niat berpura-pura terhadap agama-Nya.
Itulah delapan nasehat dari Umar yang perlu direnungkan sekaligus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin nasehat di atas terlihat sederhana, namun justru nasehat di atas masih banyak dilanggar oleh manusia dalam menjalani hidup ini.
Semoga kita selalu menjadi seseorang yang berhati mulia dan bijaksana.
Posting by Mohammad Nurdin
Senin, 11 Mei 2015
Kata Mutiara : Teladan
Fuller
"Contoh perbuatan baik lebih bermanfaat daripada petuah yang baik."
noname
"Dalam pengalaman yang menyakitkan seringkali kita menemukan kegemberiaan."
Santo Basilius
Selasa, 27 Mei 2014
Mimpi vs Impian.
Menurut saya mimpi adalah proses karena mimpi adalah kata kerja. sedang im pian adalah hasilnya. Saya bermimpi berarti saya melakukan pekerjaan mimpi. Biasanya orang yang bermimpi adalah orang-orang yang tidur.
Lalu apa bedanya dengan impian. Impian adalah hasil proses mengimpi-impikan. Ini bisa dilakukan dalam keadaan sadar atau tidak tidur tetapi bila yang diimpi-impikan sangat diharapkan terwujud maka bisa masuk ke dalam alam mimpi waktu tidur. Ini banyak terjadi pada anak-anak kecil.
Dari sini terlihat impian lebih terlihat nyata dibanding mimpi.
Bahkan impian di waktu kecil bisa terwujud ketika menjadi dewasa. Guru SD anak saya waktu menasehati murid-muridnya, "Jangan takut bermimpi (menurut saya lebih tepat jangan takut memiliki impian) karena bermimpi itu gratis. Jadi mau jadi apa ketika dewasa terserah kita. " Bahkan seorang anak bisa memiliki lebih satu impian. Dalam perjalanan hidupnya juga seorang anak bisa berubah impian hidupnya.
Jadi untuk yang gratis saja seorang anak tidak berani maka bagaimana dia akan bisa mendapatkan sesuatu yang perlu usaha dan biaya yang besar.
The Dreams come true. Selamat mewujudkan impian menjadi nyata.
Posting by Mohammad Nurdin
Lalu apa bedanya dengan impian. Impian adalah hasil proses mengimpi-impikan. Ini bisa dilakukan dalam keadaan sadar atau tidak tidur tetapi bila yang diimpi-impikan sangat diharapkan terwujud maka bisa masuk ke dalam alam mimpi waktu tidur. Ini banyak terjadi pada anak-anak kecil.
Dari sini terlihat impian lebih terlihat nyata dibanding mimpi.
Bahkan impian di waktu kecil bisa terwujud ketika menjadi dewasa. Guru SD anak saya waktu menasehati murid-muridnya, "Jangan takut bermimpi (menurut saya lebih tepat jangan takut memiliki impian) karena bermimpi itu gratis. Jadi mau jadi apa ketika dewasa terserah kita. " Bahkan seorang anak bisa memiliki lebih satu impian. Dalam perjalanan hidupnya juga seorang anak bisa berubah impian hidupnya.
Jadi untuk yang gratis saja seorang anak tidak berani maka bagaimana dia akan bisa mendapatkan sesuatu yang perlu usaha dan biaya yang besar.
The Dreams come true. Selamat mewujudkan impian menjadi nyata.
Posting by Mohammad Nurdin
Rabu, 15 Agustus 2012
55 Nasehat Rasulullah SAW : Sepuluh Nasehat
1. Bacalah setiap hari bacaan yang mudah dari Al Qur'an, dan perbanyaklah membaca shalawat atas Nabi saw.
2. Jagalah shlat lima waktu, shalat malam, dan sholat dhuha, meskipun dua rakaat.
3. Tunaikanlah zakat yang diwajibkan atas kamu, dan bersedekahlah setiap hari walau sedikit. Jika tidak mendapatkan maka dengan kalimat yang baik. Berpuasalah di bulan Ramadha, dan tiga hari dari setiap bulannya (atau puasa Senin Kamis ---edt.)
Rabu, 10 Agustus 2011
Orang Pinggiran
Ayah : Apa itu orang pingiran?
Anak : Orang yang berada di pinggiran.
Ayah : Kenapa berada di pinggiran?
Anak : Karena tidak di tengah.
Ayah : Kenapa tidak berada di tengah-tengah
Anak : Tidak tahu.
Ayah : Kalau orang nampeni (memilah beras dengan kulit padi dengan alat tampah/nyiru), mana yang berada di pinggir, beras atau kulit padi?
Anak : Kulit padi.
Ayah : Kenapa?
Anak : Tidak tahu.
Ayah : Berat mana beras dengan kulit padi?
Anak : Beras.
Ayah : Jadi yang berada di pinggir adalah kulit padi karena ringan.
Anak : Berarti orang pinggiran karena ringan.
Ayah : Tepat. Lalu apanya yang ringan?
Anak : Tidak tahu.
Ayah : Yang ringan adalah kualitasnya. Berat ringan seseorang tidak hanya diukur fisik tetapi yang utama adalah kualitasnya. Orang yang berkualitas adalah orang yang kuat. Kekuatan bisa berwujud banyak seperti kekuatan fisik (otot), kekuatan harta, kekuatan ilmu, kekuatan mental (sabar dan gigih), dan lain-lain. Jadi pesan ayah adalah jadilah orang kuat tapi bukan untuk sendiri tetapi untuk melindungi yang lemah. Kalau kita kaya berilah sedekah untuk orang miskin(orang pinggiran). Kalau kita berilmu maka ajarkan ilmu itu kepada orang yang tidak tahu. Kalau kita kuat fisik maka lindungi oarang-orang yang lemah. Kalau kita kuat mental maka ajaklah orang lain menuju akhlaqul karimah, akhlak yang mulia. Nilai diri seseorang bukan banyaknya yang kita miliki tetapi seberapa besar kemanfaatan kita untuk orang lain. Pandangan yang sekarang mendunia adalah bagaimana masing-masing kita bisa berbagi (sharing) dengan orang lain. Makanya ayah juga punya blog yang bertema berbagi informasi berharap berkah illahi yaitu http://mohnurdin.wordpress.com Lihatlah bagaimana Wikipedia (ensiklopedia gratis) menjadi besar, program Linux (Operating System yang Open Source), dan juga program-program open source yang lain yang didukung orang-orang yang saling berbagi (share) dan saling melengkapi.
Akhirnya ayah berharap kamu bisa menjadi orang yang demikian. Amien.
Posting by Mohammad Nurdin
Senin, 23 Mei 2011
Kaya Mental, Kunci Kaya Finansial
Suatu hari seseoarang pemuda memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya. Gempa bumi telah merenggut nyawa semua keluarganya. Rumahnya hancur, rata dengan tanah.
“Aku kini tidak memiliki apa-apa lagi,” katanya di dalam hati.
Setelah berjalan cukup jauh,ia menghentiksn langkahnya di tepi sebuah danau karena kakinya serasa tidak bisa diajak untuk mengayun lagi. Di situ dia melamun.Pandangannya kosong. Tanpa disadari ada seorang kakek yang telah lama memperhatikannya.
Orang tua itudatang dan kemudian menegurnya, “Dari mana engkau wahai anak muda?Mau ke mana? Mengapa tatapanmu kosong?”
Setelah pemuda itu bercerita panjang lebar, ia mengakhirinya dengan mengatakan, ”Aku sudah tidak punya apa-apa lagi.”
Mendengar pernyataan pemuda itu, kemudian Sang Kakek pun berpura-pura kehausan. Ia meminta tolong kepada pemuda tersebut untuk mengambilkan sepincuk air danau untuk diminum.
Dengan senang hati,pemuda itu mengambil daun pisang lalu mengambil air jernih untuk Sang Kakek.
Setelah minum, Kakek itu berkata, ”Apakah saat ini engkau masih tidak punya apa-apa, wahai anak muda? Sadarlah, dengan tanganmu yang sehat, badanmu yang kuat, umurmu yang masih muda, engakau masih memiliki segalannya. Buktinya, dengan segala keterabatasan, engakau masih bisa membantuku mengambilkan air minum yan sejuk dan jernih. Tentunya engkau pasti bisa menolong diri sendiri.”
Kita Semua Berpotensi Kaya
Banyak orang yang merasa tidak memiliki apa-apa setelah hartanya ludes dilalap si jago merah (terbakar) atau hilang dibobol pencuri, atau musibah lainnya. Padahal ia masih memiliki tubuh ysng sehat, akal yang cerdas, dan teman-teman yang menjadi koneksinya.
Lalu mengapa ia berputus asa dan ingkar terhadap rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala? Inilah yang disebut fakir kuadrat (ganda). Sudah miskin finansial, miskin mental pula.
Diawali Kaya Mental
Ternyata untuk menjadi kaya secara finansial harus dimulai dengan kaya mental. Banyak orang yang gagal menjadi kaya karena mentalnya miskin. Terasa berat melangkah ke tempat kerja. Kalaupun bekerja, maka biasanya asal kerja, karena rendah motivasinya. Dengan sendirinya, kemiskinan mental ini akan menjelma menjadi miskin finansial.
Penting Bagi Orang Kaya
Orang yang bermental kaya akan selalu tawadhu'. Ia sadar bahwa kekayaan itu hanyalah amanah dari Allah Ta'ala untuk didistribusikan lagi kepada orang lain. Ia membagi hasil kerjanya, sebagian untuk keluarganya, sebagian untuk masyarakatnya, dan sebagaian lagi untuk agamanya. “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta, akan tetapi sesungguhnya kekayaan ituadalah kaya hati”, demikian sabda Rasulullah SAW riwayat Abu Ya'la.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Disarikan dari Majalah Suara Hidayatullah, Mei 2011/ Jumadil Awal 1432
Website : http://www.hidayatullah.com
Posting by Mohammad Nurdin
“Aku kini tidak memiliki apa-apa lagi,” katanya di dalam hati.
Setelah berjalan cukup jauh,ia menghentiksn langkahnya di tepi sebuah danau karena kakinya serasa tidak bisa diajak untuk mengayun lagi. Di situ dia melamun.Pandangannya kosong. Tanpa disadari ada seorang kakek yang telah lama memperhatikannya.
Orang tua itudatang dan kemudian menegurnya, “Dari mana engkau wahai anak muda?Mau ke mana? Mengapa tatapanmu kosong?”
Setelah pemuda itu bercerita panjang lebar, ia mengakhirinya dengan mengatakan, ”Aku sudah tidak punya apa-apa lagi.”
Mendengar pernyataan pemuda itu, kemudian Sang Kakek pun berpura-pura kehausan. Ia meminta tolong kepada pemuda tersebut untuk mengambilkan sepincuk air danau untuk diminum.
Dengan senang hati,pemuda itu mengambil daun pisang lalu mengambil air jernih untuk Sang Kakek.
Setelah minum, Kakek itu berkata, ”Apakah saat ini engkau masih tidak punya apa-apa, wahai anak muda? Sadarlah, dengan tanganmu yang sehat, badanmu yang kuat, umurmu yang masih muda, engakau masih memiliki segalannya. Buktinya, dengan segala keterabatasan, engakau masih bisa membantuku mengambilkan air minum yan sejuk dan jernih. Tentunya engkau pasti bisa menolong diri sendiri.”
Kita Semua Berpotensi Kaya
Banyak orang yang merasa tidak memiliki apa-apa setelah hartanya ludes dilalap si jago merah (terbakar) atau hilang dibobol pencuri, atau musibah lainnya. Padahal ia masih memiliki tubuh ysng sehat, akal yang cerdas, dan teman-teman yang menjadi koneksinya.
Lalu mengapa ia berputus asa dan ingkar terhadap rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala? Inilah yang disebut fakir kuadrat (ganda). Sudah miskin finansial, miskin mental pula.
Diawali Kaya Mental
Ternyata untuk menjadi kaya secara finansial harus dimulai dengan kaya mental. Banyak orang yang gagal menjadi kaya karena mentalnya miskin. Terasa berat melangkah ke tempat kerja. Kalaupun bekerja, maka biasanya asal kerja, karena rendah motivasinya. Dengan sendirinya, kemiskinan mental ini akan menjelma menjadi miskin finansial.
Penting Bagi Orang Kaya
Orang yang bermental kaya akan selalu tawadhu'. Ia sadar bahwa kekayaan itu hanyalah amanah dari Allah Ta'ala untuk didistribusikan lagi kepada orang lain. Ia membagi hasil kerjanya, sebagian untuk keluarganya, sebagian untuk masyarakatnya, dan sebagaian lagi untuk agamanya. “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta, akan tetapi sesungguhnya kekayaan ituadalah kaya hati”, demikian sabda Rasulullah SAW riwayat Abu Ya'la.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Disarikan dari Majalah Suara Hidayatullah, Mei 2011/ Jumadil Awal 1432
Website : http://www.hidayatullah.com
Carilah Harta Untuk Akhiratmu!
Kita tidak boleh iri, kata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhori, kecuali kepada dua kelompok manusia. Salah satunnya adalah orang kaya yang dengan kekayaannya itu ia banyak membantu sesamanya.
Tentu saja iri kepada orang kaya, sebagaimana perkataan Rasulullah tadi, harus diletakkan dalam kerangka positif. Yakni, kita iri, merasa ingin seperti dia, mencari harta dengan cara yang halal, untuk memberi manfaat kepada orang lain.
Dengan kata lain, kita mencari harta untuk akhirat. Otomatis, kita akan habiskan harta itu untuk akhirat juga. Bukan untuk dunia semata.
Tentu saja iri kepada orang kaya, sebagaimana perkataan Rasulullah tadi, harus diletakkan dalam kerangka positif. Yakni, kita iri, merasa ingin seperti dia, mencari harta dengan cara yang halal, untuk memberi manfaat kepada orang lain.
Dengan kata lain, kita mencari harta untuk akhirat. Otomatis, kita akan habiskan harta itu untuk akhirat juga. Bukan untuk dunia semata.
Disarikan dari Majalah Suara Hidayatullah, Mei 2011/ Jumadil Awal 1432
Website : http://www.hidayatullah.com
Posting by Mohammad Nurdin
Langganan:
Postingan (Atom)


