Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label menjadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menjadi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 November 2019

Terjemahan Kitab Nashaihul Ibad - Menjadi Santun dan Bijak : Bab 3

Dalam bab ini terdapat 37 nasihat; delapan diantaranya berupa Hadits, sedang sisanya atsar, yang masing-masing terdiri dari 4 point.

1. EMPAT NASIHAT BEKAL KE AKHIRAT
Rasulullah S.A.W pernah bersabda kepada Abu Dzar Al-Ghifari R.A:
"Wahai Abu Dzar,
1. Perbaharui perahumu, karena lautan itu sangat dalam;
2. Carilah perbekalan yang lengkap, karena perjalanan itu sangat jauh;
3. Kurangilah beban, karena rintangan itu amatlah sulit untuk diatasi; dan
4. Ikhlaslah dalam beramal, karena yang menilai baik dan buruk adalah Dzat Yang Maha Melihat."
Perbaharuilah perahumu maksudnya perbaikilah niatmu dalam setiap beramal agar engkau memperoleh pahala dan selamat dari siksa Allah.
Kurangilah beban maksudnya janganlah banyak-banyak engkau mengambil keduniaan.
Diserupakannya akhirat dengan lautan yang dalam, perjalanan yang jauh, dan rintangan yang amat sulit untuk diatasi, karena banyaknya kesulitan dan rintangan yang mesti dilewati untuk bisa sampai kepada kebahagiaan akhirat.
Abu Sulaiman Ad-Darani berkata: "Beruntunglah orang yang dalam hidupnya benar-benar hanya mengharapkan ridha Allah." Ucapan Ad-Darani ini mengacu pada sabda Nabi S.A.W yang ditujukan kepada Mu'adz R.A:
"Ikhlaskan niat, niscaya engkau akan menerima balasan amalmu meskipun amalmu itu sedikit."
Seorang penyair barkata:
Manusia wajib bertobat
namun meninggalkan dosa itu lebih wajib lagi
Sabar dalam menghadapi musibah itu sulit
namun hilangnya pahala sabar itu lebih sulit lagi
Perubahan zaman itu memang sesuatu yang aneh
namun kelalaian manusia lebih aneh lagi
Peristiwa yang akan datang terkadang terasa dekat
namun kematian itu lebih dekat lagi
Anas R.A meriwayatkan bahwa: "Pada suatu hari Rasulullah S.A.W keluar rumah. Sambil memegang tangan Abu Dzar beliau bersabda: "Wahai Abu Dzar, tahukah engkau bahwa di hadapan kita ada rintangan yang amat sulit untuk diatasi, yang tidak akan bisa melewatinya, kecuali orang yang ringan? Lantas ada seorang lelaki berkata: 'Ya Rasulullah, apakah engkau punya makanan untuk sehari?' Lelaki tadi menjawab: 'Punya!' Rasulullah S.A.W lalu bertanya: 'Apakah engkau punya makanan untuk besok?' Ia menjawab: 'Punya!' Beliau bertanya lagi: 'Apakah engkau punya makanan untuk lusa?' Ia menjawab: 'TIdak!' Beliau lantas bersabda: 'Apakah engkau memiliki makanan buat jatah sampai tiga hari, maka engkau termasuk orang-orang yang berat.'"

Terjemahan Kitab Nashaihul Ibad - Menjadi Santun dan Bijak : Bab 2

Dalam bab ini ada 55 nasehat yang masing-masing terdiri dari 3 point. Tujuh diantaranya berupa Hadist Nabi, sedang sisanya berupa atsar.

1. TIGA HAL YANG HARUS DIWASPADAI
Diriwayatkan dari Rasulullah S.A.W bahwa beliau pernah bersabda:
1. "Barang siapa di pagi hari mengeluhkan kesulitan hidupnya (kepada orang lain), berarti seakan-akan dia mengeluhkan Rabbnya.
2. Barang siapa di pagi hari bersedih karena urusan duniawinya, berarti sungguh di pagi itu dia tidak puas dengan ketetapan Allah.
3. Barang siapa menghormati sesorang karena kekayaannya, sesugguhnya telah lenyaplah duapertiga agamanya."
Melakukan syikayah (pengaduan) atas nasib buruk yang dialami seseorang kepada orang lain termasuk pertanda tidak ridha atas bagian yang telah diberikan oleh Allah.
Kita tidak boleh melakukan syikayah, kecuali kepada Allah, sebab syikayah kepada Allah termasuk bentuk do'a. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwat dari 'Abdullah bin Mas'ud R.A bahwa Rasulullah S.A.W bersabda:
"Maukah aku ajarkan kepada kalian beberapa kalimat yang diucapkan oleh Nabi Musa ketika menyeberangi laut bersama Bani Israil? Kami (para sahabat) menjawab: "Tentu saja mau, ya Rasulullah." Beliau bersabda: "Bacalah: 'Alloohumma lakal hamdu wa alaika musytakaa, wa anta musta'aan, wa laa lahula wa laa quwwata illaa billahil 'Aliyyil 'azhiim." (ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu; hanya kepada-Mulah kami mengadu; dan hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan. Tiada daya (untuk menjauhi maksiat) dan tiada kekuatan (untuk taat), kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.)
Al-A'masy berkata: "Sejak aku mendengar do'a tersebut dari saudara kandungku, Al-Asady Al-Kufy yang menerima do'a tersebut dari 'Abdullah R.A, maka aku tidak pernah meninggalkannya."
Al-A'masy juga berkata: "Aku pernah bermimpi didatangi seseorang. Dia berkata: 'Wahai Sulaiman, tambahkanlah pada do'a tersebut kalimat ini:
Dan kami memohon pertolongan kepada-Mu atas segala kesulitan yang ada pada kami dan kami memohon kepada-Mu untuk diberikan kebaikan dalam segala urusan kami."
Orang yang di pagi hari bersedih karena urusan duniawi dikatakan telah membenci Rabbnya, sebab hal ini mencerminkan bahwa dia tidak ridha dengan qadha' Allah, tidak bersabar atas cobaan-Nya dan tidak beriman dengan qadar-Nya, padaha semua yang terjadi di dunia ini adalah atas qadha' dan qadar Allah.
Seseorang dilarang memuliakan orang lain karena hartanya, sebab menurut syari'at, seseorang hanya boleh memuliakan orang lain karena keshalihan dan keilmuannya. Orang yang memuliakan harta di atas segala-galanya berarti telah menghinakan ilmu dan keshalihan.
Syekh 'Abdul Qadir Jailani qoddasalloohu sirrohu (semoga Allah mensucikan rahasianya) dalam pesannya telah mengatakan: "Setiap mukmin tidak boleh lepas dari tiga hal berikut:
1. melaksanakan perintah Allah
2. menjauhi larangan Allah dan
3. menerima qadha' dan qadar."

Selasa, 29 Januari 2019

Video Motivasi : Tujuh Cara Menjadi Pemimpin Yang Baik

Berikut ini adalah tujuh cara menjadi pemimpin yang baik :
1. Puji anak buah anda dihadapan banyak orang tetapi tegur dia secara empat mata.
2. Berikan kepada anak buah anda tanggungjawab untuk mereka tunaikan bukan semata-mata tugas yang harus diselesaikan.
3. Berikan kesempatan kepada anak buah untuk membuat keputusan sendiri. Tidak selalu benar. Bila salah batu dia belajar dari keputusan yang salah.
4. mendorong anak buah untuk tambil bersinar. Bila sudah terjadi,mundurlah
5. Jadikan diri anda seorang mentor dari anak buah bukannya seoarang mandor.
6. Beri kepercayaan full dan jangan setengah-setengah.
7. Bangun sinergi tim.menang kalah adalah berarti menang kalahnya tim. segalanya bukan tentang anda dan anda bukan segala-galanya.

Sumber : video berjudul "7 Cara Menjadi Pemimpin Yang Baik"
Video bisa dilihat pada link berikut ini :
https://www.youtube.com/watch?v=Suk865bDV2U

Posting by Mohammad Nurdin

Selasa, 14 November 2017

Bonus Demografi : Akan Menjadi Peluang atau Bencana di Indonesia?

Oleh : Sari Ayutyas SST

Indonesia telah mengalami transisi demografi. Hal ini terindikasi dari hasil sensus penduduk tahun 2000 yang memberikan fakta keberhasilan program KB secara signifikan. Hasil SP2000 menunjukkan bahwa jumlah penduduk di bawah 15 tahun tidak bertambah dari jumlah sekitar 60 juta di tahun 1970-1980an menjadi sekitar 63-65 juta saja. Berbeda halnya dengan penduduk usia 15-64 tahun yang pada  tahun 1970 berjumlah sekitar 63-65 juta berkembang dua kali lipat pada tahun 2000 menjadi sekitar 133-135 juta. Fakta yang serupa juga ditunjukkan oleh hasil SP2010, penduduk usia 15-16 tahun pada tahun 2010 mencapai 157 juta jiwa meningkat sekitar 16 persen dari tahun 2000. Usia porduktif ini mendominasi 66 persen dari jumlah penduduk pada tahun 2010. Adapaun transisi demografi yang ditandai dengan kenaikan dua kali lipat jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun), penundaan pertumbuhan penduduk usia muda (di bawah 15 tahun ) dan semakin sedikit jumlah penduduk usia tua (di atas 64 tahun) sebagaimana yang terlihat dari dua hasil Sensus Penduduk tersebut biasa dikenal sebagai Bonus Demografi (Demographic Devident).
Kondisi ini juga lazim disebut Jendela Kesempatan (Windows Of Oppurtunity) bagi suatu negara untuk melakukan akselerasi ekonomi dengan menggenjot industri manufaktur, infrastruktur, maupun UKM karena berlimpahnya jumlah angkatan kerja. Banyak negara menjadi kaya karena berhasil memanfaatkan jendela peluang bonus demografinya untuk meningkatkan pendapatan per kapita negara.
Bagaimana Indonesia memaknai dan memanfaatkan Bonus Demografi yang ada? Jika melihat fakta yang ada, Indonesia diperkirakan akan mencapai puncak “bonus demografi” tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 pada gelombang pertama dan 2020-2030 pada gelombang bonus demografi kedua, artinya komposisi jumlah penduduk dengan usia produktif 15-64 tahun mencapai titik maksimal dibandingkan dengan penduduk usia non produktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas). Bonus demografi yang terjadi di Indonesia memberikan makna bahwa terdapat kenaikan jumlah angkatan kerja yang potensial. Namun perlu ditegaskan bahwa bonus demografi tidak memberikan dampak signifikan jika negara minim melakukan investasi sumber daya alam (human capital investment). Bonus demografi bisa berubah menjadi gelombang pengangguran massal dan semakin menambah beban anggaran negara. Keberhasilan dalam memanfaatkan jendela peluang ini  tergantung bagaimana pemerintah Indonesia dapat mensinergikan bonus demografi yang diperoleh untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara. Sebentar lagi BPS akan melakukan SP2020, bagaimana perkembangan bonus demografi? Kita nantikan hasil SP2020.

Sumber : Intern BPS


Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 21 Juli 2014

Nashaihul Ibad : Tiga Kesenangan Rasulullah


Rasulullah saw pernah bersabda :
"Ada tiga hal yang sangat aku senangi di dunia ini, yaitu :
1. wangi-wangian;
2. istri shalihah; dan
3. ketenangan saat sholat."


Ketika itu beliau sedang duduk dengan para sahabatnya. Tiba-tiba Abu Bakar Ash-Shiddiq ra berkata : "Benar engkau, ya Rasulullah, aku pun menyukai tiga hal lainnya, yaitu :
1. senang melihat wajah Rasulullah saw;
2. menafkahkan hartaku menurut kemauan Rasulullah saw; dan
3. aku senang putriku berada di bawah pemeliharaan Rasulullah saw."

'Umar ra lantas berkata : "Benar engkau, ya Abu Bakar, aku pun senang akan tiga hal lainnya yaitu : 1. mengajak pada kebaikan;
2. mencegah kemungkaran; dan 
3. berpakaian sederhana."

'Utsman pun menyahut : "Benar engkau, wahai 'Umar, aku pun menyukai tiga hal lainnya yaitu :
1. mengenyangkan orang yang sedang lapar;
2. memberi pakaian kepada orang yang tak memiliki busana; dan
3. membaca Al-Qur'an."


Selanjutnya, 'Ali ra juga berkata: "Benar engkau, wahai 'Utsman, aku pun menyukai tiga hal lainnya, yaitu :
1. melayani tamu,
2. puasa pada musim panas, dan
3. memukul musuh dengan pedang."


Ketika mereka sedang berbincang-bincang lalu Jibril datang dan berkata (kepada Nabi saw) "Allah telah mengutus aku ketika mendengar pembicaraan kalian. allah memerintahkan kepadamu, wahai Rasulullah, supaya engkau bertanya kepadaku tentang sesuatu yang aku cintai apabila aku menjadi penghuni dunia."
Rasulullah saw pun bertanya : "wahai Jibril, apa yang engkau cintai jika engkau menjadi penghuni dunia?" Jibril menjawab :
1. "Memberi pentunjuk kepada orang yang sesat;
2. menemani orang yang taat kepada Allah; dan
3. menolong keluarga yang fakir."


Selanjutnya Jibril berkata : "Allah, Tuhan Yang Mahamulia dan mahaagung mencintai tiga hal yang ada pada diri hamba-Nya, yaitu :
1. mencurahkan segala kemampuan dalam berbakti kepada Allah;
2. menangis karena menyesal telah berbuat maksiat; dan
3. sabar ketika mengalami kefakiran."


Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3



Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 17 Juli 2014

Nashaihul Ibad : Tiga Kehendak Allah

Dikatakan bahwa apabila Allah mengendaki seseoarang menjadi baik, maka :
1. Allah memberikan pemahaman kepadanya dalam urusan agama;
2. Allah menjadikan dia zuhud dalam urusan dunia; dan
3. Allah membuatnya sadar akan kekurangan dirinya.

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3

Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 16 Juli 2014

Nashaihul Ibad : Tiga Hal Yang Paling Baik

Ibnu 'Abbas ra ketika ditanyatentang hari, bulan, dan amalan yang paling baik, ia menjawab :
1. "Hari yang paling baik adalah hari Jum'at;
2. Bulan yang paling baik  adalah bulan Ramadhan;
3. Amalan yang paling baik adalah menjalankan sholat fardu tepat pada waktu utamanya."

Sedangkan menurut 'Ali ra, ia berkata :
1. "Amal yang paling baik adalah amal yang diterima oleh Allah;
2. Bulan yang paling baik adalah bulan yang di dalamnya engkau bertobat  kepada Allah dengan tobat nashuha; dan
3. sebaik-baik hari adalah hari saat engkau pergi meninggalkan dunia dan kembali kepada Allah dalam keadaan beriman kepada-Nya."


Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3

Posting by Mohammad Nurdin

Nashaihul Ibad : Tiga Simpanan Allah

Seorang bijak berkata : " Ada tiga hal yang menjadi simpanan Allah, yaitu :
1. kefakiran;
2. sakit; dan
3. sabar."


Simpanan Allah maksudnya sumber pahal yang hanya akan Allah berikan kepada orang yang dicintai-Nya. Sabar maksudnya tidak mengeluh kepada selain Allah atas kesedihan ketika menerima musibah.

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3

Posting by Mohammad Nurdin

Nashaihul Ibad : Tiga Benteng Orang Mukmin

Ka'ab Al-Akhbar, seorang pendeta Yahudi yang masuk Islam pada masa 'Umar bin Khaththab ra, mengatakan : "Benteng orang mukmin yang dapat menghalangi dari gangguan setan itu ada tiga, yaitu :
1. masjid;
2. berdzikir kepada Allah; dan
3. membaca Al-Qur'an."

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
 

Posting by Mohammad Nurdin

Nashaihul Ibad : Tiga Penambah Daya Ingat

'Ali ra berkata :
"Tiga hal yang dapat memperkuat hafalan dan membersihkan lendir yaitu :
1. bersiwak;
2. berpuasa; dan
3. membaca Al-Qur'an."


Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin

Nashaihul Ibad : Tiga Bagian Dari Manusia

Luqman Hakim pernah berkata kepada putranya : "Wahai anakku, sesungguhnya sosok manusia itu terbagi menjadi tiga bagian :
1. sepertiga untuk Allah;
2. sepertiga untuk dirinya sendiri; dan
3. sepertiga untuk belatung.
Bagian yang untuk Allah adalah rohnya (yakni akan kembali kepada-Nya). Bagian yang untuk diri manuisa sendiriadalah amalnya (yakni balasannya akan kembali kepada dirinya, baik yang baik maupun buruk). Bagian yang untuk belatung adalah jasadnya (yakni ketika jasadnya telah dimasukkan ke dalam kubur)."

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3

Posting by Mohammad Nurdin

Selasa, 24 Juni 2014

Nashaihul Ibad : Tiga Pesan Allah Kepada Nabi 'Uzair

Diriwayatkan bahwa Allah telah berfirman kepada Nabi 'Uzair :
"Wahai 'Uzair,
1. Jika engkau melakukan dosa kecil, maka janganlah melihat kecilnya dosa, tetapi lihatlah kepada Dzat yang engkau durhakai.
2. Jika engkau memperoleh kebaikan sedikit, maka janganlah engkau melihat kecilnya kebaikan, tetapi lihatlah kepada Dzat yang telah memberikan zizki itu kepadamu,
3. Jika engkau tertimpa musibah, maka janganlah engkau mengadukan Aku kepada makhluk-Ku, sebab Aku juga tidak pernah mengadukannmu kepada para malaikat-Ku ketika engkau berbuat maksiat kepada-Ku."

Imam Ibnu 'Uyainah berkata : "Orang yang mengeluh kepada orang lain namun hatinya mampu bersabar dan ridha menerima semua ketetapan Allah, maka orang itu tidak dikatakan berkeluh-kesah, sebab pernah ketiak Malaikat Jibril bertanya : 'Apa yang engkau rasakan?', Nabi Muhammad SAW yang saat itu tengah sakit menjelang wafatnya menjawab : 'Wahai Jibril, aku sedang tertimpa kecemasan dan kesusahan.'"

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3

Posting by Mohammad Nurdin