Berikut ini adalah tujuh mati syahid yang dikutip dari Kitab/Buku karya Imam Nawawi Al-Bantani yang berjudul “Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak” pada Bab 6 bagian 9 halaman 336.
Rasulullah SAW bersabda :
"Mati syahid selain orang yang mati di jalan Allah, juga ada tujuh golongan yang termasuk mati syahid, yaitu :
1. mati karena penyakit perut;
2. mati tenggelam;
3. mati karena terserang tumor ganas;
4. mati karena penyakit tha'un;
5. mati terbakar;
6. mati karena karena tertimbun reruntuhan; dan
7. mati karena melahirkan."
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label para. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label para. Tampilkan semua postingan
Rabu, 20 Mei 2020
Nashaihul Ibad : Tujuh Mati Syahid
Nashaihul Ibad : Sepuluh Teman Iblis
“Ibnu ‘Abbas ra berkata :
‘Pada suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada Iblis ‘alaihil la’nah : ‘Berapa temanmu dari kalangan umatku?’
Selasa, 01 Juli 2014
Nashaihul Ibad : Tiga Macam Sikap Terhadap Dunia
Yahya bin Mua'adz berkata :
1. "Barang siapa dapat meepaskan dunia seuruhnya, maka ia teah mengambi akhirat seuruhnya.
2. Barang siapa mengambi dunia seuruhnya, berarti ia teah meepaskan akhirat seuruhnya.
3. Mencintai akhirat menjadi sebab meepaskan dunia, tidak menyukai dunia menjadi sebab mencintai akhirat."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Barang siapa dapat meepaskan dunia seuruhnya, maka ia teah mengambi akhirat seuruhnya.
2. Barang siapa mengambi dunia seuruhnya, berarti ia teah meepaskan akhirat seuruhnya.
3. Mencintai akhirat menjadi sebab meepaskan dunia, tidak menyukai dunia menjadi sebab mencintai akhirat."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Nashaihul Ibad : Tiga Keniscayaan
'Ali ra berkata :
1. "Silakan berbuat baik kepada orang yang engkau kehendaki, niscaya engkau akan menjadi rajanya.
2. Mintalah kepada orang yang engkau kehendaki niscaya engkau akan menjadi tawanannya.
3. Merasa cukuplah dengan apa yang engkau kehendaki, niscaya engkau akan menjadi orang kaya seperti dia."
Dalam sebuah hadits disebutkan :
"Barang siapa mencintai sesuatu, dia akan menjadi tawanannya."
'Ali ra juga berkata :
"Aku adalah tawanan orang yang pernah mengajariku satu huruf. Jika menghendaki, ia bisa menjualku; dan ia juga bisa memerdekakanku."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Silakan berbuat baik kepada orang yang engkau kehendaki, niscaya engkau akan menjadi rajanya.
2. Mintalah kepada orang yang engkau kehendaki niscaya engkau akan menjadi tawanannya.
3. Merasa cukuplah dengan apa yang engkau kehendaki, niscaya engkau akan menjadi orang kaya seperti dia."
Dalam sebuah hadits disebutkan :
"Barang siapa mencintai sesuatu, dia akan menjadi tawanannya."
'Ali ra juga berkata :
"Aku adalah tawanan orang yang pernah mengajariku satu huruf. Jika menghendaki, ia bisa menjualku; dan ia juga bisa memerdekakanku."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Label:
al-bantani,
bijak,
hamba,
ibad,
imam,
Keniscayaan,
Nashaihul,
Nasihat,
Nawawi,
para,
Santun,
tiga,
untuk
Nashaihul Ibad : Tiga Hal Dua Di Antaranya Lenyap Dan Satunya Kekal
Dikisahkan bahwa Shalih A-Margady ra pernah melewati kampung, ia berkata : "Wahai kampung, ke mana pendudukmu yang dahulu pernah menghuni dan memakmurkanmu? Sekarang mereka berada di mana?"
Tiba-tiba ia mendengar suara tanpa rupa yang menjawab :
1."Bekas peningggaan mereka telah tiada;
2. tubuh mereka telah hancur dimakan tanah;
3. hanya amal perbuatan mereka yang masih ada membebani mereka di alam baka."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Tiba-tiba ia mendengar suara tanpa rupa yang menjawab :
1."Bekas peningggaan mereka telah tiada;
2. tubuh mereka telah hancur dimakan tanah;
3. hanya amal perbuatan mereka yang masih ada membebani mereka di alam baka."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Nashaihul Ibad : Tiga Resep Pokok
'Abdullah bin Mas'ud ra berkata :
1. "Laksanakanah apa yang telah diperintahkan Allah kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling baik ibadahnya.
2. Jauhiah apa yang telah dilarang oleh Allah, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling zuhud.
3. Terimalah dengan ridha rizki yang diberikan Allah kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Laksanakanah apa yang telah diperintahkan Allah kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling baik ibadahnya.
2. Jauhiah apa yang telah dilarang oleh Allah, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling zuhud.
3. Terimalah dengan ridha rizki yang diberikan Allah kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Nashaihul Ibad : Tiga Keadaan Saat Menemui Allah dan balasannya
Allah telah memberikan wahyu kepada sebagaian para nabi-Nya sebagai berikut :
1. "Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa rindu bersua dengan-Ku, niscaya Kumasukkan dia ke dalam surga-Ku;
2. Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa takut kepada-Ku, niscaya kujauhkan dia dari neraka-Ku;
3. Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa mau, niscaya Kubuat lupa para maaikat-Ku untuk mencatat dosa-dosanya."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa rindu bersua dengan-Ku, niscaya Kumasukkan dia ke dalam surga-Ku;
2. Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa takut kepada-Ku, niscaya kujauhkan dia dari neraka-Ku;
3. Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa mau, niscaya Kubuat lupa para maaikat-Ku untuk mencatat dosa-dosanya."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Minggu, 29 Juni 2014
Nashaihul Ibad : Tiga Hasil Ketaatan
Rasulullah saw bersabda :
"Barang siapa meninggalkan kehinaan, lalu melaksanakan kemuliaan, maka :
1. Allah akan memberikan kecukupan kepadanya meskipun tanpa harta;
2. Allah akan memberikan kekuatan kepadanya tanpa disertai tentara; dan
3. Allah akan mengalahkan musuhnya bukan dengan pasukan."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
"Barang siapa meninggalkan kehinaan, lalu melaksanakan kemuliaan, maka :
1. Allah akan memberikan kecukupan kepadanya meskipun tanpa harta;
2. Allah akan memberikan kekuatan kepadanya tanpa disertai tentara; dan
3. Allah akan mengalahkan musuhnya bukan dengan pasukan."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Kamis, 26 Juni 2014
Nashaihul Ibad : Tiga Jawaban Setan
Hatim Al-Asham berkata : "Setiap pagi setan selalu bertanya kepadaku tentang tiga hal : 'Apa yang engkau makan? Apa yang engkau pakai? Di mana tempat tinggalmu? Aku menjawab :
1. 'Aku sedang memakan (membayangkan pahitnya) mati;
2. yang aku pakai adalah kain kafan; dan
3. tempat tinggalku adalah kuburan.'
Mendengar jawabanku itu setan langsung lari menjauhiku."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
1. 'Aku sedang memakan (membayangkan pahitnya) mati;
2. yang aku pakai adalah kain kafan; dan
3. tempat tinggalku adalah kuburan.'
Mendengar jawabanku itu setan langsung lari menjauhiku."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Selasa, 24 Juni 2014
Nashaihul Ibad : Tiga Pesan Allah Kepada Nabi 'Uzair
Diriwayatkan bahwa Allah telah berfirman kepada Nabi 'Uzair :
"Wahai 'Uzair,
1. Jika engkau melakukan dosa kecil, maka janganlah melihat kecilnya dosa, tetapi lihatlah kepada Dzat yang engkau durhakai.
2. Jika engkau memperoleh kebaikan sedikit, maka janganlah engkau melihat kecilnya kebaikan, tetapi lihatlah kepada Dzat yang telah memberikan zizki itu kepadamu,
3. Jika engkau tertimpa musibah, maka janganlah engkau mengadukan Aku kepada makhluk-Ku, sebab Aku juga tidak pernah mengadukannmu kepada para malaikat-Ku ketika engkau berbuat maksiat kepada-Ku."
Imam Ibnu 'Uyainah berkata : "Orang yang mengeluh kepada orang lain namun hatinya mampu bersabar dan ridha menerima semua ketetapan Allah, maka orang itu tidak dikatakan berkeluh-kesah, sebab pernah ketiak Malaikat Jibril bertanya : 'Apa yang engkau rasakan?', Nabi Muhammad SAW yang saat itu tengah sakit menjelang wafatnya menjawab : 'Wahai Jibril, aku sedang tertimpa kecemasan dan kesusahan.'"
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
"Wahai 'Uzair,
1. Jika engkau melakukan dosa kecil, maka janganlah melihat kecilnya dosa, tetapi lihatlah kepada Dzat yang engkau durhakai.
2. Jika engkau memperoleh kebaikan sedikit, maka janganlah engkau melihat kecilnya kebaikan, tetapi lihatlah kepada Dzat yang telah memberikan zizki itu kepadamu,
3. Jika engkau tertimpa musibah, maka janganlah engkau mengadukan Aku kepada makhluk-Ku, sebab Aku juga tidak pernah mengadukannmu kepada para malaikat-Ku ketika engkau berbuat maksiat kepada-Ku."
Imam Ibnu 'Uyainah berkata : "Orang yang mengeluh kepada orang lain namun hatinya mampu bersabar dan ridha menerima semua ketetapan Allah, maka orang itu tidak dikatakan berkeluh-kesah, sebab pernah ketiak Malaikat Jibril bertanya : 'Apa yang engkau rasakan?', Nabi Muhammad SAW yang saat itu tengah sakit menjelang wafatnya menjawab : 'Wahai Jibril, aku sedang tertimpa kecemasan dan kesusahan.'"
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Label:
al-bantani,
bijak,
hamba,
ibad,
imam,
menjadi,
Nashaihul,
Nasihat,
Nawawi,
para,
snatun,
untuk
Minggu, 10 Februari 2013
Dua Kidung Penawar Kalbu (Tombo Ati)
Bab 1 Nasihat ke-28
Dua Kidung Penawar Kalbu (Tombo Ati)
1. "Ya Allah, aku ingin mengerjakan semua kebaikan, tapi apa daya tangan tak sampai.
2. Maafkansegala kekuranganku. Engkau Maha tidak memerlukan dari menyiksaku."
Dua Kidung Penawar Kalbu (Tombo Ati)
1. "Ya Allah, aku ingin mengerjakan semua kebaikan, tapi apa daya tangan tak sampai.
2. Maafkansegala kekuranganku. Engkau Maha tidak memerlukan dari menyiksaku."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nasihat-nasihat untuk para hamba menjadi santun dan bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005
Posting by Mohammad Nurdin
Langganan:
Postingan (Atom)


