Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label shalat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label shalat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2016

Nashaihul Ibad : Empat Faktor Kesempurnaan

Abu Bakar Ash-Shiddiq ra berkata :
"Empat hal akan menjadi sempurna apabila didukung empat hal yang lain yaitu :
1. Kesempurnaan Shalat adalah dengan dua  kali sujud Sahwi bila ada bagian yang terlupakan darinya saat mengerjakan;
2. Kesempurnaan puasa Ramadhan adalah dengan zakat fitrah;
3. Kesempurnaan ibadah haji adalah dengan membayar dam/fidyah;
4. Kesempurnaan iman adalah dengan jihad di jalan Allah."

Dalam masalah mengeluarkan zakat fitrah, Allah berfirman :
"Dan bagi mereka yang mampu (untuk membayar fidyah), maka hendaklah mereka membayarkannya dengan memberi makan kepada orang miskin." (QS Al-Baqarah 2 : 184).
Memberi makan dalam ayat ini maksudnya memberikan zakat fitrah.
Dalam masalah membayar dam/fidyah bagi orang yang menunaikan ibadah haji, adalah jika memamng ada sebab yang mewajibkannya atau men-sunnahkannya atau tanpa ada sebab sebagai langkah kehati-hatian saja.

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 23 Mei 2016

Doa Sesudah Shalat 9

WASHALLALLAAHU 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMA-DIN WA'ALAA AALIHIWA SHAHBIHIIWA SALLAM, WAL HAMDU LILLAAHIRABBIL 'AALAMIIN.
 Artinya :
Semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya dan segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam

Posting by Mohammad Nurdin

Doa Sesudah Shalat 8

RABBANAA AATINAA FIDDUNNYAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASANAH, WAQINAA ‘ADZAA BAN NAAR.
 Artinya :
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.

Posting by Mohammad Nurdin

Doa Sesudah Shalat 7

RABBANAA TAQABBAL MINNAA INNAKA ANTAS SAMII'UL 'ALIIM, WA TUB 'ALAINAA INNAKA ANTAT TA WWA ABUR RAHIIM.
 Artinya :
Wahai Tuhan kami, perkenankanlah (permohonan) dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Posting by Mohammad Nurdin

Doa Sesudah Shalat 6

RABBANAGH FIRLANAA DZUNUUBANAA WA LIWAA-LIDIINAA WALIMASYAAYIKHINAA WA LIMU'ALLI-MIENAA WA LIMAN LAHUU H AQQUN' ALAIN AA WA LIM AN AHABBA WA AHSANA ILAINAA WA LIKAAFFATIL MUS LIMUN A AJMA'IIN.
 Artinya :
Wahai Tuhan Kami, ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa orang tua kami, para sesepuh kami, para guru kami, orang-orang yang mempunyai hak atas kami, orang-orang yang cinta dan berbuat baik kepada kami, dan seluruh umat islam

Posting by Mohammad Nurdin

Doa Sesudah Shalat 5

ALLAAHUMMAINNAA NA'UUDZU BIKA MIN 'ILMIN LAA YANFA' W AMIN QALBIN LAA YAKHSYA' W AMIN NAFSIN LAA TASYBA' WAMIN DA'WATIN LAA YUSTAJAABU LAHAA.
 Artinya :
Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu', dari jiwa yang tidak kenal puas, dan dari doa yanag tak terkabul.

Posting by Mohammad Nurdin

Doa Sesudah Shalat 4

ALLAAHUMMA INNAA NA'UUDZU BIKA MINAL 'AJZI WAL KASALI WAL BUKHLI WAL HARAMI WA 'ADZAABIL QABRI.
 Artinya :
Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari sifat lemah, malas, kikir, pikun dan dari azab kubur

Posting by Mohammad Nurdin

Doa Sesudah Shalat 3

ALLAAHUMMA INNAA NAS'ALUKA SALAAMATAN FTDDIINI WADDUN-YAA WAL AAKHIRAH. WA 'AAFIYA-TAN FIL JASADI WA SHIHHATAN FIL BADANI WA ZIYAADATAN FIL 'ILMI WA BARAKATAN FIRRIZQI WA TAUB ATAN QABLAL MAUT WA RAHM ATAN 'INDALMAUT WA MAGHFIRATAN BA'D AL MAUT. ALLAAHUMMA HAWWIN 'ALAINAA FII SAKARAATIL MAUT WAN NAJAATA MINAN NAARI WAL 'AFWA 'INDAL HISAAB.
 Artinya :
Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepadaMu, kesejahteraan dalam agama, dunia dan akhirat, keafiatan jasad, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datang maut, rahmat pada saat datang maut, dan ampunan setelah datang maut. Wahai Allah! Permudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, (Berilah kami) keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat dilaksanakan hisab.

Posting by Mohammad Nurdin

Doa Sesudah Shalat 2

ALLAAHUMMA SHALLIWASALLIM 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIW WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. SHALA ATAN TUN AJIHNAA BÍHAA MINJAMII'IL AHWAALI WAL AAFAAT. WA TAQDHII LANAA BIHAA JAMII'AL HAAJAAT. WA TUTHAHHIRUNAA BIHAA MIN JAMII'IS SAYYI'AAT. W ATARFA ' UN A A BIHAA 'INDAKA ' A'LADDARAJAAT. WA TUBALLIGHUNAA BIHAA AQSHAL GHAAYAATI MIN JAMII'IL KHAIRAATIFIL HAYAATIWA BA'DAL MAMAAT. INNAHU SAMII'UN QARIIBUM MUJIIBUD DA'AWAAT WAYAA QAADHIYAL HAAJAAT.
 Artinya :
Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad dan keluarganya, yaitu rahmat yang dapat menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan penyakit, yang dapat memenuhi segala kebutuhan kami, yang dapat mensucikan diri kami dari segala keburukan, yang dapat mengangkat derajat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu, dan dapat menyampaikan kami kepada tujuan maksimal dari segala kebaikan, baik semasa hidup maupun sesudah mati. Sesunggunya Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Dekat, lagi Maha Memperkenankan segala doa dan permohonan. Wahai Dzat yang Maha Memenuhi segala kebutuhan Hamba-Nya.

Posting by Mohammad Nurdin

Doa Sesudah Shalat 1

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM. ALHAMDU LILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN. HAMDAY YU-WAAFII NI'AMAHUU WA YUKAAFI'U MAZIIDAH. YAA RABBANAA LAKALHAMDU WA LAKASY SYUKRU KA-MAA YAMBAGHIILIJALAALIWAJHIKA WA 'AZHIIMISUL-THAANIK.
 Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmatNya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segalah syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.

Posting by Mohammad Nurdin

Selasa, 13 Mei 2014

Do'a sehabis Sholat Dhuha

Berikut ini adalah do'a sehabis sholat dhuha.


"Allahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka
wal bahaa-a bahaa-uka
wal jamaala jamaaluka
wal quwwata quwwatuka
wal qudrata qudratuka
wal 'ishmata 'ishmatuka

Senin, 13 September 2010

Perintah Berwudhu

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit[403] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[404] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur." (QS Surat Al-Maa-idah (5) : 6)
[403]. Maksudnya: sakit yang tidak boleh kena air.
[404]. Artinya: menyentuh. Menurut jumhur ialah: menyentuh sedang sebagian mufassirin ialah: menyetubuhi.

Ayat ini berisi perintah untuk berwudhu. Tidak sah shalat kita bila kita tidak dalam keadaan suci. Bersuci yang utama adalah berwudhu. Bila keadaan terpaksa karena beberapa halangan maka berwudhu bisa digantikan dengan tayamum. Mengetahui bagaimana cara berwudhu yang benar akan menjadikan shalat kita diterima Allah SWT sebagai amal ibadah. Shahabat Nabi SAW yang ketahuan berwudhu tidak benar, terlihat di kakinya menempel uang logam, maka Rasulullah memerintahkannya untuk mengulang wudhu dan juga shalatnya. Bagaimana jika wudhu kita belum benar sehingga dampaknya shalat kita tidak sah? Naudzu billah min dzalik. Maka tulisan ini yang diambil dari Kitab Tafsir yang banyak menjadi rujukan Umat Islam di seluruh dunia, sebuah kitab tafsir yang disusun sekitar abad XII dan mampu bertahan terhadap tempaan jaman karena mengangkat ilmu yang tidak lekang oleh zaman yaitu ibadah yang hanya mencontoh dari suri tauladan Nabi SAW tercinta yaitu Tafsir Ibnu Katsir.
Ingatlah! Semua orang akan merugi kecuali yang berilmu. Semua orang berilmu akan merugi kecuali yang beramal. Semua orang yang beramal akan merugi kecuali yang ikhlas. Itulah amal shalih, yaitu amal yang berdasar ilmu dan dilandasi keikhlasan hati. Semoga kita bisa menjadi yang demikian.
Marilah bersama-sama kita mengkaji. Berikut ini uraian bab perintah berwudhu dalam Tafsir Ibnu Katsir :

Firman-Nya, Apabila kamu hendak mengerjakan shalat. Ayat ini memerintahkan untuk berwudhu ketika hendak mendirikan shalat. Perintah ini wajib bagi orang yang berhadats. Sedangkan bagi orang yang masih suci hukumnya anjuran (sunnah). Ada yang berpendapat bawa perintah berwudhu’ padasetiap shalat adalah wajib di permulaan Islam, kemudian ketentuan ini dihapuskan. Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya , ia mengatakan, Dulu Nabi SAW berwudhu pada tiap-tiap shalat. Namunketika pada hari penaklukan kota Makkah, beliau berwudhu dan mengusap bagian atas kedua khufnya (sepatu kulit) , serta melakukan beberapa shalat dengan sekali wudhu. Melihat hal itu , ‘Umar bertanya, ‘Wahai Rasulullah, engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lalukan sebelumnya.’ Beliau mengatakan, ‘Aku sengaja melakukannya, wahai ‘Umar’’’(Ahmad (V/358)) Demikian diriwayatkan Muslim dan para penulis as-Sunan (Muslim (I/232); Abu Dawud (I/20); Tuhfatul Ahwadzi (I/194); an-Nasa-I (I/86); dan Ibnu Maja (I/170). [Muslim(no. 277), Abu Dawud (no. 172), at-Tirmidzi (no. 61), Ibnu Majah (no. 510)]

Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa al-Fadhl bin al-Mubasysyir menuturkan kepadanya, Aku melihat Jabir bin ‘Abdillah mengerjakan beberapa shalat dengan sekali wudhu. Jika ia buang air kecil atau berhadats, maka ia berwudhu dan mengusap kedua sepatunya dengan bekas bersucinya. Aku bertanya, ‘Wahai Abu ‘Abdillah, apakah engkau melakukan hal itu dengan pendapatmu?’ Ia menjawab, ‘Bahkan aku melihat Nabi SAW melakukannya.(Ath-Thabari (X/11)) Demikian pula hats ini diriwayatkan Ibnu Majah.(Ibnu Majah (I/70). [Ibnu Majah (no. 511). Shahih lighairi: Lihat Shahiih Sunan Ibni Majah (I/162)].

Ahmad meriwayatkan dari ‘Ubaidullah bin Abdillah bin ‘Umar, ia mengatakan,Tahukah kamu wudhu Abdullah bin Umar untuk tiap-tia shalat, baik dalam keadaan masih suci atau tidak suci, dari siapakah dia? Ia mengatakan,Asma binti Zaid bin al_Khattab menuturkan kepadanya bahwa Abdullah bin Hanzhalah bin Abi Amir al-Ghasil menuturkan kepadanya bahwa Rasulullah SAW memerintahkan berwudhu untuk tiap-tiap shalat, baik dalam keadaan suci maupun tdak suci. Ketika hal itu dirasakan berat, beliau memerintahkan bersiwak pada tiap-tiap shalat, dan wudhu digugurkan darinya kecuali bagi siapa yang berhadats. Abdullah merasa masih kuat untuk melakukan hal itu, sehingga ia melakukannya hingga wafat.(Ahmad (V/225).[hasan : Dihasankan oleh Syaikh al-Arna-uth (no. 21960). Cet. Ar-Risalah]. Perbuatan Ibnu Umar dan konsistensinya menyempurnakan wudhu untuk tiap-tiap shalat mengandung dalilatas dianjurkannya hal itu, sebagaimana yang dianut madzhab jumhur.
Abu Dawud memerintahkan dari Abdullah bin Abbas ra bahwa Rasulullah SAW keluar dari tempat buang hajat, lalu makanan dihidangkan kepada beliau, maka mereka mengatakan, Sudikah kiranya kami bawakan air wudhu kepadamu? Beliau menjawab, Sesungguhnya aku hanya diperintahkan untuk berwudhu ketika aku hendak melaksanakan shalat.(Abu Dawud (IV/36). [Abu Dawud (no. 3760)] Hadits ini juga diriwayatkan at-Tirmidzi dan an-Nasa-i. (Tuhfatul Ahwadzi (V/579); danan-Nasa-I (I/85). {At-Tirmidzi (no. 1847).Shahih : Lihat shahiihul Jaami’ (no. 2337)] At-Tirmidzi mengatakan , Ini hatis hasan.

Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia mengatakan, Kami di sisi Nabi SAW, lalu beliau menuju tempat buang hajat. Kemudian ketika beliau kembali, makanan dihidangkan, maka ditanya:, Wahai Rasulullah , apakah Anda hendak berwudhu? Beliau menjawab Untuk apa? Apakah aku akan shalat, sehingga aku harus berwudhu?(Muslim (I/283). [Muslim (no. 374)]
Sumber : Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3, Pustaka Ibnu Katsir, 2006

Posting by Mohammad Nurdin