Sufyan Ats-Tsaury pernah ditanya tentang hal yang dapat membuat diri seseoarang merasa rindu kepada Allah, maka ia menjawab :
1. "Jangan kamu rindukan setiap orang yang berwajah cerah menyenangkan.
2. Jangan kamu rindukan suara yang merdu.
3. Dan jangan kamu rindukan mendengar ungkapan yang fasih.
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Cari Blog Ini
Senin, 07 Juli 2014
Nashaihul Ibad : Tiga Hal Yang Tidak Boleh Dirindukan
Nashaihul Ibad : Tiga Jalan Mencapai Kezuhudan
Ibrahim bin Adham pernah ditanya tentang apa yang bisa menyebabkan dirinya mencapai tingkat zuhud, lalu ia menjawab ada tiga hal, yaitu :
1. "Kulihat kuburan adalah alam yang begitu mengerika, sedang aku tidak punya teman yang bisa menghilangkan rasa takutku.
2. Kulihat perjalanku sangat jauh, sedang aku tidak punya bekal yang dapat mengantarkanku ke tujuan.
3. Kulihat Tuhan Yang Maha Perkasa sebagai hakim, sedang aku tidak punya alasan untuk membela diriku di hadapan-Nya."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Kulihat kuburan adalah alam yang begitu mengerika, sedang aku tidak punya teman yang bisa menghilangkan rasa takutku.
2. Kulihat perjalanku sangat jauh, sedang aku tidak punya bekal yang dapat mengantarkanku ke tujuan.
3. Kulihat Tuhan Yang Maha Perkasa sebagai hakim, sedang aku tidak punya alasan untuk membela diriku di hadapan-Nya."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Selasa, 01 Juli 2014
Nashaihul Ibad : Tiga Macam Sikap Terhadap Dunia
Yahya bin Mua'adz berkata :
1. "Barang siapa dapat meepaskan dunia seuruhnya, maka ia teah mengambi akhirat seuruhnya.
2. Barang siapa mengambi dunia seuruhnya, berarti ia teah meepaskan akhirat seuruhnya.
3. Mencintai akhirat menjadi sebab meepaskan dunia, tidak menyukai dunia menjadi sebab mencintai akhirat."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Barang siapa dapat meepaskan dunia seuruhnya, maka ia teah mengambi akhirat seuruhnya.
2. Barang siapa mengambi dunia seuruhnya, berarti ia teah meepaskan akhirat seuruhnya.
3. Mencintai akhirat menjadi sebab meepaskan dunia, tidak menyukai dunia menjadi sebab mencintai akhirat."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Nashaihul Ibad : Tiga Keniscayaan
'Ali ra berkata :
1. "Silakan berbuat baik kepada orang yang engkau kehendaki, niscaya engkau akan menjadi rajanya.
2. Mintalah kepada orang yang engkau kehendaki niscaya engkau akan menjadi tawanannya.
3. Merasa cukuplah dengan apa yang engkau kehendaki, niscaya engkau akan menjadi orang kaya seperti dia."
Dalam sebuah hadits disebutkan :
"Barang siapa mencintai sesuatu, dia akan menjadi tawanannya."
'Ali ra juga berkata :
"Aku adalah tawanan orang yang pernah mengajariku satu huruf. Jika menghendaki, ia bisa menjualku; dan ia juga bisa memerdekakanku."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Silakan berbuat baik kepada orang yang engkau kehendaki, niscaya engkau akan menjadi rajanya.
2. Mintalah kepada orang yang engkau kehendaki niscaya engkau akan menjadi tawanannya.
3. Merasa cukuplah dengan apa yang engkau kehendaki, niscaya engkau akan menjadi orang kaya seperti dia."
Dalam sebuah hadits disebutkan :
"Barang siapa mencintai sesuatu, dia akan menjadi tawanannya."
'Ali ra juga berkata :
"Aku adalah tawanan orang yang pernah mengajariku satu huruf. Jika menghendaki, ia bisa menjualku; dan ia juga bisa memerdekakanku."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Label:
al-bantani,
bijak,
hamba,
ibad,
imam,
Keniscayaan,
Nashaihul,
Nasihat,
Nawawi,
para,
Santun,
tiga,
untuk
Nashaihul Ibad : Tiga Hal Dua Di Antaranya Lenyap Dan Satunya Kekal
Dikisahkan bahwa Shalih A-Margady ra pernah melewati kampung, ia berkata : "Wahai kampung, ke mana pendudukmu yang dahulu pernah menghuni dan memakmurkanmu? Sekarang mereka berada di mana?"
Tiba-tiba ia mendengar suara tanpa rupa yang menjawab :
1."Bekas peningggaan mereka telah tiada;
2. tubuh mereka telah hancur dimakan tanah;
3. hanya amal perbuatan mereka yang masih ada membebani mereka di alam baka."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Tiba-tiba ia mendengar suara tanpa rupa yang menjawab :
1."Bekas peningggaan mereka telah tiada;
2. tubuh mereka telah hancur dimakan tanah;
3. hanya amal perbuatan mereka yang masih ada membebani mereka di alam baka."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Nashaihul Ibad : Tiga Resep Pokok
'Abdullah bin Mas'ud ra berkata :
1. "Laksanakanah apa yang telah diperintahkan Allah kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling baik ibadahnya.
2. Jauhiah apa yang telah dilarang oleh Allah, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling zuhud.
3. Terimalah dengan ridha rizki yang diberikan Allah kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Laksanakanah apa yang telah diperintahkan Allah kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling baik ibadahnya.
2. Jauhiah apa yang telah dilarang oleh Allah, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling zuhud.
3. Terimalah dengan ridha rizki yang diberikan Allah kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Nashaihul Ibad : Tiga Keadaan Saat Menemui Allah dan balasannya
Allah telah memberikan wahyu kepada sebagaian para nabi-Nya sebagai berikut :
1. "Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa rindu bersua dengan-Ku, niscaya Kumasukkan dia ke dalam surga-Ku;
2. Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa takut kepada-Ku, niscaya kujauhkan dia dari neraka-Ku;
3. Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa mau, niscaya Kubuat lupa para maaikat-Ku untuk mencatat dosa-dosanya."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
1. "Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa rindu bersua dengan-Ku, niscaya Kumasukkan dia ke dalam surga-Ku;
2. Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa takut kepada-Ku, niscaya kujauhkan dia dari neraka-Ku;
3. Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa mau, niscaya Kubuat lupa para maaikat-Ku untuk mencatat dosa-dosanya."
Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3
Posting by Mohammad Nurdin
Langganan:
Postingan (Atom)
