Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label tidak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tidak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Desember 2024

Aku Tidak Membenci Hujan

 


 Ini adalah kata bijak terkait dengan hujan yang lengkapnya berbunyi: "Siapapun yang mengatakan kalau sinar matahari membawa kebahagiaan pasti tidak pernah menari di tengah guyuran hujan." Sebuah kalimat bijak agar selalu mensyukuri saat terang maupun saat hujan. Kita tidak boleh membenci hujan karena itu juga hujan adalah rahmat Allah Subhanahu wa ta'ala, tentu umat manusia dilarang mencelanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Janganlah kamu mencaci maki angin."

Posting by Mohammad Nurdin

Sabtu, 25 Juni 2016

100 Kebiasaan Nabi : Tidak mencaci-maki Angin

 "Angin adalah kebaikan dari Allah yang membawa rahmat dan azab, maka janganlah kamu mencaci-makinya. Mohonlah kepada Allah limpahan kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya."
(HR. Bukhari dai Abu Hurairah)

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 07 Juli 2014

Nashaihul Ibad : Tiga Hal Yang Tidak Boleh Dirindukan

Sufyan Ats-Tsaury pernah ditanya tentang hal yang dapat membuat diri seseoarang merasa rindu kepada Allah, maka ia menjawab :
1. "Jangan kamu rindukan setiap orang yang berwajah cerah menyenangkan.
2. Jangan kamu rindukan suara yang merdu.
3. Dan jangan kamu rindukan mendengar ungkapan yang fasih.

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat untuk Para Hamba menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005, cet. 3

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 30 Juni 2014

Do'a-do'a Pilihan : Do'a Agar Tidak Menyekutukan Allah SWT



Allaahumma inii a'udzubika an-usyrikabika wa ana a'lamu wa astghfiruka limaa laa a'la.

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-mu dari perbuatansyirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan, aku memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui."

(HR. Ahmad)
 


Sumber : Rasyida Harun, Doa-doa Pilihan Penghapus Dosa-dosa Besamu, Bening, Jogjakarta, 2011


Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 03 Maret 2011

Stroke Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

Antara - Selasa, 1 Maret
Jakarta (ANTARA) - Stroke atau serangan jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia untuk kategori penyakit tidak menular (PTM).

"Data kematian akibat PTM yang tadinya 41,7 persen pada tahun 1995 meningkat menjadi 59,5 persen pada 2007. Penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah stroke sebesar 15,4 persen," kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih ketika membuka pertemuan regional Badan Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara yang membahas penanggulangan penyakit tidak menular yang digelar di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa.

Menkes menambahkan angka prevalensi PTM di Indonesia cukup tinggi yang meliputi penyakit hipertensi, penyakit jantung, stroke, penyakit tulang dan otot (muskuloskeletal) serta kecelakaan lalu lintas.

Selain itu prevalensi faktor resiko PTM juga tinggi Seperti obesitas, makanan beresiko, kurang buah dan sayur, kurang aktivitas fisik, merokok dan masalah kejiwaan.

"Kementerian Kesehatan memberikan perhatian serius dalam pengendalian PTM dengan membentuk unit khusus PTM sejak 2006 dengan program prioritas penyakit jantung, penyakit kanker, penyakit kronis dan generatif, diabetes mellitus dan penyakit metabolik serta kecelakaan dan cidera," ujar Menkes.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan disebut Menkes adalah pembentukan jejaring PTM dengan programnya antara lain intervensi berbasis masyarakat yaitu Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang melakukan "screening" faktor resiko PTM dan penyuluhan pencegahan PTM.

"Program lain adalah pengendalian tembakau dengan kegiatan advokasi termasuk pembentukan aliansi walikota dan bupati, monitoring penggunaan tembakau serta menyusun peraturan perundangan," ujar Menkes.

Saat ini cakupan program PTM sudah mencapai 60 persen provinsi di tanah air dengan kegiatan utama yang dilakukan berupa sosialisasi dan advokasi, pengendalian faktor resiko, deteksi dini, manajemen kasus, surveilens epidemiologi, jejaring kemitraan, monitoring, KIE, evaluasi, pembiayaan dan ketenagaan.

Posting by Mohammad Nurdin