Secara bahasa (etimologis), kata 'setan' diamabil dari bahasa Arab, syaitan. Kata syaitan adalah isim fa'il (pelaku) dari kata kerja syatana yang berarti menyalahi dan mendurhakai. Jadi, setan artinya makhluk yang senang membangkang dan durhaka. Adapun secara istilah (terminologis), setan adalah makhluk durhaka yang perbuatannya selalu menyesatkan dan menghalangi manusia dari jalan kebenaran (al-haq).
Al-Jauhari (w.1005 M), seorang pakar bahasa menjelaskan bahwa ditinjau dari segi makna , kata setan menunjuk kepada semua makhluk yang membangkang baik. Berikut ini ayat al qur'an yang menjelaskan pengertian setan tersebut :
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label nafsu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nafsu. Tampilkan semua postingan
Kamis, 04 Juni 2020
Awas Godaan Setan : Siapakah Iblis?
Iblis adalah makhluk pertama yang merintis vis untuk menyesatkan manusia. Para pakar bahasa berpendapat bahwa kata "Iblis" berasal dari bahasa Arab "ablasa" yang berarti putus asa atau terambil dari kata "balsa" yang berarti tidak mempunyai kebaikan. Nama Iblis berasal dari sosok makhluk yang enggan bersujud kepada Adam sehingga ia mendapat kutukan dari Allah akibat kedurhakaannya. Sejak itu, ia berputus asa dari rahmat-Nya dan ia bertekad untuk melakukan segalam macam kejahatan. Akhirnya, nama tersebut melekat pada dirinya.
Beberapa sifat iblis adalah sebagai berikut :
Beberapa sifat iblis adalah sebagai berikut :
Awas Godaan Setan : Apa Itu Ikhlas?
Ikhlas adalah jalan untuk membersihkan diri dari bujukan setan, sebagaimana pengakuan setan yang direkam oleh Allah SWT dalam Al Qur'an :
"Ia (iblis) berkata, "Tuhanku, oleh karena Engkau tetlah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka."
(QS Al-Hijr [15] : 39-40)
"Ia (iblis) berkata, "Tuhanku, oleh karena Engkau tetlah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka."
(QS Al-Hijr [15] : 39-40)
Senin, 05 Agustus 2013
Nashaihul Ibab 208 : Tiga Penyelamat, Perusak, Peninggi Derajat, dan Penghapus dosa Tiga Penyelamat Manusia
Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw pernah bersabda :
"Ada tiga perkara yang dapat menyelamatkan manusia (dari siksa Allah); ada tiga perkara yang dapat membinasakan manusia; ada tiga perkara yang dapat meninggikan derajat manusia; dan ada tiga perkara yang dapat menghapus dosa.
"Ada tiga perkara yang dapat menyelamatkan manusia (dari siksa Allah); ada tiga perkara yang dapat membinasakan manusia; ada tiga perkara yang dapat meninggikan derajat manusia; dan ada tiga perkara yang dapat menghapus dosa.
Senin, 11 Juni 2012
Panduan Hidup Muslim : Kemenangan Nafsu dan permusuhan Syaithan
Seyogyanya bagi orang yang berakal, mengekang keinginan nafsunya dengan lapar karena kelaparan adalah pengekangan terhadap musuh Allah dan kesuburan syaithan adalah kesenangan nafsu, makanan, dan minuman. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya syaithan berjalan pada anak Adam bersama dengan peredaran darah, mak persempitlah perjalannya dengan lapar."
Sesungguhnya manusia yang paling dekat dengan Allah SWT besok di hari akhir adalah orang yang lama kelaparan dan kehausannya, dan sesungguhnya dosa yang paling besar dan merusak anak Adam adalah keinginan perut. Dengan keinginan perut itu pula, Adam dan Hawa diusir dari perkampungan tetap (surga) kepada perkampungan hina dan miskin (dunia). Allah SWT telah melarang makan buah syajarah, tetapi keinginan nafsu mereka mengalahkannya dan tetap saja mereka makan. Akhirnya tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya. Perut adalah sumber segala keinginan nafsu menurut kehendaknya.
Senin, 04 Juni 2012
Panduan Hidup Muslim : Riyadhah dan Kesenangan Nafsu
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Al Hasyr : 18)
Ketahuilah wahai manusia, sesungguhnya nafsu selalu memerintahkan kejahatan (nafsu amarah) adalah lebih memusuhi kepadamu daripada Iblis. Syaithan bisa menjadi kuat menguasaimu hanya dengan pertolongan hawa nafsu dan kesenangan-kesenangannya. Untuk itu janganlah nafsumu menipumu dengan angan-angan kosong dan tipu daya, karena di antara ciri khas nafsu adalah merasa aman, lengah, santai, lambat, dan malas. Jadi semua ajakannya adalah bathil dan segala sesuatu yang timbul darinya adalah tipu daya belaka. Jika engkau puas dengannya dan mengikuti perintahnya, engkau tentu celaka, jika engkau lengah menelitinya engkau tentu tenggelam, dan jika engkau lemah untuk melawannya dan mengikuti saja kesenangannya, tentu dia akan membimbingmu ke neraka. Tidak ada bagi nafsu itu hal-hal yang dapat dikembalikan ke arah kebaikan. Dia adalah pangkal segala bencana dan sumber aib, dan dia tempat simpanan kekayaan Iblis serta tempat berlindung setiap kejahatan yang tidak akan mengetahui nafsu itu kecuali Allah SWT yang menciptakannya.
Langganan:
Postingan (Atom)



