Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label syaithan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syaithan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juni 2012

Panduan Hidup Muslim : Kemenangan Nafsu dan permusuhan Syaithan

Seyogyanya bagi orang yang berakal, mengekang keinginan nafsunya dengan lapar karena kelaparan adalah pengekangan terhadap musuh Allah dan kesuburan syaithan adalah kesenangan nafsu, makanan, dan minuman. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya syaithan berjalan pada anak Adam bersama dengan peredaran darah, mak persempitlah perjalannya dengan lapar."
Sesungguhnya manusia yang paling dekat dengan Allah SWT besok di hari akhir adalah orang yang lama kelaparan dan kehausannya, dan sesungguhnya dosa yang paling besar dan merusak anak Adam adalah keinginan perut. Dengan keinginan perut itu pula, Adam dan Hawa diusir dari perkampungan tetap (surga) kepada perkampungan hina dan miskin (dunia). Allah SWT telah melarang makan buah syajarah, tetapi keinginan nafsu mereka mengalahkannya dan tetap saja mereka makan. Akhirnya tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya. Perut adalah sumber segala keinginan nafsu menurut kehendaknya. 

Senin, 04 Juni 2012

Panduan Hidup Muslim : Riyadhah dan Kesenangan Nafsu

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Al Hasyr : 18)
Ketahuilah wahai manusia, sesungguhnya nafsu selalu memerintahkan kejahatan (nafsu amarah) adalah lebih memusuhi kepadamu daripada Iblis. Syaithan bisa menjadi kuat menguasaimu hanya dengan pertolongan hawa nafsu dan kesenangan-kesenangannya. Untuk itu janganlah nafsumu menipumu dengan angan-angan kosong dan tipu daya, karena di antara ciri khas nafsu adalah merasa aman, lengah, santai, lambat, dan malas. Jadi semua ajakannya adalah bathil dan segala sesuatu yang timbul darinya adalah tipu daya belaka. Jika engkau puas dengannya dan mengikuti perintahnya, engkau tentu celaka, jika engkau lengah menelitinya engkau tentu tenggelam, dan jika engkau lemah untuk melawannya dan mengikuti saja kesenangannya, tentu dia akan membimbingmu ke neraka. Tidak ada bagi nafsu itu hal-hal yang dapat dikembalikan ke arah kebaikan. Dia adalah pangkal segala bencana dan sumber aib, dan dia tempat simpanan kekayaan Iblis serta tempat berlindung setiap kejahatan yang tidak akan mengetahui nafsu itu kecuali Allah SWT yang menciptakannya.