Cari Blog Ini

Kamis, 04 Juni 2020

Awas Godaan Setan : Siapakah Iblis?

Iblis adalah makhluk pertama yang merintis vis untuk menyesatkan manusia. Para pakar bahasa berpendapat bahwa kata "Iblis" berasal dari bahasa Arab "ablasa" yang berarti putus asa atau terambil dari kata "balsa" yang berarti tidak mempunyai  kebaikan. Nama Iblis berasal dari sosok makhluk yang enggan bersujud kepada Adam sehingga ia mendapat kutukan dari Allah akibat kedurhakaannya. Sejak itu, ia berputus asa dari rahmat-Nya dan ia bertekad untuk melakukan segalam macam kejahatan. Akhirnya, nama tersebut melekat pada dirinya.
Beberapa sifat iblis adalah sebagai berikut :
1. Kematian Iblis ditangguhkan oleh Allah sampai Hari Kebangkitan.
"(Iblis) menjawab, "Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan." (Allah) berfirman, "Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu." (QS al-A'raf [7] : 14-15)
2. Berjumlah satu.
Menarik untuk dikemukakan bahwa semua kata Iblis dalam Al Qur'an berbentuk tunggal. Hal ini memberi kesan bahwa Iblis hanya satu. Berbeda dengan kata "syaitan" yang ada dalam benuk jamak yaitu "Syayatin"
3. Berasal dari golongan Jin
Pendapat jumhur ulama adalah iblis berasal dari golongan jin.
"(Allah) berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu? (Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia.  dari tanah." (QS al-A'raf [7] : 12)
Kita tahu bahwa salah satu makhluk yang diciptakan Allah dari api adalah jin, seperti ditegaskan oleh Allah dalam Al Qur'an.
"Dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap) (QS ar-Rahman [55] : 15)
4. Mempunyai anak keturunan
"pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemeimpin selain Aku, padahal mereka musuhmu? Sangat buruklah (Iblkis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim." (QS al-kahfi [18] : 50)
5. Kurang/jarang Tidur
Suatu ketika, Hasan al-basri ditanya, "Apakah Iblis itu tidur?' Beliau menjawab, "Andai saja Iblis itu tidur, tentu kita bisa hidup damai." 
Sumber : Fathur Rahman, Awas Godaan Setan, Insan Madani, Yogyakarta, 2008
 

 
Posting by Mohammad Nurdin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar