Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Januari 2024

Memiliki Paruh Kedua Kehidupan Terbaik : Kutipan #2

Hasil penelitian menunjukkan sbb:

"Orang berusia enam puluhan ke atas yang mempunyai rencana jangka panjang untuk melaksanakan sesuatu adalah 31 persen akan mengatakan mereka menikmati kehidupannya."

Rujukan : Wallace, K. T. Bisconti, dan C. Bergeman, 2001, "The Mediational Effect of Hardines on Social Support and Optimal Outcomes in Later Life." Basic and Applied Social Psychology 23 (4) : 267-79

 Posting by Mohammad Nurdin

Memiliki Paruh Kedua Kehidupan Terbaik : Kutipan #1


 "Mereka yang menganggap dirinya sukses, 25 persen tidak akan merasa cemas tentang kehidupan mereka, 14 persen tidak akan mementingkan diri sendiri dan 45 persen akan mengtakan bahawa mereka menikmati kehidupan mereka."

Hasil penelitian : Chamberlain, J. dan D. Haaga, 2001, "Unconditional Self-Acceptance and Psychological Health." Journal of rational-Emotive and Cognitive Behavior Therapy 19 (3) : 163-76.

Posting by Mohammad Nurdin

Memiliki Paruh Kedua Kehidupan Terbaik

 

Judul Asli : The 100 Simple Secrets of The Best Half of Life

Judul Terjemahan : 100 Rahasia Sederhana untuk Memiliki Paruh Kedua Kehidupan Terbaik

Penulis : David Niven, Ph. D

Alih Bahasa : Drs. Arvin Saputra

Editor : Dr. Lyndon Saputra

Penerbit : Interaksara, Batam Centre

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 07 Juni 2012

Memiliki Paruh Kedua Kehidupan Terbaik : Anda Tetap Seperti Anda Yang Dulu

Coba Anda memilih artikel tentang iklan serta demografi, maka Anda akan menemukan bahwa bagi industri tertentu, orang yang penting hanyalah orang yang maksimal berusia empat puluh tahun atau tiga puluh tahun atau bahkan dua puluh lima tahun. Kita tidak pernah kekurangan penggagas kebudayaan yang menyarankan bahwa kita paling menarik dan berguna ketika masih muda. Seolah-olah kita mempunyai tanggal kadaluwarsa untuk kebudayaan tertentu. Walaupun pandangan-pandangan seperti itu tidak selalu benar sifatnya, kita bisa melengkapi diri kita dengan mekanisme pertahanan yang sebaik mungkin terhadap perasaan ketinggalan jaman. Sesengguhnya, kita tetap berusia berapa pun yang pernah kita lalui. Kita mempunyai segala pengalaman orang berusia empat puluh tahun, tiga puluh tahun, dan dua puluh lima tahun. Coba Anda ingat-ingat segala yang pernah Anda ketahui dan pernah Anda lakukan, maka bukan merasa kuno, tapi Anda justru akan merasa bangga.
***

Sabtu, 02 Juni 2012

Rahasia Memiliki Paruh Kedua Kehidupan Terbaik : Kehidupan Terbaik Tidak Membutuhkan Piala

Tampaknya, hampir segalanya bersifat persaingan. Orang berkompetisi dalam berbagai konteks menakjubkan --- mulai dari pekerjaan, rumahangga, hingga arena apapun yang dapat Anda bayangkan. Sebagai contoh tentang betapa kecenderungan berkompetisi ini telah menjadi lepas kendali, renungkan saja fakta bahwa ada orang-orang sekarang ini yang mencari nafkah dengan mengikuti turnamen kompetisi makan. Salah satu tantangan mengejar kehidupan yang memuaskan adalah bahwa pokoknya tidak ada kompetisi. Anda tidak akan pernah menjalani kehidupan yang lebih baik karena kegagalan orang lain, atau kehidupan yang lebih buruk karena sukses orang lain. Pandang kepuasan Anda secara pribadi; pilihan Anda tidak perlu dibuktikan bagi siapa pun atau oleh siapa pun.

***

Sabtu, 05 Maret 2011

Akhir Kehidupan Seseorang

Penilaikan kita terhadap seseorang tidak bisa hanya pada saat sekarang tetapi pada saat akhir hayatnya, karena akhir kehidupan seseorang dinilai pada hasil akhir bukan pada proses. Hasil akhir itu jelas karena satu kali yaitu pada ujungnya sedangkan proses itu panjang, sepanjang umur seseorang.
Berikut kutipan yang saya ambil dalam Syaikh Shafiyyur al-Mubarak Furi, Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, 2006 sebagai berikut :

Imam al-Bukhari berkata : “Aisyah ra berkata : “Jika engkau kagum terhadap bagusnya amal muslim, maka bacalah ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-oarng mukmin akan melihat perbuatanmu itu.”(Fa-hul Baari XIII/512). Juga disebutkan dalam hadits yang semisal dengannya, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas, bahwa Rasulullah saw bersabda :

Janganlah kalian kagum dengan (amal) seseorang sampai kalian melihat dengan apa ia menutup umurnya, sebab bisa jadi seseorang beramal shalih sepanjang umurnya atau sebagian besar dari usianya, yang seandainya saja ia mati dalam keadaandemikian maka ia akan masuk Surga. Tetapi kemudian ia berubah dan beramal dengan amal buruk. (Jangan pula kalian memvonis seseoarang masuk neraka), sebab bisa jadi seseorang hamba beramal keburukan pada sebagian besar umurnya, yang jika ia meninggal dalam keadaan demikian , ia masuk Neraka. Tetapi kemudian ia berubah dan mengerjakan amalan shalih (di akhir hayatnya). Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Allah akan memberikan taufik sebelum wafatnya.”

Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah bagaimana cara Allah memberikan taufik kepadanya?”

Beliau menjawab: “Allah memberinya petunjuk untuk beramal shalih kemudian mewafatkannya dalam keadaan demikian.”

(Ahmad III/120 [Shahih : Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shaahiihul Jaami'(no. 305)] Imam Ahmad meriwayatkannya sendirian.

Website : http://ibnukatsir.com


Posting by Mohammad Nurdin