Cari Blog Ini
Selasa, 08 Oktober 2019
Sembilan Cara Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Jika Anda ingin menghindari flu yang kerap menghampiri, maka solusinya bukanlah menyiapkan sekotak tisu. Mengasup obat pencegah deman di saat gejala flu mulai terasa dan juga mencuci tangan lebih sering juga dapat menjadi cara untuk menangkal flu.
Namun, di antara itu sebenarnya masih banyak cara untuk meningkatkan imun tubuh kita. Bukan dengan obat-obatan, namun dengan menggalakkan kebiasaan hidup sehat.
Seperti dilansir dari Huffington Post, ada sembilan cara alami yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kesembilan cara itu di antaranya:
1. Tidur dengan benar.
Menyaksikan serial televisi favorit pada jam lewat tengah malam memang sangat menarik dilakukan sepulang kerja. Namun ternyata, para periset telah menemukan bahwa terjaga sepanjang malam dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Nantinya, mereka yang tidak memberikan tubuhnya waktu istirahat yang layak akan mudah diserang virus. Jika hal itu terus menerus dilakukan, maka kekebalan tubuh pun semakin lemah dan tak mampu melawan virus.
Jumat, 02 Oktober 2015
Kemenpan RB : 9 Program Percepatan Birokrasi Reformasi
1. Penataan Struktur Birokrasi Reformasi
2. Penataan Jumlah dan Distribusi Pegawai Negeri Sipil
3. Pengembangan Sistem Seleksi dan Promosi Terbuka
4. Peningkatan Profesionalisme Pegawai Negeri Sipil
5. Pengembangan Sistem Pemerintahan Elektronik
6. Peningkatan Pelayanan Publik
7. Peningkatan Integritas dan Akuntabilitas Kinerja Aparatur
8. Peningkatan Kesejahteraan Pegawai Negeri
9. Peningkatan Efisiensi Belanja Aparatur
Sabtu, 10 September 2011
Sembilan Tonggak Perkembangan si Golden Age

Menurut pakar psikologi perkembangan Elisabeth B. Hurlock, usia 0 – 5 tahun adalah saat perkembangan terbaik dalam kehidupan manusia.
Masa ini hanya terjadi sekali dan tidak akan terulang di kemudian hari.
Jadi, bagi kita sebagai orang tua, marilah kita sikapi masa emas ini dengan sebaik-baiknya atau buah hati kita akan kehilangan moment terbaik dalam hidupnya untuk menjadi manusia berkualitas.
Setiap anak adalah unik se unik perkembangannya yang akan selalu berbeda dalam setiap fasenya. Pada usia emas ini mereka, buah hati kita, akan mengalami perkembangan di antaranya perkembangan emosi dan kognisi. Ayah... Bunda, kita para orang tua, marilah kita sigap dengan perubahan dan perkembangan ini agar yang nantinya terkesan negatif dapat kita sikapi dengan bijaksana dan buah hati kita tetap nyaman.
Tonggak Pertama, Berkembangnya Egosentris
Sifat ini umumnya muncul pada anak usia sekitar 15 bulan. Tepatnya pada masa seorang anak sudah mulai aware dengan dirinya sendiri (self awareness). Pada masa ini sang buah hati mulai menyadari keberadaannya dan memandang dunia di sekelilingnya dari sudut pandang dirinya saja (egosentris). Dia belum mampu memandang dari sudut pandang atau kacamata orang lain. Segala sesuatu adalah miliknya, begitu pandangannya, maka harus saat itu juga didapatkannya, Ini berimbas pada sosialisasi dengan lingkungannya. Pada masa ini akan sering sekali terjadi konflik karena berebut mainan, makanan, dan sering tidak bisa menahan keinginan ketika meminta sesuatu. Bila tidak bijak, maka ini cepat membuat kita emosi.
Tahapan tadi biasanya akan berakhir pada usia anak 6 tahun, namun bila kita biarkan bisa menjadi menetap atau malah membesar. Kita harus mulai mengenalkan aturan apa yang boleh dan apa yang dilarang. Apa yang bisa segera dipenuhi dan apa pula yang bisa ditunda. Kita harus memberi pengertian dan contoh nyata untuk mengurangi sifat egosentris. Tentunya semua itu sebaiknya disampaikan dengan disertai bahasa kasih sayang.
Tidak semua keinginan harus dituruti, “here and now”. Ada saat di mana keinginan itu harus ditunda atau bahkan ditolak, sehingga anak bisa belajar untuk menekan sifat egois. Ini sangat berguna kelak ketika mereka dewasa. Anak akan dapat belajar menerima kekalahan dan kegagalan tanpa depresi, sehingga anak kita akan tangguh dan memiliki kecerdasan emosi (EQ) yang baik.
Tonggak Kedua, Berkembangnya Konsep Diri
Tonggak Ketiga, Rasa Ingin Tahu Yang Besar
Tonggak Keempat, Imajinasinya Berkembang Hebat
Tonggak Kelima, Perasaannya Mulai Terasah
Tonggak keenam, berkembangnnya konsep berpikir
Tonggak ketujuh, Imitasi Modelling
Tonggak kedelapan, bereksperimen dengan bahasa.
Tonggak kesembilan, Munculnya Kontrol Internal
Posting by Mohammad Nurdin
