Sejarah masuknya Islam di Indonesia sungguh penuh dengan carut-marut karena sejak dahulu bangsa Indonesia memang lemah dalam sistem dokumentasi. Akibatnya, sejarah Indonesia sebelum datangnya bangsa Belanda selalu ada beberapa versi karena selalu ada distorsi dari pelaku sejarah maupun dari masyarakat yang meneruskan cerita tersebut kepada generasi berikutnya.
Sungguh suatu hal sangat memprihatinkan, bahwa sejarah lahirnya Islam di Jazirah Arabia yang terjadi pada abad ke-7 Masehi dan lahirnya Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam [581 M], wafat [632 M] dan penggantinya Abu Bakar [632-634 M], Umar Bin Khotob [634-644 M], Usman Bin Affan [644-656 M], Ali Bin Abi Thalib [656-661 M] serta perkembangan Islam selanjutnya dapat terdokumentasi secara jelas. Namun sejarah masuknya Islam di Indonesia yang terjadi 7 abad setelahnya, justru tidak terdokumentasi secara pasti. Barangkali karena alasan itulah maka sejarah tentang walisongo juga penuh dengan carut-marut.
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label Kuno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuno. Tampilkan semua postingan
Kamis, 30 Juli 2015
Sabtu, 25 Januari 2014
Tanaman Obat Yang Saya Konsumsi Untuk Mengobati Wasir Berdarah Bagian Kedua
Buang air besar berdarah ternyata bukan penyakit baru. Ini sudah ada bahkan sejak jaman majapahit atau mungkin lebih lama lagi. Berikut ini pengobatan buang air besar berdarah yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga yang tercantum dalam kitab kuno Serat Kaki Walaka yang dipercayai berasal dar Sunan Kalijaga yang dikutip dari Nengah Bawa Atmadja, Genealogi Keruntuhan Majapahit : Islamisasi, Toleransi dan Pemertahanan Agama Hindu di Bali, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2010.
Kamis, 29 Juli 2010
Sensus Penduduk Di Masa Kuno

Sejak Kapan Manusia Mulai Mengenal Sensus Penduduk?
Menurut catatan sejarah sudah sejak 6000 tahun yang lalu, manusia telah mengenal Sensus Penduduk yaitu sejak zaman Kerajaan Babilonia, zaman Nabi Musa, zaman Kekaisaran Romawi, Kekaisaran China dan beberapa kerajaan kuno lainnya.
- Menurut catatan, Sensus Penduduk pertama kali berlangsung di masa kerajaan Babylonia 3800 tahun sebelum masehi atau kira-kira 6000 tahun yang lalu. Waktu itu telah dikumpulkan data tentang penduduk, ternak, ketersediaan madu, susu dan sayur-sayuran. Sensus telah dilakukan setiap 7 tahun sekali.
- Kemudian Sensus juga dilaksanakan di masa Nabi Musa, sekitar 1200 tahun SM (Sebelum Masehi), yang mencatat tentang ciri-ciri Penduduk dan Perumahan (Sumber : Shahjanan Khan, 2007, Importance of Statistics for Development).
- Pada bulan Maret, tahun ke-8 Sebelum Masehi, kekaisaran Roma telah merencanakan untuk melakukan sensus, yang realisasinya di tahun 5 SM. Walaupun demikian, sensus yang dipandang akurat di masa kekaisaran Romawi adalah di tahun 1 Masehi, di masa kejayaan Caesar Augustus. Hasil Sensus itu memperlihatkan bahwa dari total penduduk dunia waktu itu (200 sampai 300 juta), penduduk kekaisaran Roma mencapai 45 juta jiwa. Di zaman Romawi sensus dilakukan setiap 5 tahun sekali. Tujuan utama untuk menghitung penduduk dewasa bagi keperluan bala tentara dan untuk menentukan pajak (New World Encyclopedia, 2008)
- Selain 3 (tiga) SensusPenduduk tersebut yaitu di masa Babilonia, masa Nabi Musa, dan di masa kekaisaran Romawi,masih ada beberapa sensus lain seperti di China, Persia dan beberapa tempat lainnya.Di China dilakukan di masa Dinasti Han.Sensus dilakukan pada tahun 2 Masehi yang mencatat jumlah penduduk China waktu itu sebesar 59,6 juta jiwa.
Langganan:
Postingan (Atom)