Siapa itu Terry Dean?
Terry Dean adalah seorang veteran pemasar internet (internet marketer). Beliau akan membimbing Anda dan memperlihatkan pada Anda hasil akurat dari semua teknik pemasaran yang ia uji. Beliau dapat dikunjungi di alamat berikut :
www.netbreakthroughs.com
Berikut ini pendapat Terry Dean yang juga saya setujui dan pernah saya alami meski sampai sekarang saya masih hanya sebagai blogger yang menurut saya lumayan produktif yaitu 269 posting dalam 555 hari (dari tanggal 12 Juli 2010 hingga sekarang - 18 Januari 2012) tetapi belum bertambah menjadi pemasar internet. Dengan sejujurnya saya katakan bahwa program afiliasi yang saya ikuti belum berhasil tetapi saya tidak berkecil hati karena menurut para pakar pemasaran afiliasi terkemuka bahwa hanya 1 dari 100 afiliasi yang benar-benar melakukan sesuatu untuk bisnis. Hanya 1 persen saja yang berhasil. Ini berarti peluang bisnis sukses hanya 1 persen. Dalam ilmu statistik yang saya pelajari kalau peluang kurang dari 5 persen berarti yang berperan adalah faktor random (acak) yang variabelnya di luar yang kita teliti seperti hoki atau nasib.
Berikut ini penuturan Terry Dean yang saya kutip dari buku yang saya baca dan saya sukai yaitu Joe Vitale, Jo Han Mok, Rahasia Sukses Bisnis Internet : 43 Cara Ampuh Mendongkrak Pendapatan Menggunakan E-Mail, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2009 :
"Perkenankan saya menegaskan ini : menghasilkan uang secara online adalah sebuah bisnis. Ini bukan sekedar peluang, dan ini bukan bisnis di mana Anda membayar seseorang untuk melakukan semua pekerjaan untuk Anda. Bila Anda ingin menyerahkan uang Anda kepada orang lain dan menunggu sampai mebuat Anda kaya, tunggulah dengan sabar. Ada banyak orang yang bersedia menerima uang Anda. Namun setelah memberi uang, Anda akan menunggu lama sebelum memetik hasilnya.
bersambung ...
Posting by Mohammad Nurdin
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label uang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uang. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Januari 2012
Minggu, 05 Juni 2011
Tiga Pilar Penyangga Sistem Perbankan Internasional
Hal ini tidak terlepas dari sistem perbankan di negara kita yang juga merupakan bagian dari sistem perbankan Internasional. Untuk lebih jelasnya kita akan coba pelajari apa penyangga sistem perbankan dan keuangan Internasional itu.
Sistem perbankan dan keuangan Internasional mempunyai tiga pilar penyangga yaitu sebagai berikut :
Pilar Pertama yaitu fiat money atau uang kertas dan logam yang diterbitkan pemerintah. Dengan sistem ini rakyat dipaksa untuk menggantungkan nilai ekonomi kekayaan dan keringat kerja keras mereka hanya pada uang kertas (bank notes). Dalam keadaan tertentu pemerintah bisa mencetak uang lebih untuk membiayai kebutuhannya. Namun itu berdampak pada penurunan nilai mata uang itu sendiri. Pada masa pemerintahan orde lama ini pernah terjadi. Dampaknya adalah pemotongan nilai mata uang seribu rupiah menjadi satu rupiah. Ini dikenal sebagai sanering. Pada masa sekarang juga hampir terjadi hal serupa namun dengan nama berbeda yaitu denominasi. Namun tidak mudah diterapkan karena terjadi pro kontra di dalam masyarakat. Bandingkan dengan satu dollar yang tetap bernilai satu dollar karena sistem keuangan dunia menjadikan dollar sebagai rujukan. Sistem ini sangat tidak adilkan? Memang dunia jauh dari keadilan. Makanya alakah tidak bijaknya kita bila menyimpan seluruh kekayaan untuk bekal hari tua hanya dalam wujud uang kertas atau tabungan hari tua di bank. Bisa-bisa saat kita membutuhkan uang itu sudah tidak ada baik diambil atau dicuri orang yang bekerja di perbankan atau yang tahu sistem perbankan. Contohnya banyak disekitar kita, baik diberitakan di media cetak maupun elektronik. Wujud lain uang kertas adalah uang riil seperti emas yang nilainya cenderung stabil. Atau bisa juga berupa barang baik itu rumah, tanah, ataupun hewan ternak.
Pilar kedua, Fractional Reserve Requirement (FRR) atau persentase cadangan minimal. Bank-bank di seluruh dunia termasuk bank central, tidak terkecuali bank Indonesia hanya perlu menyediakan cadangan minimal sebesar 10 persen dari seluruh uang yang diproduksi dan diedarkan. Hanya perlu 10 trilyun untuk mendapatkan kekayaan masyarakat sebesar 100 trilyun.
Pilar ketiga, Interest atau bunga bank. Dengan adanya bunga bank, masyarakat diiming-imingi untuk menyimpan uangnya di bank baik berupa tabungan atau deposito. Sebaliknya bank memutar uang titipan masyarakat dengan cara meminjamkan kepada mereka yang membutuhkan dengan bunga yang tentunya lebih tinggi daripada bunga tabungan.
Tulisan ini bukan ditujukan sebagai gerakan anti menabung di bank tetapi agar kita menjadi lebih bijak dalam berhubungan dengan bank. Meski ada sisi baiknya, tetapi kita harus berhati-hati dengan sisi negatif lainnya. Ada pengusaha besar di Indonesia yang tidak suka meminjam di bank. Alasannya, bank hanya dipakai sebagai tempat menyimpan dan bertransaksi bukan berhutang. Sebab tradisinya berhutang dengan bank tidak kenal kasihan, kalau kita bangkrut maka jaminan kita akan disita. Maka beliau lebih suka berhutang dengan orang tua, saudara, atau teman. Masih jelas teringat dalam benak kita kasus anggota dewan yang mati dianiaya oleh debt collector. Dan kalaupun menyimpan di bank perlu diingat batas simpanan yang dijamin oleh pemerintah. Selebihnya tidak ditanggung lagi oleh pemerintah.
Posting by Mohammad Nurdin
Jumat, 18 Maret 2011
Tujuh Langkah Mudah Mencari Uang Lewat Blog
Peringatan !
Panduan ini tidak menjamin Anda menjadi Blogger sukss ataupun kaya raya, sebab ini hanya teori sema ta. Artinya, dengan mengetahuinya maka Anda baru belajar tentang langkah-langkah menjadi blogger sukses dan sama sekali belum belajar menjadi blogger sukses. Untuk menjadi blogger sukses, Anda harus mempraktekannya sendiri atau tidak cukup hanya mengetahuinya saja. Sebagai informasi, say sendiri belum bias menghasilkan uang satu dollar pun dari blog yang saya punyai. Tetapi the dream come true. Selamat mengikuti!Tujuh Langkah Mudah
Ada tujuh langkah mudah yang tak satu pun bersifat rahasia dan umum dilakukan para blogger senior. Pada hakekatnya mencari uang lewat blog merupakan proses. Panjang pendek, lama atau sebentarnya proses sangat tergantung pada Anda sendiri selaku blogger. Kalau fokus, konsisten dan sabar, maka Insya Allah penghasilan dari blog bukan suatu hal yang mustahil diperoleh.
Langkah Pertama, Mengubah Mindset
Sudah menjadi rahasia umum kalau kebanyakan blogger pemula memulai blognya dengan tujuan utama mencari uang. Ini tidaklah aneh. Seiring booming blog, cerita-cerita tentang blogger sukses menghasilkan ribuan dolar dari blog sangat sering diangkat. Tidak hanya di dunia maya, media mainstream (surat kabar, majalah, tabloid, dan televise) juga ikut mempublikasikan kisah sukses tersebut.
Harapan yang berlebihan akan membuat kebanyakan blogger pemula berpikir instan. Mereka menganggap mencari uang dengan blog sangat gampang dan dapat diperoleh dalam waktu singkat.
Memulai blog dengan orientasi uang hanya akan menghambat kreativitas. Hanya karena kata kunci tertentu sangat tinggi maka seorang blogger pemula memaksakan diri menulis blog tentang kata kunci tersebut yang dia sendiri tidak tahu artinya. Pada akhirnya pembaca atau pengunjung blog pun akan tahu yang dicari tidak ada pada blog tersebut dan meninggalkan blog tersebut dengan perasaan kecewa karena merasa ditipu, seperti yang pernah saya alami.
bersambung.....
Posting by Mohammad Nurdin
Langganan:
Postingan (Atom)