Cari Blog Ini

Senin, 23 Maret 2020

Materi Pembangunan Berkelanjutan : Materi 1.1. Mengapa Sustainable Development?

    Selamat pagi. Dalam mata pelajaran pembangunan berkelanjutan,
    tahap pertama perlu kita jelaskan
    mengapa pembangunan berkelanjutan
    atau sustainable development perlu kita jelaskan bersama.
    Saya ambil perumpamaan bahwa kita hidup
    di dalam satu rumah dan rumah ini adalah bumi kita.
    Jika rumah itu penuh sesak,
    maka bumi ini penuh sesak,
    tidak layak lagi rumah itu untuk dihuni.
   
Menurut perhitungan para ahli,
    bumi ini layak jika jumlah penduduk Indonesia,
    jumlah penduduk bumi adalah empat koma tujuh miliar jiwa manusia.
    Jadi, dengan empat koma tujuh milyar manusia,
    bumi ini akan penuh,
    atau rumah yang kita tempati bersama,
    seluruh bangsa,
    rumah ini akan penuh
    jika dihidupi dengan empat koma tujuh milyar manusia.
    Kenyataan sekarang adalah,
    bahwa manusia yang menghidupi,
    yang hidup di dalam bumi ini sudah tujuh milyar,
    berarti melebihi empat koma setengah,
    empat koma lima milyar,
    sehingga melebihi kemampuan bumi ini
    untuk menampung jumlah manusia yang banyak ini.
    Dan kalau kita melihat sampai ke tahun 2050,
    maka jumlah penduduk di bumi akan menjadi sembilan milyar,
    sehingga kita memerlukan dua bumi
    untuk dapat menampung perikehidupan sembilan milyar manusia ini.
    Hal mana tidak mungkin,
    maka apa yang kemudian terjadi
    jika jumlah penduduk
    melebihi daya mampu bumi ini,
    maka bumi akan rusak
    dan jika bumi ini rusak,
    airnya akan cemar,
    airnya akan berkurangan,
    tanah akan tidak tercukup tersedia,
    hutan akan hancur
    sehingga mengganggu perikehidupan manusia sendiri.
    Berarti jika manusia bertambah
    melebihi jumlah kapasitas bumi
    maka manusia akan merusak bumi,
    dengan demikian mematikan perikehidupan manusia itu sendiri.
    Karena itu kita perlu ke depan
    karena manusia senantiasa bertambah
    kita senantiasa perlu usahakan
    agar bumi ini tidak sampai rusak
    dan bisa tidak kita melakukan pembangunan
    dengan cara tidak merusak bumi ini?
    Maka, bisakah kita melakukan pembangunan
    secara berlanjut?
    Secara sustainable,
    secara berkelanjutan terus-menerus
    pada bumi yang sama menghidupi jumlah manusia
    yang akan naik dari sekarang empat setengah milyar
    ke sembilan milyar di tahun 2050 nanti.
    Maka kesanalah ikhtisar dari uraian kita
    bagaimana membangun supaya pada masa datang
    perikehidupan manusia semakin sejahtera
    tapi bumi tidak semakin rusak,
    bumi semakin baik.
    Dalam kaitan inilah mengapa kita perlu
    memahami pembangunan berkelanjutan.
    Maka pertanyaan timbul,
    apa sasaran pembangunan berkelanjutan itu?
    Pembangunan itu menyangkut manusia,
    tenaga kerjanya, diri pribadi,
    diri makhluk manusia secara utuh,
    tetapi manusia bekerja dengan otot dan otaknya,
    dengan cara berfikir dan tenaga kerjanya,
    tapi manusia juga mampu membikin alat peralatan produksi.
    Alat peralatan yang dibangun dengan otaknya,
    kemampuan berfikirnya,
    ilmunya sehingga dengan demikian,
    dengan alat, otak,
    alat berfikir, teknologi yang berkembang,
    manusia menemukan alat produksi
    untuk membantu dia berproduksi.
    Manusia berproduksi dengan alat produksi tadi,
    mengolah sumber daya alam
    dan sumber daya alam tadi menjadi bahagian
    dari usahanya menaikkan pendapatan.
    Jadi, manusia melakukan pembangunan
    dengan tiga hal utama.
    Satu adalah dirinya sendiri,
    dengan dia punya kemampuan tenaga,
    dirinya sendiri dengan menggunakan otak,
    akal, pikiran, teknologi,
    sumber daya alam
    dan bersama-sama dengan lingkungan masyarakat.
    Maka persoalan menjadi
    bagaimana kemudian kita menghadapi
    ancaman kerusakan lingkungan
    dengan melakukan penggunaan,
    pengembangan otak, ilmu, alam berfikir,
    menggunakan kemampuan tenaga manusia,
    menggunakan sumber daya alam,
    agar ketiga-tiga hal ini
    dapat berlanjut untuk terus-menerus
    menunjang kebutuhan manusia akan hidupnya
    tanpa merusak sumber daya alam.
    Itu berarti saudara sekalian,
    berbeda dengan hewan,
    manusia mempunyai akal yang kewajiban kita
    terus menerus mengembangkan akal fikiran itu
    berisikan ilmu pengetahuan,
    teknologi, science, engineering,
    matematika yang harus kita kuasai
    agar bisa mampu meningkatkan sumber daya alam,
    menaikkan produk bahan keperluan hidup kita
    tanpa merusak.
    Maka ancaman kerusakan bumi alam tadi
    kita atasi dengan menggunakan ilmu pengetahuan tadi
    dan menjalankan secara bersama
    dengan organisasi masyarakat, sosial ekonomi,
    bersama-sama mengatur pembagian kerja antara sesama
    dan pembagian hasil dari pembangunan secara adil,
    agar pembangunan itu bisa berlanjut berjalan,
    berlanjut, sejahtera, makmur, tanpa merusak.
    Maka di dalam pembangunan berkelanjutan,
    ide pokok adalah
    mengelola sumber daya alam
    tanpa mengganggu sumber daya alam itu,
    merusak kemampuan dirinya menumbuhkan alam ini.
    Alam ini memuat hukum bahwa
    apa yang kita tanam bisa tumbuh,
    apa yang kita tumbuhkan itu bisa kita siram,
    kita pelihara untuk bisa tumbuh secara mekar menjadi subur.
    Alam bisa disuburkan,
    sumber daya air bisa ditumbuhkan
    jika kita tumbuhkan bermacam-macam pohon menjadi hutan.
    Hutan menjadi sumber mata air.
    Kita bisa sempurnakan alam yang telah rusak menjadi baik,
    kembali lagi dengan ilmu, teknologi, dan science matematika
    agar alam kembali berfungsi secara baik
    tidak dirusak, dijalankan fungsinya,
    alam air kembali tumbuh, pohon bisa tumbuh kembali,
    hewan bisa beranak biak dan seluruh tumbuhan udara tidak lagi cemar,
    udara segar, sehingga kebutuhan hidup manusia
    akan alam yang baik ditunjang oleh alam bumi ini dengan
    otak, akal, pikiran manusia
    yang mengembangkan teknologinya.
    Nah, cara membangun seperti inilah
    yang dimaksud dengan pembangunan berkelanjutan,
    mengatasi ancaman kerusakan lingkungan
    kepada bumi kita yang kita huni bersama ini.

 Sumber : https://www.indonesiax.co.id

Posting by Mohammad Nurdin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar