Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label pusdiklat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pusdiklat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Desember 2024

Overview Rangkuman Mengembangkan Kompetensi di Tempat Kerja

Definisi Presentasi
Presentasi merupakan suatu komunikasi di hadapan audiens untuk menyampaikan suatu gagasan, ide, atau materi.

Persiapan Sebelum Melakukan Presentasi
Terdapat lima persiapan yang dapat dilakukan sebelum presentasi, yaitu:

  1. Menetapkan gaya presentasi yang digunakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
  2. Mengetahui latar belakang, karakteristik, pengetahuan, dan kebutuhan audiens agar dapat dengan mudah menyiapkan bentuk komunikasi yang sesuai.
  3. Menentukan dan mencantumkan pesan utama dalam slide presentasi.
  4. Menyusun cakupan materi secara jelas dan terstruktur, mulai dari pembukaan, pembahasan, hingga penutup.
  5. Membuat slide presentasi dengan desain yang sederhana, tetapi menarik dan relevan dengan materi yang dibawakan.

Hal yang Perlu diperhatikan Saat Melakukan Presentasi
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan presentasi, yaitu:

  1. Memerhatikan komunikasi nonverbal atau bahasa tubuh, seperti melakukan kontak mata dan gerakan tangan saat menjelaskan materi.
  2. Tidak terus-menerus membaca presentasi. Slide yang ditampilkan hanya digunakan untuk menunjukkan poin-poin yang akan dijelaskan.
  3. Lakukan komunikasi dua arah, seperti melibatkan audiens dalam presentasi ataupun mengajukan pertanyaan.

Cara Meningkatkan Kemampuan Presentasi
Kemampuan presentasi dapat ditingkatkan dengan beberapa cara berikut, yaitu:

  1. Banyak berlatih dengan mencoba berbicara di depan cermin ataupun rekan kerja.
  2. Mengikuti kursus atau seminar untuk meningkatkan kepercayaan diri.
  3. Melakukan high power body language sebelum memulai presentasi.

 


Gambar High Power Body Language

Definisi Negosiasi
Negosiasi merupakan suatu proses diskusi yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang bisa diterima oleh semua pihak yang bernegosiasi.
 

Tahapan dalam Bernegosiasi
Terdapat tiga tahapan dalam mengaplikasikan kemampuan negosiasi, yaitu:
1. Tahap Persiapan

  • Identifikasi tujuan yang ingin dicapai dengan membuat daftar tujuan, kemudian urutkan berdasarkan prioritas.
  • Mengumpulkan informasi penting terkait hal yang akan dinegosiasikan yang dapat digunakan sebagai argumen pendukung dan mencari tahu pihak yang terlibat agar dapat membantu dalam menghadapi lawan bicara.
  • Susun strategi untuk mendapatkan kesepakatan dengan keuntungan terbesar.
  • Memberikan arahan kepada tim agar melakukan peran masing-masing saat negosiasi berlangsung.
  • Pilih waktu dan tempat yang sesuai dengan kebutuhan semua pihak.

2. Tahap Pelaksanaan Negosiasi

  • Amati suasana, kemudian ciptakan suasana yang positif, akrab, dan santai.
  • Tentukan apakah ingin menanggapi proposal pihak lain atau menyampaikan proposal yang telah dibuat untuk membahas tujuan yang ingin dicapai.
  • Amati dan pahami bahasa tubuh dari seorang negosiator.

3. Tahap Penutupan

  • Pastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama dari kesepakatan yang dibuat.
  • Gunakan bantuan mediator jika belum mencapai kesepakatan hingga akhir negosiasi.

Definisi Problem Solving
Problem solving merupakan cara umum yang digunakan banyak perusahaan untuk memecahkan
permasalahan yang berdampak signifikan terhadap proses bisnis perusahaan.
Cara Memperoleh Pendekatan Masalah

  1. Membuat rangkaian pertanyaan untuk mengidentifikasi dan mengukur permasalahan.
  2. Kumpulkan sampel data dan lakukan analisis untuk mengetahui akar penyebab masalah tersebut muncul. Hal ini juga berfungsi untuk menentukan solusi agar masalah yang sama tidak terulang kembali.

Metode Memecahkan Masalah
Five Whys
Metode five whys merupakan metode dengan mengulang pertanyaan “mengapa” sebanyak lima kali, hingga menemukan akar penyebab masalah.
Contohnya, ketika tidak bisa mencapai target penjualan. Pertanyaan pertama yang diajukan berupa “mengapa masalah itu terjadi?”. Selanjutnya lakukan analisis dan diketahui bahwa penyebabnya adalah karena kurang promosi. Kemudian, tanyakan kembali pertanyaan “mengapa?” yang kedua.
Lalu, analisis kembali dan diketahui jawabannya karena kurang pemahaman mengenai cara promosi yang efektif. Kemudian, ulangi lagi pertanyaan “mengapa” di setiap jawaban sebanyak 5 kali hingga mendapatkan akar penyebab masalah dan solusinya.


Gambar Contoh 5 Whys
 

Fishbone Diagram
Fishbone diagram merupakan diagram yang menyerupai tulang ikan yang menunjukan penyebab dari suatu permasalahan. Berikut cara menggunakannya fishbone diagram, yaitu:

  1. Tulis pernyataan masalah di bagian “kepala ikan”.
  2. Buatlah garis diagonal atau menjadi sebuah cabang pada garis horizontal utama.
  3. Pada setiap cabang atau yang disebut “tulang ikan” diisi dengan sebab utama. Sebab utama yang diisikan merupakan penyebab yang sudah dikategorikan.


 

Gambar Fishbone Diagram

Kategori ini bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan, misalnya pada industri jasa biasanya menggunakan 8 kategori (8P), yaitu produk, price (harga), place (tempat), promotion (promosi), people (orang), proses, physical evidence (bukti fisik), serta productivity and quality (produktivitas dan kualitas). Sedangkan, pada industri manufaktur biasanya menggunakan 6 kategori (6M), yaitu machine (mesin atau teknologi), method (metode atau proses), material (bahan), man power (sumber daya manusia), measurement (pengukuran), dan milieu atau mother nature (lingkungan).
Contohnya, ketika mengalami masalah banyaknya keluhan pelanggan, maka buatlah fishbone diagram dengan menggunakan kategori 8P. Pertama, tuliskan masalah “banyaknya keluhan pelanggan” di kepala ikan. Kemudian, buatlah garis horizontal seperti tulang ikan untuk menuliskan penyebab masalah yang sudah diidentifikasi berdasarkan kategorinya. Contoh pada kategori produk, salah satu penyebab masalahnya adalah kualitas produk di bawah standar. Tuliskan hal ini di bagian tulang ikan. Lalu ajukan pertanyaan “mengapa” pada setiap penyebab masalah dan letakkan jawaban di tulang-tulang yang lebih kecil. Lakukan hal yang sama pada semua penyebab hingga memperoleh akar penyebab masalah. Terakhir, cari solusi dari akar penyebab masalah tersebut.
 


Gambar Contoh Pemecahan Masalah dengan Metode Fishbone Diagram

Definisi Customer Service Action
Customer service action merupakan suatu tindakan dalam memberikan pelayanan yang baik kepada
customer, client, maupun partnership.
Cara Membangun Hubungan dengan Customer
Terdapat beberapa tips untuk membangun hubungan dengan customer secara efektif, yaitu:

  1. Menjalin komunikasi yang baik dengan customer untuk memahami kebutuhan dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
  2. Memberikan penghargaan berupa diskon atau penawaran khusus kepada customer yang loyal dan setia, agar mereka merasa lebih dihargai.
  3. Manfaatkan media sosial untuk mendapatkan feedback dan terhubung langsung dengan customer.
  4. Jadikan kritik dan saran dari customer sebagai kunci kesuksesan perusahaan. Ubah pengalaman negatif customer menjadi pengalaman yang positif.
  5. Tanyakan feedback secara teratur untuk meningkatkan layanan produk.

Cara Membangun Hubungan dengan Client
Beberapa tips untuk membangun hubungan dengan client sehingga menciptakan client yang loyal adalah, sebagai berikut:

  1. Membangun kepercayaan pada client, seperti kejujuran dan keterbukaan.
  2. Membangun kredibilitas perusahaan dengan memahami apa yang dibutuhkan oleh client.
  3. Pelajari kebutuhan client, serta berikan solusi yang menguntungkan dua belah pihak.
  4. Membuat konten yang tepat, yaitu konten yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan client.
  5. Amati respons dan tingkat kepuasan client terhadap layanan atau produk perusahaan.
  6. Membangun hubungan personal bukan sekadar bisnis, agar client merasa diperhatikan dan dipahami.

Cara Membangun Hubungan dengan Partnership
Berikut beberapa tips untuk membangun hubungan dengan partnership agar bisnis terus berkembang, yaitu:

  1. Awali bentuk kerja sama dengan mengutarakan apa motivasi dan tujuan yang ingin dicapai oleh masing-masing pihak, sehingga menciptakan visi dan misi bersama.
  2. Mengidentifikasi kekuatan dan potensi yang dimiliki perusahaan sebagai penawaran kerja sama dan membangun kepercayaan partnership.
  3. Membangun kepercayaan dengan memberikan hasil kerja terbaik dalam memenuhi komitmen yang telah disepakati.
  4. Melakukan komunikasi secara teratur karena segala keputusan dan tindakan harus berdasarkan persetujuan kedua belah pihak.
  5. Membangun transparansi atau keterbukaan agar semua anggota tim bisa saling percaya, tidak merasa curiga, dan jauh dari semua persepsi negatif.

Membangun Percakapan yang Efektif
Ketika menyampaikan suatu hal, dibutuhkan cara untuk membangun percakapan yang efektif agar tidak terjadi kesalahpahaman. Berikut adalah beberapa tips untuk membangun percakapan efektif.

  1. Berbicara secara singkat dan tertariklah dengan cerita yang akan disampaikan.
  2. Jangan menggunakan kalimat yang tidak pada intinya atau bertele-tele.
  3. Tidak menggurui siapapun, tetapi jadilah pendengar yang baik. Sampingkanlah pendapat pribadi dan beri ruang bagi orang lain untuk menanggapi atau bahkan menyanggah argumen kita.
  4. Tidak mengulang kata yang sudah disampaikan karena pendengar akan merasa bosan.
  5. Berlatih mendengarkan orang lain, jangan hanya mau didengarkan atau mendengar hal yang menarik saja.
  6. Fokus terhadap lawan bicara atau tidak multitasking saat melakukan percakapan.
  7. Gunakan pertanyaan Open-Ended, seperti 5W + 1H (What, Who, When, Where, dan How) agar mendapatkan tanggapan yang lebih luas dan menarik.
  8. Tetap ikuti alur pembicaraan meskipun kita sedang memikirkan hal lain.
  9. Jujur apabila tidak tahu atau tidak mengerti topik pembicaraan daripada menanggapi dengan asal.
  10. Jangan menyamakan pengalaman lawan bicara dengan yang pernah dialami atau mengambil kesempatan untuk membuktikan diri sendiri lebih hebat atau menderita daripada orang lain.

Definisi Stres
Stres merupakan reaksi yang muncul disebabkan oleh tingginya tuntutan yang diterima seseorang dari lingkungannya, saat keseimbangan antara kekuatan dan kemampuan yang dimiliki terganggu.
Penyebab Stres
Berikut beberapa penyebab stres yang biasa terjadi di lingkup pekerjaan.

  1. Tuntutan pekerjaan dari atasan terlalu berat.
  2. Konflik dengan rekan kerja karena adanya ketidakcocokan.
  3. Beban kerja atau target yang terlalu tinggi.

Definisi Manajemen Stres
Manajemen stres adalah suatu keterampilan yang dimiliki seseorang untuk mengantisipasi, mencegah, mengelola, dan memulihkan diri dari stres yang dirasakan karena adanya ancaman ketidakmampuan.
Cara Mengelola Stres

  1. Sediakan waktu untuk melakukan relaksasi. Teknik relaksasi paling mudah untuk dilakukan adalah teknik pernapasan. Caranya dengan menarik napas dalam-dalam, lalu hembuskan, dan lakukan minimal 3 kali sampai beban terasa berkurang.
  2. Bersikap lebih asertif dan tegas dalam menyampaikan tentang tugas dan tanggung jawab yang ingin kita pegang kepada atasan.
  3. Luangkan waktu untuk tidur selama 15 menit di tengah pekerjaan, hal ini setara manfaatnya dengan tidur 3 jam di malam hari. Sehingga, kita dapat meningkatkan energi begitu juga fokus saat bekerja.
  4. Mengatur kondisi lingkungan kerja, sehingga suasana hati menjadi bagus dan pekerjaan menjadi lancar.
  5. Melakukan pola hidup sehat, seperti memilih makanan dan minuman yang bisa menurunkan stres, kurangi makanan berlemak, perbanyak makan buah dan sayur, serta berolahraga secara teratur.
  6. Tidak membawa pekerjaan saat berlibur. Perlu diingat, berlibur atau sekadar bersantai bukan berarti membuang waktu, tetapi memberikan energi tambahan yang akan membuat kita lebih kreatif dan fokus saat bekerja.

Definisi Leadership
Menurut Tead, Terry, dan Hoyt, leadership adalah kegiatan atau seni memengaruhi orang lain agar mau bekerja sama, yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
 

Gaya Kepemimpinan
Autocratic
Pemimpin autocratic adalah pemimpin yang memiliki kekuasaan atas pengambilan keputusan, kebijakan, serta pembagian tugas. Sedangkan, anggota tim akan melaksanakan tugas yang telah diberikan.
Bureaucratic
Pemimpin bureaucratic adalah pemimpin yang menjabarkan secara jelas pedoman, proses, dan sistem kerja yang perlu diikuti oleh timnya, serta apa yang diharapkan dari tim yang dipimpinnya.
Charismatic
Pemimpin charismatic adalah pemimpin yang memiliki pesona, cerdas, serta mampu meyakinkan ide dan pendapatnya kepada orang lain.
Coach
Pemimpin gaya coach adalah pemimpin yang rajin berkomunikasi dengan setiap anggota timnya, serta membimbing anggotanya untuk dapat mengembangkan potensi masing-masing.
Democratic
Pemimpin democratic adalah pemimpin yang senang mendorong timnya untuk memberikan ide dan pendapat, serta melibatkan anggotanya dalam pengambilan keputusan.
Laissez-faire
Pemimpin Laissez-faire adalah pemimpin yang biasanya hanya mengarahkan timnya ke arah tujuan yang perlu dicapai, kemudian memberikan kebebasan pada anggota tim untuk menyelesaikan masalah sendiri.
Servant
Pemimpin servant adalah pemimpin yang memprioritaskan kebutuhan tim di atas kebutuhannya. Tugas utamanya adalah menyelesaikan masalah yang dialami oleh tim.
Transactional
Pemimpin transactional adalah pemimpin yang memimpin timnya berdasarkan hasil kerja yang mereka berikan. Jika anggota berhasil memenuhi ekspektasi pemimpin, maka akan mendapatkan penghargaan, sedangkan sebaliknya dengan anggota yang gagal.
Transformational
Pemimpin transformational adalah pemimpin yang mendorong timnya untuk terus berkembang. Jika tim telah berhasil memenuhi misi dan visi yang telah dibuat, maka pemimpin akan menetapkan tujuan yang lebih tinggi lagi, dan terus berkelanjutan.
Visionary
Pemimpin visionary adalah pemimpin yang menyebarkan visinya kepada tim secara berulang untuk menumbuhkan kesepahaman mengenai arah tujuan yang ingin dicapai.
Kompetensi Pemimpin
Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Harvard Business Review, ada lima poin kompetensi pemimpin yang harus dimiliki, yaitu:

  1. Strong ethic and safety: memiliki standar etika dan moral yang tinggi, serta dapat menjelaskan ekspektasi secara jelas.
  2. Self-organizing: dapat memberdayakan tim untuk menjadi lebih produktif, proaktif, dan meningkatkan kepuasan kerja.
  3. Efficient learning: dapat bersikap fleksibel serta mau menerima ide baru.
  4. Nurtures growth: dapat memerhatikan pertumbuhan personal dan profesional, serta membantu anggota timnya untuk menjadi pemimpin selanjutnya.
  5. Connection and belonging: mampu menumbuhkan sense of connection dan sense of belonging pada anggota timnya.


sumber materi : https://lms.bps.go.id/


Posting by Mohammad Nurdin

Overview Membangun Kemampuan Personal Effectiveness

Definisi Creative Thinking

Creative Thinking atau berpikir kreatif merupakan kemampuan untuk berpikir secara luas dan bahkan di luar kebiasaan. Berpikir dan berimajinasi hingga membentuk sebuah koneksi baru dari interaksi berbagai hal seperti ide, orang, atau lingkungan adalah ciri bahwa seseorang sedang berpikir kreatif.

 

Pentingnya Berpikir Kreatif

Berpikir kreatif menjadi penting bagi kehidupan sehari-hari agar dapat menghasilkan solusi, dan ide. Berpikir kreatif bisa membuat sesuatu yang biasa saja menjadi bernilai, menghasilkan solusi untuk sebuah masalah dengan efektif, hingga menciptakan inovasi yang bermanfaat.

The Four C Model of Creativity

Kategori kreativitas atau dikenal dengan The Four C Model of Creativity yang dipopulerkan oleh seorang profesor psikologi bernama James Kauffman dikelompokan menjadi tiga, yaitu:
1. Big-C
Karya besar yang telah mengubah disiplin keilmuan seluruh dunia. Hasil kreativitasnya secara umum diterima sebagai suatu inovasi. Contohnya karya ilmiah seperti teori relativitas milik Einstein, teori evolusi dari Darwin, atau karya seni Guernica milik Pablo Picasso.
2. Pro-C
Kategori ini membutuhkan waktu dan usaha lebih untuk berkembang, misalnya seorang dosen yang mengajar di universitas dan melakukan penelitian akademik, atau seorang musisi yang dilatih sampai sarjana hingga dapat mengajarkan musik ke orang lain.
3. Little-C
Kategori ini berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mencari solusi terhadap tantangan sehari-sehari dengan perilaku efektif.
4. Mini-C
Kategori ini terjadi ketika seseorang melakukan suatu proses. Contohnya, seseorang berhasil membuat kue dengan menonton video tutorial di internet.

Cara Mengasah Kemampuan Berpikir Kreatif
Berikut cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengasah kemampuan berpikir kreatif:

  1. Membekali diri dengan pengetahuan yang luas.
  2. Menonton film dengan memahami dan menebak alur cerita dan konflik yang ada.
  3. Menulis akan melatih proses berimajinasi.
  4. Refreshing dengan membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks.
  5. Brainstorming dengan mencari dan menemukan cara baru dalam memandang suatu permasalahan.
  6. Belajar dengan menyerap semua informasi di sekitar dan selalu berpikir terbuka.

Definisi Critical Thinking

Critical Thinking atau berpikir kritis dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berpikir secara jernih,
dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau yang harus dipercaya.
Dengan berpikir kritis, seseorang akan cenderung untuk selalu mencari kebenaran, berpikir terbuka serta toleran terhadap ide-ide baru. Selain itu, berpikir kritis juga dapat menganalisis masalah dengan baik, berpikir secara sistematis, penuh rasa ingin tahu, dewasa dalam berpikir, dan dapat berpikir secara mandiri.


Taksonomi Bloom
Berdasarkan Taksonomi Bloom, berpikir kritis masuk ke dalam higher order thinking skill, yang
meliputi analyze, evaluate, dan create.


 Gambar Contoh Taksonomi Bloom

Ciri-Ciri Berpikir Kritis
Berikut ciri-ciri orang yang memiliki kemampuan berpikir kritis:

  1. Mampu mengidentifikasi informasi yang diperlukan.
  2. Mampu mengevaluasi dari pernyataan yang diterima.
  3. Mampu menyimpulkan dan memahami dari berbagai aspek.
  4. Mampu mengemukakan pendapat dan memberikan alasan yang logis.

Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis
Berikut adalah cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis:

  1. Merumuskan pertanyaan dasar mengenai sebuah asumsi.
  2. Mengumpulkan dan memperbanyak informasi.
  3. Memandang asumsi dari berbagai sudut pandang.
  4. Biasakan menganalisis data dan informasi.

Definisi Content Writing
Content Writing secara harfiah berarti menulis konten. Konten sendiri merupakan informasi yang
terdapat pada media-media seperti iklan, berita, ataupun film. Menulis konten menjadi hal yang
penting untuk mengikat audiens, membangun minat, serta kepercayaannya terhadap produk yang
sedang dipromosikan.


Tips-Tips Menulis Konten
Terdapat beberapa tips atau cara dalam mengasah kemampuan menulis konten, yaitu:

  1. Perbanyak riset agar ide konten terus mengalir.
  2. Membuat headline yang baik agar pembaca tertarik dengan konten yang disampaikan.
  3. Mencari inspirasi, tapi tidak untuk menyalin konten sepenuhnya.
  4. Membuat konten yang konsisten sesuai intinya dan tidak mencampurkan ide berbeda dalam satu konten.
  5. Menulis konten yang ramah pengguna agar konten mudah dibaca dan dimengerti (scannable).
  6. Gunakan ilustrasi visual agar pembaca lebih memahami isi konten.
  7. Memberikan nilai dan informasi yang bermanfaat bagi pembaca.

Trik Membuat Scannable Text
Berikut beberapa trik dalam membuat scannable text atau teks yang mudah dipindai:

  1. Teks dibuat rata kiri atau align left.
  2. Tidak ada tekuk di awal paragraf atau no indent.
  3. Ada jarak antar paragraf atau white space.
  4. Paragraf pendek cukup dengan 1-3 kalimat dan maksimal 5 baris per paragraf.
  5. Menggunakan warna, tebal, miring untuk highlight informasi penting.

Definisi Visual Communication

Visual communication atau komunikasi visual secara harfiah dapat diartikan sebagai transmisi ide, dan informasi menjadi berbagai bentuk, seperti warna, gambar, desain grafis, film, tipografi, animasi, dan lain sebagainya.

Prinsip-Prinsip Komunikasi Visual
Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam Komunikasi Visual, yaitu:

  1. Prinsip keseimbangan, diperlukan pembagian bobot untuk mencapai keseimbangan.
  2. Prinsip titik fokus, bertujuan untuk menarik perhatian audiens.
  3. Prinsip hierarki visual, bertujuan untuk menentukan titik fokus pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya yang akan dilihat oleh audiens.
  4. Prinsip ritme, menentukan konsistensi pengulangan unsur serupa serta unsur berbeda dengan pola yang berirama.
  5. Prinsip kesatuan, mengorganisasi setiap elemen yang ada ke dalam suatu tampilan visual.

Langkah-Langkah Proses Visualisasi
Berikut merupakan langkah-langkah memvisualisasikan ide, gagasan dan informasi yang akan
disampaikan.

  1. Merumuskan informasi verbal menjadi berbagai bentuk kutipan atau unit-unit kecil informasi.
  2. Menyederhanakan informasi verbal untuk mendapatkan inti dari informasi secara langsung.
  3. Membuat desain awal (rough sketch) untuk memindahkan informasi verbal menjadi bentuk visual.
  4. Memindahkan sketsa ke dalam bentuk desain yang komprehensif.
  5. Memindahkan desain visual ke dalam media.

Definisi Storytelling

Storytelling atau yang dikenal dengan istilah mendongeng adalah teknik penyampaian informasi dengan menciptakan sebuah alur cerita yang memperhatikan perubahan intonasi dan nada bicara sehingga menarik perhatian audiens.

Cara Melakukan Storytelling
Cara menyampaikan storytelling sebagai strategi komunikasi yang efektif, sebagai berikut:

  1. Sampaikan secara naratif dan disertakan dengan kalimat dialog,
  2. Gunakan aspek visual, auditory, kinesthetic, olfactory, dan gustatory,
  3. Ceritakan tujuan serta tambahkan konflik solusi sebagai daya tarik agar audiens tetap memerhatikan,
  4. Berikan pesan positif untuk audiens,
  5. Amati respons dan perubahan emosi audiens.
  6. Berikan kesimpulan dan kata kunci yang mudah diingat oleh audiens.

Definisi Self Leadership

Self leadership atau kepemimpinan diri merupakan suatu usaha untuk memengaruhi pikiran, perasaan, dan tindakan diri sendiri agar dapat bekerja dengan lebih baik. Self-Leadership meliputi proses memengaruhi diri sendiri untuk membangun Self-Direction dan Self-Motivation yang diperlukan untuk menghasilkan kinerja yang baik.

Self- Direction

Self-Direction artinya mampu untuk bersikap mandiri, yaitu dapat menentukan arah, tujuan, dan mengambil keputusan yang terbaik untuk diri sendiri.

Self-Motivation

Self-Motivation merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri agar dapat mencapai tujuan.

Ciri-Ciri Self Leadership
Berikut ini adalah ciri-ciri orang yang memiliki kemampuan Self Leadership:

  1. Jujur dan terbuka sebagai bentuk budaya transparansi di tempat kerja.
  2. Memiliki integritas atau kesesuaian tindakan dengan nilai, dan prinsip-prinsip yang diyakini sehingga mendapatkan kepercayaan dalam bekerja.
  3. Memiliki kecerdasan emosional, artinya mampu memotivasi diri sendiri, mengendalikan emosi, mengenali emosi orang lain, mengatasi frustasi, dan mengatur suasana hati.
  4. Disiplin, yaitu sikap menaati peraturan tanpa didasarkan pada rasa takut atau terpaksa.
  5. Merencanakan pengembangan individu untuk mengasah keahlian agar menjadi lebih baik.

Cara Meningkatkan Self Leadership
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Self Leadership, yaitu:

  1. Memiliki tujuan yang jelas sebagai dasar berperilaku untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik.
  2. Berani mengambil risiko atau jangan pernah takut untuk gagal.
  3. Tidak menoleransi apapun yang menghambat untuk mencapai tujuan.
  4. Meluangkan waktu untuk merefleksi hidup, seperti mengetahui hal yang diinginkan dan dapat memotivasi, serta memahami diri sendiri.

Definisi Kemampuan Beradaptasi

Kemampuan beradaptasi merupakan sebuah bentuk kecerdasan yang dikenal dengan Adversity Quotient (AQ). Terdapat literatur yang menunjukkan bahwa konsep adaptasi dapat diukur melalui tingkat kemampuan individu dalam mengatasi kesulitan (adversity quotient). Jika tingkat adversity quotient pada individu rendah, maka akan cenderung menolak perubahan atau secara aktif menjauhi perubahan. Sebaliknya, individu yang memiliki tingkat adversity quotient tinggi akan menyambut perubahan dengan baik, sehingga mendorong individu tersebut untuk berkembang.

Ciri-Ciri Orang yang Mampu Beradaptasi dengan Baik

Untuk mengetahui apakah kita atau orang lain termasuk orang yang mampu beradaptasi dengan baik adalah dengan melihat ciri-ciri berikut:

  1. Suka bereksperimen.
  2. Melihat peluang saat orang lain melihat kegagalan.
  3. Memiliki banyak akal.
  4. Berpikir ke depan.
  5. Tidak banyak mengeluh.
  6. Tidak menyalahkan orang lain.
  7. Mempunyai pemikiran terbuka.
  8. Mengikuti perkembangan jaman.

Cara Melatih Kemampuan Beradaptasi
Kemampuan beradaptasi dapat dilatih dengan cara berikut ini:

  1. Cobalah untuk menerima perubahan dengan pemikiran terbuka, jangan menolaknya. Hal ini membuat kita terhindar dari stres saat beradaptasi terhadap perubahan.
  2. Terus belajar untuk memperluas pengetahuan, keterampilan, kompetensi, dan kinerja.
  3. Tidak mudah menyerah ketika mengalami kegagalan. Beranilah untuk mengambil risiko di setiap kemungkinan, karena gagal adalah hal yang manusiawi.
  4. Biasakan berpikir jauh ke depan, pikirkan sebuah peluang besar yang harus diperjuangkan.
  5. Berani keluar dari zona nyaman dan menghadapi tantangan baru. Hal ini merupakan solusi untuk beradaptasi, sehingga dapat memotivasi diri, menemukan peluang, dan berinovasi.

Definisi Emosi
Emosi merupakan suatu ungkapan perasaan yang mendorong kita untuk berperilaku. Emosi terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. Emosi positif meliputi perasaan senang, bangga, dan bahagia.
  2. Emosi negatif meliputi perasaan marah, benci, dan sedih.

Fungsi Emosi
1. Fungsi Adaptif
Emosi berfungsi mempersiapkan tubuh kita untuk bertindak sebagai upaya bertahan dalam lingkungan yang berubah.
2. Fungsi Sosial
Emosi berfungsi mengomunikasikan dan mengekspresikan apa yang sedang terjadi, sehingga membantu orang-orang untuk memprediksi perilaku seseorang.
3. Fungsi Motivasi
Emosi dapat dijadikan suatu motivasi dalam melakukan suatu hal, seperti melakukan hal positif ketika memiliki suatu tujuan untuk dicapai.

Definisi Emotion Management
Emotion management adalah kemampuan untuk menyadari, siap menerima, serta berhasil mengendalikan perasaan dalam diri.
 

Cara Mengelola dan Mengendalikan Emosi agar Tidak Mengganggu Aktivitas Bekerja
Ada beberapa tips untuk mengelola dan mengendalikan emosi agar tidak mengganggu aktivitas bekerja diantaranya:

  1. Mengamati dan memahami emosi yang dialami tanpa perlu menyangkalnya. Analisis perasaan yang dirasakan, jangan menolak situasi atau emosi yang tidak menyenangkan.
  2. Mengenali penyebab munculnya emosi agar dapat mempersiapkan diri untuk tetap tenang dan merencanakan reaksi jika situasi tersebut terulang.
  3. Menggunakan moodbooster untuk membuat perasaan menjadi bahagia saat menghadapi situasi buruk, seperti memikirkan suatu hal yang membuat bahagia, mendengarkan musik, atau bertemu dengan teman untuk membicarakan hal yang menyenangkan.
  4. Melakukan yoga dan meditasi untuk melatih mengendalikan emosi. Teknik relaksasi dengan mengambil napas dalam-dalam dan keluarkan perlahan kurang lebih selama sepuluh detik juga dapat membantu menghilangkan emosi.
  5. Meningkatkan selera humor agar segala hal terlihat positif. Ketika merasa suntuk, lelah, atau stress dengan pekerjaan, bersenda guraulah sejenak dengan rekan kerja, atau menonton hiburan untuk mengendurkan otot-otot yang tegang dan mengembalikan energi yang terkuras.

Pentingnya Work Life Balance
Seorang peneliti bernama Morgan Redwood menyebutkan bahwa perusahaan yang mendorong karyawan untuk memiliki keseimbangan, baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi akan memperoleh pendapatan pertahun 20% lebih besar daripada perusahaan yang tidak mendorong work life balance. Hal ini terjadi karena work life balance dapat meningkatkan kesehatan fisik, emosional, mental, serta kesehatan karir, sehingga karyawan lebih produktif dalam bekerja.
 

Manfaat Work Life Balance

  1. Meningkatan kepuasan kerja. Individu dengan work life balance akan lebih merasa puas dengan pekerjaan dan kehidupan pribadi karena berpartisipasi dalam setiap kegiatan penting di dalam hidupnya.
  2. Mengurangi tingkat stres karena pekerjaan. Apabila mampu menjaga work life balance, maka individu akan memiliki mental yang sehat, psikologis, serta kesehatan fisik yang baik karena mengalami rasa harmoni dalam kehidupan.


Langkah-Langkah untuk Memiliki Work Life Balance

  1. Evaluasi 24 jam waktu yang dimiliki untuk mengetahui berapa banyak waktu yang digunakan agar tetap produktif.
  2. Tentukan prioritas untuk hal yang harus diselesaikan dan kurangi aktivitas yang tidak penting.
  3. Konsentrasi di satu hal pada satu waktu dan hindari menunda pekerjaan, sehingga pekerjaan lebih cepat diselesaikan dan minim kesalahan.
  4. Menyayangi atau memerhatikan diri sendiri dengan istirahat yang cukup, makan yang teratur, dan rutin berolahraga.
  5. Belajar memahami pentingnya membatasi diri, seperti batasi waktu bekerja dan menyelesaikan segala urusan tanpa membawa pulang pekerjaan.
  6. Jangan ragu untuk mengatakan “tidak” apabila dapat merugikan waktu istirahat. Ingatlah prioritas utama yang harus didahulukan atau diselesaikan terlebih dahulu.
  7. Miliki seorang mentor atau role model untuk meniru atau menanyakan cara mengelola waktu yang baik untuk mencapai tujuan karir dan gaya hidup yang baik.


sumber materi : https://lms.bps.go.id/

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 25 November 2024

Learning Agility Overview

Definisi Learning Agility
Learning agility adalah kemampuan cepat dan terus-menerus dalam mempelajari cara pandang serta
keterampilan baru agar dapat selalu beradaptasi dengan perubahan era dan lingkungan sekitar. Hal
ini dilakukan melalui berbagai pengalaman, orang, maupun sumber daya lainnya untuk diterapkan
pada berbagai situasi sehingga dapat mencapai hasil yang diinginkan.


Manfaat Learning Agility

  1. Mengembangkan kemampuan kemampuan belajar agar dapat beradaptasi dengan keadaan yang terus berubah.
  2. Memanfaatkan pengalaman masa lalu di kondisi masa kini untuk mencari jalan keluar saat menghadapi situasi baru.
  3. Melahirkan solusi inovatif dalam menyelesaikan masalah baru dengan tidak terpaku pada informasi lama serta terbuka pada ide-ide baru.


9 Dimensi Learning Agility
Untuk mengetahui tingkat learning agility seseorang, Dr. W. Warner Burke dari Columbia University
menetapkan sembilan dimensi yang perlu diperhatikan:

  1. Fleksibilitas → keterbukaan pada ide dan solusi baru.
  2. Kecepatan → kemampuan bertindak cepat.
  3.  Eksperimentasi → kemampuan mencoba perilaku baru.
  4. Pengambilan risiko pekerjaan → kemampuan menghadapi tantangan baru.
  5. Pengambilan risiko hubungan → kemampuan membahas pendapat yang berbeda.
  6. Berkolaborasi → kemampuan bekerja sama dalam tim.
  7. Kemampuan mengumpulkan informasi.
  8. Kemampuan mencari feedback atau umpan balik.
  9. Introspeksi dan renungan → kemampuan melihat dan mengembangkan diri sendiri.

Ciri-ciri Seseorang Memiliki Learning Agility

  1. Suka bersosialisasi atau berkomunikasi dengan banyak pihak dan memperluas wilayah kekuasaan.
  2. Senang bergerak aktif mengoptimalkan waktu yang ada dan tidak suka diam.
  3. Suka mengambil kesempatan atau tidak menolak pemilihan.
  4. Senang menciptakan berbagai ide dan rencana kerja baru.
  5. Siap menerima perubahan dan inovasi baru.
  6. Berani mengeluarkan pendapat.
  7. Tenang menghadapi tekanan atau perbedaan.
  8. Optimis dalam meraih sesuatu.
  9. Cepat bangkit dari sesuatu yang menekan.
  10. Haus memperbarui dan mengasah kecakapan diri.


Definisi Self Awareness
Self awareness adalah kemampuan melihat diri sendiri secara objektif dari proses refleksi dan
introspeksi diri. Hal ini menentukan seberapa besar kapasitas seseorang mengembangkan learning
agility-nya secara keseluruhan.


Pentingnya Self Awareness

  1. Self awareness dapat dijadikan acuan penting untuk memprediksi keberhasilan seseorang dalam meniti karier di masa yang akan datang.
  2. Seseorang yang memiliki self awareness cenderung kritis atas perilakunya sendiri dan hasil-hasil yang telah dicapainya.
  3. Ketika gagal, seseorang yang memiliki self awareness akan meminta feedback dari orang lain dan merenungkannya. Ketika sukses, seseorang yang memiliki self awareness tidak mudah puas dan tetap meminta feedback tentang hal-hal yang dapat diperbaiki dan dikembangkan.

Cara Meningkatkan Self Awareness

  1. Menyadari batasan dan kelebihan diri sendiri.
  2. Menyadari emosi dan bias yang mungkin muncul dari diri sendiri, lalu mencoba mempelajari hal-hal yang berseberangan dengan bias tersebut.
  3. Meminta pendapat dari orang yang tepat agar dapat melihat dari sudut pandang yang berbeda serta mengetahui performa dan perilaku diri sendiri di mata orang lain.
  4. Tipe Orang yang dapat Dimintakan Pendapat  :
  • 1. Tipe mentor → seseorang yang jauh lebih lama berada di bidang yang sama dengan kita sehingga orang tersebut dapat memberikan feedback yang fundamental dan relevan.
  • Tipe rekan kerja terdekat → seseorang yang berani mengkritik tanpa menjatuhkan.
  • Tipe junior → seseorang yang dapat menunjukkan kinerja kita sebagai seorang pemimpin.
  • Tipe pesaing → seseorang yang selalu memiliki cara untuk melihat kelemahan kita.

Indikator Self Awareness
Menurut Daniel Goleman (1996), self awareness pada seseorang dapat diketahui melalui beberapa
indikator, di antaranya:

  1. Mampu mengenali perasaan diri sendiri.
  2. Mampu mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri.
  3. Mampu bersikap mandiri.
  4. Mampu membuat keputusan yang tepat.
  5. Mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, pendapat, dan keyakinan.
  6. Mampu mengevaluasi diri.

Definisi Mental Agility
Mental agility
adalah kemampuan berpikir dan belajar dengan cepat dalam menyerap informasi,
sistem, ataupun proses yang baru. Di dunia kerja, mental agility penting untuk dimiliki karena
produktivitas seseorang sangat bergantung pada kemampuan berpikir jernih dan kesiapan
menghadapi tekanan atau perubahan.
Ciri-ciri Seseorang Memiliki Mental Agility yang Baik

  1. Merasa nyaman dan optimis dalam situasi baru atau sulit.
  2. Merasa siap menghadapi persoalan atau kondisi yang rumit.
  3. Menikmati bekerja dalam keadaan yang serba tidak pasti.
  4. Mampu mengenal situasi yang mirip atau bertolak belakang.
  5. Mampu memikirkan hal-hal yang out of the box.
  6. Mampu menganalisis masalah dengan cepat dan tetap berhati-hati.
  7. Mampu menjelaskan masalah yang rumit dengan sederhana.

Cara Meningkatkan Mental Agility

  1. Berani melakukan eksplorasi dan mencoba hal-hal baru.
  2. Mencari informasi melalui bacaan atau diskusi.
  3. Membuka pikiran untuk pola pikir dan sudut pandang yang berbeda.
  4. Selalu mencari alternatif cara untuk memecahkan masalah.

Dampak Positif Mental Agility

  1. Lebih jujur jika tidak mengetahui jawaban atas persoalan yang dihadapi, mengakui jika tidak yakin atas hasil yang akan dicapai, dan bersemangat mencari cara atau solusi terbaik dalam memecahkan masalah.
  2. Senang menganalisis hubungan yang sudah ada, mencari kemungkinan hubungan baru antara suatu hal dengan hal lain, melakukan kajian dengan sudut pandang yang berbeda, serta menghasilkan solusi yang baru dan segar.

Definisi Result Agility
Result agility adalah kemampuan mencapai hasil yang diinginkan dalam situasi baru, bukan
mengulang keberhasilan dalam situasi yang serupa. Kemampuan result agility penting untuk dimiliki
karena pembuktian kemampuan diri sendiri terukur dari seberapa besar dampak atas hasil yang
diraih.
Ciri-ciri Seseorang Memiliki Kemampuan Result Agility

  1. Mampu mencapai hasil yang diinginkan di tengah situasi yang serba sulit dan belum pernah terjadi sebelumnya.
  2. Senang menerima tantangan.
  3. Mampu memecahkan masalah yang baru pertama kali terjadi dengan cepat.
  4. Mampu menemukan jalan keluar dari kesulitan yang dialami.
  5. Memiliki keyakinan kuat akan kemampuan orang lain untuk memberikan hasil yang terbaik,
  6. Lebih terampil dalam menentukan arah dan membangun kepercayaan diri demi menyelesaikan tugas-tugas yang spesifik.
  7. Tetap fokus pada penyelesaian pekerjaan.

Cara Meningkatkan Result Agility

  1. Menemukan motivasi yang melahirkan energi dalam situasi-situasi sulit.
  2. Jeli melihat hal-hal yang krusial dalam menyelesaikan pekerjaan.
  3. Cepat bangkit, belajar dari kegagalan, dan mencari cara untuk mencapai hasil yang diharapkan ketika mengalami kegagalan.
  4. Selalu optimis dan semangat.
  5. Menginspirasi orang lain untuk percaya diri dalam mencapai hasil yang dianggap mustahil.

Definisi Change Agility
Change agility adalah kemampuan seseorang beradaptasi secara cepat pada suatu perubahan
dengan melakukan uji coba. Oleh karena itu, change agility merupakan faktor penting karena pada
dasarnya manusia tidak nyaman dengan perubahan. Hal ini disebabkan karena otak manusia
didesain untuk mencari pola dan berlindung pada hal-hal rutin.
Ciri-ciri Seseorang Memiliki Kemampuan Change Agility

  1. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk mempelajari hal-hal baru;
  2. Berani mencoba cara, pendekatan, dan solusi baru. Apabila mengalami kegagalan, seseorang dengan kemampuan change agility akan cepat bangkit, cepat belajar, serta mencari berbagai cara untuk mencapai hasil yang diharapkan;
  3. Selalu optimis, bersemangat, dan menginspirasi orang lain untuk lebih percaya diri demi mencapai hasil yang dianggap mustahil.

Cara Meningkatkan Change Agility

  1. Bersikap positif dalam menerima perubahan.
  2. Mengomunikasikan masalah dengan atasan atau rekan kerja dalam memahami perubahanperan yang terjadi.
  3. Siap mempelajari kemampuan baru,
  4. Bersedia memimpin perubahan inisiatif dan menangani ketidaknyamanan yang timbul akibat perubahan tersebut.
  5. Selalu mencari opsi-opsi baru dengan melakukan berbagai eksperimen dan inovasi serta menganggap kegagalan sebagai bagian dari proses menuju perbaikan.
  6. Tidak mudah puas saat sesuatu terbukti berhasil dengan tetap melakukan berbagai penyesuaian agar keberhasilan tersebut dapat diterapkan di berbagai situasi.


Definisi People Agility
People Agility adalah kemampuan membangun hubungan dan memahami orang lain. Meskipun
dalam keadaan sulit, seseorang dengan kemampuan people agility tetap mampu membina kerja
sama dan mengelola emosinya dengan baik.


Pentingnya People Agility
People agility merupakan faktor yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan
berkomunikasi. Hal ini berguna dalam membangun hubungan di tempat kerja karena hubungan yang
baik antar-pekerja sangat penting. Selain itu, people agility juga dapat menjadikan seseorang mampu
memotivasi dirinya sendiri untuk melakukan perkembangan.
Ciri-ciri Seseorang Memiliki Kemampuan People Agility

  1. Senang membantu orang lain.
  2. Mampu memecahkan masalah ketika terjadi krisis.
  3. Memiliki pikiran yang terbuka.
  4. Mudah memahami dan menghargai pendapat orang lain.
  5. Melakukan tindakan konstruktif tanpa menimbulkan keributan dalam menghadapi konflik,
  6. Merasa tidak terancam dengan pendapat atau cara pandang yang berbeda.
  7. Memanfaatkan kelebihan diri sendiri dalam mencapai tujuan bersama.

 

Cara Meningkatkan People Agility

  1. Mencoba fleksibel dalam memainkan beberapa peran yang berbeda.
  2. Menantang diri sendiri untuk mengambil berbagai posisi, baik sebagai eksekutor, pemberi usulan, pencari alternatif solusi, atau pengambil keputusan.
  3. Bersikap proporsional dalam bertindak dan menyiapkan diri untuk melakukan perpindahan peran saat dibutuhkan.
  4. Meyakinkan diri untuk memulai dari awal, jika terjadi kebuntuan dalam proses pengambilan keputusan agar mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap serta dapat mengembangkan berbagai alternatif solusi.


Sumber Data : materi pelatihan pada https://lms.bps.go.id/

Posting by Mohammad Nurdin

Overview Dasar-dasar Financing untuk Finance for Non-Finance

Fungsi Financing
Dalam sebuah perusahaan, pendanaan digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan
investasi.


Jenis Sumber Pendanaan
Terdapat dua jenis sumber pendanaan, yaitu:
1. Internal financing adalah keuntungan yang diperoleh dari operasi perusahaan.
2. External financing adalah pendanaan yang berasal dari pihak luar perusahaan atau bisnis.


Alur Pendanaan Eksternal
 

1. Perusahaan membuat target kinerja yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran
Perusahaan (RKAP). Pada RKAP, perusahaan menetapkan kebutuhan investasi atau Capital
Expenditure (Capex).
2. Perusahaan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk membahas dan
mendapatkan persetujuan RKAP yang telah dibuat.
3. RUPS akan memperhitungkan terlebih dahulu apakah proyek tersebut layak atau tidak untuk
dijalankan sebelum dilakukan persetujuan.
4. Jika proyek tersebut layak, maka akan dibuatkan Final Investment Decision (FID) serta
diusulkan ke dalam RKAP dan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).
5. Ketahui kebutuhan pendanaannya yang dapat memenuhi, apakah dengan trade financing,
corporate financing, atau project financing.

Definisi Impairment
Impairment adalah turunnya nilai suatu aset karena nilai aset yang tercatat atau nilai buku melebihi
nilai terpulihkan (recoverable amount).
Nilai terpulihkan adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi dengan biaya penjualan dan
nilai pakai.


Contoh Impairment
Nilai sebuah mobil yang tercantum dalam buku sebesar Rp100.000.000. Ketika terjadi pembelian,
maka pembeli harus bisa memprediksi apakah aset tersebut akan mengalami penyusutan nilai atau
tidak setiap tahunnya. Prediksi dilakukan hingga masa manfaat aset tersebut habis. Jadi hal ini bisa
dikatakan bahwa nilai aset tidak sesuai dengan nilai pada buku. Penyusutan nilai dikenal dengan
istilah depresiasi.


Tahapan pada Impairment Asset
1. Triggering Event
Contohnya, mobil senilai Rp100.000.000 memiliki masa manfaat aset selama sepuluh tahun
dan mengalami depresiasi sebesar Rp10.000.000 per tahun. Di tahun kelima, nilai buku aset
tersebut adalah Rp50.000.000. Namun pada tahun kelima juga terdapat indikasi aset
mengalami rusak berat, inilah yang disebut triggering event.
2. Recoverability Test
Recoverability test yaitu memproyeksikan arus kas masuk yang masih dapat dihasilkan oleh
aset.
Contohnya, aset menghasilkan pendapatan Rp70.000.000 per tahunnya, sehingga pada tahun
kelima total penghasilan yang didapatkan sekitar Rp35.000.000. Namun mengingat akan
diperhitungkan dalam lima tahun ke depan, maka nilai total penghasilan adalah Rp30.000.000
dengan mempertimbangkan faktor nilai waktu uang. Nilai Rp30.000.000 inilah yang disebut
sebagai recoverability test.
3. Estimasi Penurunan Nilai
Cara menghitung nilai impairment adalah dengan mengurangkan nilai buku dengan nilai
recoverability test.
Contohnya, nilai buku sebesar Rp50.000.000 dan nilai recoverability test sebesar
Rp30.000.000, maka nilai impairment-nya menjadi Rp20.000.000. Nilai Rp20.000.000 inilah
yang disebut sebagai impairment dan berdampak pada biaya operasi perusahaan serta
mengurangi net income perusahaan.


Definisi Impairment Piutang
Impairment piutang adalah suatu kondisi dimana terdapat bukti objektif terjadinya peristiwa yang
merugikan sebagai akibat dari peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset.
Rumus Impairment Piutang
Keterangan:
Book value adalah nilai awal piutang dengan asumsi belum terjadi indikasi customer default.
Net realizable value (jumlah kas bersih yang diterima) adalah proyeksi pembayaran piutang oleh customer setelah adanya estimasi kemungkinan gagal bayar serta memperhitungkan efek time value of money.
Impairment loss adalah pengurang piutang yang diakui sebagai kerugian.
Contoh:
Sebuah perusahaan minyak dan gas menjual minyak ke industri senilai Rp100.000.000 (book value).
Lalu utang yang akan dibayar oleh industri tersebut senilai Rp70.000.000 (net realizable values) dan
sisanya tidak dibayar. Jadi, yang dimasukan ke dalam laporan neraca adalah sebesar Rp70.000.000.
Sedangkan, jumlah Rp30.000.000 merupakan impair dan akan masuk ke dalam laporan laba rugi.
 

Definisi Goodwill
Goodwill adalah nilai lebih dari suatu pembelian aset dibandingkan nilai pasarnya.
Contoh:
Sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah untuk didirikan kantor cabang. Market value harga
perusahaan tersebut sebesar 100 miliar rupiah, tetapi karena prospek perusahaan yang akan dibeli
bagus, maka perusahaan tersebut berani memutuskan untuk membeli dengan harga 110 miliar
rupiah. Tambahan sebesar 10 miliar dari 110 miliar rupiah inilah yang disebut sebagai goodwill.

Definisi Neraca


Neraca
adalah laporan posisi harta dan kewajiban perusahaan dalam satu waktu tertentu yang
biasanya pada akhir tahun.
Dalam pencatatan laporan neraca terdiri dari beberapa kolom.
1. Kolom lancar, yaitu harta yang diharapkan menjadi kas dalam waktu satu tahun. Kolom ini
berisi pencatatan untuk kas, piutang, dan inventaris.
2. Kolom tidak lancar, yaitu harta yang digunakan lebih dari satu tahun. Kolom ini berisi
pencatatan untuk Property Plant Equipment (PPE), investment in, dan intangible asset (paten,
trademark, dan goodwill).
3. Kolom kewajiban, yaitu klaim atas harta oleh pihak ketiga. Kolom ini berisi pencatatan untuk
utang dagang, utang jangka panjang, dan utang lain (utang pensiun (PSL), dan sewa capital).
4. Kolom pemilik modal, yaitu klaim atas harta oleh pemilik modal. Pada kolom ini berisi
pencatatan untuk shareholder equity dan retained earning.
a. Shareholder equity: modal saham yang ditanam oleh pemilik perusahaan.
b. Retained earning: kumpulan laba yang didapatkan perusahaan selama perusahaan tetap
berjalan (net income).
Total dari kolom kewajiban dan modal merupakan sumber pendanaan. Jika hasil dari total asset dan
sumber pendanaan sama (balance), maka disebut dengan neraca.

Definisi Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi merupakan laporan keuangan yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan
beban perusahaan sehingga menghasilkan laba atau rugi bersih.
Pada laporan laba rugi terdapat beberapa kolom, yaitu:
1. Pendapatan (revenue), yaitu hasil penjualan dan Cost Of Goods Sold (COGS) yang merupakan
biaya pembelian bahan mentah.
2. Gross profit dan Opex (Operating Expenditure).
a. Gross profit dapat dihitung dari nilai revenue dikurangi COGS.
b. Opex merupakan biaya operasi yang terbagi menjadi tiga, yaitu:
● Sales merupakan kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran seperti promosi.
● General merupakan biaya yang berhubungan dengan infrastruktur serta gaji.
● Biaya admin berhubungan dengan biaya yang lain lain.
3. Operating profit dan interest (biaya bunga pinjaman).
a. Operating profit merupakan jumlah dari gross profit dikurangi Opex.
b. Interest merupakan jumlah uang yang teratas.
4. Net income, yaitu hasil penjumlahan dari operating profit dikurangi interest dan tax.

Net Income
Net income yang dihasilkan pada laporan laba rugi akan masuk ke dalam retained earning di dalam
laporan neraca. Jika retained earning bertambah, maka pada bagian harta atau asset juga harus
bertambah karena laporan neraca harus balance. Harta yang bertambah akan menambah
pendapatan pada laporan laba rugi, selanjutnya pendapatan akan berubah menjadi net income dan
begitu seterusnya.
Net income yang diperoleh, diperuntukan bagi pemerintah, direksi, dan juga karyawan, yaitu berupa
bonus. Besar atau kecil net income bergantung pada pengeluaran yang dilakukan dan akan
berpengaruh kepada bonus karyawan.
Kualitas laporan neraca dapat diketahui dengan menggunakan rasio keuangan. Kewajiban isi laporan
neraca ini akan diperiksa oleh Badan Akuntan Publik.

Definisi Weighted Average Cost of Capital
Weighted Average Cost of Capital (WACC)
adalah perhitungan cost of capital berdasarkan porsi debt
(utang) dan equity (ekuitas) dari perusahaan. Metode WACC umumnya digunakan untuk menguji
kelayakan investasi pada perusahaan.
Rumus WACC
1. Sumber pendanaan didapatkan dari kewajiban dan modal pemilik.
2. Dari sumber pendanaan terdapat biaya yang harus dibayarkan, yaitu bunga (cost of debt) dan
dividen (cost of equity). Cost of debt selalu lebih kecil dari cost of equity.
3. Cost of debt dan cost of equity jika digabungkan akan menjadi biaya untuk memperoleh
sumber pendanaan (cost of capital). Cost of capital harus ditekan serendah mungkin.
4. Cost of capital jika digabungkan dan dirata-rata, maka akan menghasilkan weighted average
cost of capital (WACC).
Rumus WACC
Definisi Earning Before Interest Tax Depreciation and Amortization
Earning Before Interest Tax Depreciation and Amortization (EBITDA)
adalah variasi alternatif dari
laporan profitabilitas selain net income. Metode EBITDA digunakan untuk menganalisis metrik
keuangan sebuah perusahaan sehingga dapat mengatur kas dan mengestimasi pembayaran utang
aset jangka panjang.

Rumus EBITDA
Keterangan:
1. Bunga: Kewajiban yang harus dibayarkan atas utang suatu perusahaan terhadap pihak ketiga,
contohnya bank.
2. Pajak: Kewajiban yang harus dibayarkan suatu perusahaan kepada pemerintah atas
kepemilikan atau kegiatan bisnis yang dilakukan.
3. Depresiasi: Nilai penyusutan terhadap aset tetap selama masa ekonomis atau masa
fungsional aset tersebut.
4. Amortisasi: Nilai pengurangan atas aset yang tidak berwujud, misalnya pinjaman dari pihak
ketiga atau hak paten yang dimiliki perusahaan.
Definisi Return On Asset
Return On Asset (ROA)
merupakan suatu indikator untuk menunjukan seberapa kuat aset dapat
menghasilkan net income.
Rumus ROA

Definisi Return On Equity
Return On Equity (ROE)
merupakan indikator untuk menunjukan seberapa kuat ekuitas dapat
menghasilkan net income.
Rumus ROE
Data ROE akan dilihat oleh investor untuk dibandingkan dengan data ROE di perusahaan lain sebagai
pertimbangan dimana investasi yang menguntungkan

Manfaat Laporan Keuangan
1. Alat pengukuran atau penilaian kinerja perusahaan.
2. Indikator langkah-langkah untuk perbaikan perusahaan.
3. Dasar informasi untuk melakukan proyeksi di masa mendatang.
4. Meningkatkan kredibilitas dan akuntabilitas suatu perusahaan.
 

Indikator Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan
Rasio keuangan adalah salah satu metode analisa keuangan yang digunakan sebagai indikator
penilaian perkembangan perusahaan. Terdapat empat indikator rasio keuangan yang digunakan
untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, yaitu:
1. Rasio likuiditas: Rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban membayar utang-utangnya maupun untuk memeriksa efisiensi modal kerja.
2. Rasio profitabilitas: Rasio kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya. Jika
perusahaan tersebut mampu, maka perusahaan dapat dikatakan memiliki likuiditas yang baik.
Sedangkan jika perusahaan tersebut tidak mampu memenuhi kewajibanya, maka perusahaan
tersebut dikatakan ilikuid.
3. Rasio solvabilitas: Rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
melunasi seluruh kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Rasio ini diukur
dengan menggunakan rasio hutang terhadap Aktiva, Time Interest Earned, dan Fixed Charge
Coverage.
4. Rasio aktivitas: Rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat penggunaan aktiva atau
kekayaan perusahaan. Rasio ini diukur dengan menggunakan perputaran piutang, perputaran
persediaan, perputaran aktiva tetap, dan perputaran total aktiva.

Definisi Biaya
Biaya adalah nilai yang dikorbankan untuk proses produksi suatu produk yang dinyatakan dalam
bentuk satuan atau berlakunya harga pasar.
Biaya dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:
1. Biaya tetap (fixed cost).
2. Biaya variabel (variable cost).
3. Biaya semi-variabel.
4. Biaya langsung.
5. Biaya tidak langsung.
6. Biaya lainnya.
 

Definisi Fixed Cost
Fixed cost (biaya tetap)
adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam keadaan konstan (tidak
berubah) walaupun mengalami peningkatan maupun penurunan jumlah barang atau jasa yang
dihasilkan.
Contoh fixed cost, antara lain:
1. Gaji karyawan.
2. Sewa tempat usaha
3. Depresiasi (penyusutan)
Definisi Variable Cost
Variable cost, yaitu biaya total keseluruhan yang mengikuti perubahan aktivitas atau berbanding lurus
dengan kegiatan produksi.
Contoh variable cost, antara lain:
1. Komisi penjualan.
2. Biaya peralatan.
3. Biaya listrik dan air.
4. Biaya transportasi.

Definisi Break Even Point
Break Even Point (BEP)
adalah titik dimana pendapatan sama dengan modal yang dikeluarkan
sehingga tidak terjadi kerugian atau keuntungan. BEP berfungsi untuk membantu dalam membuat
keputusan pada perusahaan, seperti menaikkan harga produk atau mengurangi biaya operasional.
Rumus BEP
Contoh:
Sebuah perusahaan memiliki fixed cost sebulan sebesar Rp140.000.000 dan variable cost sebesar
Rp75.000 per unit dengan harga jual sebesar Rp95.000 per unit.
Maka, BEP Unit = 𝑅𝑝.140.000.000
(𝑅𝑝95.000 – 𝑅𝑝75.000)
= 𝑅𝑝140.000.000
𝑅𝑝20.000
= 7.000
Jadi, nilai BEP diperoleh 7.000 unit.

Definisi Contribution Margin Analysis
Contribution margin
adalah tingkat keuntungan suatu produk.
Rumus Contribution Margin
Contoh:
Sebuah perusahaan memperoleh pendapatan bersih sejumlah Rp150.000.000 dalam satu tahun.
Dengan rincian biaya variabel, ongkos angkut barang sebesar Rp5.000.000, biaya tenaga kerja
langsung sebesar Rp20.000.000, dan biaya bahan baku langsung sebesar Rp30.000.000.
Maka, Contribution Margin = Harga Produk – Biaya Variabel per Unit
= Rp150.000.000 – Rp55.000.000
= Rp95.000.000

Posting by Mohammad Nurdin