Cari Blog Ini

Selasa, 13 Maret 2012

BIOGRAFI PROFESOR DAVID BENJAMIN KELDANI, B.D.

BIOGRAFI PROFESOR DAVID BENJAMIN KELDANI, B.D.

Abdu'l-Ahad Dawud adalah sebelumnya seorang pendeta yang bernama David Abdu Benjamin Keldani, B.D. seorang pendeta Katholik Roma di sekte Uniate Chaldea (Unitarian). Beliau dilahirkan pada tahun 1867 di Urmia, Persia; mendapatkan pendidikannya sejak kecil di kota itu. Dari tahun 1886-1889 beliau ada dalam jajaran staf pengajar dari Misi Archbishop Canterbury pada ummat Kristen Asiria (Nestorian) di Urmia. Pada tahun 1892 beliau dikirim oleh Kardinal Vaughan ke Roma, di mana beliau mengikuti kursus studi falsafah dan teologi di Propaganda Fide College, dan pada tahun 1895 diangkat jadi pendeta. Pada tahun 1892 Profesor Dawud telah menulis sejumlah artikel untuk tabloid "Assyria, Rome dan Canterbury"; dan menurut Irish Record juga di tabloid "Authenticity of the Pentateuch." 

MUHAMMAD DALAM PERJANJIAN BARU - NABI DARI ARABIA SEBAGAIMANA DIUTARAKAN DALAM INJIL

BAB 22. NABI DARI ARABIA SEBAGAIMANA DIUTARAKAN DALAM INJIL
"BEBAN ATAS ARABIA" YESAYA XXI. 13.


Masa pakar klasik yang gersang saat ini, bersamaan dengan kelangkaan pengetahuan kita mengenai bahasa-bahasa kuno yang meningkat, telah memenggal selera modern dalam usahanya untuk mengapresiasi usaha-usaha semacam itu pada saat saya bermaksud menuju ke arah situ. Halaman-halaman berikut telah menghasilkan beberapa serial artikel yang paling mampu dari Profesor Abdul Ahad Dawud, namun saya tak yakin bahwa banyak orang, termasuk mereka yang dari gereja-gereja Kristen, yang dapat mengikuti uraian yang begitu terpelajar dari Profesor yang sangat cerdas itu. Semakin lebih lagi saya kagum ketika beliau berusaha membawa para pembaca ke masalah bahasa yang telah mati dan habis setelah ribuan tahun yang lalu. Bagaimana dengan bahasa Aramiah, ketika sangat sedikit di antara para pendeta yang mampu untuk mengerti Vulgate dan Injil Perjanjian Baru versi Yunani yang orisinil? Lebih istimewa lagi ketika para peneliti kita itu hanya mendasarkan diri semata-mata pada etimologi Yunani dan Latin! Apapun nilai yang mungkin dari disertasi semacam itu di mata orang lain, kita saat ini mutlak tidak mampu untuk mengapresiasi disertasi itu dari sudut keterpelajaran; karena kegandaan arti (ambiguity) ramalan yang terkait dengan ucapan-ucapan profetik yang saya rujuk, membuatnya cukup elastis untuk menutupi setiap masalah.

MUHAMMAD DALAM PERJANJIAN BARU - ANAK MANUSIA MENURUT VERSI WAHYU YAHUDI

BAB 21. ANAK MANUSIA MENURUT VERSI WAHYU YAHUDI

Dari apa yang telah dibicarakan dalam halaman-halaman ini maka sebutan "Barnasha" atau "Anak Manusia" bukanlah sebuah gelar seperti "Al Masih" yang dapat diberikan kepada sebarang nabi, kepala pendeta, dan raja yang secara sah telah diurapi, tetapi bahwa sebutan ini adalah sebuah kata nama diri (proper noun) yang merupakan milik khusus Nabi Terakhir. Para Penglihat Masa Depan (semacam para normal), para sofi (semacam ahli falsafah bukan ahli tasawuf) dan para ahli wahyu (apocalyptist) melukiskan "Anak Manusia" yang akan datang pada waktunya seperti telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa untuk menyelamatkan orang-orang Israel dan Jeruzalem dari penindasan kaum kafir dan untuk mendirikan kerajaan "Orang-orang suci dari Yang Maha Tinggi" yang permanen. Para penglihat masa depan, para sofi meramalkan bangkitnya seorang Penyelamat Yang Sangat Berkuasa; mereka melihat dia - hanya dalam suatu visi, wahyu dan keimanan - dengan segala kuasa dan kemuliaannya. Tidak ada Nabi atau Sofi yang pernah berkata bahwa dia sendiri adalah "Anak Manusia" itu, dan bahwa dia "akan datang lagi pada Hari Akhir untuk mengadili baik orang-orang yang pandai ("quick") dan yang sudah mati, seperti dituliskan dalam Dekrit Nicea yang seakan-akan itu dilakukan atas kuasa Jesus Kristus.

MUHAMMAD DALAM PERJANJIAN BARU - YANG DIMAKSUD DENGAN "ANAK MANUSIA" DALAM APOCALYPSE (WAHYU) ADALAH NABI MUHAMMAD SAW

BAB 20. YANG DIMAKSUD DENGAN "ANAK MANUSIA" DALAM APOCALYPSE (WAHYU) ADALAH NABI MUHAMMAD SAW

Dalam artikel saya terdahulu telah saya tunjukkan bahwa "Anak Manusia" yang diceriterakan dalam wahyu Yahudi bukanlah Jesus Kristus, dan bahwa Jesus tidak pernah mengasumsikan sebutan itu bagi dirinya sendiri, karena jika demikian maka beliau hanya akan menjadikan dirinya bahan tertawaan di mata para pendengarnya.

MUHAMMAD DALAM PERJANJIAN BARU - YANG DIMAKSUD DENGAN "ANAK MANUSIA" DALAM APOCALYPSE (WAHYU) ADALAH NABI MUHAMMAD SAW

BAB 20. YANG DIMAKSUD DENGAN "ANAK MANUSIA" DALAM APOCALYPSE (WAHYU) ADALAH NABI MUHAMMAD SAW

Dalam artikel saya terdahulu telah saya tunjukkan bahwa "Anak Manusia" yang diceriterakan dalam wahyu Yahudi bukanlah Jesus Kristus, dan bahwa Jesus tidak pernah mengasumsikan sebutan itu bagi dirinya sendiri, karena jika demikian maka beliau hanya akan menjadikan dirinya bahan tertawaan di mata para pendengarnya.

MUHAMMAD DALAM PERJANJIAN BARU - "ANAK MANUSIA," SIAPAKAH DIA?

BAB 19. "ANAK MANUSIA," SIAPAKAH DIA?

Kitab Suci Al Qur'an menghadirkan tokoh Jesus Kristus sebagai
"Anak Laki-Laki Maryam," dan Kitab Suci Injil juga menghadirkannya sebagai "Anak Laki-Laki Maryam"; namun bahwa Injil yang ditulis pada lempeng putih dari hati Jesus dan disampaikan kepada para murid dan pengikutnya secara lisan, dengan segera telah dicemari dengan sejumlah mitos dan legenda.

MUHAMMAD DALAM PERJANJIAN BARU - "PERIQLYTOS" BERARTI "ACHMAD

BAB 18. "PERIQLYTOS" BERARTI "ACHMAD"

Kitab Suci Al Qur'an (surah 61 ayat 6) menyatakan bahwa Jesus telah mengumumkan kepada orang-orang Israel akan kedatangan Achmad: "Dan ketika Jesus, anak laki-laki Maryam bersabda: 'Wahai anak-anak Israel, aku diutus kepadamu oleh Allah untuk menegaskan Taurat yang ada sebelum aku, dan untuk memberitakan seorang Utusan yang akan datang sesudah aku yang namanya pasti Achmad.' Namun ketika beliau datang kepada mereka dengan bukti yang terang, mereka berkata: 'Ini pasti suatu sihir yang nyata.'"

"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya." (Yohanes xiv. 16, dsb.)